KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Serangan Massal


Malam Rabu Pon ini, selain bertepatan dengan masuknya trismester kedua kehamilan Ratu Sari, juga bertepatan dengan malam nisfu sya'ban. Artinya setengah bulan lagi semua umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan. Malam nisfu Sya'ban seperti malam ini biasanya diisi oleh kegiatan-kegiatan ibadah khusus, yakni memperbanyak istighfar, memperbanyak doa dan memperbanyak tahlil. Karena diyakini oleh sebagian besar masyarakat muslim bahwa pada malam nisfu sya'ban akan diturunkan rahmat Allah berupa pengampunan dosa, pengabulan doa serta pembaharuan catatan amal dan takdir manusia.


Namun, ternyata di malam nisfu sya'ban ini Ki Sabrang juga mempunyai kesibukan lain untuk memberi kejutan kepada Rama dan Ratu Sari di kediamannya, di Kampung Hantu. Ki Sabrang menilai, malam ini adalah malam yang tepat untuk menyerang, di saat Rama dan Ratu Sari sedang khusuk beribadah. Oleh karena itu, dimulailah ritual gaib dari Puncak Gunung Lawu oleh Ki Sabrang untuk menyerang Rama.


Makam Tua Begraafplaats, yang tampak sunyi malam ini begitu mencekam ketika tiba - tiba tanahnya bergerak pecah dan longsor tanahnya sehingga terlihat tangan-tangan mayat dari dalamnya bangkit. Semua mayat yang tadinya dikubur di makam tua Begraafplaats semuanya bangkit dengan berbagai bentuknya, ada yang seperti tengkorak berjalan, mayat hidup berjalan juga mayat bayi berjalan.


Semuanya menyeringai dan bergerak seolah sudah ada yang memberi komando, dan berjalan beriringan menuju satu tujuan, yakni rumah Rama. Kondisi mayat hidup seperti zombie yang bangkit itu pun sangatlah menakutkan dengan wajah rusak dan seperti kelaparan atas darah manusia. Hewan belatung, cacing tanah dan bekas darah kering pun masih menempel di permukaan badan mereka. Pergerakan ini mengingatkan seperti cerita hantu zombie yang biasa ada di luar negeri.


Zombie adalah makhluk mitologis yang dikenal dalam berbagai budaya dan kepercayaan. Dalam mitologi Barat, zombie dikenal sebagai makhluk hidup mati yang bangkit dari kubur dan mengalami perubahan fisik dan psikologis yang mengerikan. Dalam budaya modern, zombie sering diasosiasikan dengan cerita horor dan film-film zombie yang populer.


Zombie awalnya berasal dari kepercayaan Vodou di Haiti. Dalam kepercayaan Vodou, zombie adalah orang yang mati dan kemudian dibangkitkan kembali oleh seorang dukun atau peramal sebagai bentuk hukuman atau untuk bekerja sebagai budak tanpa akal sehat. Zombie dalam kepercayaan Vodou juga dianggap sebagai makhluk yang lemah dan tidak berbahaya.


Namun, dalam cerita horor modern, zombie sering digambarkan sebagai makhluk mengerikan yang berjalan dengan langkah terhuyung-huyung, memiliki kulit yang membusuk, dan terus-menerus mencari mangsa untuk memakan daging manusia. Zombie dalam cerita horor sering dikaitkan dengan wabah atau pandemi yang menyebabkan manusia yang terinfeksi berubah menjadi zombie.


Pergerakan para zombie dari makam tua Begraafplaats tentu saja juga menyebarkan bau anyir dan amis khas mayat. Apalagi malam ini, sepertinya hembusan angin dan hawa dingin sedang mengarah ke sebelah ujung selatan Kampung Hantu, ke arah rumah Rama. Gendoruwo yang ditugaskan mengawal Rama dan Ratu Sari pun juga mencium bau aneh tersebut, dan segera melakukan penerawangan gaib untuk memastikan sebenarnya ada apa.


Gendoruwo melihat segerombolan mayat hidup, alias zombie bergerak berarakan dengan kondisi kelaparan menuju rumah Rama. Banyak sekali hingga tak terhitung, sepertinya dari seluruh penghuni makam di Kampung Hantu. Kemudian Gendoruwo pun langsung melaporkan penerawangannya ini Rama dan Ratu Sari.


Rama dan Ratu Sari yang sedang duduk santai di ruang tamu terkaget dengan kedatangan Gendoruwo.


Gendoruwo: " Assalamu'alaikum Rama dan Ratu Sari, maaf mengganggu, sepertinya malam ini kita akan diserang lagi. "


Rama:" Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, maksudnya bagaimana Gendoruwo?"


