KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Babad Perang Kalimasada - 1


Wewe Gombel yang menggendong bayi Raka rupanya sudah sampai Kelik setelah menempuh 13.55 km melalui jalur pendakian Ayek - ayek. Jalur ayek-ayek sangatlah sepi dan sempit karena pohon-pohon tinggi di kanan dan kiri yang saling berhimpitan.


Dengan kondisi pikiran yang masih dipengaruhi oleh kekuatan telepati Ki Sabrang, Wewe Gombel tidak menggubris tangisan dari bayi Raka yang kondisi badannya semakin lelah dalam perjalanan malam yang kian larut.


Sementara itu, Rama yang juga mengikuti Wewe Gombel dalam menyusuri jalur ayek - ayek ini, bertemu dengan sosok kuntilanak merah yang menghadang perjalanannya. Penampakan perempuan yang memanggil - manggil Rama di dekat pos tiga pendakian itu seolah - olah akan mengelabui Rama supaya terjatuh ke tepi jurang. Namun Rama bukanlah orang biasa yang baru bertemu hantu kemarin sore. Dengan kekuatan lafal wirid ajian Kalimasada dan Tyaga selama perjalanan, Rama mampu menanggulangi hadangan dari kuntilanak merah yang berada di jalur ayek - ayek.


Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga Rama melihat api yang terbang dari kejauhan. Setelah melewati jembatan, pancaran api tersebut semakin mendekat.  Rama segera bersembunyi di balik semak -semak. Makin dekat, api tersebut makin terang. Rama menyangka dia melihat Banaspati.


Seperti yang diketahui sebelumnya, Banaspati dikenal sebagai hantu yang mempunyai elemen api. Banaspati dikenal sebagai makhluk mistis yang memiliki kekuatan besar dan biasa ditemukan di dalam hutan ataupun digunakan oleh dukun sebagai sarana ilmu hitam.


Banaspati dikenal mempunyai dua wujud yang berbeda, yakni memiliki bentuk bola api yang hidup di antara pepohonan besar di tengah hutan dan bentuk manusia api. Wujud bola api ini dipercaya dapat bergerak dengan cara melayang atau terbang di antara satu pohon ke pohon yang lainnya.


Ternyata bukan Banaspati yang Rama lihat, namun rombongan pendaki yang membawa obor dengan pakaian tradisional Jawa. Sebenarnya ini sungguh tidak masuk akal, karena pendaki zaman sekarang tidak pernah memakai obor. Terlebih lagi mereka memakai baju tradisional, konde bunga kantil, hingga membawa parang, dan tombak seperti akan menghadapi peperangan. Rama berusaha mengucapkan salam terlebih dahulu kepada mereka, namun hanya salah satu pemimpin rombongan yang membalasnya dengan tersenyum ke arah Rama.


Rombongan dengan pakaian kerajaan tersebut akhirnya melewati Rama yang hanya berdiri di jalanan. Kemudian saat Rama mencoba melihat ke belakang lagi, rombongan tersebut sudah menghilang.


Bukan hanya gangguan gaib seperti itu, sesekali tampak juga pocong yang menampakkan diri di balik pepohonan. Kemudian pula sosok tak kasat mata juga pernah melempar kerikil kepada Rama tetapi tidak membuat nyali Rama semakin menciut saat mengikuti jejak Wewe Gombel, walaupun secara fisik dan mental Rama juga merasa lelah. Hingga akhirnya Rama berhasil sampai juga di Kelik, yang merupakan pos terakhir sebelum mencapai puncak Mahameru yang tinggal berjarak 1.4 km lagi.


Di Puncak Mahameru, Ki Sabrang bersama para pembantunya: Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben, sudah mempersiapkan kedatangan Wewe Gombel bersama bayi Raka. Persiapan upacara Tumbal Barata di atas dolmen dan di tepi Kawah Jonggring Saloko sudah dimatangkan oleh Ki Sabrang, yang kali ini akan langsung memimpin jalannya upacara. Tidak seperti sebelumnya di puncak Gunung Lawu, kali ini upacara Tumbal Barata hanya dilakukan oleh Ki Sabrang bersama tiga pembantunya yang dalam pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang.


Ki Sabrang sangat yakin kali ini dia akan mendapatkan quickening dari hasil penumbalan bayi Raka berupa kesaktian utama dan umur yang abadi. Apalagi dengan kekuatan mantra Azarath - Metrion - Zinthos yang sangat legendaris dunia perdukunan hitam tahun 2128.


