
Sementara nun jauh di sana, tepatnya di tengah hutan belantara di Tanah Bugis Pulau Sulawesi, sesosok makhluk gaib sedang menikmati santapannya yang masih segar dan berbau anyir, yakni organ dalam manusia berupa usus, hati, dan jantung. Sepertinya makhluk gaib tersebut baru saja mendapatkan korban manusia dari penduduk kampung terdekatnya. Makhluk gaib tersebut biasanya disebut hantu Parakang oleh penduduk di sana.
Hantu Parakang merupakan sosok makhluk halus yang dipercaya di masyarakat Sulawesi. Mitos masyarakat Bugis yang berkembang, hantu Parakang dapat mengubah wujudnya menjadi hewan, tumbuhan, atau benda apa saja.
Tak seperti makhluk lain yang berubah wujud di malam hari, hantu Parakang justru tak mengenal waktu perubahan. Hantu Parakang dapat berubah wujud sesuai keinginan sang pemilik ilmu. Walaupun dapat berubah wujud menjadi makhluk hidup, sosok hantu Parakang adalah makhluk yang tidak sempurna (makhluk jadi-jadian).
Disebutkan hantu Parakang dulunya adalah manusia biasa yang tengah menempuh ilmu hitam tertentu.
Namun di tengah ritual, pelaku gagal dan berubah menjadi hantu Parakang. Hantu Parakang juga dikenal sebagai sosok yang kerap memakan organ dalam manusia. Berdasarkan kisah turun temurun, hantu Parakang akan mengincar siapa saja yang berada di ambang kematian. Tujuannya untuk menghisap organ dalam seperti usus, hati, dan jantung.
Anak-anak dan orang tua yang sedang dalam kondisi sekarat, akan didatangi sosok hantu Parakang. Selain itu, ibu yang tengah mengandung akan mudah mendapat teror dari sosok hantu Parakang ini. Mitos lain yang berkembang, janin adalah makanan menyegarkan bagi sosok hantu Parakang.
Sampai saat ini, masyarakat Bugis akan menjaga ibu hamil dan orang yang tengah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sosok hantu Parakang juga selalu menampakkan dirinya kepada para wanita haid. Menurut kepercayaan masyarakat Sulawesi, wanita haid tidak boleh membuang pembalut sembarangan jika tidak ingin mendapat teror hantu Parakang.
Hantu Parakang menjadikan orang-orang sakit, orang hamil, bayi, orang terkena diare, dan sering ke kamar mandi sebagai korban atau target. Ada yang tak biasa dari bola mata hantu Parakang. Ketika hantu Parakang akan beraksi, matanya berbinar-binar seperti selalu basah, pandangan tidak ke satu arah atau selalu melihat ke sekeliling.
Dan matanya tidak bisa ditatap lama, badannya juga akan menjadi sangat licin seperti belut. Misalkan calon korban dalam posisi duduk, namun dalam bayangan di bola mata Parakang, calon korban berada dalam posisi berbaring.
Menurut mitos yang berkembang, hantu Parakang menjadi sosok hantu yang sangat kuat dan tak terkalahkan. Konon, kekuatan hantu Parakang sangat besar, bahkan mampu melawan sejumlah musuh sekaligus dan juga mampu menghilang dalam sekejap mata. Salah satu kekuatannya adalah kemampuannya untuk mengejar dan menangkap mangsanya dengan sangat cepat.
Selain itu, hantu Parakang juga memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi hewan atau benda lain untuk mengelabui mangsanya.
Tidak hanya itu, hantu Parakang juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan dan memanipulasi elemen alam seperti angin, api, dan air. Hal ini membuatnya sangat sulit dikalahkan oleh manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan gaib atau ilmu sihir yang memadai.
