
Raka berlari dengan kencang guna menghadapi Muma Pădura dan hantu Pontianak, sementara itu Rama juga langsung berhadap - hadapan dengan Troll Benben yang mengandalkan kekuatan super dan kekebalannya. Muma Pădura dan hantu Pontianak menyerang Raka secara membabi buta, namun dengan ketenangannya Raka berhasil menghindari serangan - serangan mereka.
Sementara itu, Ki Sabrang tetap mengamati dari belakang pertempuran pasukannya melawan Rama dan Raka sembari tetap melafalkan mantra Azarath - Metrion - Zinthos. Ki Sabrang mencoba menganalisa kelemahan - kelemahan yang dimiliki oleh Rama dan Raka supaya dia bisa berhasil memenangkan pertempuran.
Rama yang melihat raksasa Troll Benben di hadapannya, merasa agak keder juga harus menggunakan teknik bertempur apa. Karena setiap tembakan laser yang diarahkan dari jarak jauh ke arah Troll Benben tidak mampu melukai Troll Benben. Sementara itu, Rama yang sempat lengah sebentar akhirnya terkena pukulan dari Troll Benben dan merasakan sakit serta sesak yang luar biasa di dadanya walaupun Rama sudah menggunakan rompi Ontokusumo. Baru kali ini Rama merasakan akibat kekuatan raksasa yang begitu besar walaupun sudah diredam oleh rompi Ontokusumo.
Terpaksa Rama harus menghadapi Troll Benben yang tinggi besar itu dengan menggunakan kecerdikan otak dan teknik terbang menghindar. Karena ternyata satu kali pukulan Troll Benben yang luput dari mengenai Rama dan mengenai bebatuan di puncak Mahameru, batu itu langsung hancur berkeping - keping. Bahkan angin yang menyertai pukulan Troll Benben saja sempat membuat Rama goyah berdiri, apalagi bila terkena pukulannya kembali.
Rama terus menghindari setiap pukulan yang dilancarkan oleh Troll Benben, dan berharap lama - lama stamina dari Troll Benben akan terkuras habis. Rama juga terus mencoba menembaki Troll Benben menggunakan laser dari batu kecubung wulung ungu-nya, tapi hebatnya Troll Benben adalah seluruh kulitnya yang bisa menyembuhkan diri ketika sudah terluka terkena tembakan. Artinya tubuh Troll Benben seluruhnya kebal.
Rama: "Ratna, sepertinya Troll Benben tidak mempan dengan senjata laser. Kita harus mengalahkannya menggunakan apakah? " (sambil terus terbang menghindari pukulan Troll Benben)
Ratna: "Sepertinya kita harus menguras tenaga Troll Benben sambil mencari celah kelemahannya, Rama. Lalu mengunci Troll dengan Roket Pukulan Kecubung dan membawanya ke ketinggian lalu dijatuhkan dari ketinggian ke dalam jurang. Dalam kondisi itu mudah- mudahan Troll Benben bisa dikalahkan. "
Rama: "Ok Ratna, kita jalankan caramu. Aku akan terus pancing Troll Benben untuk menghabiskan tenaganya, lalu kita luncurkan 4 roket Pukulan Kecubung dengan masing - masing berkekuatan 10.000 joule. Tolong siapkan roket dan target pengunciannya sampai aku bilang tembakkan. "
Troll Benben terus-menerus mengejar dan berusaha menghantam Rama yang selalu berkelit. Tapi usaha Troll Benben selalu gagal dan justru menguras tenaganya. Suara nafas Troll Benben yang ngos - ngosan dan kecepatan pukul dari troll Benben semakin berkurang menandakan bahwa Troll Benben sudah mulai kehabisan tenaga. Sudah waktunya Rama melakukan serangan balik terhadap Troll Benben.
Namun ketika Rama sudah bermaksud melakukan serangan balik terhadap Troll Benben, tiba - tiba dari belakangnya Rama sudah muncul Ki Sabrang yang sudah menggunakan mantra Zinthos dan kemudian menendang tubuh Rama dari belakang sehingga posisi tubuh Rama menjadi santapan empuk dari pukulan Troll Benben," Bukkk !"
Rama pun terjatuh terkena pukulan Troll Benben. Hidung Rama sempat mimisan darah sebelum akhirnya Ratna membantu penyembuhan dari dalam rompi Ontokusumo. Troll Benben yang melihat Rama sudah tak berdaya, kemudian menjadi tambah bersemangat dan langsung berlari kencang untuk menghantam lagi Rama yang sedang berusaha bangkit berdiri. Sementara itu Ki Sabrang yang tadinya berada di belakang Rama, sudah kembali ke tempatnya semula menggunakan mantra Zinthos.
