KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Dunia Lain


Belum kering pipi Rama dan Ratu Sari dari air mata setelah baru saja ditinggal Raka, tiba-tiba mendengar suara yang menggelegar dari halaman rumahnya seperti petir menjelang turun hujan. Seketika itu pula muncul sesosok pemuda berusia 40 tahun, berjalan hendak menghampiri mereka. Dan setelah dilihat lebih dekat, ternyata wajahnya mirip Rama tetapi hanya terlihat lebih tua. Dialah Rama yang berasal dari dimensi dunia lain selain dunia Rama dan Ratu Sari saat ini.


Rama dan Ratu Sari kaget dan terkejut melihat sosok orang yang mirip Rama itu tiba-tiba muncul di depan mereka. Rama yang baru datang itu tersenyum dan memperkenalkan diri sebagai Rama 2 dari dimensi dunia lain.


"Assalamu 'alaikum, maaf, saya datang secara tiba-tiba seperti ini. Saya tahu ini sangat mengejutkan bagi kalian, tapi saya harus segera bertemu dengan kalian," ucap Rama 2 sambil tersenyum sambil melihat wajah Rama 1 dan Ratu Sari dengan seksama.


Rama dan Ratu Sari saling pandang, tidak tahu harus berkata apa. Kemudian Rama 1 mencoba merespon salam dari Rama 2,


Rama 1: "Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang di rumah kami. Siapa kamu sebenarnya?"


Rama 2: "Saya Rama, sama seperti kamu. Hanya saja saya berasal dari dimensi dunia lain."


Ratu Sari: "Dimensi dunia lain? Apa itu?"


Rama 2: "Itu adalah dunia yang berbeda dari dunia ini. Di sana, takdir kita bisa berbeda. Tapi saya datang ke sini karena ada hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian."


Rama 1: "Ada apa sebenarnya? Mari masuk ke dalam rumah, kita berbincang di dalam rumah saja"


Rama 2: (menatap Ratu Sari dengan penuh kasih) "Terima kasih, tapi maaf, sebelum masuk, ijinkan saya ingin memelukmu, Ratu Sari."


Ratu Sari: (terkejut) "Eh, oops."


Rama 2 langsung memeluk Ratu Sari dengan erat, dan berlangsung lama sekali sehingga Rama 1 keheranan melihatnya. Kemudian mereka masuk ke dalam rumah bersama-sama.


Dalam mitos tentang multi-verse, terdapat keyakinan bahwa alam semesta kita bukan hanya satu, melainkan terdiri dari banyak dunia paralel yang berbeda-beda. Setiap dunia paralel ini memiliki versi alternatif dari diri kita dan takdir yang berbeda-beda. Dalam mitos multi-verse itu juga, ada beberapa kemungkinan alasan mengapa dunia-dunia paralel ini ada. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa setiap pilihan yang kita buat dalam hidup menghasilkan dunia paralel baru yang berbeda-beda. Dengan kata lain, setiap kali kita membuat keputusan, kita menciptakan dunia paralel baru yang mungkin saja memiliki hasil yang berbeda-beda.


Rama pun percaya bahwa ada dimensi dunia lain yang paralel dengan dunia saat ini, di mana takdir Rama dan Ratu Sari bisa berbeda dengan takdir mereka di dunia saat ini. Rama percaya bahwa di dunia paralel lain, mungkin saja dia dan Ratu Sari tidak bertemu, atau mereka justru berpisah dan hidup di tempat yang berbeda-beda. Dia ingin tahu bagaimana kehidupan mereka di dimensi dunia lain ini dan apakah takdir mereka berbeda.


Rama merasa tertarik untuk menjelajahi dimensi dunia lain ini dengan menggunakan Ajian Pralambangun yang dia dapatkan dari Raka  maupun Raja Piningit. Maka dengan menggunakan Ajian Pralambangun, Rama berusaha untuk menjelajahi dimensi dunia lain. Namun, seperti halnya dengan penjelajahan waktu, ada risiko besar yang terlibat dalam penjelajahan multi-verse ini. Rama harus berhati-hati dalam memilih dimensi mana yang ingin dia eksplorasi, karena kemungkinan dia akan menemukan dunia yang sangat berbeda dari dunia yang ditinggalinya.


