KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Babad Perang Kalimasada - 2


Puncak Mahameru dan Kawah Jonggring Saloko sebenarnya merupakan tempat yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Namun pada malam hari ini, suasana di sekitar kawasan tersebut menjadi lebih mistis dibandingkan waktu biasanya. Saat bulan sabit tiba seperti malam ini, suasana menjadi semakin magis karena sinar bulan yang menerangi daerah tersebut tanpa dihalangi oleh mendung yang berarti.


Di Puncak Mahameru, suasana malam hari biasanya sangatlah dingin hingga mencapai suhu 0 - 4 derajat celcius karena ketinggiannya yang mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut. Namun, pada saat bulan sabit tiba seperti malam ini, suhunya terasa seperti -5°C hingga -10°C, walaupun keindahan alam yang ada menjadi terlihat semakin menakjubkan. Cahaya bulan yang menerangi permukaan bumi dan pepohonan di sekitarnya menciptakan bayangan yang unik dan mempesona.


Sementara itu di Kawah Jonggring Saloko, suasana malam hari ini menjadi lebih misterius karena letaknya yang berada di antara pegunungan dan hutan. Saat bulan sabit tiba, sinar bulan yang memantul pada permukaan asap dan gas vulkanik yang keluar dari kawah menciptakan siluet pemandangan yang menakjubkan.


Keindahan alam yang ada di Puncak Mahameru dan Kawah Jonggring Saloko pada malam hari memang sangat memukau, namun juga memberikan kesan mistis dan misterius karena adanya suara-suara angin yang bersahut-sahutan dan juga suara gemuruh yang terdengar dari dalam kawah. Namun, hal tersebut tentu saja menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam yang begitu memukau dan magis.


Wewe Gombel akhirnya sudah berhadap-hadapan dengan Ki Sabrang, Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben di depan dolmen tepi Kawah Jonggring Saloko. Bayi Raka tampak menangis dengan histeris memecah kesunyian malam yang sangat dingin. Rama pun sudah berada di 800 meter di belakang Wewe Gombel bersiap diri untuk merebut bayi Raka sebelum diterima oleh Ki Sabrang.


Rama : "Ratna, tolong pancing konsentrasi Ki Sabrang dengan suara ledakan bom di kawah Jonggring Saloko, supaya aku bisa ambil bayi Raka dengan cepat! "


Ratna : "Baik, Rama! "


Satu unit drone Ratna yang sudah memantau dari jauh Puncak Mahameru kemudian mendekati kawah Jonggring Saloko, dan meluncurkan bom termobarik berukuran 5 kg ke dalamnya.


Bom termobarik, juga dikenal sebagai bom udara bertenaga tinggi (high explosive air burst), adalah jenis bom yang menggunakan reaksi eksotermik untuk menghasilkan efek ledakan yang lebih besar. Bom ini terdiri dari dua bagian: komponen yang menghasilkan ledakan dan bagian yang menghasilkan udara yang terbakar.


Saat dilepaskan, bom termobarik menciptakan gelembung udara panas yang memperluas diri dengan kecepatan tinggi. Gelembung tersebut kemudian mengalami pendinginan dan kontraksi, menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat dan berbahaya. Dalam sebuah ledakan termobarik, energi dirilis dalam bentuk gelombang tekanan tinggi dan panas, serta gas yang sangat panas dan terbakar.


Bom termobarik digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk militer dan sipil. Dalam militer, bom termobarik digunakan untuk menghancurkan bunkers dan gudang senjata, serta untuk memberikan dukungan tembakan ke pasukan yang sedang bertempur. Dalam aplikasi sipil, bom termobarik digunakan dalam industri pertambangan dan konstruksi, serta dalam penghilangan bahan kimia berbahaya atau limbah medis.


Ukuran bom termobarik dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan penggunaannya. Secara umum, ukuran bom termobarik berkisar dari beberapa kilogram hingga ratusan kilogram atau bahkan ton. Contohnya, bom termobarik TOS-1A Rusia memiliki berat 45,2 kg dan meledakkan bahan bakar cair dengan volume 1000 liter, sementara bomba de aero-combustión de alta explosión (BAC-111) yang dikembangkan oleh Argentina memiliki berat hingga 500 kg. Namun, perlu diingat bahwa semakin besar ukuran bom termobarik, semakin besar pula dampak dan kerusakan yang dapat ditimbulkannya.