Rama yang sudah berada kurang 1.4 km lagi dari puncak Mahameru, kemudian meminta Ratna untuk meluncurkan drone dari Satelit Ratna di luar angkasa untuk memantau situasi di puncak Mahameru. Dari pantauan drone tersebut diketahui oleh Rama melalui Ratna, bahwa sudah ada persiapan upacara penumbalan yang dilakukan oleh Ki Sabrang dan kawan - kawan.


Rama : "Ratna, apakah benar yang kamu informasikan bahwa di Puncak Mahameru terdapat Ki Sabrang? Bukankah Ki Sabrang sudah kalah total saat di puncak Gunung Lawu?"


Rama : "Aneh sekali, tidak mungkin Ki Sabrang bisa pulih begitu cepat dari kekalahannya yang terakhir. Aku melihat sendiri bagaimana Ki Sabrang kehilangan kewarasannya saat terakhir bertempur. Lalu siapa 3 orang di samping Ki Sabrang? "


Ratna : "Dari database ensiklopedia perhantuan, sepertinya mereka mirip dengan: Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben, Rama. Muma Pădura dan hantu Pontianak hanya bisa menakut-nakuti saja, tapi hati - hati dengan kekuatan Troll Benben. Dia memiliki kekebalan dan kekuatan yang sangat besar. "


Rama : "Baik Ratna, mari kita persiapkan semuanya menggunakan teknologi terbaru kita. Kita harus selamatkan bayi Raka dan tuntaskan masalah Ki Sabrang ini seluruhnya, karena aku sudah lelah bertempur melawan Ki Sabrang terus! " (dengan suara tampak keletihan).


Tiba - tiba setelah Rama mengatakan instruksinya kepada Ratna, lubang hitam portal waktu terbuka. Kemudian muncul sesosok orang yang dikenal Rama sebelumnya, yakni Raka dari tahun 2128.


Raka 2128 : "Assalamu'alaikum, Bapa Rama! " (sambil mencium tangan Rama dan memeluk Rama)


Rama : "Wa alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Raka. Ada apakah kamu kemari, anakku? "


Raka 2128 : "Mohon maaf Bapa, kehadiran saya bermaksud membantu Bapa Rama untuk bertempur melawan Ki Sabrang. Ki Sabrang yang berada di puncak Mahameru di atas, adalah Ki Sabrang yang berasal dari zaman saya, Bapa. Ki Sabrang itu berhasil mengikuti saya saat terakhir saya menggunakan Ajian Pralambangun bertemu Bapa Rama dan Ibunda  Ratu Sari. Kekuatan Ki Sabrang versi ini lebih besar dan lebih cerdik dibandingkan Ki Sabrang sebelumnya yang sudah mati menjadi tumbalnya."


Rama : " Ow begitu, lalu apakah akan ada halangan adanya dua Raka di puncak Mahameru nanti? "


Raka 2128 : "Tidak, Bapa Rama. Selama Bapa Rama bisa menyadarkan Wewe Gombel yang sekarang dalam pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang, lalu mengirim Wewe Gombel beserta bayi Raka kembali ke rumah di Kampung Hantu, pasti tidak akan terjadi distorsi realitas. Saya akan muncul bilamana bayi Raka sudah berada di rumah Kampung Hantu, Bapa! "


Rama : "Baiklah kalau begitu, kalau begitu mari kita bertempur bersama melawan Ki Sabrang di puncak Mahameru. Ratna, tolong siapkan kembali formula partikel nano terbaru dari helm psimitar untuk Wewe Gombel. Begitu dia sadar dari kekuatan telepati Ki Sabrang, tolong aktifkan ajian Pralambangun supaya Wewe Gombel bisa berada di rumah Kampung Hantu bersama bayi Raka."


Ratna : "Baik Rama. "


Kemudian Rama dan Raka dari tahun 2128 pun segera bergegas menuju puncak Mahameru untuk menyelamatkan bayi Raka dan menyelesaikan masalahnya dengan Ki Sabrang. Wewe Gombel yang menggendong bayi Raka juga sudah sampai di Puncak Mahameru dan sudah berjalan mendekati dolmen di tepi kawah Jonggring Saloko. Ki Sabrang bersama Muma Pădura, hantu Pontianak dan Troll Benben juga sudah mengelilingi dolmen untuk melakukan serah terima bayi Raka dari Wewe Gombel. Tengah malam ini, saat bulan sabit tampak dengan terangnya tanpa mendung di minggu terakhir bulan Poso, akan dilakukan upacara Tumbal Barata pamungkas oleh satu - satunya versi Ki Sabrang yang tersisa dan terkuat di jagad perdukunan hitam Pulau Jawa.