Rama 1: "Tolong ceritakan apa yang ingin kau sampaikan, Rama ?" tanya Rama setelah ketiganya sudah duduk di dalam rumah memulai percakapan, "Bagaimana kamu bisa pergi ke dimensi dunia lain?"


Rama 2: "Saya menggunakan Ajian Pralambangun, sebuah ajian yang memungkinkan saya untuk melakukan perjalanan antar dimensi dunia. Ajian itu diajarkan oleh Raja Piningit. Saya berharap saya bisa membantu kamu dan Ratu Sari menghindari takdir buruk yang mungkin terjadi di dunia ini saat menghadapi Ki Sabrang."


Ratu Sari: "Memangnya ada apakah di duniamu Rama? "


Rama 2: "Saya hanya ingin menceritakan bahwa di dimensi dunia lain, saya telah kehilangan Sari dan calon bayi kita 10 tahun yang lalu."


Ratu Sari: "Apa? Bagaimana bisa?"


Rama 2: "Pasukan Ki Sabrang dan Jin aliran hitam menyerbu wilayah kami. Sari dan calon bayi kita gugur saat usia kandungan mendekati bulan ke-7."


Rama 1: "Oh tidak. Kami sangat menyesal mendengar kabar ini."


Ratu Sari: (tersenyum lembut) "Tapi apakah kamu baik-baik saja, Rama? Kamu terlihat lebih tua dan ubanmu begitu banyak menutupi kepala."


Rama 2: "Di dimensi dunia saya, setelah gugurnya Ratu Sari dan calon jabang bayi saya oleh Ki Sabrang, saya mengalami depresi yang sangat dalam. Saya kehilangan semangat hidup dan merasa tak berguna. Tapi sekarang saya baik-baik saja, Ratu Sari. Malam ini saya bersyukur bisa bertemu denganmu kembali, Ratu Sari. Dan saya bersyukur karena di dimensi dunia lain, kamu dan calon bayi kita tidak terluka. Kalian masih memiliki kesempatan untuk hidup bersama lebih lama di dunia ini."


Ratu Sari: "Oh tidak, Rama. Itu sangat menyedihkan. Bagaimana kamu bisa keluar dari depresi itu?


Rama 2: "Saya berhasil keluar dari depresi setelah hampir 10 tahun dengan bantuan Raja Piningit dan Ajian Tyagya. Ajian tersebut berpadu dengan mustika Kalimasada yang sudah ada di dalam diri saya."


Rama 2: "Ajian Tyaga adalah ajian pamungkas yang membantu saya menemukan makna dalam hidup saya dan meraih keikhlasan. Sedangkan mustika Kalimasada adalah mustika bertuah yang sangat kuat dan berharga bagi saya dan sudah tertanam dalam raga saya di dimensi dunia saya. Kedua hal itu membantu saya keluar dari depresi dan memulai hidup baru."


Ratu Sari: "Saya senang kamu berhasil keluar dari depresi, Rama"


Rama 2: " Kalau boleh, saya ingin mengajarkan Ajian Tyaga kepadamu, Rama. Agar kau bisa menandingi Ki Sabrang dan tidak kehilangan keluargamu seperti saya" (tertetes juga akhirnya air matanya)


Rama 1: "Baiklah, Rama. Saya Terima ajakanmu. Kita bisa mulai besok pagi latihannya, karena malam ini kita semua mesti istirahat. Kamu pasti menghabiskan energi yang luar biasa besar untuk mencapai dimensi dunia ini. "


Rama 2 : "Engkau benar Rama, kita istirahat saja dahulu malam ini. Sepertinya Ratu Sari pun juga sudah kelelahan dan harus menjaga kandungannya juga."


Dan kemudian Rama 2 pun dibawa ke kamar bekas Raka untuk istirahat.


Keesokan paginya, setelah kondisi Rama 2 tampak segar, Rama 2 sudah bersiap untuk mengajari Rama 1 tentang Ajian Tyaga. Mereka berdua langsung mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran. Rama 2 menginstruksikan Rama 1 untuk berpuasa selama 3 hari, agar pikirannya bisa lebih fokus dan tenang dalam belajar Ajian Tyaga.


