KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Malam Puncak Bulak Peperangan - 5


10 sukma Rama versi dunia lain tetap heran dengan penampakan Rama dunia ini yang menghunus sebuah tombak dan melafalkan mantra aneh. Dan tiba-tiba dari masing - masing 10 sukma Rama versi dunia lain melihat satu sama lain seperti melihat wajah Ki Sabrang, dan pikiran mereka seperti diarahkan untuk menyerang sosok penampakan Ki Sabrang.


10 sukma Rama versi dunia lain kemudian bertarung satu sama lain disaksikan oleh Rama versi dunia ini yang masih melafalkan mantra aneh. Pertempuran 10 sukma. Rama versi dunia lain ini menjadi seru karena kekuatan mereka sebenarnya sama, sehingga pertarungan menjadi sangat berimbang.


Sementara itu dari Puncak Hargo Dumiling, tiba - tiba saja Raja Piningit, Ratu Sari dan semua prajurit kerajaan Jin Aliran Putih berjalan beriringan menuju puncak Hargo Dumilah. Mereka seperti dikomandoi oleh satu orang yang sama. Gendoruwo dan 10 sukma Rama dari versi dunia lain yang melihat keanehan mereka, mencoba menghentikan mereka tapi ternyata mereka tetap tidak bisa dicegah.


Mereka berjalan beriringan dan sekitar 20 menit kemudian sudah sampai di Puncak Hargo Dumilah mendekati lokasi dari Ki Sabrang.


Gendoruwo dan 10 sukma Rama versi dunia lain yang membuntuti rombongan Raja Piningit dan Ratu Sari hingga ke Puncak Hargo Dumilah kemudian melihat dengan mata kepala mereka sendiri bahwa KI Sabrang yang menghunus pusaka Tombak Panotogamang sedang komat - kamit melafalkan mantra. Gendoruwo melihat pertempuran antar sukma Rama dari versi dunia lain.


Ki Sabrang melihat bahwa instruksinya kepada Raja Piningit, Ratu Sari dan pasukan kerajaan Jin aliran putih sudah berhasil. Dia juga melihat sosok Gendoruwo dan 10 sukma Rama versi dunia lain menyertai rombongan Raja Piningit dan Ratu Sari. Segera saja Ki Sabrang kemudian menambah intensitas komat - kamitnya dengan mantra Azarath supaya Gendoruwo, 10 sukma Rama dari versi dunia lain dan rombongan Raja Piningit dan Ratu Sari ikut bertarung satu sama lain sehingga mereka menjadi korban antar mereka.


Gendoruwo yang tidak kebal terhadap kekuatan telepati dan telekinesis, serta 20 orang sukma Rama dari versi dunia lain yang belum menggunakan helm Psimitar, kemudian bertarung satu sama lain, termasuk bertempur melawan Raja Piningit, Ratu Sari dan pasukan kerajaan Jin aliran putih. Yang tidak disangka-sangka adalah pertarungan tersebut menggunakan ajian yang benar-benar mematikan, sehingga Gendoruwo, Raja Piningit, Ratu Sari, 20 sukma Rama dari versi dunia lain serta pasukan kerajaan Jin aliran putih menjadi terluka parah.


Hingga akhirnya "perang saudara" tersebut berhenti, karena masing - masing pihak sudah mengalami luka parah, terutama Gendoruwo, Raja Piningit dan Ratu Sari. Gendoruwo terluka parah karena bertarung dengan Ratu Sari. Sedangkan Raja Piningit terluka parah akibat bertarung dengan salah satu sukma Rama dari versi dunia lain.


Ki Sabrang yang melihat pemandangan semua musuhnya terkapar dan terluka menjadi senang. Dia lalu mengeluarkan pusaka Keris Naga Siluman dan melafalkan ajian Setan Kober supaya segera membinasakan semua musuhnya yang tak berdaya itu. Baru saja Ki Sabrang hendak mengeluarkan kekuatan pamungkas nya, tiba - tiba muncul dari bawah lereng Puncak Hargo Dumilah, Rama yang terbang dan langsung menendang Ki Sabrang.


Rama dari dunia ini, yang menggunakan helm Psimitar, rupanya sudah bangkit dari kejatuhannya ke bawah lereng Puncak Hargo Dumilah. Dia yang di mata 10 sukma Rama dari versi dunia lain dianggap sebagai Ki Sabrang, berhasil memulihkan diri dari lukanya akibat gabungan kekuatan pusaka Kujang Pamenang  dari 10 sukma Rama dari versi dunia lain.


Namun setelah Rama tiba di Puncak Hargo Dumilah, Rama menjadi sedih melihat Gendoruwo, Raja Piningit, Ratu Sari, 20 sukma Rama dari versi dunia lain serta pasukan Jin aliran putih yang terkapar dan terluka parah. Apalagi dia melihat Ki Sabrang yang menghunus pusaka Keris Naga Siluman hendak membinasakan mereka. Oleh karena itulah Rama segera menendang Ki Sabrang supaya tidak membinasakan semuanya.


