
Gendoruwo : "Maaf Rama, kita terlambat. Istana kerajaan jin aliran putih telah diserang. Raja Piningit, Ratu Sari, Wewe Gombel dan Bayi Raka tidak ada di sana. Semua pasukan juga tidak ada. Hanya tertinggal istana yang porak poranda." (dengan nada gugup)
Wajah tegang Rama tidak bisa ditutupi lagi, dia kuatir dengan kondisi semuanya.
Rama: "Genderuwo, aku mau ke istana kerajaan jin aliran putih. Ayo temani saya." (suaranya tegang dan ampak tergesa-gesa)
Genderuwo :" Baik Rama."
Rama: "Ratna, tolong aktifkan Ajian Pralambangun menuju istana kerajaan jin aliran putih, waktu sekarang dan versi dunia ini. "
Ratna: " Baik Rama, Ajian Pralambangun diaktifkan! "
Seketika itu juga dihadapan Rama muncul lubang hitam portal waktu setelah Ajian Pralambangun diaktifkan oleh Ratna, lalu Rama dan Genderuwo pun masuk ke dalam nya sehingga langsung sampai di ruang dalam istana kerajaan jin aliran putih.
Rama melihat keadaan sekeliling dalam istana, memang ada bekas darah dan kebakaran yang membekas di dinding istana, tapi sepertinya aneh, mengapa tanda - tanda tersebut begitu teratur posisinya, tidak acak.
Rama: "Ratna, tolong pindai seluruh ruangan istana, apakah masih bisa dilacak kejadian terakhir ada apakah dan jejak terakhir menuju ke mana?"
Ratna: "Baik Rama, tunggu sampai hitungan 30 detik, hasilnya nanti akan aku laporkan "
Rama kemudian mengajak Genderuwo untuk berkeliling di seluruh ruangan istana kerajaan jin aliran putih sambil menunggu laporan dari Ratna.
Rama: "Ini pasti ulah Ki Sabrang, dan aku telah salah, terpancing dengan umpannya supaya ke hutan. " (marah sekaligus sedih)
Genderuwo: "Sebaiknya kita lekas mencari mereka Rama sebelum terjadi sesuatu yang buruk"
Salah satu kelemahan Rama adalah ketika sedang sedih, Rama akan susah untuk mengambil keputusan cepat, termasuk dalam kondisi ini. Saat ini pikiran Rama terus ketakutan atas nasib dari Bayi Raka, yang menjadi target utama dari Ki Sabrang.
Rama ingin mengiyakan tawaran Genderuwo untuk segera mencari mereka, tapi Rama sendiri juga tidak tahu harus mencari ke mana.
Rama: "Ratna, apakah sudah ada laporan hasil pindainya?" (masih hitungan 25 detik, tapi Rama sudah terburu-buru menanyakan hasil laporan Ratna)
Ratna: "Sekarang laporan sudah lengkap 100% Rama. Dari hasil pindaiku, tidak ditemukan sisa prajurit atau siapapun lainnya yang tersisa di istana ini. Sepertinya bekas darah dan tanda kebakaran itu bukan hasil dari pertempuran, karena gambar polanya yang teratur. Kesimpulanku, tidak ada pertempuran di istana ini, semua orang hilang pasti karena pergi tapi tanpa bertempur dan ada yang menginstruksikan untuk membuat bangunan porak poranda dan jejak bekas darah dan kebakaran di dinding" (Ratna melaporkan dengan detail)
Rama: " Ok Ratna, Terima kasih atas laporannya. Apakah ada rekaman satelit terkait kejadian 5 menit lalu di istana ini? "
Ratna: " Aku cek dulu Rama, untung saja kamu dulu pernah memerintahkan pemasangan intalasi CCTV istana ini yang dipasang dari satelit kita yang di angkasa. Aku akan unduh dahulu dan tampilkan videonya."
Ratna pun mengunduh video dari satelit Ratna yang berada di luar angkasa. Kebetulan dulu setelah mengaktifkan Ratna di istana kerajaan jin aliran putih, Rama langsung memerintahkan Ratna untuk memasang CCTV khusus yang memantau kondisi istana dari satelit.
Ratna: "Rama, ini videonya. " (yang kemudian muncul gambar proyeksi hologram 3D di hadapan Rama dan Genderuwo).
Dari video itu pun terlihat bahwa sebenarnya semua pasukan, Raja Piningit, Ratu Sari, Wewe Gombel sebenarnya tidak terluka dan tidak mengalami pertempuran. Mereka seperti terhipnotis untuk berjalan ke luar istana dengan teratur tetapi tidak tahu menuju ke mana. Hanya bayi Raka yang tampak menangis keras di bawah gendongan ibunya Ratu Sari yang juga terhipnotis keluar istana.