Rama 2: "Caranya cukup sederhana. Kamu hanya perlu fokus pada energi batinmu, kemudian biarkan mustika Kalimasada meresap ke dalam tubuhmu dan memperkuat Ajian Tyaga. Ajian Tyaga adalah ilmu yang membutuhkan latihan dan konsentrasi yang tinggi. Namun, jika dipadukan dengan mustika Kalimasada, kekuatannya akan menjadi tak tertandingi. Tolong ikuti gerakan saya."


Rama 1: "Baiklah, aku siap untuk belajar. Tolong ajari aku Ajian Tyaga."


Rama 1 pun melakukan latihan sekaligus puasa dengan tekun, tanpa makan dan minum di pagi siang hari selama 3 hari. Rama 2 melakukan gerakan untuk pemusatan pikiran dan energi yang diikuti oleh Rama 1. Rama 2 mulai menjelaskan konsep dan prinsip dasar Ajian Tyaga kepada Rama 1. Rama 1 serius memperhatikan setiap kata yang diucapkan oleh Rama 2. Setelah penjelasan selesai, Rama 2 memulai praktik Ajian Tyaga dengan menginstruksikan gerakan-gerakan tertentu. Rama 1 awalnya merasa kesulitan untuk mengikuti gerakan-gerakan itu, tetapi dengan bimbingan dan pengarahan Rama 2, ia mulai memahami dan berhasil melakukan gerakan-gerakan itu dengan benar.


Selama 3 haru, Rama 1 berlatih dengan tekun, berfokus pada setiap gerakan dan teknik yang diajarkan oleh Rama 2. Rama 1 terus berlatih hingga akhirnya bisa menguasai gerakan Ajian Tyaga dengan baik. Setelah energi dan konsentrasi dinilai cukup, mereka lalu duduk bersila dan bersemedi berhadapan.


Rama 2 kemudian mengalirkan energi bersih yang keluar dari aura raganya yang kemudian memancar dan diserap oleh Rama 1 sehingga aura keduanya menjadi sama. Setelah aura raganya menjadi sama, artinya Rama 1 sudah menguasai Ajian Tyaga yang diajarkan Rama 2.


Rama 1 merasa ada yang aneh dengan kondisi tubuhnya di mana serasa ada tambahan energi segar yang siap digerakkan keluar.


Rama 2: "Rama, kau telah menguasai Ajian Tyaga. Artinya kau mempunyai kekuatan tambahan untuk melindungi keluargamu


Itu juga berarti besok saya harus kembali ke dimensi dunia saya. Namun, sebelum itu ada pesan yang ingin saya sampaikan padamu. Kau harus menjaga baik-baik Ratu Sari dan Raka, calon bayi yang dikandungnya. Karena suatu nanti Raka akan menjadi orang besar dalam menghadapi kekuatan aliran hitam Ki Sabrang."


Rama 1: "Apa maksudmu?"


Rama 2: "Mungkin saat ini Ki Sabrang menjadi lebih kuat dan sangat sulit untuk dikalahkan olehmu saat ini. Namun, Raka akan memiliki kekuatan yang luar biasa dan mampu mengalahkannya karena Raka adalah separuh jin. Karena itu, kau harus menjaga Raka dan membantunya mengembangkan kekuatannya."


Ratu Sari: "Aku dan Rama akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Raka dan membantunya mengembangkan kemampuannya."


Rama 2: "Terima kasih, Ratu.Dan satu lagi, saya ingin kau tahu bahwa kau memiliki kemampuan luar biasa, Rama. Dengan Ajian Tyaga dan kekuatan mustika Kalimasada yang ada padamu, beserta ajian-ajian yang lain, engkau memiliki potensi besar untuk mengalahkan Ki Sabrang dan memulihkan keamanan dan ketertiban di dunia ini. Saya berharap Ki Sabrang bisa dikalahkan olehmu Rama daripada harus menghadapi Raka."


Rama 1: "Terima kasih atas kepercayaannya. Kami akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapanmu."


Rama 2: "Saya yakin kalian bisa melakukannya."


Keesokan harinya, setelah semuanya sudah siap, Rama 2 berpamitan kepada Rama 1 dan Ratu Sari.


Rama 2: "Selamat tinggal, Rama dan Ratu Sari. Assalamu 'alaikum.."


Ratu Sari: "Selamat jalan, Rama. WA 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."


Rama 1: " Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." Terima kasih atas segalanya."