
Ki Sabrang 2128 tampak sibuk mempersiapkan upacara Tumbal Barata untuk tengah malam nanti dan dibantu oleh Muma Pădura. Upacara tumbal barata adalah sebuah tradisi fiksi dalam budaya Jawa yang sering muncul dan digambarkan sebagai sebuah ritual yang dilakukan untuk memanggil roh atau setan dengan tujuan meminta kekayaan atau keberuntungan.
Dalam kisah-kisah yang melibatkan upacara tumbal barata, biasanya terdapat beberapa tokoh yang rela mengorbankan nyawa orang lain sebagai tumbal dalam upacara tersebut. Dalam cerita ini, Ki Sabrang 2128 akan menumbalkan Ki Sabrang versi zaman ini, yang terkena stroke berat, dengan tujuan mentransfer kekuatannya sehingga Ki Sabrang 2128 akan bertambah kuat. Istilahnya biasanya adalah "quickening".
"Quickening" adalah proses di mana energi yang dilepaskan dari tubuh orang yang mati yang ditumbalkan akan masuk ke dalam tubuh orang yang menumbalkan dia. Quickening menyebabkan kilat, petir, dan ledakan besar-besaran yang dapat merusak alam sekitarnya. Orang yang ditumbalkan harus sama dengan orang yang menumbalkan dia sehingga tidak ada penolakan dalam raganya.
Setelah menyerap kekuatan dan pengalaman hidup orang lain, sang pemenang (orang yang menumbalkan) akan merasakan peningkatan kekuatan fisik dan mental yang signifikan. Hal ini menjadikan perpindahan kekuatan menjadi penting dalam kehidupan para penjelajah dunia lain, karena mereka dapat bertahan hidup lebih lama dan meningkatkan kemampuan mereka dengan cara ini.
Ki Sabrang dari tahun 2128 dikenal memiliki kekuatan telepati dan telekinesis yang lebih unggul dibandingkan dengan Ki Sabrang versi zaman ini. Ki Sabrang 2128 menggunakan mantra azarath - metrion dan zinthos untuk melakukan kekuatannya.
Mantra pertama, "Azarath" ini digunakan sebagai pelepas kekuatan telepati dan telekinesis. Mantra kedua, "Metrion" digunakan sebagai sebuah mantra untuk membantu mengukur dan mengembalikan kekuatan telepati dan telekinesis yang diterima. Sedangkan mantra ketiga, " Zinthos" digunakan sebagai sebuah mantra untuk menembus dunia lain melalui sebuah lubang hitam portal waktu.
Setelah Ki Sabrang 2128 memasuki lubang hitam portal waktu mengikuti Raka, dan jatuh di zaman ini, Ki Sabrang menyadari bahwa bukan hanya dia yang bisa menjelajahi versi dunia paralel, namun juga Rama setelah mengamati dalam bulak peperangan terakhir. Namun tujuan Ki Sabrang 2128 ini berbeda dengan tujuan Rama. Ki Sabrang 2128 justru membinasakan Ki Sabrang versi dunia lain hanya untuk menjadi satu-satunya yang terkuat.
Sedangkan Rama, justru bisa menggabungkan kekuatan Rama versi dunia lain untuk membantu atau menambah kekuatannya tanpa harus membinasakan yang lain. Itulah sebabnya Ki Sabrang 2128 mengadakan upacara Tumbal Barata hanya untuk menyerap kekuatan Ki Sabrang zaman ini dan menambah kekuatan Ki Sabrang 2128.
Muma Pădura sudah menyiapkan segalanya untuk upacara Tumbal Barata. Waktu tengah malam pun telah tiba. Suasana puncak Mahameru juga terang benderang dengan pancaran cahaya bulan tanpa mendung yang berarti. Kawah Jonggring Saloko, seperti biasanya dalam keadaan aktif, dengan lahar panas yang siap dimuntahkan dari dalamnya.