Rama kemudian mengarahkan baru cincin kecubung wulung ungu- nya ke arah dada Troll Benben yang terbuka karena berlari kencang. Seketika itu juga langsung mencuat partikel nano membentuk 4 bogem tangan yang membesar disertai roket pendorong di belakangnya berkekuatan masing - masing 10.000 joule. 4 roket tersebut langsung mengenai dada Troll Benben dan langsung membuat Troll Benben terhenti dari larinya. Roket - roket tersebut kemudian mempu membuat Troll Benben mundur walaupun Troll Benben sudah berusaha melawan kekuatannya.
Karena dinilai kekuatan 4 roket masih kurang, Rama lalu menembakkan 1 roket lagi dengan target tengah dada Troll Benben supaya troll Benben terdorong hingga ke pinggir kawah Jonggring Saloko. Rencana Ratna yang semula membuat Troll Benben berada di ketinggian akibat tembakan 4 roket pukulan kecubung menjadi gagal, karena ternyata kekuatan Troll Benben yang begitu luar biasa sehingga kekuatan 4 roket pukulan kecubung hanya menahan Troll Benben supaya tidak bergerak.
Dengan 5 roket pukulan kecubung yang ditembakkan oleh Rama, ternyata hanya membuat Troll Benben mundur 5 langkah ke belakang. Oleh karena itulah kemudian Rama membombardir Troll Benben dengan 10 roket lagi pukulan kecubung supaya Troll Benben bisa tercebur ke kawah Jonggring Saloko. 10 roket tambahan pukulan kecubung meluncur dan Troll Benben sudah berada di bibir kawah Jonggring Saloko sambil menahan dengan sisa - sisa kekuatannya.
Rama kemudian menembakkan satu roket lagi pukulan kecubung berkekuatan 15,000 joule ke arah tubuh troll Benben yang sudah berada di bibir kawah dan akhirnya Troll Benben berhasil tercebur ke dalam kawah Jonggring Saloko akibat tambahan 1 roket pukulan kecubung. Ki Sabrang yang sudah was - was sebelumnya dengan kenyataan tersebut, langsung melafalkan mantra Zinthos dan mendekatkan lokasinya kepada Rama. Namun Ki Sabrang terlambat karena Rama sudah berhasil meluncurkan 1 roket tambahan pukulan kecubung ke arah Troll Benben.
Ki Sabrang yang sudah berada di dekat Rama sambil menghunus Keris Taming Sari, lalu tiba - tiba langsung mengarahkan Keris Taming Sari ke jari manis Rama tempat cincin batu kecubung wulung ungu terpasang. Rama tidak menduga kehadiran Ki Sabrang di dekatnya, sehingga tidak bisa mengelak lagi adanya Keris Taming Sari yang memotong jari manisnya.
Rama kesakitan akibat jari manisnya terpotong, dan cincin batu kecubung wulung ungu pun terjatuh ke tanah bersama kucuran darah segar dari jari Rama. Koneksi Rama dengan Ratna kemudian terputus seiring lepasnya cincin batu kecubung wulung ungu dari jari manis Rama. Kekuatan helm Psimitar dan rompi Ontokusumo pun menjadi tidak ada karena tiadanya koneksi Rama dengan Ratna.
Ki Sabrang kemudian menendang Rama yang masih kesakitan akibat jarinya terpotong oleh Keris Taming Sari. Rama terjatuh dan Ki Sabrang tertawa terbahak - bahak merasa kemenangan sudah di dekatnya. Ki Sabrang kemudian melafalkan mantra Azarath sehingga menyebabkan Rama terpengaruh oleh kekuatan telepati Ki Sabrang.
Kepala Rama menjadi sangat pusing dan seketika itu juga bola mata Rama menjadi putih tanda Rama sudah berhasil dikendalikan oleh kekuatan telepati Ki Sabrang. Rama menjadi terdiam dan bengong walaupun kucuran darah segar masih menetes dari jari manisnya yang terpotong.
Ki Sabrang pun kemudian mengarahkan Rama untuk berjalan menuju bibir kawah Jonggring Saloko, sama seperti lokasi Troll Benben yang tercebur di dalamnya. Rama yang dalam pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang hanya berjalan menuruti perintah Ki Sabrang yang disampaikan melalui otaknya.