KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Secang


Malam ini sedang viral di media sosial tentang berita kapal MT Centurion Star yang tenggelam akibat buruknya cuaca di sekitar perairan Makassar. Kapal tersebut mengangkut sekitar 55.000 ton minyak mentah dari Kenya menuju Pelabuhan Makassar. Informasi yang didapatkan pasca kecelakaan dan berasal dari petugas kepolisian air mengatakan bahwa cuaca buruk yang terjadi pada saat kejadian menyebabkan gelombang pasang (ombak) air laut yang sangat tinggi mencapai 4 - 6 meter, curah hujan juga tinggi, dan adanya angin kencang (badai) serta kilatan petir terus - menerus. Kemudian tiba - tiba muncul pusaran air laut (pertemuan arus) di tengah perairan Makassar sehingga akhirnya navigasi kapal menabrak batu karang dan menyebabkan kebocoran dalam kapal, dan kemudian dalam beberapa lama badan kapal menjadi tenggelam.


Cuaca buruk yang terjadi malam ini sebenarnya juga menyertai perjalanan Ki Sabrang dari tanah Jawa menuju pulau Sulawesi. Seakan-akan alam pun memberikan sinyal buruk bahwa terdapat kekuatan jahat yang sedang bergerak di sepanjang rute Jawa-Sulawesi Selatan dan mengingatkan semuanya untuk berhati-hati.


Sementara petugas kepolisian air sedang sibuk menangani kebocoran minyak akibat tenggelamnya MT Centurion Star, Ki Sabrang sudah mulai menapakkan jiwanya di Pulau Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Selatan. Ki Sabrang dalam wujud kabut dingin telah melewati perairan Jawa - Sulawesi dengan selamat walaupun sudah memberikan bencana bagi kapal MT Centurion Star.


Kabut dingin itu segera menyusuri daratan Sulawesi Selatan menuju puncak Gunung Latimojong melalui jalur kecamatan Mengkendek, kabupaten Tana Toraja. Ki Sabrang sengaja mengambil jalur tersebut, karena mengikuti bisikan gaib yang selalu terngiang-ngiang di benaknya, walaupun sebenarnya jalur pendakian yang favorit melalui dusun Karangan, Kabupaten Enrekang. Ada satu lagi jalur pendakian melalui kecamatan Latimojong, namun biasanya kurang disukai para pendaki karena jaraknya yang jauh dan jalanannya yang jelek dan curam.


Di sepanjang jalur perjalanan Ki Sabrang tersebut, awan gelap selalu menyelimuti langit, walaupun sebelumnya cuaca diprediksi cerah oleh BMKG. Hewan liar seperti anjing hutan, serigala dan babi hutan ikut keluar dari hutan - hutan sepanjang jalur, seolah-olah tahu ada kekuatan hitam yang sedang mendatangi wilayahnya.


Perjalanan kabut dingin sudah melewati kawasan hutan lebat dengan jalanan pendakian yang sempit dan jurang dalam di kanan-kirinya.  Pohon-pohon tua berlumut yang tinggi besar dan berjarak rapat serta tumbuh di atas tanah yang curam serta dipadati oleh akar pepohonan berkemiringan 80 derajat, menyebabkan suasana yang gelap dan licin buat para pendaki.


Kabut dingin pun akhirnya bisa memasuki sebuah gua dalam hutan yang gelap dan berada di dekat sebuah sungai yang sangat deras aliran airnya. Suasana sekitar gua sangat sepi dan mencekam, karena selain cahaya matahari terhalang pepohonan lebat, juga banyak tanaman liar yang sepertinya jarang tersentuh oleh manusia.