Rama: "Sepertinya mereka terhipnotis, Ratna. Coba cek seluruh CCTV yang di area luar istana. Pasti ada dalangnya yang menghipnotis mereka dan berada di dekat istana." (sangat menggebu - gebu)
Ratna : "Baik Rama."
Ratna pun mendownload data CCTV yang terpasang di seluruh istana kerajaan jin aliran putih. Dan sepertinya Ratna menemukan sesuatu yang ganjil di CCTV pintu gerbang istana.
Ratna: "Ini dia Rama, ada video penampakan hantu berkepala api dan raksasa di pintu gerbang istana."
Rama pun menyaksikan dengan seksama video tersebut
Memang tampak dalam video tersebut penampakan video hantu berkepala api dan raksasa yang berada di depan pintu gerbang istana terus - menerus selama pasukan jin kerajaan aliran putih, raja piningit, Ratu Sari, Wewe Gombel dan bayi Raka berjalan meninggalkan istana. Lalu yang raksasa kemudian masuk ke dalam istana.
Rama: "Ratna, coba putar video dalam istana setelah raksasa itu masuk ke dalam istana! " (sambil menunjuk ke video)
Ratna lalu mengganti tayangan ke CCTV dalam istana setelah raksasa masuk ke dalam istana. Tampak kelihatan raksasa sedang menghancurkan bangunan dalam istana. Lalu terdapat semburan api dari luar juga yang mengenai dinding dalam istana.
Ratna: "Hantu berkepala api itu adalah hantu Kemamang, Rama. Hantu Kemamang memiliki kemampuan telepati, dan terakhir terlihat berada di petilasan Candi Penataran, Blitar Jawa Timur. Sedangkan raksasa itu adalah hantu Lelepah. Hantu Lelepah memiliki kekuatan super penghancur, dan terakhir terlihat di Sungai Progo, Yogyakarta."
Rama: " Apakah kamu bisa melacak mereka sekarang, Ratna? Bukannya terakhir kali aku pernah menempelkan alat pelacak di cuping telinga kanan bayi Raka, apakah bisa dilacak? "
Ratna: "Benar Ratna, alat pelacak yang berada di cuping telinga kanan bayi Raka masih aktif. Dan alat itu masih bergerak di sekitaran Kampung Hantu."
Rama memang pernah meminta Ratna untuk dibuatkan alat pelacak yang bisa menempel di cuping kanan telinga bayi Raka. Alat ini tadinya untuk dihubungkan ke CCTV satelit supaya bisa melihat video bayi Raka, saat Rama kangen dengan bayi Raka. Alat itu jadi dipasangkan Rama saat terakhir berpamitan kembali ke rumahnya di Kampung Hantu.
Rama : " Oke Ratna, tolong aktifkan kembali Ajian Pralambangun menuju lokasi terakhir alat pelacak bayi Raka waktu sekarang dan versi dunia ini !"
Ratna :" Baik Rama. "
Lubang hitam portal waktu pun lalu muncul, dan Rama serta Genderuwo langsung masuk ke dalamnya. Ternyata Rama berada di depan pintu bangunan tua yang terdapat plang bertuliskan "Gasthuizen" tersebut. Dia masih ingat pernah ke rumah Gasthuizen ini, dan bertemu dengan hantu Dodi dan istrinya yang menjadi kekejaman Ki Sabrang dengan pesugihannya.
Udara di sekitar rumah sangat dingin dan langitnya gelap karena mendung. Bangunannya masih sama dalam kondisi lapuk dan terabaikan, dan Rama merasakan adanya bekas kehadiran aura yang aneh dan mengerikan. Seingat Rama, dulu dia pernah membersihkan aura negatif di rumah ini, tapi mengapa sekarang malah jadi kuat aura negatifnya. Rama lalu memasuki bangunan tersebut dan mencari bayi Raka yang terakhir terdeteksi di sini.
Namun, begitu dia masuk ke dalam bangunan itu, dia langsung merasa sesuatu yang tidak beres. Dia merasakan adanya energi gelap dan mengerikan yang membuatnya merinding. Semua rambut di tubuhnya berdiri tegak dan dia merasa seolah-olah ada yang mengintipnya dari setiap sudut ruangan. Rama lalu meminta Ratna untuk mengaktifkan senter cahaya supaya sekitarnya tampak terang.
Tiba-tiba, Rama mendengar suara langkah kaki dari lantai atas bangunan itu. Rama merasa agak tegang dan ingin segera naik ke lantai atas dari bangunan dan melanjutkan pencariannya.
Saat dia menginjakkan kaki di lantai atas bangunan tua itu, dia merasa seperti sedang masuk ke dalam dunia lain. Semua terasa begitu dingin dan sunyi. Namun, Rama terus berjalan, membuka mata dan berhati - hati atas segala kemungkinan.
