
Ki Ageng Selo : "Bagus, Ratna. Mulai sekarang Rama, saat menggunakan rompi Ontokusumo, kamu juga harus menggunakan helm Psimitar tersebut. Dengan bahan rompi Ontokusumo itu seharusnya sudah sangat kuat untuk melindungi dari kekuatan telepati dan telekinesis. Tapi ingat Rama, kamu harus tetap fokus dan konsentrasi terhadap kata hatimu sendiri! Sekarang bangunlah kamu dari tidurmu dan coba buat helm Psimitar! "
Karena Rama masih teringat pesan dalam mimpi saat bertemu dengan Ki Ageng Selo, langsung saja Rama memanggil Ratna.
Rama : " Ratna..! " (agak terburu-buru)
Ratna : " Iya Rama, ada yang bisa kubantu hari ini? "
Rama : " Bolehkah aku tanya, apakah kamu menyimpan desain dan kode teknologi dari helm Psimitar? "
Ratna : " Masih Rama, ada yang bisa kubantu? "
Rama : " Tolong buatkan helm Psimitar yang disinkronkan dengan Rompi Ontokusumo ya! "
Ratna : " Baik Rama "
Rama semakin tidak mengerti dengan kesaktian Ki Ageng Selo. Padahal pemberian desain dan kode teknologi helm Psimitar itu dilakukan lewat mimpi Rama, tapi dalam kenyataannya telah terjadi.
Ratna pun mulai membuat helm Psimitar sesuai dengan desain dan kode teknologi yang sudah tersimpan di memorinya. Helm ini akan terintegrasi dengan rompi Ontokusumo supaya kekuatannya bisa maksimal. Ratna menghabiskan waktu sekitar 60 menit untuk membuat helm Psimitar tersebut.
Ratna : " Helm Psimitar 100% sudah selesai, Rama! "
Rama : " Baik Ratna, tolong aktifkan rompi Ontokusumo! "
Ratna : " Rompi Ontokusumo diaktifkan! "
Partikel nano kemudian menjalar ke tubuh Rama dan membentuk rompi Ontokusumo hingga topeng helm Psimitar. Helm Psimitar yang baru tersebut sepertinya pas dengan ukuran kepala Rama. Cuma memang untuk penggunaannya Rama belum tahu.
Rama : " Ratna, apakah helm Psimitar ini bisa mengetahui isi pikiran orang lain juga? "
Ratna : " Tidak bisa Rama, kecuali kalau kamu memiliki bawaan kekuatan telepati dari lahir, baru bisa. "
Rama : " Untuk mencari lagi bayi Raka, sekarang kita harus ke manakah? "
Ratna : "Sebenarnya hantu kemarin: Banaspati, Lampor dan Pulung itu adalah teman - teman sejenis dari hantu Kemamang. Sepertinya kita harus mencari hantu Kemamang supaya bisa tahu jejak bayi Raka dan lainnya. "
Rama : " Bisakah kamu pindai dari citra satelit tentang pergerakan kekuatan panas api di sekitaran kampung hantu Ratna? Aku yakin bahwa pasti hantu Kemamang juga masih belum jauh dari teman - temannya"
Ratna : " Baik Rama, pemindaian dimulai. "
Ratna pun memulai proses pemindaian Kampung Hantu secara keseluruhan untuk mencari citra panas api yang bergerak. Proses ini biasanya memakan waktu hingga 15 detik.
Ratna : " Rama, kelihatannya di aliran sungai tersesat ada kekuatan api yang bergerak. Apakah kamu mau cek ke sana? "
Rama : " Iya Ratna, kita harus cek segala kemungkinan! Mudah - mudahan itu memang hantu Kemamang."
Rama begitu bersemangat mendengar adanya tanda - tanda yang mengarah ke penemuan lokasi keluarganya. Rama segera meminta Ratna untuk mengaktifkan Ajian Pralambangun supaya portal waktu terbuka dan bisa menuju ke Sungai Tersesat secepatnya. 10 detik kemudian portal waktu pun terbuka, Rama segera meloncat masuk portal, lalu seketika itu juga Rama sudah berada di tepi aliran Sungai Tersesat.
Sungai Tersesat malam ini masih tampak sangat angker. Pepohonan di sekeliling tepi sungai tambah lebat, termasuk tumbuhan liar yang menjulang sangat tinggi, sehingga menutupi pancaran cahaya bulan. Deretan pohon bambu yang dahulu pernah dihuni oleh Wewe Gombel juga tampak lebih lebat dibandingkan saat terakhir kalinya Rama melihatnya.
Airnya pun masih keruh dan gelap, sehingga masih tidak terlihat dasar sungai. Selain itu, suara gemericik air yang mengalir di Sungai Tersesat masih terdengar seperti suara tangisan atau rintihan orang yang tenggelam di dalamnya.
Rama mencoba mengamati di berbagai sudut Sungai Tersesat untuk mencari pancaran cahaya api, tapi belum juga kelihatan yang tampak.
Rama: " Ratna, di manakah sinyal api bergerak? "
Ratna: " Di belakangmu Rama, awas..! "
Baru saja Rama hendak menoleh ke belakang, tiba - tiba bola api sudah mengenai tubuh Rama. Rama kaget, tapi bola api tetsebut bukan lawan sepadan bagi Rompi Ontokusumo.
