KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Jenglot Juragan Seno


Perut Ratu Sari semakin membesar di masa kehamilan 7 bulannya. Sepertinya tanda - tanda percepatan persalinan sudah mulai tampak, apalagi Ratu Sari sudah sangat gelisah dan tidak nyaman sekali dengan perutnya. Kehamilan bangsa Jin mungkin berbeda dengan kehamilan bangsa manusia, biasanya lebih cepat. Oleh karena itulah, Rama sudah mulai sibuk melakukan persiapan persalinan untuk Ratu Sari. Tugas - tugas ulasan mengenai Kampung Hantu sudah banyak yang diselesaikan Rama sebelum Rama mengambil cuti beberapa hari, untuk menemani Ratu Sari dalam proses persalinan.


Malam ini, sengaja Gendoruwo tiba-tiba menghadap ke Rama untuk melaporkan hasil pertemuannya dengan Raja Piningit terkait antisipasi terhadap serangan Ki Sabrang. Raja Piningit rencananya akan membantu menyiapkan semua bala tentara kerajaan Jin Aliran Putih untuk membantu Rama. Raja Piningit juga sudah meminta bantuan dari sahabat jin aliran Putih dari kerajaan lainnya apabila diperlukan bantuan. Dalam waktu dekat, Raja Piningit bermaksud akan menengok Rama dan Ratu Sari di rumahnya untuk melihat kondisinya.


Rama pun agak sedikit lega dengan laporan Gendoruwo. Namun selintas muncul dalam pikiran Rama untuk meminta bantuan Wewe Gombel, penghuni pohon bambu di Sungai Tersesat, yang pernah membantu Rama menemukan jasad Ahmad yang hilang. Sepertinya kekuatan Wewe Gombel akan sangat membantu menghadapi pasukan Ki Sabrang saat Ratu Sari dalam proses persalinan.


Rama mencoba berdiskusi dengan Gendoruwo terkait rencana Rama untuk mengikut-sertakan Wewe Gombel dalam pertempurannya melawan Ki Sabrang. Gendoruwo pun setuju, namun lebih baik juga apabila aura negatif Wewe Gombel dibersihkan dahulu seperti halnya Gendoruwo dahulu. Rama pun merencanakan untuk menemui Wewe Gombel pada keesokan harinya setelah Gendoruwo sepakat dengan idenya.


Pada keesokan harinya, Rama mulai berangkat menuju Sungai Tersesat untuk menemui Wewe Gombel. Rama sengaja berangkat pada ba'da maghrib supaya tidak terlalu tengah malam kembalinya ke rumah. Rama seperti biasanya pamit kepada Ratu Sari dan mulai meninggalkan rumah dengan berjalan kaki ke arah barat.


Dalam perjalanannya, Rama melewati sebuah rumah yang dahulu Rama ingat sekali pernah masuk saat memergoki adanya tuyul. " Ya, benar. Ini rumah Juragan Seno yang dahulu pernah kemasukan tuyul milik juragan Dalsim, " ucap Rama dalam hati. Agak keheranan juga di benak Rama bahwasanya rumah Juragan Seno semakin besar dan mewah dibandingkan terakhir yang dia kunjungi.


Namun selain tambah mewah, Rama merasa bulu kuduknya sangat merinding malam ini melewati rumah Juragan Seno, seperti ada aura negatif yang mengelilingi rumah tersebut. Apalagi awan gelap pekat kebetulan memayungi langit rumah Juragan Seno, sehingga mengalahkan kekuatan cahaya lampu yang terpancar dari teras rumahnya.


Namun disebabkan pikiran Rama masih dikelilingi bayangan Wewe Gombel untuk keselamatan Ratu Sari, Rama mencoba menghiraukan rasa penasarannya untuk segera bergegas menuju Sungai Tersesat. Rama pun mempercepat jalannya supaya segera sampai di pinggiran Sungai Tersesat.


Rumah juragan Seno, sebagaimana ilutrasi cerita sebelumnya, tertutupi awan gelap yang pekat, pindahan dari rumah juragan Dalsim sebelumnya. Hal itu terjadi setelah Juragan Seno menemui Ki Sabrang dan diterangkan masalah tuyul. Dan ternyata, Juragan Seno benar-benar menjadi antek dari Ki Sabrang dengan memelihara tuyul dan jenglot sebagai pesugihannya.


