KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Babad Perang Kalimasada - 4


Rama berjalan dengan pikirannya yang kosong menuju bibir kawah Jonggring Saloko. Sementara itu Ki Sabrang terus melafalkan mantra Azarath supaya kekuatan telepatinya tetap membelenggu pikiran Rama. Ketika Rama sudah akan mulai menceburkan diri ke dalam kawah, tiba-tiba Raka muncul di belakang Rama dan menarik tubuh Rama kuat - kuat sehingga Rama tidak tercebur ke dalam kawah. 


Raka yang sebelumnya menghadapi Muma Pădura dan hantu Pontianak ternyata sangat memperhatikan juga pertempuran Rama. Karena kondisi terakhir di masanya tahun 2128, Raka sudah kehilangan seluruh keluarganya akibat bertempur dengan Ki Sabrang dan sebenarnya dia ingin mengubah nasib di zamannya sekarang. Oleh karena itulah, ketika Raka melihat tanda - tanda aneh kepada Rama, dia langsung meninggalkan Muma Pădura dan hantu Pontianak untuk menyelamatkan Rama terlebih dahulu. 


Setelah Raka berhasil menarik tubuh Rama jauh dari bibir kawah, Raka kemudian mencari potongan jari manis Rama supaya dapat diambil cincin batu kecubung wulung ungu-nya. Raka melihat potongan jari manis Rama berada di jarak 500 meter depannya dan di depan Ki Sabrang. Raka melihat Ki Sabrang ternyata sedang memejamkan mata sembari melafalkan mantra Azarath. 


Raka segera berlari menuju lokasi potongan jari manis Rama. Untung saja Ki Sabrang belum memperhatikan tindak tanduk Raka. Namun Muma Pădura dan hantu Pontianak yang ditinggalkan Raka sebelumnya, tetap mengejar Raka supaya melanjutkan pertempurannya. 


Raka berhasil mengambil potongan jari manis Rama beserta cincin batu kecubung wulung ungu. Raka kemudian berusaha kembali menuju ke tempat Rama terjatuh di dekat bibir kawah Jonggring Saloko. Namun tiba - tiba Muma Pădura dan hantu Pontianak sudah berada di hadapan Raka untuk menghadang Raka. 


Raka yang sudah tidak memiliki banyak waktu untuk bertempur melawan Muma Pădura dan hantu Pontianak, langsung melafalkan wirid ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga supaya aura singa kelaparan segera melahap Muma Pădura dan hantu Pontianak. Dada Raka mulai sesak akibat kekuatan aura mustika Kalimasada mulai bertumpuk. Raka kemudian menghujamkan pusaka Kujang Pamenang ke arah Muma Pădura dan hantu Pontianak, sehingga aura singa kelaparan yang bercahaya sangat terang dan panas mengenai tubuh Muma Pădura dan hantu Pontianak. 


Tubuh Muma Pădura dan hantu Pontianak menjadi kaku dan mengeras lalu perlahan - lahan hancur seperti debu akibat terjangan dari aura singa kelaparan. Raka berhasil mengalahkan Muma Pădura dan hantu Pontianak dalam pertempuran ini. Ki Sabrang yang tadinya memejamkan mata sembari melafalkan mantra Azarath kini menjadi terbelalak matanya akibat pancaran cahaya yang dikeluarkan dari pusaka Kujang Pamenang. 


Ki Sabrang melihat sosok Raka yang berhasil mengalahkan Muma Pădura dan hantu Pontianak dan sudah berlari menuju Rama yang masih tergeletak di bibir kawah Jonggring Saloko. Ki Sabrang tampak tersenyum tipis melihat Raka yang berusaha menyelamatkan Rama. Ki Sabrang kemudian melanjutkan aktivitasnya melafalkan ajian Azarath supaya bisa membangkitkan Rama untuk kembali menceburkan diri ke dalam kawah Jonggring Saloko. 


Raka yang masih berlari cukup jauh dari lokasi Rama, lalu melafalkan ajian Pralambangun supaya bisa mendekati Rama lebih cepat. Lubang hitam portal waktu langsung terbuka di hadapan Raka, dan Raka kemudian memasukinya. Raka pun keluar dari lubang hitam portal waktu dan berada tepat di hadapan Rama yang sudah berdiri akan menceburkan diri ke kawah Jonggring Saloko. 


Melihat Rama yang masih berada di bawah pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang, Raka langsung meraih jari manis kiri Rama dan memasangkan cincin batu kecubung wulung ungu. Butuh sekitar 10 detik kemudian akhirnya Ratna berhasil terkoneksi kembali dengan Rama sehingga kekuatan rompi Ontokusumo dan helm Psimitar bisa berfungsi lagi. 


