KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Part 3 Teror Bayi Ghoib


Hari ini pelajaran olah raga biasanya setelah olah raga para cewek langsung ke kantin ,sedangkan para cowok bermain sepak bola berhubung bola kita di sita kyai Rahman jadi kita Sumbangan 500 an karena waktu itu saat main bola tidak sengaja mengenai pak kyai meski tidak marah tetap aja kena sita ,mungkin sekarang sudah di jadikan bahan bakar tungku oleh nyai saadah (istri kyai).


Setelah pulang sekolah ,saat di jalan.


"Kalian berdua kemana aja, kenapa gak ngaji beberapa hari ini ,apa mungkin datang bulan? "tanyaku menggoda.


"Sembarang kamu Adi, kamu kira kami ini wanita "sungut subhan


"Siapa yang tahu"jawabku lempeng yang mengakibatkan mendapat toyoran dari subhan.


"aghhr sakit sub"keluhku memegang bagian kepala yang kena bogem.


"Begini adi kami tidak masuk ngaji bukan karena kami malas"ujar sumbri.


"Terus "ucapku.


"Kamu tahu rumpun bambu di selatan rumah pak agus ?"tanya sumbri aku mengangguk meng-iyakan.


"Itu sering terdengar bayi menangis tapi tidak ada bayinya, awalnya kami masih sanggup saat lewat itu dengan cara berlari sampai akhirnya bayi itu menampak diri, kami lari dong kocar kacir sampai si subhan kencing di celana"cerita sumbri terpotong karena mendapat toyoran subhan .


"Bagian itu jangan di ceritakan juga kalek, skip gitu"ujar subhan kesal.


"hehehhe maaf sub kamu tidak bilang dari tadi, akukan anaknya ganteng dan juga jujur jadi masih polos gituloh"jelas sumbri .


"Tolong tepuk punggungku "ucap bejo.


"Kenapa? "tanya dimas ,yang tetap melakukannya.


"Mau muntah"ujar bejo.


"hahhaha kalian ini gak bisa ngeliat orang seneng aja "ujar sumbri.


"Setelah melihat penampakan itu kami tidak mengaji lagi"sambung sumbri bercerita kembali.


"Aku kira itu cuman rumor belaka, kata orang jika lewat situ sesudah maghrib biasanya akan di ganggu "ujar bejo membenarkan.


"Eh ternyata aku ketinggalan gosip "ujar ku.


"Makanya kamu keluar main, jangan jadi anak emak "ajek dimas.


"Mendingan aku anak emak, dari pada kamu anak sapi "bela ku yang membuat yang lain tertawa.


"Sum kamu ngaji lagi ya, sepi jika gak ada kalian"ucap dimas


"Gak ah aku masih takut jika pulang ngaji"ujar sumbri.


"Kami yang antar"ujar dimas merangkul diriku dan juga bejo. Baru bejo ingin membuka mulut untuk memprotes sudah di sela.


"Kitakan teman sudah sewajibnya kita membantu "ucap dimar keluar jiwa sosilisasinya.


"Oke ajalah untuk teman"ujarku meski dalam hati masik banyak keraguan tapi untuk teman ayo aja!.


"Makasih banyak loh "ucap subhan.


Sore harinya seperti biasa dimas akan pergi menjemput ku untuk berangkat mengaji bersama. Biasanya jam 4 sore anak anak masih bermain menunggu adzan untuk perempuan biasanya main bola bekel, lompat tali, karet sedangkan untuk anak laki -laki lebih suka bermain sepak bola oleh sebab itu jika dimas datang ke rumah aku lama -lamain.Aku suka mengulur waktu agar saat sampai ke langgar sudah maghrib biar gak usah main bola bukannya tidak suka tapi malas saat sholat magrib ,badan terasa gerah banyak peluh jika gak ikut main pasti di tarik atau di ejek untuk bermain dengan para anak cewek.


Setelah mengaji salah satu anak perempuan mengadu kehilangan sandalnya yang bernama jumaisa.


"Bejo balikan sandal aku! "ujar jumaisa gadis bertubuh gembul itu.


"Kok salahin aku, souzdon itu dosa sa astagfirullah "sanggah bejo mengusap dadanya.