Dia melihat sekeliling, mencoba mencari jejak-jejak yang bisa membawanya ke arah yang benar. Tapi di dalam bangunan tua yang sunyi itu, dia belum melihat sesuatu yang muncul. Rama mulai merasa khawatir, pikirannya melayang-layang tentang kemungkinan buruk telah terjadi atas bayi Raka.
Dia mendengar suara berbisikan di balik pintu kayu yang retak-retak. Suara itu terdengar jelas dan pasti, tapi hanya untuk sejenak. Ketika Rama mencoba membuka pintu itu pelan - pelan, tetapi pintu itu tak bergeming. Pintu itu terkunci rapat, seolah-olah seseorang yang berada di baliknya ingin menjaganya agar tetap tertutup. Lalu Rama meminta Ratna menembakkan laser dari cincinnya untuk menghancurkan pintu itu, dan seketika itu juga pintu itu hancur. Dan tiba-tiba muncul hantu raja dan ratu poppo yang menyerang Rama dari balik pintu yang hancur.
Hantu Raja Poppo :" Malam ini engkau akan mati Rama, sesuai instruksi dari Ki Sabrang. " (tersenyum sini lalu menyerigai tajam)
Rama kaget dan dia terdorong oleh hantu raja Poppo sehingga terjatuh dari lantai dua. Sementara itu Genderuwo tampak mulai bertarung melawan hantu ratu Poppo.
Untung saja rompi Ontokusumo masih terpasang di tubuh Rama semenjak pertarungan di hutan, sehingga walaupun terjatuh dari ketinggian, tubuh Rama tidak cedera. Lalu Rama mencoba bangkit dari jatuhnya dan menghindari serangan hantu Raja Poppo yang membabi buta.
Rama pun segera meminta Ratna untuk menyiapkan serangan balasan terhadap hantu raja Poppo, dan seketika itu juga Pusaka Kujang Pamenang langsung keluar dari sarungnya dan Rama sudah siap menghunusnya untuk bertempur melawan hantu raja Poppo.
Rama: "Ratna, segera aktifkan Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga, supaya pertempuran ini cepat selesai.
Ratna: "Baik Rama"
Lalu Rama merasakan dadanya sesak dengan kekuatan yang dihasilkan oleh mustika Kalimasada setelah Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga diaktifkan oleh Ratna. Seketika itu juga Rama mengarahkan ujung Pusaka Kujang Pamenang ke arah hantu raja Poppo. Hantu raja poppo berusaha menghindari, tapi aura kekuatan yang dikeluarkan Pusaka Kujang Pamenang sangatlah luas sehingga hantu raja Poppo tetap terkena juga. Kekuatan panas dan cahaya terang berbentuk Singa Lapar langsung menerkam hantu raja Poppo dan seketika itu juga tubuh hantu raja Poppo kaku kemudian hancur lebur seperti debu.
Rama kemudian melihat ke lantai atas, tempat Genderuwo bertempur menghadapi hantu ratu poppo dan tampaknya Genderuwo juga sudah berhasil mengalahkan hantu ratu Poppo menggunakan Ajian Segara Geni-nya.
Tiba - tiba, di hadapan Rama muncul hantu Dodi dan istrinya yang pernah ditemuinya dulu di rumah Gasthuizen ini.
Rama: "Hantu Dodi dan istri, tolong bantu aku apakah tadi kalian bayi yang dibawa oleh para pasukan Ki Sabrang? "
Hantu Dodi : " Iya Rama, tadi mereka di rumah ini. Untunglah kamu cepat menyelesaikan pertempuranmu. Karena kalau tidak, kamu akan ketinggalan jauh dengan mereka. Karena mereka sudah pergi tadi. "
Rama : " Kemana mereka pergi? " (tanya Rama dengan nada tinggi dan mendesak)
Hantu Dodi : " Kurang tahu, Rama. tapi mereka akan menemui Ki Sabrang. "
Rama tidak menggubris jawaban dari hantu Dodi. Lalu Rama meminta Ratna untuk menginformasikan lokasi alat pelacak di bayi Raka sekarang.
Ratna : " Alat pelacaknya berada di suatu rumah masih sekitaran Kampung Hantu yang menurut data Badan Pertanahan Nasional, sertifikat tanahnya atas nama Seno, Rama. "
Rama pun segera meminta Ratna untuk membuka lubang hitam portal waktu menuju ke rumah Juragan Seno, lalu mengajak Genderuwo untuk ikut masuk portal waktu. Karena Rama terburu - buru, hantu Dodi dan istrinya ditinggalkan langsung saja dengan posisi berdiri di belakangnya. Hantu Dodi dan istrinya hanya melongo saja melihat Rama dan Genderuwo meninggalkan mereka begitu saja. Dan Rumah Gasthuizen tetap menjadi rumah angker yang masih ditinggali oleh hantu Dodi dan istrinya.