
3 hari berlalu setelah insiden malam itu . Seperti biasa setiap pagi dimas akan menunggu ku di depan rumah.
"Lama mas? "tanyaku.
"Tidak, oh ya di aku punya informasi nih"ucap dimas .
"Informasi apaan"tanyaku penasaran. Sambil berjalan dengan dimas.
"Ibunya yu minah sudah meninggal "ucap adi
"innalillahi"jawabku spontan.
"Bukan itu aja di, ada yang lebih penting "ucap dimas.
"Apa lagi mas? "tanyaku berkerutkan dahi.
"Setelah tahu-"belum dimas selesai berbicara, sudah ada yang berteriak di belakang kami memekik telinga.
"Woy tungguin"teriak bejo yang datang bersama subhan dan sumbri. Kami menunggu mereka untuk bisa menyamai kami dan berangkat bersama.
"Terus gimana mas ?"tanyaku penasaran.
"Setelah tahu ibunya meninggal, yu minah melakukan bunuh diri di kamarnya di"ucap dimas menyelesaikan cerita.
"Astagfirulloh"jawabku spontan.
"Pak agus histeris mendengar istrinya meninggal di tambah anak satu-satunya melakukan bunuh diri "sambung sumbri.
"Kasihan sekali pak agus"ucapku.
"Kalian tahu dari manasih? "tanyaku.
"Biasa para ibu-ibu suka menggosip di"timpal subhan.
"Bisik-bisik tetangga mulai terdengar selalu di telinga"nyanyi bejo menggoyangkan kedua ibu jarinya. Eh bang bejo malah joget.
"Tarik bang...."ucap subhan ikut meladani bejo.
"Sawernya mas.. "ucap bejo seperti pendangdut cewek menggoda pria membuatku geli melihatnya.Mereka bertiga mengambil daun di pinggir jalan, memutarkan daun itu ke depan wajah bejo seolah itu uang dan bejo seorang pedangdung wanita yang di kelilingi laki -laki.
"Goyangannya dong dek"ucap dimas. Bejo menggoyangkan tubuhnya gemulai seperti wanita.
"Hei..... "teriak seseorang dari belakang membuat mereka berhenti dangdutan.
"Berangkat sekolah sana.. ,nanti telat "sambung orang itu lagi mengacungkan celurit yang dia bawa.
"Iya pak....,lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali "Teriak bejo ke bapaknya yang sedang memegang celurit dan karungan untuk menggarit di sawah.Pak kumis mengambil sandal di kaki kanannya hendak melempar kan.
Kamipun berlari ...
Plak.
sandal pak kumis mendarat sempurna di bokong anaknya, bejo meringis sakit memegang p****t yang terkena sandal bapaknya, mengambil sandal tersebut dan melemparnya ke sawah lalu berlari yang di ikuti kami.
"Rikii.... semprul, anak kurang ajar "maki pak kumis ke anaknya yang masih bisa kami dengar sedangkan anaknya cuman cengengesan mendengar makian sang bapak.
"Huh huh huh bapak mu jo kalo pegang celurit kayak mau ngajak berantem"ucap subhan.
"Iya,pak kumis serem banget"timpal sumbri. Biasanya orang-orang entah dewasa atau anak -anak manggilnya pak kumis atau pak celleng(hitam) karena orangnya yang berkulit hitam dan mempunyai kumis yang tebal ,kata bejo julukan ini berasal dari ibunya yang bercanda bilang pak kumis (ke suaminya)sehingga orang-orang ikut menjuluki pak kumis, aku pernah bertanya pada apa gak sakit hati bapaknya di bilang begini? kata bejo itu udah biasa dari lahir toh bapak aku memang punya kumis dan kulitnya hitam,emang anaknya suka bercanda apapun di bencandain jadi seperti gak punya beban tuh anak.
****
"Berdiri di sana "perintah bu lis menyuruh kami berdiri di tengah upacara, biasanya anak telat memang di suruh berdiri di depan saat melaksanakan upacara agar memberi contoh untuk tidak di tiru yang lain .
Setelah upacara selesai.. Kami tidak bisa langsung masuk ke kelas ,disuruh berdiri dengan menghadap ke bendera.
"Kenapa kalian bisa terlambat? "tanya pak bondan kepala sekolah.
