KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Troll Benben


Malam ini, bertepatan dengan malam ke-24 di bulan Poso pada penanggalan Jawa, Ki Sabrang tampak lebih khusuk dalam bersemedi. Sepertinya Ki Sabrang sedang menunggu sesuatu petunjuk yang benar dan yang bisa membantunya melawan musuh bebuyutannya, Rama.


Tepat di tengah malam sekitar jam 1-an dini hari, tiba - tiba di puncak Mahameru kejatuhan sebuah komet dari langit dan menembus ke dalam tanah sedalam 4 meter. Jatuhnya komet tersebut disertai ledakan yang dahsyat dan membuat tanah bekas jatuhnya komet ini menjadi hangus serta menyebarkan aroma mineral yang sangat kuat ke sekitarnya.


Kejatuhan komet  disertai suara ledakan di puncak Mahameru ternyata mampu membuyarkan konsentrasi Ki Sabrang dalam bersemedi. Ki Sabrang kemudian melihat dari dekat ke tempat jatuhnya komet itu, dan melihat sebuah lubang besar berdiameter 4 meter menganga di puncak Mahameru. Lubang tersebut ternyata meninggalkan sebuah telur emas yang besar dan sepertinya terdapat sebuah kehidupan di dalamnya.


Ki Sabrang kemudian mencoba menerawang "telur kosmik" tersebut menggunakan kekuatan telepati - nya, dan sepertinya di dalamnya ada sebuah kehidupan dari makhluk mengerikan. Hal ini bisa dipahami oleh Ki Sabrang setelah mendengar gaduhnya pikiran makhluk dalam telur kosmik tersebut dan bagaimana pergerakannya di dalam telur yang seolah-olah sudah ingin keluar.


Istilah "telur kosmik" digunakan dalam beberapa teori tentang asal usul kehidupan di Bumi. Telur kosmik adalah teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari materi organik atau "benih kehidupan" yang mungkin dihasilkan di tempat lain di alam semesta dan kemudian diantar ke Bumi melalui asteroid, komet, atau benda langit lainnya.


Menurut teori ini, bahan organik yang dibawa oleh benda langit tersebut akan melindungi materi organik tersebut dari paparan radiasi matahari dan radiasi kosmik yang berbahaya, sehingga memungkinkan mereka bertahan hidup selama perjalanan ke Bumi. Setelah mencapai Bumi, bahan organik ini dapat bertahan hidup dan berkembang biak, membentuk kehidupan seperti yang kita kenal saat ini.


Telur kosmik sering dikaitkan dengan eksperimen Stanley Miller dan Harold Urey pada tahun 1952, di mana mereka menunjukkan bahwa senyawa organik seperti asam amino dapat terbentuk dari kondisi kimia yang sama seperti yang ada pada awal terbentuknya Bumi, seperti kilauan petir dan gas yang ada pada atmosfer primitif.


Ki Sabrang pun mengeluarkan Keris Taming Sari untuk mencoba memecahkan telur kosmik di depannya. Dengan dibarengi oleh lafal ajian setan kober, Ki Sabrang langsung menusukkan keris Taming Sari ke kulit telur dan telur langsung berlubang dan retak di sekujur cangkangnya. Lalu keluarlah cairan bahan organik sederhana dari telur kosmik tersebut, disertai dengan bau yang menyengat.


Bahan organik tersebut konon ditengarai mengandung : asam amino, basa nitrogen, karbonhidrat, lipid, dan nukleotida. Sedangkan bau menyengat diduga berasal dari mineral langka:  berilium, boron, kromium, kobalt, tembaga, emas, iridium, molibdenum, nikel, osmium, platina, rhenium, rhodium, selenium, perak, tantalum, timah, wolfram, dan seng.


Cairan tersebut berangsur - angsur habis terserap ke dalam tanah setelah keluar dari dalam cangkang telur kosmik. Makhluk hidup pun kemudian keluar dari dalam telur kosmik yang pecah tersebut, berupa sosok makhluk berkulit kebiruan, berwajah menyerupai manusia, berbulu lebat, berhidung besar, bergigi tajam, dan berukuran besar dengan tinggi sekitar 3 - 4 meter dan berat badannya sekitar 900 kg - 1.3 ton.


Makhluk "Troll" tersebut keluar dari telur kosmik dan mengaum sangat keras menandakan dia sangat lapar. Melihat Ki Sabrang di hadapannya, troll tersebut langsung menyerang Ki Sabrang supaya bisa disantap. Namun Ki Sabrang berhasil berkelit dengan gesit, dan langsung menghujam tubuh troll menggunakan Keris Taming Sari. Tapi rupanya, kulit troll tersebut kebal terhadap senjata Ki Sabrang, sehingga tusukan senjata Ki Sabrang tidak mampu melukai troll.


