KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Menetralisir Juragan Seno


Rama pun segera meminta Ratna untuk membuka lubang hitam portal waktu menuju ke rumah Juragan Seno, lalu mengajak Genderuwo untuk ikut juga masuk portal waktu. Setelah Rama dan Gendoruwo masuk lubang hitam, tubuh mereka langsung ketarik ke lorong waktu dann kemudian terdorong keluar dari portal waktu.


Rama agak terjatuh ketika sudah berada di teras halaman rumah Juragan Seno. Teras halaman juragan Seno yang luas, dengan ditumbuhi rumput gajah hijau terpotong rapi dan di tengahnya terdapat bangunan megah rumah mewah, serta disambung perkarangan belakang yang luas. Tapi menurut Rama, rumah tersebut masih kuat dengan aura negatifnya sekitarnya seperti saat terakhir Rama melewatinya sebelum menunu ke Sungai Tersesat. Apalagi langit lingkungan rumah itu masih tertutupi awan hitam yang pekat, sehingga mengalahkan kekuatan cahaya bulan yang terang dan lampu 20 Watt yang terpancar dari depan rumahnya.


Rama : "Ratna, tolong pindai keseluruhan rumah Juragan Seno ini, apakah ada makhluk gaib yang berseliweran di dalamnya? Gendoruwo, tolong buat pagar gaib mengelilingi lingkungan rumah ini ya, supaya tidak ada yang kabur lagi."


Gendoruwo : "Baik Rama."


Ratna : "Baik Rama, Pindai Dimulai !"


Gendoruwo pun segera membuatkan pagar gaib mengelilingi lingkungan rumah Juragan Seno dan Ratna segera memindai lingkungan rumah Juragan Seno.


Rama: " Gendoruwo, ayo kita temui juragan Seno !"


Rama dan Gendoruwo pun segera berlari menuju pintu masuk rumah Juragan Seno. Belum sempat Rama mengetuk pintu dan mengucapkan salam, pintu rumahnya  tiba-tiba sudah terbuka dengan sendirinya.


Lalu muncullah Juragan Seno dengan muka yang pucat pasi berdiri di belakang pintu menghadapi Rama dan Gendoruwo.


Rama: (sambil terburu - buru) Assalamu'alaikum, Juragan Seno. Aku adalah Rama dan ini adalah rekanku, Gendoruwo. Kami sedang mencari pasukan Ki Sabrang yang membawa bayiku. Apakah mereka masih di dalam rumahmu? "


Ratna : " (sambil berbisik ke telinga Rama) Rama, hati - hati. Aura negatif dalam rumah ini sangat kuat. Masih ada makhluk gaib yang bersembunyi di dalam rumah."


Rama yang mendengar bisikan Ratna pun sedikit meningkatkan kewaspadaannya. Gendoruwo juga sudah memasang kuda - kuda, setelah melihat raut muka Juragan Seno yang licik dan mencurigakan.


Juragan Seno : "Oh, kamu Rama, ternyata masih ingat dengan rumah ini. Mari masuk ke dalam dulu, apabila ingin tahu keadaan dalam rumahku." Juragan Seno pun berbalik dan berjalan menuju ruang tamu di dalam rumahnya. Rama dan Gendoruwo juga mengikuti Juragan Seno masuk ke dalam rumah.


Tiba - tiba meluncurlah serbuk - serbuk bubuk putih dari dalam rumah ke muka Rama dan Gendoruwo, ditambah juga dengan mengepullah bau asap kemenyan khusus, yang menyengat dan menyebar di ruang tamu dalam rumah. Rama dan Gendoruwo kaget, dan sempat terhisap bau asap kemenyan serta serbuk bubuk putih tersebut ke dalam hidungnya. Selain menyebabkan mata mereka perih, juga menyebabkan kepala mereka pusing.


Lalu terdengar suara tertawa dari Juragan Seno, sambil menyuruh para tuyul dan jenglot terus menebar serbuk bubuk putih  ke wajah Rama dan Gendoruwo serta dan asap kemenyan ke seluruh ruangan. Rama dan Gendoruwo pun agak sempoyongan, merasa ada yang aneh dalam tubuhnya akibat serbuk bubuk putih dan asap putih tersebut. Segera saja Rama meminta Ratna untuk segera mengidentifikasi serbuk dan asap apa itu.


Ratna : "Rama, serbuk bubuk putih dan asap kemenyan itu sama  - sama mengandung zat ketamine dosis tinggi dan disebut dengan Toxin Scarecrow. Toxin Scarecrow yang berbentuk cair bisa dibakar menjadi asap, dan bisa berbentuk serbuk bubuk putih, yang apabila terhisap ke paru - paru, larut dalam darah serta terdeteksi oleh syaraf otak, akan memicu rasa takut yang berlebihan pada korban. Sehingga akibatnya korban akan mengalami halusinasi dan kehilangan kendali atas diri sendiri."