Meskipun terkenal sebagai makhluk yang menyeramkan, hantu Parakang memiliki banyak kelemahan. Menurut mitos, hantu Parakang akan menghilang jika dipukul sebanyak satu kali dan tidak akan berpengaruh jika dipukul lebih dari sekali. Menurut cerita rakyat juga, hantu Parakang tidak bisa melawan jika ditembak dengan anak panah atau peluru yang dibuat dari kayu bakau. Kayu bakau dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat melumpuhkan kekuatan gaib Parakang.
Ki Sabrang: (sambil berkacak pinggang) "Wahai Parakang, apa yang sedang kau lakukan? Perkenalkan aku Ki Sabrang dari tanah Jawa, Aku datang tuk tawarkan kepadamu kesaktian dan keabadian, hahahahaha... "
Tiba-tiba saja Ki Sabrang sudah berada di depan hantu Parakang yang sedang menikmati santapannya.
Ternyata cerita sebelumnya ketika Ki Sabrang sudah mendapatkan hantu Palasik, Ki Sabrang juga mendapatkan bisikan gaib terkait keberadaan hantu Parakang dengan kesaktiannya. Oleh karena itu lah, begitu Ki Sabrang dan hantu Palasik sudah berada di istana kerajaan jin Puncak Gunung Lawu, Ki Sabrang tidak membuang waktu yang lama langsung menggunakan Ajian Ki Ageng Selo untuk menuju ke tanah Bugis, Sulawesi Selatan. Membutuhkan waktu 2 malam bagi Ki Sabrang menjelajahi alam gaib menuju hutan tempat tinggal hantu Parakang. Hingga akhirnya Ki Sabrang menemukan sosok hantu Parakang dari endusan bau anyir dan amis organ-organ manusia yang menjadi santapan hantu hantu Parakang.
Hantu Parakang : " Huh, kamu mengganggu keasyikanku saja Ki Sabrang. Jangan pernah kau menipuku dengan rayuan-rayuan gombal, Ki Sabrang. " (menyeringai dan menatap tajam ke bola mata Ki Sabrang)
Ki Sabrang : " Apa untungnya aku menipumu, hantu Parakang.. Ketahuilah, di tanah Jawa ada anak manusia yang bernama Rama, memiliki istri seorang ratu Jin dan sekarang mengandung bayi setengah manusia, setengah jin. Kemungkinan saat bulan purnama besok, bayi itu akan lahir. Percayalah, daging bayi tersebut lebih lembut dan bisa menambah kesaktianmu serta membuat umurmu abadi, hahahahahaha.. "
Hantu Parakang : "Hmm, apakah benar ucapanmu itu Ki Sabrang? Bagaimana kalau aku coba dulu makan jantungmu, sepertinya juga nikmat, hihihihihi..."
Ki Sabrang : "Aku di sini, hantu Parakang. Hahahahahaha... "
Tiba-tiba raga Ki Sabrang menjadi banyak dan mengelilingi hantu Parakang seorang diri. Hantu Parakang pun akhirnya menyadari bahwa yang dihadapinya sekarang bukanlah orang biasa, jadi hantu Parakang pun menggunakan kekuatan saktinya untuk menyerang Ki Sabrang.
Hantu Parakang pun menghilang kembali, lalu seketika muncul di depan raga yang sudah diendus hantu Parakang adalah raga asli dari Ki Sabrang. Hantu Parakang menyerang raga tersebut, namun Ki Sabrang bisa menghindar. Ki Sabrang kemudian mengeluarkan Keris Naga Siluman dari sarungnya. Keris tersebut kemudian diarahkan ke wajah hantu Parakang, sehingga tampak wajah hantu Parakang terbakar dan tubuhnya seketika itu juga terpental ke tanah.
Ki Sabrang: "Bagaimana hantu Parakang, masihkah kamu mau bermain-main denganku?"