Tengah malam itu pun akhirnya terlihat sepasang kepala manusia tanpa badan dan kaki, namun terlihat usus yang terburai, sedang terbang keluar dari mulut gua. Wajahnya terlihat samar, namun bermata merah menyala sedang mendekati bangkai rusa liar di lereng gunung Latimojong. Tampak sekali bangkai itu sudah busuk, namun ternyata hantu raja dan ratu Poppo tersebut masih lahap untuk menyantapnya. Bangkai rusa itupun menjadi satu - satunya santapan malam yang berhasil ditemukan oleh hantu raja dan ratu poppo, hingga akhirnya sebuah ucapan terdengar memecah kesunyian hutan, " Hehehehe, kasihan sekali wahai kalian hantu raja dan ratu poppo, malam ini kalian hanya mendapatkan bangkai seekor rusa yang sudah busuk. Ikutlah denganku, maka kalian tidak akan kelaparan seperti sekarang. "


Hantu Raja Poppo : (bingung) " Siapakah kau ? Tunjukkan dirimu kalau berani! "


Sementara itu hantu ratu poppo masih menikmati sisa bangkai rusa yang masih ada.


Kemudian arakan kabut dingin bergerak mengelilingi hantu raja dan ratu poppo, hingga akhirnya membentuk tubuh seorang Ki Sabrang di hadapan mereka.


Ki Sabrang : " Aku Ki Sabrang, dukun ilmu hitam paling sakti dari tanah Jawa. Aku menawarkan kepada kalian untuk bergabung denganku mendapatkan seorang bayi sakti, yang akan memberikan kesaktian luar biasa serta umur abadi. " (sambil berkacak pinggang)


Hantu ratu Poppo: "Hahahaha, kamu pasti orang yang sama, dalam cerita makhluk gaib di sini, yang membawa hantu parakang pergi dari sini. Sekarang, ke manakah hantu Parakang berada wahai Ki Sabrang? " (menyeringai tajam dengan memperlihatkan bekas darah segar di taring mulutnya).


Ki Sabrang: "Hantu Parakang berhasil dikalahkan oleh Rama, Bapa si bayi, hantu Ratu Poppo. Ternyata kesaktian hantu Parakang masih kalah dibandingkan kalian" (terdengar sok merayu)


Hantu raja Poppo: "Hahahaha, tentu saja kesaktian kami tiada tandingnya di sini. Kebetulan malam ini kami masih lapar, bolehkah kami sedikit mencicipi dagingmu Ki Sabrang?"


Tiba-tiba saja dengan sekelebat hantu raja poppo terbang dengan cepat dan menyerang Ki Sabrang. Disusul kemudian hantu ratu poppo juga menyerang Ki Sabrang. Sehingga Ki Sabrang pun mendapat serbuan dari dua hantu secara bersamaan.


Ki Sabrang yang berdiri sekitar 1 km pun di depan mereka, ternyata masih menyisakan sisa - sisa kesaktiannya, hingga dia bisa menghindari serangan hantu raja dan ratu Poppo. Dengan mnggunakan ajian selimut kabut, Ki Sabrang berhasil menghindar dan menghilang seperti kabut, dan secara tiba-tiba bisa muncul dan berdiri tegak di belakang hantu raja dan ratu Poppo.


Ki Sabrang kemudian mengeluarkan Keris Naga Siluman sembari melafalkan Ajian Setan Kober. Sehingga tiba - tiba, "Srett..!" Hantu raja dan ratu poppo merasakan sedikit adanya goresan benda tajam di kulit kepala belakangnya. Hantu raja dan ratu poppo terkejut, dan darah segar mengucur dari bagian belakang kepalanya sehingga 3 menit kemudian mereka menjadi merasa pusing. Ternyata yang dirasakan tadi bukan hanya goresan kecil yang menyayat kulit kepala belakang mereka, namun perlahan - lahan menjadi membesar karena kekuatan dan racun mistis yang dikeluarkan oleh keris naga siluman.


Hantu raja dan ratu poppo berusaha bertahan untuk membalas, tapi ternyata dengan sisa kekuatannya, tampak tidak mampu melanjutkan pertarunganya dengan Ki Sabrang. Dan akhirnya, Ki Sabrang pun menawarkan, "Sudahlah hantu raja dan ratu poppo, kalian tidaklah mampu melawan ku. Sekarang antarkan aku ke tempat gua tempat tinggal kalian atau kalian aku binasakan di sini. "


Setelah 15 menit lamanya mereka terbang akhirnya tiba di mulut gua tempat tinggal hantu raja dan ratu poppo. Ki Sabrang yang mengikuti hantu raja dan ratu poppo di belakang, ikut memasuki gua setelah hantu raja dan ratu poppo. Ki Sabrang tampak terpana melihat suasana terang cahaya yang berasal dari kesaktian Tombak Cakra Langit. Ki Sabrang langsung mendekat dan mengamati detail  bentuk tombak yang tertancap di dinding gua, dan lagi - lagi muncul bisikan gaib di benaknya meminta Ki Sabrang untuk segera mencabutnya.