Gendoruwo: " Iya Rama, ada banyak sekali mayat hidup yang bergerak menuju rumah ini, dari arah makam tua Begraafplaats. Sepertinya semua mayat hidup penghuni makam sengaja dibangkitkan untuk menyerang kita. "


Ratu Sari: "Lalu kita mesti bagaimana, Rama ? "


Tiba - tiba jabang bayi di perut Ratu Sari bergerak hebat, menendang-nendang seolah memberikan sinyal kepada ibunya. Ratu Sari menahan kesakitan, kemudian menutup matanya untuk melakukan penerawangan gaib juga, "Ternyata yang menuju kemari bukan hanya zombie, Rama. Tetapi juga Setan Kuyang."


Setan Kuyang adalah makhluk legendaris dalam mitologi Melayu yang dipercaya mampu berubah menjadi sosok wanita cantik berambut panjang, namun memiliki kekuatan magis yang menyeramkan. Setan Kuyang sering digambarkan sebagai makhluk bertubuh hitam dengan sayap besar seperti kelelawar yang sering terlihat terbang di malam hari.


Dalam kepercayaan masyarakat Melayu, Setan Kuyang dianggap sebagai roh jahat yang menghisap darah manusia terutama darah bayi yang baru lahir atau ibu hamil. Setan Kuyang dikatakan bisa memperbesar lubang hidungnya untuk menghisap darah korban.


Setan Kuyang juga diyakini sebagai sosok yang suka mengganggu kehidupan manusia, seperti mengganggu bayi yang baru lahir, mencuri makanan, atau mengganggu kehidupan keluarga. Namun, ada juga yang percaya bahwa Setan Kuyang dapat membantu orang yang memintanya untuk mendapatkan kekayaan atau kekuasaan.


Untuk mengusir Setan Kuyang, masyarakat Melayu memiliki cara-cara khusus seperti menyalakan lilin atau dupa, menaburkan bunga jeruk purut di sekitar rumah, atau menyiapkan benda-benda yang memiliki kekuatan magis seperti kayu berisi mantra atau air suci.


Rama: "Tenanglah, Ratu Sari. Kita akan melindungi diri kita sendiri dan bayi kita."


Namun, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari kejauhan, suara itu semakin dekat dan Gendoruwo bisa melihat sesuatu yang mengerikan. Sebuah kumpulan mayat hidup yang sedang bergerak menuju rumah mereka dan juga teriakan dari Setan Kuyang yang terbang mengiringi gerombolan mayat hidup.


“Baik, Rama. Saya akan segera membuatnya,” jawab Gendoruwo.


Gendoruwo pun segera bergegas melafalkan aji Segara Geni untuk membuat pagar gaib. Setelah membuat pagar gaib pelindung, Rama dan Gendoruwo pun bergegas pamit meninggalkan Ratu Sari di dalam rumah Mereka sepakat untuk mengarahkan pertarungan ke tengah hutan sebelah utara Kampung Hantu. Dengan begitu, mereka bisa menghindari kegaduhan dan melindungi Ratu Sari. Dan Ratu Sari juga memusatkan kekuatannya untuk memperkuat pagar gaib yang sudah dibuat Gendoruwo, " Hati-hati Rama, Gendoruwo.. Semoga kalian bisa menang. "


Rama dan Gendoruwo pun keluar rumah. Rama melafalkan ajian Pralambangun untuk berpindah ke tengah hutan yang direncanakan menjadi medan pertempuran mereka. Sementara Gendoruwo mendekati gerombolan mayat hidup (zombie) dan Setan Kuyang dengan mengubah wajahnya seperti Rama.


Gendoruwo: " Woi setan kuyang, aku Rama.... Kenapa kalian ke sini? "


Setan kuyang: (menyeringai) " Akhirnya kau muncul Rama, malam ini kau dan keluargamu akan binasa di tangan kami sesuai perintah Ki Sabrang."


Gendoruwo: " Ayo ikuti aku kalau kalian semua berani ! "


Akhirnya Gendoruwo bertampang Rama pun tahu ternyata memang hantu-hantu tersebut atas kiriman Ki Sabrang. Berarti ini penyerangan yang kedua setelah gagalnya penyerangan oleh vampire dan leyak Bali yang terakhir. Tapi kali ini jumlah zombie dan setan kuyang yang ikut bertempur ada ratusan, dan yang menghadapi hanya tiga, yakni: Rama, Ratu Sari dan Gendoruwo. Gendoruwo kadang bertanya-tanya, apakah Rama dan dia mampu menghadapi semuanya di tengah hutan nanti ? Tapi dalam pikiran sekarang, Gendoruwo hanya menjalankan perintah Rama dahulu untuk menggiring mereka jauh dari rumah Rama dan menuju tengah hutan. Sementara di dalam ruang tamu rumah Rama, Ratu Sari bersemedi dan memegang erat tasbihnya, seraya berdoa dan memusatkan kesaktiannya agar pagar gaib sekitar rumah, tidak ditembus oleh zombie dan setan kuyang.