"Tidak ada kata terlambat untuk belajar pak"ujar bejo dengan posisi hormat ke bendera,yang mana itu sukses membuat pak bondan tersenyum.
"Kalian boleh masuk asalkan punya alasan yang logis, kecuali bangun kesiangan,bosen saya dengarnya "ucap pak bondan
"Rumah kami ini jauh pak, sebelum berangkat kami biasanya harus ngambil air dulu di sumur buat mandi "ujarku menjelaskan.Bapak sekolah hanya manggut-manggut mendengarkan.
"Yo wes kalian masuk, jangan di ulangi lagi "ucap pak kepala sekolah.
"Siap pak bos"ucap kami serempak memberi hormat yang membuat pak bondan tersenyum mengelengkan kepala melihat tingkah kami.Pak bondan ini orangnya ramah dan murah senyum suka bercanda ke siswanya jadi para siswa gak sungkan membuat lelucon berbeda dengan wakilnya bu susi.
*****
Seperti biasa jika ada yang meninggal setelah sholat maghrib biasanya anak Laki-laki ikut tahlilan sedangkan anak perempuan mengaji ke nyai saadah, jika selesai tahlilan sebelum Isya'dan ada sisa waktu biasanya kami akan mengaji lagi sambil menunggu adzan isya'berkumandang.
Saat berlangsungnya acara baca yasin tiba-tiba aku pengen buang air kecil. Saat akan menuju kebhen yang terletak di belakang rumah pak agus ,biasanya akan melewati dapur.
"Katanya pak agus di datengi arwah minah teriak kepanasan bu.. "ujar salah satu para ibu.
"Di datengi gimana bu? "tanya yang lain. Aku terdiam mendengarkan melupakan hajadku yang ingin buang air kecil.
"Lewat mimpi toh bu, makanya pak agus akan buat rumah di atas makamnya minah"jawab ibu tadi.
"Rumah gimana bu?"tanya yang lain.Aku diam menyimak pembicaraan mereka meski ini bukanlah sifat yang bagus menguping pembicaraan orang lain toh udah terlanjur basah nyemplung aja sekalian, dari pada tidak bisa tidur.
"Iya, kayak buat penghalang dari atas makamnya biar tidak terkena sinar matahari langsung "belum selesai mendengarkan, aku sudah kebelet pipis.
Saat sudah sampai,aku memdengar ciprakan air di dalam mungkin ada orang pikirku. Hampir setengah jam aku menunggu tapi belum selesai keluar juga, membuat ku berpikir sedang apa nih orang di dalam, membuat dimas menyusulku.
"Adi lama banget pipisnya, kamu ngeluarin air seni atau batu sih! ,sampai orang selesai yasinan atau ini akal-akalan mu saja biar gak ikut baca yasin, astagfirullah supriadi!!! untung aku teman yang baik bawa nasi bungkusan buat kamu "omelnya panjang lebar kepadaku, sambil mengusap dada.
"Iniloh mas!, di dalam ada orang dari tadi di tungguin lama banget "ujar ku menjelaskan.
"Orang dari mana? toh dari tadi gak ada orang ke sini "ucapnya dan membuat ku teringat sudah tidak ada lagi bunyi air .
"Mas! tungguin aku pipis ya "pesanku,dimas mengangguk pelan. Aku mendorong pintu yang terbuat dari bambu ini pelan di tambah angin membuat bulu kudukku berdiri.
Kriiiiiet
Kosong.Ternyata tidak ada orang di dalam, terus yang tadi siapa?tidak mau banyak berpikir yang mana itu akan membuat memakan waktu di kamar mandi menjadi lama,buru-buru aku selesaikan hajadku dan berlari yang membuat dimas ikut berlari mengikutiku, aku tahu pasti dia ngerti kenapa aku lari karena aku bukan bejo yang suka bercanda dan jahil.
"Huh huh huh huh "aku mengatur nafas memegang lutut agar bisa menetralkan jantung ku yang berdetak sangat cepat.
"Kalian kenapa?seperti habis di setan aja"tanya bejo.
Note📚
Kebhen:kamar mandi yang berdinding bambu dan berlantai tanah biasanya akan di taruh batu kecil yang lumayan banyak agar tidak langsung kaki menginjak ke tanah, biasanya atap di beri genteng kadang juga tidak tergantung sang pemilik rumah.
Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya.