KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
SUANGGI


Suanggi adalah makhluk mitologi dalam budaya masyarakat Indonesia Timur, khususnya di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan pesisir barat daya Papua. Suanggi atau Swangi (Suwangi) menjadi nama yang terkenal sekaligus menakutkan. Bahkan banyak orang menghindari topik pembicaraan soal ini saat berkumpul bersama teman atau keluarga.


Suanggi atau Swangi (Suwangi) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti burung hantu. Akan tetapi masyarakat Maluku mengacu pada kepercayaan lama masyarakat Suku Aru. Kepercayaan suku Aru ini mengacu pada roh jahat. Kemudian yang mana oleh Suku Belu, dipercaya sebagai roh jahat yang selalu mengembara untuk memangsa manusia.


Selanjutnya, Suanggi dikenal hingga di Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Di daerah tersebut, Suanggi terkenal memiliki wujud seorang perempuan cantik. Hantu berwujud perempuan ini mengincar laki-laki hidung belang, dan kemudian diajak berhubungan intim. Setelah itu barulah Suanggi menyerang dan memakan alat kelamin pria tersebut.


Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), Suanggi berwujud nenek cantik yang menyimpan sangat banyak kedengkian kepada warganya. Konon, ia hidup pada tahun 1895 di sebuah kampung di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Nenek itu akhirnya ingin melampiaskan kedengkiannya terhadap seorang bapak yang pulang dari memancing, dan berhasil mendapatkan banyak ikan.


Hingga suatu hari, sang nenek datang dan menyembah sebuah pohon besar selama 40 hari lamanya. Kemudian, nenek itu mendengar sebuah bisikan untuk segera pulang ke rumah dan mempraktikkan ilmu hitam yang diperolehnya. Namun, ketika mempraktikkan ilmu hitamnya tersebut, nenek itu malah tewas mengenaskan dan arwahnya gentayangan mencari mangsa.


Suanggi juga merupakan sebutan untuk sebuah ilmu hitam berikut orang (dukun) yang menekuninya. Suanggi banyak terdapat di Yapen Utara dan Yapen Barat. Masyarakat setempat menyebut Suanggi di Yapen Barat dengan nama Nyata. Sementara di Yapen Utara, tepatnya di Poom, Suanggi biasa disebut Hinata. Banyak warga di Kepulauan Yapen enggan berkomentar terkait Suanggi. Mitosnya, jika berani bercerita, maka nyawa taruhannya. Walau begitu, banyaknya cerita simpang siur terkait Suanggi, banyak pula warga yang mulai membuka suara terkait keberadaan dan asal usul Sanggi. Suanggi sangat ditakuti masyarakat, karena banyak digunakan untuk membunuh orang, terutama yang tak disukai.


Suanggi diyakini sebagai makhluk yang sangat kuat dan memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa. Masyarakat setempat percaya bahwa suanggi dapat berubah bentuk dan menjadi manusia atau hewan, dan memiliki kemampuan untuk menghilang secara tiba-tiba.


Suanggi biasanya membunuh korban secara berkelompok. Ada dua cara yang dilakukan suanggi untuk menghabisi nyawa korbannya. Yang pertama adalah secara tidak langsung, yaitu dengan melakukan doti-doti, semacam santet yang dikirim kepada korban.


Sebelum mengirimkan santet, suanggi akan membaca arah angin terlebih dahulu agar doti-doti sampai ke korban yang tepat. Setelah itu, suanggi akan memasukkan benda santet seperti dedaunan atau kayu ke tubuh korban dengan cara gaib. Tubuh korban yang terkena santet akan dipenuhi benda-benda asing tersebut sehingga rusak dan meninggal.


Cara kedua adalah membunuh korban secara langsung. Agar aksinya berhasil dan tidak diketahui orang lain, suanggi akan mengintai korbannya terlebih dahulu. Ketika situasi dirasa aman, suanggi melempar korban dengan batu kecil atau tanah yang sudah diberi mantra.


Ketika mantra itu sampai ke korban, korban langsung tidak sadarkan diri. Lalu suanggi akan menyiksa korbannya dengan cara memukul, menendang, hingga membantingnya berkali-kali. Aksi itu dilancarkan suanggi setelah melucuti pakaian korban. Dengan begitu, tidak akan ada bukti kekerasan yang ditemukan di baju korban.


Kengerian masih berlanjut. Setelah membunuhnya, Suanggi lantas menjilat luka-luka yang ada di tubuh korban tersebut. Berkat ilmu hitam yang dimilikinya, luka-luka itu tertutup sendiri sehingga tidak ada memar ataupun luka yang tampak dari luar (tidak dideteksi secara medis). Setelah misi pembunuhannya berhasil, Suanggi akan menari dan menyanyi di depan rumah orang menyuruhnya. Ia juga akan memberikan potongan rambut korban ke penyuruhnya sebelum mayat dikuburkan.