Rama : (penasaran) boleh Ratna, aku ingin tahu. Tapi kalau aku sudah sempoyongan, segera tutup kembali helm Psimitar-nya ya! "
Ratna : " Baik, Rama "
Ratna kemudian menarik partikel - partikel nano yang membentuk helm Psimitar di Rama. Jadi sekarang Rama berhadap - hadapan dengan Kemamang tanpa menggunakan helm Psimitar.
Hantu kemamang yang telah menyerang Rama dari belakang, terus - menerus melafalkan mantra Azarath yang ditujukan kepada Rama.
Kemamang : (lewat telepati) Rama, menyerahlah.. Keluargamu ada di kami, jika kamu tidak menyerah, mereka akan menderita.. " (dikatakan berulang - ulang dan menampilkan video bayi Raka yang sedang menangis, Ratu Sari dan Raja Piningit yang bengong dalam penjara gelap)
Rama yang sudah tidak menggunakan helm Psimitar, mendengar dengan jelas dalam pikirannya apa yang disampaikan oleh hantu Kemamang. Rama yang tadinya bersemangat untuk bertempur lambat laun semakin lemah dan sedih ketika mendapatkan gambaran video bayi Raka yang sedang menangis, Ratu Sari dan Raja Piningit yang bengong dalam gelapnya penjara.
Kalimat yang diucapkan hantu Kemamang berkali-kali membuat Rama pusing dan lalu, " Kamu siapa? Tolong lepaskan keluargaku! " Kini Rama mulai sempoyongan memegangi kepalanya yang sangat pusing.
Ratna : " Rama, apakah kamu baik - baik saja? Sepertinya helm Psimitar harus dipasangkan kembali. "
Rama : " Ratna, aku pusing sekali. Di pikiranku banyak sekali terngiang kata - kata orang lain. Aktifkan kembali helm Psimitar! "
Ratna : " Baik Rama, aktifkan helm Psimitar! "
Ratna kemudian mengaktifkan kembali helm Psimitar dengan cepat supaya Rama tidak terlalu lama terpengaruh oleh kekuatan telepati dari hantu Kemamang.
Helm Psimitar sudah terpakai lengkap di kepala Rama. Pikiran Rama pun kini kembali tenang. Kini Rama mulai fokus dengan pikirannya sendiri dan siap kembali menghadapi hantu Kemamang.
Rama : "Hei hantu Kemamang, kamu bawa kemana keluargaku? " (sambil berteriak ke arah hantu Kemamang dengan penuh emosi)
Kemamang : " Hehehe, Rama.. Menyerahlah, atau keluargamu tidak akan selamat! "
Hantu Kemamang terus menyerang Rama dengan bola api. Suasana sungai tersesat menjadi lebih terang dengan bola api dari hantu Kemamang. Untuk kali ini Rama berhasil menghindar dan ketika satu kesempatan hantu Kemamang lengah, Rama langsung saja membalasnya dengan semprotan nitrogen cair, sehingga tubuh Kemamang menjadi kaku dan beku seperti es.
Dalam kondisi hantu Kemamang yang sudah kaku dan beku tersebut, Rama mencoba mendekati hantu Kemamang dan mencoba beradu telepati.
Rama : "Ratna, mungkin aku tidak punya kekuatan telepati bawaan dari lahir. Tapi coba pita frekuensi suara Kemamang yang diterima oleh helm Psimitar bisa dilacak, supaya aku bisa bicara dengan Kemamang menggunakan pita frekuensi tersebut. "
Ratna : " Ide bagus Rama, secara teknis bisa dilakukan, sebentar.."
Ratna kemudian mencoba melacak pita frekuensi suara Kemamang yang diterima oleh helm Psimitar. Memakan waktu hingga 30 detik sampai Ratna menginformasikan kepada Rama, "Rama, percobaan berhasil. Sekarang kamu bisa bertelepati dengan Kemamang melalui helm Psimitar."
Rama : "Terima kasih Ratna. Oh ya, tolong nanti lacak pergerakan Kemamang setelah pembicaraanku selesai ya.."
Ratna : " Baik Rama "
Rama : " Kemamang, ini Ki Sabrang.. Segera kembali ke markas, aku membutuhkanmu! " (Rama berpura-pura menjadi KI Sabrang)
Kemamang : " Baik Ki Sabrang "
Rama : " Ratna, segera semburkan uap panas ke tubuh hantu Kemamang supaya dia bisa terbebas! "
Ratna : " Baik Rama "
Uap panas lalu tersembur dari batu cincin kecubung wulung ungu.
Hantu Kemamang yang juga sudah mengerahkan kekuatan apinya untuk mencairkan balutan nitrogen cair, akhirnya kini sudah bebas lepas. Hantu Kemamang langsung menyerang Rama dengan bola api, dan Rama berpura - pura ambruk terkena bola api tersebut. Melihat Rama yang ambruk terkena bola apinya, Hantu Kemamang langsung terbang secepat kilat menuju ke arah puncak gunung Lawu, memenuhi instruksi yang diterimanya dari Ki Sabrang.
Sementara itu, Rama yang berpura-pura ambruk terkena bola api hantu Kemamang, langsung meminta Ratna untuk melacak tujuan kepergian hantu Kemamang. Ini adalah strategi Rama, supaya bisa langsung mengetahui lokasi pusat persembunyian Ki Sabrang, sekaligus tempat menawan bayi Raka, Ratu Sari dan Raja Piningit.
Di tempat lain, setelah Ki Sabrang mendapatkan bayi Raka di tempat nya, dia sedang mempersiapkan upacara penumbalan pada malam bulan purnama besok. Ki Sabrang sangat yakin bahwa dia akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa serta umur yang abadi setelahnya.