Hantu Parakang: " Sudah cukup Ki Sabrang, aku mulai mempercayaimu. Coba jelaskan rencanamu untuk mendapatkan santapan bayi Rama tersebut buatku " (sambil tersenyum)
Ki Sabrang : " Akan kejelaskan rencananya di istanaku, mari ikut denganku, hantu Parakang ! "
Hantu Parakang: " Baiklah, aku akan ikut denganmu, tapi setelah aku menyelesaikan santapan terakhirku di desa sebelah, desa Majelling Sidrapura. Aku mencium aroma darah haid yang kuat hingga ke hutan ini, hihihihihi..."
Hantu Parakang pun menghilang, dan Ki Sabrang hanya memantau saja dari tengah hutan, keberadaan hantu Parakang melalui mata batinnya. Ki Sabrang tidak mau mengganggu kesibukan hantu Parakang mendapatkan korbannya.
Ternyata di tepi hutan dekat Desa Majelling Sidrapura, sedang banyak pemuda pemudi yang mendirikan tenda untuk berkemah di sana. Lokasi tersebut memang bagus untuk kegiatan glamping, karena berada di tepi sungai berair bening dan dekat dengan curug air dingin yang menyegarkan. Apalagi kondisi udaranya masih sejuk dan kondisi desanya masih alami, belum terjamah oleh pembangunan kota. Cuma sayangnya, kegiatan glamping tersebut tidak mematuhi arahan penduduk desa Majelling Sidrapura supaya kegiatan malamnya tidak berisik dan tidak mengotori lingkungan.
Malam itu, banyak sampah-sampah yang terbawa arus sungai yang mengalir, termasuk pembalut wanita. Aroma darah haid dari pembalut - pembalut wanita yang terbawa arus sungai, memancing hasrat hantu Parakang untuk mendatangi sumber dari sampah tersebut.
Hingga akhirnya menuju pada salah seorang pemudi yang hendak masuk dalam toilet umum, tiba-tiba melihat sosok hantu Parakang sudah berada di dalam toilet tersebut. Pemudi itu pun kaget, hingga terpeleset akibat lantai toilet juga basah dan licin. Akhirnya pemudi itu pun jatuh dan kepalanya terbentur pintu toilet dengan keras. Darah segar mengucur dari kepala pemudi tersebut, dan juga ternyata mengucur dari ******** pemudi tersebut. Pemudi tersebut tenyata sedang dalam masa haid juga. Pemudi yang jatuh itu pun akhirnya sekarat dan belum ada teman-temannya yang datang menolong karena dia datang sendiri ke toilet.
Hantu Parakang pun sangat senang akhirnya melihat lagi kucuran darah segar dari anak manusia yang sedang sekarat. Hantu Parakang langsung menghisap darah segar yang keluar dari kepala dan ******** pemudi yang jatuh tadi.
Dengan lahapnya hantu Parakang menghisap darahnya, sehingga hantu Parakang tidak menyadari ada seorang pemuda yang tiba-tiba datang melihat kelakuannya. Tiba - tiba pemuda itu pun berteriak-teriak, memanggil teman-temannya yang berada di luar. Kemudian banyak orang yang mendatangi sumber teriakan dari dalam toilet. Hantu Parakang pun seketika itu juga langsung menghilang dari tempat tersebut.
Ki Sabrang tersenyum sinis melihat kejadian hantu Parakang yang kepergok manusia saat menghisap darah haid di toilet. Segera saja Ki Sabrang mendatangi lokasi hantu Parakang yang sudah mengamankan diri.
Ki Sabrang: " Mari ikut aku sekarang hantu Parakang, kamu sudah cukup mendapatkan mangsa malam ini, hehehehe... "
Hantu Parakang: " Baiklah Ki Sabrang, mari kita berangkat ke kerajaanmu."
Hantu Parakang pun mengikuti Ki Sabrang ke tanah Jawa untuk mendapatkan janji mangsa dari Ki Sabrang. Hantu Parakang meninggalkan hutan dan desa Majelling Sidrapura, yang kondisi terakhirnya sedang heboh akibat kematian salah seorang pemudi saat kegiatan glamping dan cerita penampakan hantu Parakang oleh salah seorang pemuda di sana.