Terdapat ciri-ciri mencolok pada hantu Suanggi. Biasanya makhluk astral ini melakukan aksinya pada malam hari. Salah satu pertanda kedatangannya, yaitu bisa terlihat seperti bola api yang melayang-layang di atas rumah sang korban. Suanggi dapat berubah bentuk dari bola api menjadi sosok hantu perempuan dengan wajah menyeramkan dan berubah menjadi bayangan ke rumah korban.


Ciri-ciri Suanggi memang sulit dilihat secara kasat mata. Kebanyakan Suanggi hanya keluar di malam hari. Biasanya hanya warga yang memiliki ilmu yang sangat tinggi dapat melihat Suanggi, dengan ciri-ciri mata terang menyala, berbeda dengan manusia pada umumnya. Ada pula yang mengatakan jika tercium aroma binatang kuskus, maka Suanggi ada di sekitar kita. Ia menambahkan Suanggi pun dapat dikenali dari beberapa pantangan. Misalnya Suanggi anti terhadap jeruk purut, ikan poro bibi, Suanggi juga takut coral laut. Jika Suanggi menemui benda-benda itu, langsung menjadi beringas dan jahat.


Secara umum kekuatan Suanggi antara lain adalah:




Kekuatan fisik yang luar biasa: Suanggi dianggap memiliki kekuatan fisik yang jauh di atas manusia biasa. Mereka bisa membengkokkan besi dengan tangan kosong dan mengangkat benda berat dengan mudah.




Kemampuan untuk mengendalikan alam: Suanggi diyakini bisa mengendalikan alam sekitar, seperti memanggil hujan atau menghentikan badai.




Kekuatan sihir: Suanggi diyakini memiliki kemampuan sihir yang kuat, seperti menyulap dirinya menjadi objek lain atau memasuki mimpi seseorang dan memberikan pesan atau peringatan.






5. Kekuatan invisibilitas: Suanggi dapat menghilang dari pandangan manusia dengan mudah, atau membuat dirinya tidak terlihat, sehingga mereka dapat bergerak secara bebas tanpa diketahui orang.


Kembali ke kerajaan Jin di puncak Gunung Lawu, Ki Sabrang yang sudah mendapatkan beberapa sekutunya dari hantu-hantu Nusantara, mulai mempersiapkan rencananya dengan serius. Pasukan kerajaan jin-nya dipersiapkan dan dilatih mental tempur dan senjatanya. Penculikan manusia untuk dijadikan tumbal - tumbal semakin merajalela di desa-desa sekitar Gunung Lawu, membuat situasi masyarakat menjadi resah. Kondisi lava dalam kawah Gunung Lawu pun sering mengalami gejolak hebat akibat latihan ilmu kanuragan Ki Sabrang beserta hantu-hantu lainnya. Seluruh ajian dan pusaka Ki Sabrang dipersiapkan dengan maksimal untuk pertempuran besar di malam bulan purnama saat Ratu Sari melahirkan bayinya.


Dan ketika kesibukan Ki Sabrang mempersiapkan diri di Puncak Gunung Lawu, tiba-tiba muncul satu keributan besar di depan istana kerajaannya. Semua prajurit penjaga pintu gerbang istananya tiba-tiba ambruk dan kalah. Ada semacam kekuatan yang tidak terlihat yang mengalahkan mereka. Kemudian muncul penampakan sosok hantu perempuan Suanggi sudah melewati pintu gerbang istana.


Hantu Suanggi : " Ki Sabrang, di manakah kau? Aku datang dari jauh " (sambil tertawa menakutkan).


Sisa prajurit dalam istana pun lalu menyerang hantu Suanggi yang sudah sudah masuk ke Istana. Namun kekuatan hantu Suanggi memang jauh di atas dari para prajuritnya KI Sabrang. Seluruh prajurit KI Sabrang dengan mudah dimusnahkan oleh hantu Suanggi.


Ki Sabrang yang mengetahui kekacauan dalam istananya pun langsung membagi sukmanya untuk menemui hantu Suanggi. Ki Sabrang terpaksa membagi sukmanya karena tidak mungkin dia meninggalkan tapa brata yang sudah dijalaninya dari kemarin malam. Cukup sukma cadangannya saja yang menemui dan menghadapi hantu Suanggi.


Ki Sabrang : "Hahahahaha, ada apakah gerangan dirimu jauh-jauh mampir ke kerajaan-ku hantu Suanggi? Sudah lama kita tidak bertemu dan bertarung" (tersenyum sinis)


Hantu Suanggi : "Benar Ki Sabrang, sudah lama sejak kau kukalahkan dengan kesaktianmu yang cuma segitu, hahahaha.. Sekarang coba jelaskan, ada kabar dari langit mengatakan bahwa di tanah Jawa ini bakal muncul kekuatan besar dalam dekat, kekuatan apa KI Sabrang?"