Ki Sabrang terus mencoba menghindari serangan troll yang lapar namun akhirnya terkena juga dahsyatnya angin dari tendangan dari troll tersebut. Ki Sabrang terhempas sejauh 500 meter dari troll dengan sedikit sempoyongan. Ki Sabrang kemudian memanggil para pelayannya: Muma Pădura dan hantu Pontianak supaya bisa membantunya membuat troll tersebut tunduk. Namun troll masih terlalu kuat bagi Muma Pădura dan hantu Pontianak, walaupun mereka juga melempari troll dengan bola api panas. Ternyata tubuh troll kebal pula dengan bola api panas.


Ki Sabrang kemudian menggunakan ajian pamungkasnya, yakni ajian Azarath untuk menguasai pikiran dari troll tersebut. Dan setelah beberapa detik, Ki Sabrang bisa menguasai pikiran dari Troll dan menundukkan jiwanya. Troll menjadi diam dan patuh terhadap Ki Sabrang walaupun sebenarnya troll juga masih lapar.


Muma Pădura, hantu Pontianak dan "Troll Benben". Ki Sabrang menamakan troll tersebut dengan Troll Benben.


Troll adalah makhluk legendaris yang sering digambarkan sebagai makhluk besar, berkulit hijau, berkepala besar, dan berkekuatan besar. Mereka sering dikaitkan dengan mitologi Nordik, meskipun makhluk serupa ditemukan dalam mitologi dari berbagai budaya di seluruh dunia.


Troll dianggap sebagai makhluk yang kuat dan tangguh, dengan kemampuan untuk mengangkat beban yang jauh lebih berat dari manusia. Mereka juga terkenal sebagai makhluk yang buruk dan sering dianggap sebagai musuh manusia. Di beberapa kisah, troll bahkan dikatakan sebagai pemakan manusia, terutama anak-anak atau perawan yang diambil dari desa-desa terdekat. Namun, makanan troll bisa bervariasi dari satu kisah ke kisah lainnya.


Ukuran troll juga bervariasi tergantung pada cerita atau mitologi yang menceritakannya. Dalam beberapa cerita, troll dianggap sebagai makhluk kecil seperti peri atau goblin, sementara dalam cerita lain, mereka digambarkan sebagai makhluk raksasa yang mampu menjangkau ketinggian pohon-pohon besar.


Kekuatan troll sering dikaitkan dengan kekuatan fisik mereka. Mereka dikenal sebagai makhluk yang sangat kuat dan sulit dikalahkan dalam pertarungan fisik. Beberapa kisah bahkan menyebutkan bahwa mereka memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa dan bisa hidup selama ratusan tahun.


Meskipun troll sering dianggap sebagai makhluk yang buruk dan berbahaya, beberapa kisah juga menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi teman atau sekutu manusia dalam situasi tertentu. Dalam beberapa cerita, manusia berhasil memikat troll untuk membantu mereka melawan musuh bersama. Ada juga cerita tentang troll yang memiliki keahlian dalam berkebun atau membuat alat-alat rumah tangga, dan bekerja sama dengan manusia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.


Sedangkan Benben adalah sebuah objek suci dalam mitologi Mesir Kuno yang diyakini sebagai simbol penciptaan dan kemunculan kehidupan. Objek ini diyakini sebagai batu atau pilar kecil berbentuk piramida, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Dewa Matahari Ra dan kemudian diidentifikasi sebagai sebuah replika dari piramida di atas tanah.


Menurut mitologi Mesir Kuno, ketika dunia masih dalam keadaan kosong dan gelap, hanya ada Benben yang muncul di atas perairan primitif Nun. Dewa matahari Ra dikatakan telah muncul dari Benben, dan kemudian menciptakan kehidupan di Bumi. Benben diyakini menjadi lambang kemunculan kehidupan dari kekosongan, dan menjadi pusat upacara keagamaan.


Benben diyakini terletak di atas altar di Kuil Dewa Ra di Heliopolis, salah satu kota paling penting di Mesir Kuno. Di sana, objek suci ini dianggap sebagai pusat keberadaan Dewa Ra dan dihormati oleh para pendeta dan pengunjung kuil. Benben sering digambarkan dalam seni Mesir Kuno, terutama pada relief dan lukisan di kuil dan makam.


Dalam beberapa sumber, Benben diyakini sebagai batu meteorit yang jatuh ke Bumi, yang membuatnya memiliki arti penting dalam kaitannya dengan kosmologi dan astrologi Mesir Kuno. Namun, tidak ada bukti arkeologis yang pasti menunjukkan bahwa Benben benar-benar adalah batu meteorit.


Kini Ki Sabrang sedang menunggu kedatangan dari Wewe Gombel ke puncak Mahameru untuk membawa bayi Raka. Ki Sabrang sepertinya memiliki rencana untuk upacara Tumbal Barata lagi terhadap bayi Raka. Namun Ki Sabrang belum mengetahui bahwa Rama sudah mengikuti Wewe Gombel sejak dari Ayek - ayek.