Rama dan Gendoruwo sudah sangat pusing kepalanya, hingga hampir jatuh pingsan. Karena selain pandangan matanya ngeblur, di mata mereka juga terbayang - bayang wajah bayi Raka, Ratu Sari dan Raja Piningit yang berlumuran darah karena terluka. Rama pun memegang erat kepalanya yang pusing lalu, "Ratna, tolong netralisir racun ini! "


Ratna : "Baik Rama, proses menetralisir racun dimulai."


Lalu dari baru cincin kecubung wulung ungu pun menyemprotkan oksigen bertekanan tinggi ke atas, sehingga menyebar ke seluruh ruangan dan menekan volume asap kemenyan yang ada. Lalu dari topeng helm Rama, muncul selang kecil dimasukkan ke hidung Rama dan mengalirkan oksigen murni ke paru - paru Rama.


Tubuh Rama pun dibuat Ratna melayang di udara supaya menghindari terhisapnya kembali asap kemenyan. Kemudian tubuh Rama disuntikkan obat benzodiazepin, yang dapat membantu meredakan kecemasan dan gejala psikologis lainnya.


Dalam hitungan 10 detik, ruang tamu pun menjadi segar oleh kadar oksigen murni yang disemprotkan oleh Ratna. Rama dan Gendoruwo yang tadinya sempat pusing, sekarang sudah normal kembali. Kini hanya Juragan Seno dan pasukan tuyul dan jenglot nya yang termangu dan tertegun melihat Rama, "Tuyul, Jenglot.. Serang mereka! "


Pasukan tuyul dan jenglot kemudian menyerang Rama dan Gendoruwo secara membabi buta. Gendoruwo langsung meladeni serangan mereka menggunakan Ajian Segara Geni. Rama pun juga langsung meminta Ratna untuk cepat mengaktifkan wirid Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga. Sementara itu, uragan Seno sedikit demi sedikit mulai berjalan mundur menuju pintu samping perkarangan belakang rumahnya, untuk berusaha melarikan diri dari pertempuran tersebut. Dan tiba - tiba, "Boom !"


Aura dari kekuatan mustika Kalimasada pun keluar dari rompi Ontokusumo. Cahaya Ultra Violet putih terang menerangi ruangan tamu rumah Juragan Seno. Semua pasukan Tuyul dan Jenglot yang tadinya mengeroyok Rama dan Gendoruwo pun menjadi kaku, tubuhnya yang terkena aura panas dan cahaya mustika Kalimasada lalu perlahan-lahan hancur menjadi debu.


Juragan Seno yang tadinya hendak mundur untuk melarikan diri, tiba-tiba tubuhnya ikut kaku, tak bisa bergerak. Bibir Juragan Seno menjadi miring ke sebelah, dan sepertinya Juragan Seno terkena stroke akibat aura kekuatan panas dan cahaya dari mustika Kalimasada.


Rama : "Juragan Seno, tolong beritahu di mana pasukan Ki Sabrang yang membawa keluargaku !" (bentak Rama karena muak melihat wajah Juragan Seno)


Juragan Seno yang terkena stroke pun tidak bisa menjawab pertanyaan Rama, namun bola mata Juragan Seno bergerak menunjukkan ke arah pintu samping yang menuju perkarangan belakang rumahnya.


Rama : "Ratna, apakah masih ada gerakan makhluk gaib di arah pintu tersebut? "


Ratna : "Pindaian seluruh lingkungan rumah sudah 100% komplit, dan tidak ditemukan makhluk lain selain kamu, Gendoruwo dan Juragan Seno. Ruangan lainnya hanya berupa ruangan yang berisi sisa - sisa sesaji dan kandang sapi yang tidak ada sapinya karena hanya berisi sisa bangkainya. "


Rama agak kecewa, karena ini berarti dia terlambat lagi. Rama pun melampiaskan kekecewaannya dengan, "Ratna, kalau begitu, ratakan rumah ini dengan tanah. Bakar semuanya supaya sisa bangkai sapi dan sesaji tidak ada lagi. Lalu semprot semua puing tanah dan bangunan terakhirnya dengan densifektan, supaya semuanya steril dan bebas kuman!"