Rama pun mendekati satu per satu : Ratu Sari, istrinya, yang tampak pingsan dan berlumuran darah, lalu Raja Piningit yang juga pingsan dan tampak lebih parah lukanya, serta Gendoruwo yang pingsan dan terluka. Rama menyadari kemungkinan mereka terkena kekuatan telepati dan telekinesis dari Ki Sabrang. Rama juga menyadari bahwa tidaklah mungkin satu per satu akan dipasangkan helm Psimitar, terkecuali harus langsung mengalahkan sumbernya, yakni Ki Sabrang.


Ki Sabrang yang sempat terjatuh akibat tendangan Rama kini mulai bangkit. Dengan tangan kiri memegang pusaka Tombak Panotogamang serta tangan kanan menghunus Keris Naga Siluman, Ki Sabrang mulai berani untuk bertarung satu lawan satu dengan Rama yang sudah ada di hadapannya. Apalagi bisikan gaib yang terngiang di pikiran Ki Sabrang terus - menerus menekan Ki Sabrang supaya segera membinasakan Rama.


Sepertinya kekuatan pusaka Tombak Panotogamang dengan ajian Azarath nya masih bisa menembus helm Psimitar Rama. Kepala Rama sangat pusing, sehingga dia hampir sempoyongan saat mendekati Ki Sabrang. Ki Sabrang yang melihat Rama sempoyongan, tidak membuang kesempatan untuk langsung menghujam Rama dengan Ajian Setan Gober melalui pusaka Keris Naga Siluman-nya.


Rama pun terjengkang ke belakang setelah mendapatkan serangan dari Ki Sabrang. Hidung Rama kemudian keluar darah segar akibat lukanya. Rama : " Ratna, tolong cek kondisi tubuhku, sepertinya serangan Ki Sabrang tadi sangat sakit kurasakan. " (sambil mengusap hidungnya yang berdarah) "


Ratna : "Rama, ada sedikit luka dalam dadamu sehingga menimbulkan pendarahan lewat hidungmu. Aku coba panaskan suhu rompi Ontokusumo supaya lukamu tidak parah dan pendarahanmu cepat berhenti. "


Rama : " Iya Ratna. Tolong cek lagi kenapa Helm Psimitar ko bisa ditembus oleh kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang. Pasti ada yang salah. "


Ratna : " Iya Rama, kekuatan telepati dan telekinesis dari pusaka tombak Panotogamang tersebut alami dan sangat kuat, apalagi dalam jarak dekat. Ditambah lagi dengan mantra kuno Azarath yang juga sangat kuat, sehingga teknologi helm Psimitar kaget dan jebol juga. Tapi tenang aja, kecerdasan buatan  dari program helm Psimitar sudah berhasil membuat pola kekuatan dan pita frekuensinya, jadi kamu bisa juga melawan kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang dengan telepati dan telekinesis juga, walaupun tak sekuat pusaka Tombak Panotogamang dan mantra Azarath"


Rama : " Ow, itu namanya pusaka Tombak Panotogamang ya. Ki Sabrang juga memakai mantra Azarath? Adakah cara lainnya Ratna daripada beradu kekuatan telepati dan telekinesis, pastinya aku akan kalah dengan kekuatan alamiah. "


Ratna : " Ada Rama, yakni dengan menjauhkan Ki Sabrang dari pusaka Tombak Panotogamang dan setelah melawan mantra Azarath dengan wirid kalimasada dan Tyaga. "


Rama: "Ok Ratna. Mari kita lakukan"


Belum juga Rama selesai berdiskusi dengan Ratna, tiba-tiba Rama merasakan kepalanya sakit kembali dan mimisan nya mengucur lagi. Sakit itu bertambah sakit ketika KI Sabrang mulai mendekati Rama yang sedang jongkok dan menunduk ke bawah sambil memegangi kepala.


Ki Sabrang semakin mendekati Rama dan sakit kepala Rama semakin tidak tertahankan. Rama hanya bisa menekan kepala dengan tangannya karena kesakitan tersebut. Melihat Rama sudah menderita, Ki Sabrang lalu menusukkan pusaka Keris Naga Siluman ke dada Rama, dan, "Bless..!"


Keris Naga Siluman hanya berhasil menembus dada kiri atas Rama dan Rama masih bisa bergerak - gerak kesakitan. Kucuran darah segar mengalir dari tubuh Rama membasahi rompi Ontokusumo. Karena tersisa satu Tombak Panotogaman di tangan kiri, Ki Sabrang lalu menusukkan kembali Tombak Panotogamang ke arah dada Rama dan, "Bless.. ! "


Tombak Panotogamang hanya berhasil menembus dada sebelah kanan Rama. Rama bertambah kesakitan dengan dua luka dan sakit kepalanya. Ki Sabrang mulai tersenyum sinis sudah merasa menang.