Mitos jenglot adalah cerita atau legenda mengenai makhluk gaib yang konon berasal dari Indonesia. Jenglot digambarkan sebagai makhluk kecil berukuran sekitar 10 hingga 15 cm yang memiliki tubuh menyerupai kelelawar dan berkaki dua.


Menurut mitos, jenglot seringkali ditemukan di kawasan hutan atau tempat-tempat terpencil yang dianggap sebagai tempat angker. Makhluk ini dikatakan suka memangsa hewan-hewan kecil, bahkan dikatakan ada yang menyerang manusia.


Jenglot adalah makhluk yang muncul di akhir era kerajaan Majapahit, awal era kerajaan Demak. Menurutnya makhluk itu adalah manusia yang mendalami suatu ilmu, seperti ilmu rawa rontek. Ketika dia mau melepas kehidupannya tidak bisa dan jadi mengecil.


Kebanyakan masyarakat Indonesia meyakini bahwa jenglot memiliki kekuatan mistis atau gaib, ditambah ciri fisiknya yang dianggap serupa dengan manusia, kekuatan magisnya ini sering dimanfaatkan untuk mendapatkan kekayaan secara instan, alias pesugihan, kemudian ada pelet, menarik pusaka, hingga santet.


Sementara di dalam rumahnya, Juragan Seno yang sedang melakukan ritual pemberian sesaji bagi tuyul dan jenglot-nya, mendapat tanda - tanda dari Ki Sabrang yang ingin berkomunikasi dengan Juragan Seno melelaui telepati.


Ki Sabrang : "Ingat Seno, 3 hari menjelang bulan purnama nanti, rumahmu akan menjadi markasku sementara. Tolong siapkan beberapa sesaji dan tumbal darah yang lebih banyak dari sekarang, hahahahahaha.. "


Juragan Seno: "Baiklah Ki Sabrang, masih cukup waktu bagiku untuk menyiapkannya sesuai permintaan Ki Sabrang. "


Ki Sabrang : "Baguslah kalau begitu, Seno.. Ingatlah, kalau kau gagal menyiapkannya, nyawamu menjadi taruhannya. Sudah banyak kekayaan dan kemakmuran yang telah kau terima, bukan? "


Juragan Seno: " Iya, Ki Sabrang. Tapi kalau boleh, tolong ditambah banyak lagi supaya aku bisa beri tumbal dan sesaji lebih banyak. " (tersenyum licik)


Ki Sabrang tidak menjawab perkataan Juragan Seno, karena sudah biasa bagi Ki Sabrang atas permintaan Juragan Seno yang selalu kurang, tidak ada cukupnya. Ki Sabrang tiba-tiba hanya memberikan perintah gaib kepada tuyul dan jenglot yang diberikannya kepada Juragan Seno, supaya bisa mengeruk sebanyak-banyaknya harta dan batu berharga milik masyarakat, untuk diberikan kepada Juragan Seno.


Jadi ternyata, selama ini Juragan Seno menjadi antek dan mata - mata Ki Sabrang di Kampung Hantu. Menjelang malam bulan purnama nanti, Ki Sabrang dan pasukan Jin dari Puncak Gunung Lawu akan bermarkas di rumah Juragan Seno, sebelum menyerbu Rama dan Ratu Sari. Sungguh pertarungan yang ternyata sudah direncanakan dari jauh hari. Tapi apakah Juragan Seno bisa memperkirakan, seberapa banyak pasukan Ki Sabrang yang harus dipersiapkan sesaji dan tumbalnya?


Sementara itu, Rama yang belum menyadari kebenaran yang terjadi di dalam rumah Juragan Seno, masih melanjutkan perjalanannya menuju Sungai Tersesat untuk mencari Wewe Gombel. Cuaca yang gerimis, dan mendung, membuat kondisi perjalanan Rama agak tersendat akibat jalanan licin. Apalagi jalanan bebatuan naik turun yang harus dilewati sebelum sampai Sungai Tersesat.


Kesulitan tersebut, tidaklah menyurutkan semangat Rama supaya segera menemui Wewe Gombel. Dalam benak Rama selalu terbayang kondisi Ratu Sari yang sudah waktunya menjalani proses persalinan.