Ratna : "Baik Rama"


Rama lalu menggendong Juragan Seno dan mengajak Gendoruwo untuk keluar rumah. Gendoruwo pun mengiyakan dan ikut keluar rumah bersama Rama. Sesampainya nya di luar rumah, dengan jarak sekitar 500 meter-an dari pintu rumah, tapi  masih di teras halaman rumah Juragan Seno, Rama lalu mendudukkan Juragan Seno di atas rumput teras halaman rumahnya.


Lalu dari jarak tersebut, dari batu cincin kecubung wulung ungu menembakkan beberapa proyektil bom waktu ke beberapa lokasi di dalam rumah juragan Seno. Dan dalam hitungan 10 detik, bom itu meledak dengan suaranya yang keras, lalu seluruh bangunan rumah juragan Seno ambruk serta menjadi puing - puing tanah dan bangunan.


Puing- puing tanah dan bangunan tersebut lalu ditembak lagi dengan beberapa proyektil bom, dan dalam hitungan 10 detik kemudian bom itu meledak yang mengeluarkan semburan api yang membakar semua puing tanah dan bangunan dengan rata. Rama, Gendoruwo dan Juragan Seno melihat langsung bagaimana bangunan rumah di depannya itu ambruk dan sekarang puingnya dibakar.


Setelah 30 detik, api yang membakar itu pun padam. Lalu Rama melayang di tengah - tengah sisa arang dan abu, dan menyemprotkan cairan densifektan ke atas langit sehingga seperti turun hujan densifektan yang mencapai radius 250 meter dari tempat Rama melayang. Setelah upaya menetralisir rumah juragan Seno selesai, Rama pun mendekati juragan Seno dan Gendoruwo yang masih duduk menyaksikan kegiatan Rama.


Rama: "Ratna, coba cek apakah puing-puing tanah dan bangunan itu sudah steril dan bersih dari kuman?"


Ratna: " Baik Rama. Dari hasil pindaian, puing - puing tanah dan bangunan itu 97% sudah netral Rama sudah steril dan bebas kuman"


Rama : "Ok, Ratna. Sekarang bagaimana supaya Juragan Seno bisa  memberitahukan kita kemana pasukan Ki Sabrang itu telah pergi?"


Ratna: "Juragan Seno harus dibuat tetap tenang Rama, dan kita perlu suntikkan obat benzodiazepin supaya mengurangi rasa takut atau cemasnya. Pakaiannya juga mesti dilonggarkan untuk membantu pernapasan dan sirkulasi darah"


Rama : "Oke Ratna, tolong suntikan obat benzodiazepin ke Juragan Seno!"


Rama lalu sedikit membuka kancing atas kemeja Juragan Seno supaya lebih longgar. Lalu pergelangan tangan kiri Juragan Seno diangkat dan didekatkan, serta tiba-tiba sebuah proyektil berukuran nano yang berisi obat benzodiazepin ditembakkan dari batu cincin kecubung wulung ungu. Tembakan itu menembus kulit Juragan Seno sehingga bisa masuk ke pembuluh darahnya.


Juragan Seno yang tadinya mengalami kelumpuhan atau kelemahan pada: wajah, lengan, atau kaki, dan kesulitan berbicara, akhirnya mulai bisa menggerakkan bibirnya. Rama lalu mendekatkan telinga kirinya ke bibir Juragan Seno, dan sesaat Rama mendengarkan Juragan Seno menyebutkan "Penginapan Oudeherberg" beberapa kali.


Rama : "Gendoruwo, Juragan Seno beberapa kali menyebutkan Penginapan Oudeherberg beberapa kali, apakah mungkin pasukan Ki Sabrang menuju ke sana ?"


Gendoruwo : "Bisa jadi Rama, untuk memastikannya, kita harus ke sana!"


Rama : " Baik, Gendoruwo. Ratna, tolong cepat buka portal waktu menuju "Penginapan Oudeherberg", waktu sekarang dan versi dunia ini. Oh ya, tolong sekalian telpon ambulance supaya bisa menjemput Juragan Seno di sini, sepertinya Juragan Seno butuh perawatan intensif"


Ratna : "Baik Rama"


Lubang hitam portal waktu lalu terbuka, dan Rama serta Gendoruwo langsung melompat ke dalamnya, meninggalkan Juragan Seno yang duduk mengamati rumahnya yang sudah menjadi puing tanah dan bangunan. Langit di atas juragan Seno kini kembali terang, dengan pancaran cahaya bulan yang tidak tertutup awan hitam pekat seperti sebelumnya.


30 menit kemudian, raungan bunyi sirine terdengar mendekat dan lalu mobil ambulance muncul di depan halaman rumah Juragan Seno. Dua petugas medis pun turun dari mobil dan mendekati Juragan Seno.