
Rama menjadi murka, dan seketika itu juga Rama menampakkan dirinya di depan kerumunan Ki Sabrang dan para pasukannya. Rama memang pernah diingatkan Ki Ageng Selo tentang penyusup di dekat Rama, tapi Rama tidak menyangka kalau itu Wewe Gombel.
Ki Ageng Selo : (sambil bertepuk tangan) " Bagus, Rama. Kau sekarang telah sehat kembali. Sekarang ingat pesanku sebelum kau kembali ke zamanmu. Kau sudah memiliki pusaka, ajian gaib dan teknologi tercanggih di zamanmu untuk melawan Ki Sabrang, Rama. Bersiaplah engkau untuk menghadapi pertempuran yang lebih besar lagi daripada yang kemarin. Karena Ki Sabrang sudah mendapatkan lagi pusaka-pusaka sakti dan sekutu hantu di kerajaannya. Hati - hati juga adanya penyusup di dekatmu yang bisa mencelakaimu, Rama !"
Rama langsung terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Wewe Gombel yang sedang berjalan mendekati Ki Sabrang untuk menyerahkan bayi Raka. Akhirnya sebelum Wewe Gombel menyerahkan bayi Raka ke Ki Sabrang, Rama berhasil menggendong Wewe Gombel terbang tinggi dan menyelamatkan bayi Raka. Ki Sabrang tampak terkejut dengan kecepatan Rama mengambil Wewe Gombel di hadapannya.
Rama yang menggendong Wewe Gombel heran, mengapa Wewe Gombel kok tampak diam saja tanpa perlawanan, terlihat bengong dan bola matanya berwarna penuh putih? Rama menduga Wewe Gombel di bawah pengaruh kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang.
Rama kemudian menurunkan Wewe Gombel yang menggendong bayi Raka di puncak Hargo Dalem. Sepertinya Wewe Gombel dalam pengaruh kekuatan telepati dan telekinesis, karena bola matanya yang penuh putih dan tampak masih bengong saja saat diselamatkan oleh Rama.
Sehingga Rama terpaksa memakaikan helm Psimitarnya ke Wewe Gombel dan meminta Ratna untuk mensugestikan Wewe Gombel, "Ratna, tolong beri sugesti kepada Wewe Gombel untuk kembali normal ke ingatan sebelumnya, sama seperti saat kita mensugestikan penduduk Kampung Hantu yang mengejar hantu Kemamang yang lalu. "
Ratna : " Baik Rama "
Wewe Gombel yang sudah memakai helm Psimitar berangsur-angsur bola matanya kembali normal berwarna hitam. Lalu Wewe Gombel yang memandang Rama tiba-tiba melihat kilat cahaya, kemudian suara Ratna terdengar, "Wewe Gombel, dengarkan bicaraku ini! Setelah hitungan 3, ingatanmu akan kembali normal. 1...2...3..!
Wewe Gombel pun mengangguk, dan seketika itu juga Wewe Gombel mulai mengenali Rama kembali, " Rama, di manakah aku? Mengapa aku di sini? Kenapa bayi Raka menangis? "
Rama :" Tenang, Wewe Gombel. Kamu berada di wilayah kerajaan jin aliran hitam Ki Sabrang di puncak Gunung Lawu, di Hargo Dalem. Sementara kamu bersembunyi di sini bersama bayi Raka. Helm Psimitar ini akan melindungi kamu dari kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang."
Wewe Gombel yang mulai teringat kejadian terakhir di istana Kerajaan Jin Aliran Putih akhirnya meneteskan air mata setelah melihat bayi Raka yang menangis dari tadi, " Maafkan aku Rama, yang tidak bisa menjaga bayi Raka dan Ratu Sari. "
Rama : (sambil menepuk bahu Wewe Gombel) "Tenang aja Wewe Gombel, kita akan selamatkan Ratu Dari, Raja Piningit dan semuanya akan kembali normal ya. Kamu tunggu di sini menjaga bayi Raka sampai aku kembali di sini untuk menjemput kalian! "
Wewe Gombel: " Baik Rama. "
Rama sebenarnya menahan sakit yang berat di kepalanya, setelah helm Psimitar yang dilepaskannya untuk dipakaikan ke Wewe Gombel. Karena di kepala Rama tedengar banyak sekali suara berulang yang memintanya menyerahkan kembali bayi Raka. Sepertinya itu kekuatan telepati dan telekinesis dari Ki Sabrang yang mencari bayi Raka.
Rama : "Ratna, tolong buatkan lagi helm Psimitar untukku yang baru supaya kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang ini bisa diblokir. Secepatnya nya, kepalaku sudah hampir pecah mendengar sugesti dari Ki Sabrang! "
Ratna : "Baik Rama, pembuatan helm Psimitar dimulai. "
Partikel nano lalu menjalar ke kepala Rama sehingga membentuk helm Psimitar yang baru. Hingga hitungan 15 detik, lalu Ratna berhasil menyelesaikan pembuatan helm Psimitar, "Rama, helm Psimitar sudah 100% selesai. Helm Psimitar baru ini sudah dimodifikasi dengan koding teknologi baru, sehingga kamu juga bisa membalas kekuatan telepati dan telekinesis yang diterima serta memberi sugesti seperti Wewe Gombel tadi. "
Rama : " Baik Ratna, terima kasih. Ayo kita kembali ke kerumunan Ki Sabrang untuk menyelesaikan pertempuran dan menyelamatkan yang lainnya! "
Rama pun kembali terbang dengan cepat kembali ke lokasi upacara Ki Sabrang untuk menuntaskan pertempuran.