"kalo bukan kamu siapa lagi biang kerok nya "ujar jumaisa keukeh dengan tuduhannya. Memang benar jika bukan bejo siapa lagi? cuman tuh anak suka menyembunyikan sandal baik cowok atau cewek tapi keseringan para cewek sih,aku dulu juga pernah bahkan sandal kyai pun dulu pernah di embet juga sama tuh anak di jewerlah jadinya hahahha.


"Rikii kembalikan "ucap kyai.


"Suer tak kewer kewer jika saya ambil maka saya akan jadi orang kaya "ujar bejo.


"Iya kaya karena banyak sandal "ucap kyai rahman yang mengundang gelak tawa kami semua.


"Bejo kembalikan sandalku"ucap jumaisa memukul bejo.


" aww sakit sa , iya aku kembalikan "ujar bejo akhirnya naik ke atas pohon mangga yang berada di depan langgar, aku heran sama tuh anak kapan nyembunyiin sandalnya?. Bejo turun dari pohon dan memberikannya pada jumaisa yang mendapatkan pukulan sandal darinya .


"Akukan sudak ngembaliin, kenapa masih di pukul juga? "protes bejo.


"Biarin! suruh siapa nyembunyiin sandalku, biar kamu tahu rasa! "omel jumaisa.


"Ayo! katanya mau ngantarin sumbri sama subhan "ujar dimas. Akhirnya kami mengantarkan mereka berdua bermodalkan senter yang kami bawa. Sampai akhirnya tidak terasa rumpun bambu itu ada di depan mata, angin semilir menyapu wajah kami tidak ada yang bicara lagi, malam terasa senyap tidak ada bunyi hewan sampai deruan nafas kami terdengar bersahutan.


"Lariiiii"Teriak bejo tiba-tiba membuat kami lari terbirit birit sampai ke rumah subhan dan sumbri yang berdekatan.


"Hah huh hah huh"deru nafas kami bersahutan.


"Kenapa kamu lari jo, emang kamu ngeliat penampakan bayi itu?"tanya sumbri.


"Enggak cuman merinding aja "jelas bejo seperti yang aku alami .


"Terima kasih ya sudah mengantar kami pulang, apa kalian tidak mau mampir dulu? "ucap subhan .


"Tidak "ucap kami kompak setelah mengantar subhan dan sumbri kami harus melewati lagi rumpun bambu itu ,memikirkannya saja sudah membuat nyaliku takut meski belum menampakkan diri.


Melihat rumpun bambu itu lagi membuat adrenalin ku terpacu.


"Oek oek oek "tangis bayi mulai terdengar. Kami berpegangan tangan gemetar. Tidak ada yang lari urat di kaki seperti sudah putus , kaki terasa lemas dan mulut kelu tidak bisa berteriak. Sampai kami menemukan buntelan kain di tengah jalan di dekat rumpun bambu itu dengan saling mendorong kami memberanikan diri ,belum sampai ke buntelan kain itu sudah bergerak hingga keluarlah seorang bayi manusia eh setan maksudnya dengan kantung mata yang hitam seperti panda dan air liur berwarna hitam pekat menetes berbau amis sungguh menjijikkan rasanya perutku mau muntah. Kami ingin pulang tapi binggung harus bagaimana rasanya otak terasa buntung sedangkan bayi ada di depan menghalangi jalan kami dengan merangkak perlahan membuat kami mundur selangkah demi langkah .


"Bagaimana Ini"tanya bejo ketakutan.


"Kita musti menggunakan strategi biar bisa melewati bayi ghoib itu"usulku pada mereka.


"Strategi apa? "tanya dimas.


"Kita lari, dimas lewat sisi kanan sedangkan aku dan bejo lewat sisi kiri "usulku.


"Kok aku sendiri "protes dimas ,saat masih seperti ini masih bisa protes itu anak.


"Untuk mengecoh bayi Itu"jelasku.


"Baiklah "ucap dimas pasrah.


"aku yang menghitung "usul bejo.


"1, 2, 3 lariiii"teriak bejo. kamipun berlari hingga bisa mengecoh bayi ghoib itu tapi dia masih mengejar kami dengan merangkak.


" *Bi*smillahirrohmanirrohim.Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa'adzabannar"baca doa bejo dengan lantang dan nyaring .


"Eh jo kamu mau makan bayi itu? "tanyaku dengan keadaan masih berlari.


"Maaf adi salah baca maklum lagi grogi ,gak sikron sama otak"jelasnya dengan posisi masih berlari hingga akhirnya kami berlari sampai rumah masing -masing dan langsung masuk.


Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya ya