
Telah diceritakan di bab sebelumnya, bahwa Ki Sabrang memiliki ajian dan pusaka sakti, salah satunya adalah Ajian Setan Kober. Ajian ini digunakan untuk memanggil roh jahat dari dunia lain, yang kemudian kekuatannya dapat dimanfaatkan untuk menghancurkan musuh atau menimbulkan kesialan bagi orang yang menjadi targetnya.
Ajian ini didapatkan Ki Sabrang melalui perjuangan yang sangat berat di daerah ujung barat Pulau Jawa, yakni Gunung Batu Layang terletak di Banten.
Menurut mitos yang berkembang, gunung keramat yang terletak di Banten adalah Gunung Batu Layang.
Gunung ini dipercaya sebagai tempat tinggal para jin aliran hitam dan setan yang memiliki kekuatan magis yang sangat kuat. Ada banyak cerita mistis yang beredar mengenai Gunung Batu Layang, seperti munculnya sosok makhluk halus, suara-suara aneh, hingga penampakan pemandangan yang tidak biasa.
Sebelum berangkat ke Banten untuk mendapatkan Ajian Setan Kober, Ki Sabrang telah melewati lelaku tirakat selama 40 hari di istana Buto Ijo, di puncak Gunung Lawu. Hingga akhirnya Ki Sabrang bisa mencapai puncak Gunung Batu Layang dalam waktu semalam untuk menemui penguasa kerajaan jin di sana.
Namanya adalah Raja Guntur Nagapati, seorang jin berwujud naga yang memerintah ribuan jin aliran hitam yang menempati puncak Gunung Batu Layang. Raja Guntur Nagapati diyakini sebagai keturunan langsung dari Dewa Naga yang turun ke bumi. Ia memiliki wujud naga yang sangat menakutkan, dengan kulit hitam legam, rambut panjang yang menyerupai cambuk, dan sepasang mata merah menyala yang dapat memancarkan sinar kegelapan.
Raja Guntur Nagapati juga dikenal sebagai ahli dalam menguasai energi gelap dan jahat, sehingga kekuatannya sangat mengerikan. Ia bisa mengendalikan makhluk gaib yang menyeramkan, dan memanfaatkan kekuatan mereka untuk mencapai tujuannya. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan untuk memanggil roh jahat dan menempatkannya dalam benda mati, sehingga benda tersebut menjadi berhantu dan mematikan.
Penguasa kerajaan jin ini juga disebutkan memiliki pusaka sakti yang sangat kuat, yaitu keris bertuah bernama Keris Kala Dewa. Keris ini diyakini dapat menghancurkan siapa saja yang berani melawannya, dan memberikan kekuatan magis yang luar biasa bagi pemiliknya. Selain itu, Raja Guntur Nagapati juga dikabarkan memiliki ilmu ajian yang sangat tinggi, termasuk Ajian Setan Kober yang sangat ditakuti oleh para jin dan setan aliran hitam. Raja Guntur Nagapati sangat ditakuti oleh manusia maupun makhluk halus lainnya karena kekejamannya dan sifatnya yang sombong.
Raja Guntur Nagapati selalu menuntut penghormatan dan pengakuan atas kekuasaannya dari siapa saja yang melewati wilayah kekuasaannya. Ia juga kerap meminta upeti dari warga desa lereng gunung dan mengancam akan menimbulkan bencana jika permintaannya tidak dipenuhi.
Ki Sabrang memasuki istana di Gunung Batu Layang dan berhadapan dengan Raja Guntur Nagapati, penguasa kerajaan jin yang memiliki ilmu ajian Setan Kober tingkat tinggi.
Ki Sabrang: "Aku Ki Sabrang, datang ke sini untuk meminta agar ajian Setan Kober bisa diturunkan kepadaku."
Raja Guntur Nagapati: "Ki Sabrang, apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan memberikan ilmu Setan Kober kepadamu?"
Ki Sabrang: "Aku tahu bahwa hanya kau yang bisa mengajarkan ilmu itu kepadaku. Aku sudah mendalami banyak ilmu gaib, tapi ajian Setan Kober masih menjadi misteri bagi diriku."
Raja Guntur Nagapati: "Kau terlalu naif Ki Sabrang. Ilmu Setan Kober bukanlah sembarang ilmu yang bisa diajarkan kepada siapa saja. Kau harus membuktikan dirimu terlebih dahulu."
Ki Sabrang: "Apa yang harus aku lakukan untuk membuktikan diriku?"