Rama : "Ki Sabrang, ini aku di sini. Ayo kita tuntaskan kekalahanmu yang terakhir dan sekaligus kembalikan keluargaku yang sedang ditawanmu! "
Ki Sabrang : " Hahahaha, akhirnya kamu muncul juga Rama. Mari kita tuntaskan pertempuran kita! " (sambil menghunus Tombak Punjul Wilayah)
Hantu Kemamang dan seluruh pasukan jin aliran hitam kemudian mulai maju menghadapi Rama. Mereka langsung menyerang Rama yang hanya seorang diri. Sedangkan Ki Sabrang hanya memantau di belakang hantu Kemamang dan pasukannya.
Rama yang bertempur sendirian, kemudian meminta Ratna untuk mengaktifkan Ajian Pralambangun, supaya memanggil sukma Rama dari versi dunia lain dan bisa hadir di dekatnya serta membantunya. Akhirnya muncul 20 sukma Rama dari versi dunia lain yang hadir dengan berbagai macam kesaktian yang mereka miliki. Mereka lalu membantu Rama untuk bertempur melawan ratusan pasukan jin aliran hitam dan hantu Kemamang.
Kebetulan hantu Kemamang langsung berhadapan langsung dengan Rama yang versi dari dunia ini. Rama terus menghindari serangan dari hantu Kemamang yang meluncurkan banyak bola api. Kekuatan telepati Kemamang pun berhasil diblok oleh helm Psimitar sehingga Rama bisa fokus dengan pikirannya sendiri.
Tiba-tiba dari arah belakang Kemamang, Ki Sabrang melemparkan Tombak Punjul Wilayah ke arah tubuh Rama. Rama yang sedang fokus bertempur melawan hantu Kemamang pun kaget mendapatkan serangan dari Ki Sabrang.
Tombak Punjul Wilayah mengenai dada Rama, tapi untung ada Rompi Ontokusumo yang bisa menahan kekuatan dari Tombak Punjul Wilayah. Tombak Punjul Wilayah yang memiliki daya penghancur super hanya mampu merobek sebentar Rompi Ontokusumo, namun kemudian partikel nano bisa meregenerasi kembali Rompi Ontokusumo dengan utuh.
Rama: " Ratna, kekuatan tombak itu sangat luar biasa. Aku tadi bisa merasakan jejak kekuatan dari tombak itu. Bisakah kamu serap kekuatannya lalu kamu keluarkan kembali melalui Rompi Ontokusumo? "
Ratna : " Benar Rama, Tombak yang dilempar oleh Ki Sabrang itu bernama Tombak Punjul Wilayah yang memiliki kemampuan khusus di kekuatan daya penghancuran. Secara teknis, kekuatan itu bisa diserap, disimpan sementara lalu dikeluarkan kembali melalui rompi Ontokusumo, sesuai dengan hukum kekekalan energi. Untuk berikutnya akan dilakukan dengan begitu, Rama. "
Rama : " Ok Ratna, ayo kita secepatnya selesaikan pertempuran dengan hantu Kemamang ini, supaya bisa langsung bertempur melawan Ki Sabrang. "
Rama pun terbang tinggi untuk menghindari hantu Kemamang. Hantu Kemamang juga mengikuti Rama yang terbang sangat tinggi hingga tidak terasa api di sekujur tubuhnya menjadi padam dan lama - lama tubuhnya menjadi es karena ketinggiannya sudah mendekati atmosfer bumi.
Rama yang memang sudah merencanakan strategi pertempuran itu lalu melihat hantu Kemamang mulai melambat mengejarnya karena tubuhnya membeku seperti es. Hantu Kemamang yang terbang melambat itu tampak menjadi pingsan, lalu tubuhnya tidak bergerak terbang ke atas, namun malah jatuh meluncur ke bawah.
Melihat tubuh hantu Kemamang yang mulai meluncur ke bawah, Rama lalu segera meluncur ke bawah supaya bisa mendahului tubuh hantu Kemamang. Terlihat es yang menyelubungi tubuh hantu Kemamang semakin lama mulai mencair, namun hantu Kemamang masih juga belum sadarkan diri.
Rama sudah berada di bawah ketinggian hantu Kemamang, kemudian Rama menangkap tubuh hantu Kemamang lalu mendorongnya ke atas langit lagi. Rama membawa tubuh hantu Kemamang ke dekat atmosfer sehingga membeku kembali.
Rama terus membawa hantu Kemamang hingga ke luar angkasa sehingga tubuh hantu Kemamang melayang di angkasa yang tanpa oksigen dan tanpa gravitasi. Hantu Kemamang yang beku tersebut pun akhirnya hilang melayang di angkasa.
Rama yang melihat hantu Kemamang hilang melayang di angkasa lalu segera turun kembali menuju lokasi pertempuran melawan Ki Sabrang. Rama turun dengan kecepatan 7.000 km / jam sehingga tampak seperti pesawat jet yang meninggalkan jejak asapnya di langit.
Sementara itu Genderuwo yang masuk ke Puncak Hargo Dumiling, mulai melihat lokasi penjara tempat Ratu Sari, Raja Piningit dan para prajurit kerajaan jin aliran putih ditawan. Mereka tampak terkurung dalam satu penjara, namun anehnya mereka diam saja dan bengong seperti dalam pengaruh kekuatan telepati.
Penjara itu dijaga oleh sekitar 30an pasukan jin aliran hitam, pasukan Harimau Putih Lawu dan hantu Lelepah. Gendoruwo tahu dengan legenda hantu Lelepah yang tubuhnya seperti raksasa dan memiliki kekuatan yang kuat. Cuma untuk menghadapi mereka semuanya seorang diri pasti Gendoruwo tidaklah mampu. Apalagi Ratu Sari dan Raja Piningit masih dalam pengaruh telepati Ki Sabrang, jadi pasti tidak akan bisa membantu Gendoruwo.