Ki Sabrang : (tertawa licik) "Engkau benar hantu Suanggi, ketahuilah, malam bulan purnama nanti, akan lahir bayi sakti luar biasa dari rahim seorang Ratu Jin, tapi berdarah setengah manusia. Kalau ada makhluk gaib yang bisa memangsanya, akan mendapatkan kesaktian luar biasa serta umur yang abadi.. "


Hantu Suanggi : " Ow begitu rupanya, pantas saja kabar ini begitu luas menyebar hingga ke pelosok timur kediamanku. Katakanlah Ki Sabrang, kira-kira apa penghalangnya bila aku yang akan memangsanya sendiri? "


Ki Sabrang: " Jangan jumawa hantu Suanggi, calon bayi itu sudah mendapatkan perlindungan dari Raja Piningit dari Kerajaan Jin Aliran Putih. Ayahnya Rama juga memiliki kesaktian yang tidak bisa dipandang remeh. Kita harus bersatu untuk mengalahkannya.. "


Hantu Suanggi: " Apakah sebanding kalau Aku bersatu denganmu, wahai Ki Sabrang.. Sedangkan terakhir saja kau berhasil kukalahkan. Coba sekarang keluarlah dirimu dengan raga sesungguhnya, jangan hanya mengirim sukma cadangan." (menyeringai tajam ke arah KI Sabrang).


Ki Sabrang kaget, ternyata hantu Suanggi mengetahui bahwa yang ditemuinya hanyalah sukma cadangan. Lalu Ki Sabrang terpaksa menghentikan tapa brata nya, dan kemudian secara gagah berani langsung menemui hantu Suanggi, "Engkau sungguh hebat hantu Suanggi, hingga aku terpaksa menghentikan tapa brataku. Tapi apakah engkau punya kekuatan untuk melawan pusaka ku ini? "


Ki Sabrang kemudian mengeluarkan Keris Naga Siluman lalu menghunusnya ke wajah hantu Suanggi. Ternyata hantu Suanggi tidak gentar terhadap Kekuatan Keris Naga Siluman. Hantu tersebut langsung saja menghindari kekuatan Keris Naga Siluman dan kemudian menghilang dari hadapan Ki Sabrang. Ki Sabrang takjub dengan kemampuan hantu Suanggi, dan tiba - tiba dari belakangnya, hantu Suanggi menyerang KI Sabrang hingga Keris Naga Silumannya terlepas dari genggaman Ki Sabrang.


Ki Sabrang sedikit goyah, namun bisa mengendalikan dirinya. Kemudian Ki Sabrang menarik kekuatan Tombak Kyai Kanjeng dari tempat penyimpanannya untuk diarahkan ke hantu Suanggi sudah dihadapannya. Hantu Suanggi hanya tertawa dan menangkis kedatangan Tombak Kyai Kanjeng yang hampir mengenainya. Hantu Suanggi pun luput dari hujaman Tombak Kyai Kanjeng, dan langsung menyerang balik Ki Sabrang.


Ki Sabrang mencoba bertahan dari serangan yang dikirimkan oleh hantu Suanggi, hingga hanya mengenai singgasana istana menjadi hancur lebur. Getaran hebat dirasakan di seluruh ruangan istana akibat kekuatan hantu Suanggi. Lalu Ki Sabrang mengeluarkan Keris Pusaka Tunggul Amukti Palapa dari sarungnya, kemudian menghunusnya dan diarahkan ke hantu Suanggi. Ternyata kekuatan Keris Pusaka Tunggul Amukti Palapa sangatlah besar hingga kekuatan tangkisan hantu Suanggi tidak mampu menahannya. Dan hantu Suanggi pun tersungkur ke tanah dan menyerah kalah, " Kali ini engkau hebat, Ki Sabrang, dengan pusaka barumu. Aku menyerah kalah Ki Sabrang dan siap membantumu mengalahkan kekuatan putih di sana. "


Ki Sabrang, " Hahahahaha, cukup sudah pertarungan malam ini, hantu Suanggi. Tapi ingat lah selalu malam ini bahwa aku sudah mengampunimu. Sekarang nikmati lah persembahan tumbal manusia yang sudah dipersiapkan di kerajaanku ini. " Ki Sabrang tertawa keras sambil meninggalkan hantu Suanggi di istana. Ki Sabrang memutuskan untuk melanjutkan tapa bratanya yang sempat terhenti.


Sementara itu, di Kampung Hantu, suasana mencekam semakin meliputi kampung menjelang malam bulan purnama. Awan gelap pekat terlihat sangat nyata di atas rumah juragan Seno. Rama pun mulai merasakan sesuatu yang aneh sudah terjadi.