Ki Sabrang takjub dengan detail fisik Tombak Cakra Langit, dan merasakan pula aura kesaktian terpancar dari dalamnya. Oleh karena itu, segera saja Ki Sabrang berupaya mencabutnya dari dinding gua. Namun ternyata tombak itu tidak bergeming saat ditarik oleh Ki Sabrang. Justru Ki Sabrang yang malah jatuh terjengkang ke belakang akibat gagal mencabut Tombak Cakra Langit dari dinding gua. Sepertinya Ki Sabrang harus menggunakan ritual ajian khusus untuk mencabutnya.


Hantu raja poppo :" Hahahahaha, kamu tidak akan mampu Ki Sabrang untuk memiliki pusaka itu. Kamu masih kurang sakti. " (hantu ratu poppo pun ikut menertawakan Ki Sabrang).


Ki Sabrang : (tampak marah) "Diam kalian, sekarang aku minta kalian carikan aku setumpuk kayu secang dari pepohonan di lereng gunung Latimojong ini. Jangan lupa juga kumpulkan bangkai burung gagak hitam yang baru mati supaya bisa diambil darahnya. Aku mau melakukan persemedian dahulu sebelum mencabut tongkat Cakra Langit. "


Hantu raja dan ratu poppo yang melihat kemarahan Ki Sabrang pun menjadi ketakutan, karena tangan Ki Sabrang ternyata sudah siap menghunus keris naga siluman untuk membinasakan mereka. Mereka segera keluar dari gua dan turun ke hutan di lereng gunung Latimojong untuk mencari kayu Secang dan memburu burung gagak hitam untuk ditumbalkan darahnya kepada Ki Sabrang.


Indonesia memiliki banyak sekali jenis  tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional, minuman herbal dan jamu. Terdapat satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Tanaman ini tumbuh liar di wilayah pegunungan, perbukitan atau lereng dan berasal dari Brazil dikarenakan hal tersebut tanaman obat ini disebut ‘kayu brazil’ tanaman ini adalah Secang (Caesalpinia sappan L) salah satu spesies tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, tergolong tumbuhan herbal yang tumbuh alami pada hutan-hutan sekunder yang mengandung senyawa fenolik – memiliki manfaat untuk menangkal radikal bebas berlebih yang dapat merusak sel dan memicu berbagai penyakit .


Menggunakan obat tradisional juga direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) untuk kesehatan, pencegahan dan pengobatan terutama penyakit kronis, degeneratif – kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ tubuh memburuk dari waktu ke waktu —  dan kanker. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh radikal bebas berlebih karena itu mengonsumsi kayu secang yang baik dan benar adalah hal yang  tepat.


Terutama di Sulawesi Selatan, kayu secang dijadikan bahan minuman yang merupakan favorit sebagian besar masyarakat  dan bahkan menjadi primadona karena air minum terlihat segar ketika ditambahkan dengan serpihan kayu secang. Air yang dicampur dengan kayu tersebut akan berubah menjadi warna kemerahan sehingga terlihat segar dan jernih.


Ekstrak kayu secang berkhasiat untuk mengobati diare, sifilis, darah kotor, malaria, dan tumor. Juga dapat digunakan sebagai penawar racun, pengobatan sesudah persalinan, katarak, maag, masuk angin, dan kelelahan. Selain itu, ekstrak cair kayu secang dapat dibalurkan pada bagian tubuh yang luka serta dapat mengobati penyakit tulang keropos (osteoporosis).


Masyarakat tradisional mengenal kayu secang sebagai pemberi warna pada air sehari-hari bahkan masyarakat Bugis- Soppeng khususnya Kecamatan Mario Riwawo dulu berlomba-lomba membudidayakan tanaman ini sehingga dikenal dengan Ale’ Seppang yang memiliki arti Hutan Secang walaupun pada waktu itu mereka belum mengetahui besarnya manfaat dari tanaman tersebut.