Bom termobarik bekerja dengan menyedot oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi. Senjata termobarik, juga dikenal sebagai bom aerosol atau bahan peledak udara bahan bakar, yang memiliki amunisi dua tahap. Bom vakum atau senjata termobarik berisi wadah bahan bakar dengan dua pemantik ledakan yang terpisah. Ketika mengenai sasaran, pemantik ledakan pertama membuka wadah dan melepas campuran bahan bakar dalam wujud kabut gas.


Kawah Jonggring Saloko yang tadinya memiliki kedalaman sekitar 600 meter dan diameter sekitar 1 kilometer, kini kedalamanya menjadi 1.2 kilometer dan diameter menjadi 2 meter. Kawah Jonggring Saloko yang tadinya terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Guntur pada tahun 1847 dan menghancurkan puncak gunung serta membentuk kawah besar, kini ukuran kawannya menjadi lebih besar lagi seperti yang terlihat malam ini.


Ki Sabrang yang kaget dengan suara ledakan dalam kawah, kemudian segera melihat ke tepi kawah Jonggring Saloko untuk melihat apa yang terjadi. Begitu Ki Sabrang mengalihkan pandangannya ke dalam kawah, Rama langsung terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Wewe Gombel  sekaligus menggendongnya jauh - jauh ke atas supaya menjauhi Puncak Mahameru.


Rama kemudian menurunkan Wewe Gombel yang menggendong bayi Raka di padang Kelik, dan segera memerintahkan Ratna untuk memasangkan helm Psimitar baru ke kepala Wewe Gombel. Setelah helm Psimitar berhasil dipasangkan di kepala Wewe Gombel, berangsur - angsur kesadaran Wewe Gombel mulai pulih dan mengenali Rama.


Wewe Gombel  : "Rama, di manakah ini? Kenapa bayi Raka menangis? "


Rama : " Wewe Gombel, panjang ceritanya. Tapi mulai sekarang aku minta kepadamu supaya jangan pernah melepas helm Psimitar ini ya sampai ada perintah dariku. Sekarang kamu jaga bayi Raka di rumah Kampung Hantu. Jaga keselamatan dia dan supaya tidak menangis terus! Ratna, tolong aktifkan ajian Pralambangun menuju rumah di Kampung Hantu dunia ini dan waktu sekarang!"


Wewe Gombel : "Baik Rama! "


Ratna : " Baik Rama! "


Lubang hitam portal waktu kemudian muncul di hadapan Rama dan Wewe Gombel segera memasukinya bersama bayi Raka. Seketika itu juga Wewe Gombel dan bayi Raka sudah berada dalam rumah di Kampung Hantu, lalu lubang hitam portal waktu menutup kembali.


Setelah lubang hitam portal waktu sudah tidak tampak, Rama pun lalu terbang ke tempat persembunyian Raka 2128 di 800 meter sebelum Puncak Mahameru. Tidak lupa Rama meminta Ratna untuk memasangkan helm Psimitar buat Raka supaya tidak terpengaruh oleh kekuatan telepati dan telekinesis dari Ki Sabrang. Rama kemudian mengajak Raka untuk tampil bersama - sama menghadapi Ki Sabrang dan para pembantunya di puncak Mahameru.


Ki Sabrang yang akhirnya menyadari kehilangan bayi Raka beserta Wewe Gombel, kini tampak menyeringai dengan tatapan yang tajam dipenuhi oleh aura kemarahan level tinggi kepada dua sosok manusia yang berjalan menuju ke hadapannya. Tanpa banyak bicara, Ki Sabrang langsung memerintahkan Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben untuk menyerang Rama dan Raka.


Ki Sabrang juga langsung menghunus Keris Taming Sari sembari melafalkan mantra Azarath - Metrion - Zinthos. Cuaca sekitar Puncak Mahameru yang tadinya cerah berangsur - angsur berawan dan menjadi gelap ketika Ki Sabrang melafalkan mantra Azarath - Metrion - Zinthos. Rama dan Raka yang kini sudah dihadang oleh Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben juga langsung mengeluarkan senjata pusaka Kujang Pamenang masing - masing. Raka 2128 memiliki pula pusaka Kujang Pamenang hasil dari warisan Bapa Rama di masa depan. Ajian - ajian yang dipakai Raka 2128 juga sama dengan Rama, yakni Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga, disertai dengan mustika Kalimasada.


Pertempuran di Puncak Mahameru ini akan menjadi perang Kalimasada melawan kekuatan hitam Ki Sabrang yang terkuat di versi dunianya.