Raja Guntur Nagapati: "Kau harus membuktikan dirimu dengan menaklukkan makhluk gaib yang menguasai pula, yaitu Raja Siluman Ular. Jika kau berhasil mengalahkannya, maka kau akan mendapatkan ajian Setan Kober level dasar."
Ki Sabrang: "Baiklah, aku akan melakukannya. Di mana aku bisa menemukan Raja Siluman Ular?"
Raja Guntur Nagapati: "Kau bisa menemukannya di hutan belantara di sebelah timur Gunung Batu Layang. Tapi, hati-hati. Raja Siluman Ular sangat berbahaya dan sulit dikalahkan."
Ki Sabrang: "Terima kasih atas informasinya. Aku akan berusaha semaksimal mungkin." Setelah itu, Ki Sabrang meninggalkan istana dan pergi ke hutan belantara untuk menantang Raja Siluman Ular.
Setelah berkelana dan berjuang melawan berbagai rintangan, akhirnya Ki Sabrang tiba di istana raja siluman ular yang berada di hutan rimba yang belantara. Dengan mantap, Ki Sabrang memasuki istana dan bertemu dengan raja tersebut.
Ki Sabrang: "Aku Ki Sabrang, datang ke sini untuk menantangmu, Raja Siluman Ular. Aku ingin memperoleh ajian Setan Kober yang kau miliki."
Raja Siluman Ular: "Ha ha ha, kau berani sekali menghadapiku, Ki Sabrang. Apakah kau tahu betapa kuatnya ajian Setan Kober ini? Jangan berpikir kau bisa mengalahkanku."
Ki Sabrang: "Sudahlah, jangan bertele-tele. Ayo kita selesaikan ini dengan cepat."
Mereka kemudian saling menatap dengan tajam, lalu Ki Sabrang segera mengeluarkan Keris Naga Siluman dan mengucapkan mantra sakti yang membuat tubuhnya bercahaya dan terlindungi dari serangan musuh.
Ki Sabrang: "Bersiaplah, Raja Siluman Ular. Aku akan mengalahkanmu dan merebut ajian Setan Kober dari tanganmu."
Raja Siluman Ular: "Kau memang berani, tapi sayangnya kau tidak akan cukup kuat untuk mengalahkanku!"
Mereka kemudian berdua saling menyerang, tapi Ki Sabrang berhasil menghindari setiap serangan dan menyerang balik dengan gesit dan lihai. Pertempuran itu sangat sengit hingga menimbulkan kegaduhan luar biasa hingga radius hutan 5 km. Pohon-pohon dalam radius 5 km pun juga mati bertumbangan. Para Siluman Ular bala tentara pengikut Raja Siluman Ular pun kabur untuk menyelamatkan diri dari radiasi energi jahat yang keluar dari arena pertempuran itu. Hingga 17 malam penuh pertempuran terus berlangsung, hingga akhirnya Ki Sabrang berhasil melukai Raja Siluman Ular dengan Keris Naga Siluman, dan berhasil membunuhnya. Hingga akhirnya nur inti ajian Setan Kober berhasil diserap ke dalam tubuh Ki Sabrang. Setelah berhasil membunuh Raja Siluman Ular, artinya kerajaan siluman ular menjadi dikuasai pula oleh Ki Sabrang. Ki Sabrang kini menjadi lebih kuat dan bertambah pasukan aliran hitamnya.
Setelah berhasil mengalahkan Raja Siluman Ular dan mendapatkan ajian Setan Kober, Ki Sabrang merasa semakin percaya diri dan yakin bahwa dia bisa mengalahkan Raja Guntur Nagapati. Dengan langkah mantap, Ki Sabrang memasuki istana Raja Guntur Nagapati yang terletak di puncak Gunung Batu Layang.
Ki Sabrang: "Wahai semua penghuni istana kerajaan, aku datang ke sini untuk menantang Raja Guntur Nagapati. Aku ingin menjadi satu-satunya yang menguasai ajian Setan Kober."
Raja Guntur Nagapati: "Hahaha, anak muda yang berani. Kau merasa yakin bisa mengalahkanku? Aku adalah Raja Guntur Nagapati, penguasa kerajaan jin Gunung Batu Layang. Tidak ada yang bisa mengalahkanku."
Ki Sabrang: "Sudahlah, cukup bicara. Ayo tunjukkan kemampuanmu!"
Raja Guntur Nagapati: "Baiklah, kau berani menantangku, maka aku akan menghadapimu. Namun, jangan menyesalinya nanti."