Rama sudah berdiri tegak sambil menunggu kedatangan pasukan zombie dan setan kuyang di tengah hutan. Sama-sama sudah mulai terdengar mendekat suara-suara zombie yang kelaparan dan lengkingan suara setan kuyang mendekati Rama. Beberapa detik kemudian, Gendoruwo sudah di berada di samping Rama, " Aku sudah pancing mereka kemari Rama. Sebentar lagi mereka akan tampak di mata kita. Ternyata benar, mereka kiriman dari Ki Sabrang. Kita harus bagaimana selanjutnya, Rama? "


"Persiapkan saja Ajian Segara Geni-mu, Gendoruwo. Setelah benar-benar semua zombie dan setan kuyang datang di depan kita, kita langsung serang mereka. Kamu serang dengan ajian Segara Geni-mu, dan aku akan serang dengan Pusaka Kujang Pamenang. Tapi kamu harus berhati-hati terhadap efek serangan Pusaka Kujang Pamenang, supaya kamu juga tidak menjadi korban. Tetaplah di sampingku, Gendoruwo," perintah Rama.  Gendoruwo: " Baik Rama. "


Dan akhirnya, semua gerombolan zombie dan setan kuyang tampak di depan mata Rama dan Gendoruwo. Yang tidak Rama dan Gendoruwo sadari sebelumnya, ternyata jumlah nya mencapai ratusan hingga penampakannya sekarang berasal dari segala penjuru hutan, dan posisi sekarang mereka mengelilingi Rama dan Gendoruwo.


Setan kuyang mulai menyerang Rama dan Gendoruwo sembari terbang, dan para zombie semakin mendekat sambil berlari seperti mengejar mangsa di depannya. Rama pun akhirnya mulai menarik Pusaka Kujang Pamenang dari sarungnya, dan segera menghunusnya ke arah langit. Rama mulai melafalkan wirid ajian Kalimasada disambung dengan ajian Tyaga. Gendoruwo juga mulai melafalkan ajian Segara Genindan menyerang beberapa zombie dan setan kuyang semampunya..


Rama sudah mulai merasakan munculnya kekuatan dari aura mustika Kalimasada di dadanya, kekuatan petir dan suaranyapun bersahut-sahutan di langit hutan, keluar dari Pusaka Kujang Pamenang. Rama lalu menggenggam erat Pusaka Kujang Pamenang dan mencoba mengikuti cara berlatih dengan Ki Ageng Selo terakhir, yakni dengan membayangkan kebahagiaan luar biasa dari wajah Ratu Sari, Dewi Ratih dan Raka sehingga akhirnya muncul aura mustika Kalimasada berbentuk Singa yang memancar dari dalam tubuhnya.


Tubuh Rama memancarkan aura mustika Kalimasada dengan kuat sehingga kedaan tengah hutan menjadi terang benderang. Puncak kekuatan singa tersebut sudah siap dikeluarkan oleh Rama melalui Pusaka Kujang Pamenang, dan kemudian Rama langsung menghujam Pusaka Kujang Pamenang ke tanah, " Booommm !"


Suara dentuman keras terdengar sangat hebat ketika Pusaka Kujang Pamenang menghujam tanah disertai gempa bumi lokal yang sangat dahsyat selama 10 menit lamanya. Kekuatan aura mustika Kalimasada yang masuk ke tanah kemudian mengeluarkan kembali energi singa dari dalam tanah, menerjang semua zombie dan setan kuyang yang melayang-layang. Gendoruwo yang berada di samping Rama sempat goyah sebentar namun akhirnya dipegangi Rama supaya tidak jatuh.


Keadaan hutan menjadi sepi, dan kembali gelap ketika gempa bumi lokal mulai berhenti dan akhirnya semua zombie dan setan kuyang hancur lenyap, akibat kekuatan aura mustika Kalimasada. Rama sedikit agak lemas, tidak menyangka pertempuran malam ini lebih menguras tenaga dibandingkan saat berlatih dengan Ki Ageng Selo. Pohon - pohon di hutan bertumbangan akibat pancaran kekuatan dari Pusaka Kujang Pamenang.


Rama : " Kamu tidak apa-apakah Gendoruwo ?"


Gendoruwo: " Aku tidak apa-apa  Rama, ajianmu sungguh luar biasa. Ceritakan bagaimana kamu berlatihnya? "


Rama: "Nanti akan aku ceritakan di rumah, Gendoruwo. Mari kita tengok kondisi Ratu Sari di rumah, Mudah-mudahan Ratu Sari baik-baik saja. "


Sementara itu, puncak Gunung Lawu pun berguncang pula saat Rama mengeluarkan kekuatan dari Pusaka Kujang Pamenang-nya. Ki Sabrang sempat kaget dan goyah, tidakbida menerima akhirnya pasukannya kalah lagi menghadapi Rama. Sepertinya harus Ki Sabrang langsung yang menghadapi Rama, melalui pertemp satu lawan satu.