Sembari menunggu hantu raja dan ratu poppo, Ki Sabrang pun bersemedi di sebelah tempat tertancapnya Tombak Cakra Langit. Selain untuk memulihkan kekuatannya, Ki Sabrang menunggu petunjuk dari bisikan-bisikan gaib yang selalu menggangu nya selama ini, supaya bisikan itu bisa memberitahukannya cara mencabut Tombak Cakra Langit.


Cukup lama Ki Sabrang bersemedi hingga hantu raja dan ratu poppo mencoba menyadarkan dan mendatangi Ki Sabrang untuk menyerahkan setumpuk kayu Secang, dan bangkai gagak hitam yang masih segar. Ki Sabrang membuka matanya dan melihat apa yang dibawa oleh hantu raja dan ratu poppo, kemudian berkata, "Tolong rebuskan air yang dicampurkan dengan kayu Secang bersama darah gagak hitam itu."


Hantu raja dan ratu poppo pun menuruti apa yang diminta Ki Sabrang, dan menggunakan tempurung kelapa sebagai tempat menampung air hasil rebusannya. Setelah selesai direbus oleh hantu raja dan ratu poppo, larutan kayu Secang yang dicampur darah gagak hitam itu pun kemudian diminum oleh Ki Sabrang sampai habis.


Setelah meminumnya, lalu Ki Sabrang pun melanjutkan semedinya untuk mendapatkan bisikan gaib yang sangat ditunggunya. Mencapai 3 malam lamanya Ki Sabrang bersemedi, akhirnya bisikan gaib itu kembali terngiang di benak Ki Sabrang, dan mengatakan bahwa sudah saatnya Tombak Cakra Langit dicabut menggunakan Ajian Setan Kober.


Ki Sabrang pun mulai bangkit berdiri untuk pasang kuda - kuda buat mencabut Tombak Cakra Langit. Suara kilatan petir terdengar, hembusan angin badai pun melanda hutan sekitar gua, serta tiba - tiba hujan deras turun membasahi hutan saat tangan Ki Sabrang menempel di Tombak Cakra Langit sembari melafalkan Ajian Setan Kober.


Hantu raja dan ratu poppo hanya tercengang melihat kejadian alam yang aneh di sekitar gua, saat Ki Sabrang mencoba mencabut Tombak Cakra Langit. Sudah 7 malam lamanya, Ki Sabrang mencoba mencabut Tombak Cakra Langit dari dinding gua, dan sekarang tiba-tiba tanah di jalur pendakian kecamatan Mengkendek menjadi longsor, ketika Tombak Cakra Langit mulai terlihat bergerak tertarik lepas dari dinding gua. Ki Sabrang pun kemudian menambah kekuatan tariknya, setelah melihat pergerakan Tombak Cakra Langit yang mulai terlepas dari dinding. Dan seketika itu juga, "Krakkk, Duerr... !! "


Dinding gua menjadi retak, lalu perlahan-lahan semuanya hancur lebur menjadi debu, tatkala Tombak Cakra Langit berhasil tercabut seutuhnya oleh Ki Sabrang. Ki Sabrang pun tertawa senang, kemudian menghunus tombak ke arah langit sehingga kilatan petir menyambar ujung Tombak Cakra Langit dan memberikan cahaya terang bagi tanah lapang di sekitar Ki Sabrang.


Ki Sabrang akhirnya bisa mendapatkan pusaka Tombak Cakra Langit, dan merasakan aliran kekuatan tambahan masuk ke raganya, seperti baterai listrik yang selesai diisi ulang. Hantu raja dan ratu poppo hanya terpana menyaksikan kejadian itu semua, dan menunggu perintah selanjutnya dari Ki Sabrang, "Hantu raja dan ratu Poppo, mari ikuti aku ke kerajaanku di tanah Jawa sesuai janjiku pada kalian, hahahaha.. " (kata-kata Ki Sabrang begitu tegas mengarah ke hantu raja dan ratu poppo). Mereka pun akhirnya turun gunung, tetapi kali ini mereka turun melalui  jalur dusun Karangan, Kabupaten Enrekang.