Kedua belah pihak kemudian bersiap-siap untuk bertarung. Raja Guntur Nagapati menyerang dengan berbagai ilmu sihirnya, namun Ki Sabrang mampu menghindar dan melakukan serangan balik dengan kekuatan ajian Setan Kober yang baru saja diperolehnya.
Ki Sabrang: "Kau mungkin penguasa kerajaan jin, tapi aku juga memiliki ajian Setan Kober yang sama kuat dengan ilmu sihirmu!"
Raja Guntur Nagapati: "Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau memiliki ajian itu?"
Ki Sabrang: "Aku telah mengalahkan Raja Siluman Ular dan memperoleh ajian ini. Sekarang giliranku untuk mengalahkanmu!"
Perang antara Ki Sabrang dan Raja Guntur Nagapati berlangsung sengit dan lama hingga 40 malam lamanya. Gunung Batu Layang serasa hendak memuntahkan keluar lava panasnya yang bergejolak selama pertarungan itu belangsung. Getaran seperti gempa bumi sangat dirasakan hingga ke desa lereng Gunung Batu Layang. Namun, akhirnya Ki Sabrang mampu membunuh Raja Guntur Nagapati dengan kekuatan ajian Setan Kober dan pusaka Keris Naga Siluman yang dimilikinya. Dengan demikian, Ki Sabrang berhasil menjadi satu-satunya yang menguasai Ajian Setan Kober dan menjadi Raja di kerajaan jin Gunung Batu Layang.
Setelah Ki Sabrang menjadi penguasa kerajaan jin Gunung Batu Layang, kekuatan dan ilmu kesaktiannya semakin meningkat dengan pesat. Banyak bala tentara jin dan setan bergabung ke dalam pasukannya, sehingga membuat pasukan Ki Sabrang semakin besar dan kuat. Dengan ilmu kesaktiannya yang semakin tinggi, Ki Sabrang dapat mengendalikan kekuatan alam dan mengeluarkan kekuatan gaib yang luar biasa. Ia juga memperoleh banyak pusaka sakti dan ajian-ajian lain yang bisa menambah kekuatan dan keahliannya.
Beberapa raja jin dari kerajaan lain yang iri dan cemburu dengan kekuatan Ki Sabrang, sehingga mereka mengirim pasukan untuk menyerang Gunung Batu Layang.
Ki Sabrang tidak gentar menghadapi pasukan musuh dan berhasil memenangkan pertempuran dengan kekuatan dan strateginya yang luar biasa. Setelah kemenangan itu, banyak kerajaan jin lain yang mengakui kekuasaan Ki Sabrang dan bersedia untuk bersekutu dengannya.
Dalam beberapa tahun, kerajaan jin di seluruh Nusantara mengenal kekuatan dan kebesaran Ki Sabrang, dan mereka tidak berani menantangnya. Ki Sabrang menjadi salah satu penguasa jin aliran hitam paling dihormati dan disegani, dan ia memerintah kerajaan jin Gunung Batu Layang selama bertahun-tahun.
Ki Sabrang telah menjadi penguasa kerajaan jin Gunung Batu Layang dengan kekuasaannya yang luar biasa. Bala tentaranya semakin bertambah banyak, tetapi membuat ketakutan penduduk desa di sekitar lereng Gunung Batu Layang semakin besar. Mereka takut akan kesaktian Ki Sabrang dan kekuasaannya yang mengerikan.
Dalam beberapa waktu, Ki Sabrang meminta tumbal kepala kerbau dari beberapa sudut desa sebagai tanda penghormatan kepada kerajaan jin yang dipimpinnya. Warga desa yang takut akan kekuasaan Ki Sabrang tak bisa berbuat banyak selain menuruti perintahnya.
Tidak hanya itu, Ki Sabrang juga menuntut ritual penumbalan darah perawan setiap tahunnya untuk menghidupkan kembali kesaktiannya. Warga desa yang merasa terancam mulai menghindar dari kawasan lereng Gunung Batu Layang. Ketakutan semakin memuncak ketika Ki Sabrang memerintahkan bala tentaranya untuk menyerang dan merampok warga desa. Tidak ada yang berani melawan mereka, bahkan para kepala desa yang berusaha melawan hanya bisa dikalahkan oleh kekuatan Ki Sabrang.
Akhirnya banyak penduduk meninggalkan rumah di desanya itu, untuk berpindah ke daerah lain yang lebih aman dan terlepas dari jangkauan Ki Sabrang. Desa di lereng Gunung Batu Layang menjadi desa yang mati karena ditinggalkan oleh penduduknya.