Ratna : "Selamat malam Rama, sepertinya kamu butuh pengobatan pada pendarahan di jari manis kananmu, apakah aku bisa mulai proses pengobatan? "


Rama belum bisa langsung menjawab pertanyaan Ratna karena masih belum tersadar. Dalam hitungan 25 detik, Rama pun mulai sadar dan bola matanya kembali normal menjadi hitam. 


Rama : "Ratna, di mana aku? Raka..!"


Raka yang melihat Rama sudah mulai sadar lalu tampak senang dan memeluk Rama dengan erat. Rama yang merasa aneh dengan kelakuan Raka, kini mulai merasakan kesakitan di pendarahan jari manis kanannya. Raka kemudian mencoba menyambungkan kembali potongan jari manis kanan Rama. 


Ratna : "Rama, jari manis kananmu masih mengalami pendarahan, apakah aku bisa mulai proses pengobatan? "


Rama : "I.. Iya Ratna, segera lakukan pengobatan! "


Rama mulai menikmati pengobatan yang dilakukan oleh Ratna. Semula rasa nyeri masih terasa di sekitar jari manis kanan Rama. Namun dalam waktu 15 menit kemudian, rasa nyeri itu hilang dan darah yang menetes pun mulai berhenti. Rama pun juga merasakan kesegaran kembali di tubuhnya setelah proses transfusi darah baru sudah selesai pula. 


Rama melihat hasil pengobatan Ratna di jari manis kanannya. Jari manis kanannya sudah tersambung utuh, namun Rama belum bisa menggerakkan jari manis kanannya seperti semula. 


Rama : " Ratna, jari manis kananku sudah tersambung. Tapi kenapa aku masih belum bisa menggerakkan nya? "


Ratna : " Maaf Rama, jari manis kananku memang secara fisik sudah tersambung. Namun syaraf - syaraf motoriknya tidak bisa disambung kembali. Mohon maaf, dengan terpaksa aku informasikan bahwa kamu tidak akan bisa menggerakkan lagi jari manis kananku karena sudah lumpuh. "


Rama merasa sedih mendapatkan informasi dari Ratna. Wajah Rama begitu merana sambari melihat jari manis kanannya. Namun Raka segera menepuk lengan Rama untuk membesarkan hatinya. 


Raka : "Bapa, kehilangan jari manis kanan bukanlah masalah besar. Yang paling penting sekarang adalah kita masih berdiri bersama - sama untuk menghadapi Ki Sabrang. Lihatlah, hanya tinggal Ki Sabrang sekarang di hadapan kita! "


Rama memandang Ki Sabrang yang berada di hadapannya sedang melafalkan mantra Azarath. Kondisi Rama sudah mulai stabil dan sudah terlindungi dari helm Psimitar kembali. Begitu pula koneksinya dengan Ratna yang sudah tersambung. 


Rama : " Ratna, tolong buat backup system apabila terjadi lagi masalah seperti terakhir. Tolong selain di cincin batu kecubung wulung ungu, aktivasi Ratna bisa dilakukan melalui chip di belakang cuping kanan telingaku dan cuping kanan telinga Raka. "


Ratna : "Baik Rama! "


Ratna kemudian memindai bagian belakang cuping kanan telinga Rama dan Raka. Dalam waktu 5 detik, timbul chip kecil seperti tahi lalat di belakang cuping kanan telinga Rama dan Raka. Chip itu adalah penyempurnaan dari teknologi batu kecubung wulung ungu yang selama ini digunakan untuk mengaktivasi Ratna. 


Ratna : " Rama, backup system 100 %  sudah selesai dibuat! "


Rama : " Raka, anakku.. Kini kamu juga bisa menggunakan teknologi Ratna melalui aktivasi chip di belakang cuping telinga kananmu. Kamu tinggal usap chip yang berada di belakang telingamu, lalu mengucap "Bismillah", Ratna akan aktif dalam dirimu! "


Raka : " Ratna, Bapa? Apakah itu? "


Rama kemudian menjelaskan secara singkat mengenai teknologi Ratna kepada Raka. Raka kemudian mencoba mempraktikkan cara mengaktifkan Ratna dalam dirinya. Raka mengusap chip di belakang cuping kanan telinganya, lalu mengucap " Bismillah ". Ratna mulai aktif dalam Raka, " Selamat malam, Raka. Ada yang bisa Ratna bantu malam ini? "