"Kawah Jonggring Saloko", yang secara harfiah berarti "kawah yang dijaga oleh Jonggring Saloko". Jonggring Saloko adalah tokoh legendaris dalam cerita rakyat Jawa yang dikenal sebagai penjaga kawah dan pelindung Gunung Semeru. Menurut legenda, Jonggring Saloko adalah putri raja Majapahit yang diutus untuk menjaga kawah Semeru agar tidak meletus dan membahayakan penduduk sekitar.
Sementara itu, melihat kondisi Ki Sabrang zaman kini yang berada di atas dolmen di tepi kawah Jonggring Saloko, menjadi sangat mengenaskan. Selain karena stroke berat, Ki Sabrang sudah berbaring seharian dalam terik matahari dan dinginnya malam. Sungguh rencana yang tidak berperikemanusiaan hanya untuk ego memperkuat diri sendiri.
Ki Sabrang 2128, seperti halnya sesuai aturan untuk berada di luar radius 500 meter, mengamati proses upacara Tumbal Barata yang dilakukan oleh Muma Pădura. Tampaknya Muma Pădura sudah ahli dan selesai melafalkan mantra - mantranya. Kemudian tampak dia menyemburkan air ke wajah Ki Sabrang zaman ini yang masih bergumam tanpa arti di atas dolmen.
Sekilas melihat sekitar, cipratan - cipratan lahar dalam kawah Jonggring Saloko sudah mulai naik ke atas menunggu datangnya tumbal. Dan akhirnya Muma Pădura bisa mengangkat tubuh Ki Sabrang zaman ini yang sudah tidak berdaya, serta langsung melemparkannya ke tengah lidah lahar dalam kawah Jonggring Saloko.
Aliran aura kekuatan kemudian muncul dari dalam lahar menuju Ki Sabrang 2128. Tubuh Ki Sabrang lemas, lalu kepalanya tertunduk lesu. 5 menit kemudian, setelah petir berhenti menyambarnya, dan hujan mulai reda, Ki Sabrang bangkit. Ki Sabrang berdiri tegar dengan wajah berseri-seri dan sekaligus tertawa terbahak- bahak, "Aku sekarang yang terkuat, hahahaha... "
Muma Pădura yang melihat tingkah Ki Sabrang hanya diam saja tiada bergeming. Sepertinya memang Muma Pădura benar-benar berada dalam pengaruh kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang sehingga tiada memiliki ekspresi sama sekali.
Di tempat lain, Rama yang masih bersedih karena kehilangan keluarganya, masih berada di puncak Hargo Dalem Gunung Lawu. Rama yang belum memiliki informasi apapun tentang pergerakan Wewe Gombel yang membawa bayi Raka, kemudia terpaksa memutuskan kembali ke rumahnya di Kampung Hantu.
Rama pun terbang dari Gunung Lawu menuju ke Kampung Hantu. Tak terlalu lama, dia sudah menginjakkan kakinya di rumahnya. Lantai rumahnya agak berdebu, karena sudah agak lama ditinggalkannya akibat beruntunnya peperangan melawan pasukan Ki Sabrang setelah bayi Raka lahir. Pekerjaannya sebagai progmmer IT yang mengulas Kampung Hantu pun terbengkalai.
Memasuki ruang tamu dan kamar rumahnya, membuat Rama menjadi selalu teringat dengan wajah Ratu Sari. Rama teringat bagaimana bahagianya kehidupannya tinggal bersama Ratu Sari di rumahnya, setelah menikah di istana Kerajaan Jin Aliran Putih. Hingga teringat saat - saat Rama menemani Ratu Sari mengandung bayi Raka di rumah itu, membuat Rama menjadi sangat sedih.
Apalagi ketika mengingat bagaimana saat - saat bersama di rumah Rama mempertahankan diri dengan Gendoruwo dari serangan pasukan Ki Sabrang yang hendak membinasakan bayi Raka dalam kandungan. Rama menjadi lemas sendiri terduduk di atas sofa ruang tamu rumahnya.
Ratna yang memantau kondisi detak nadi Rama ikut merasakan pula kesedihan Rama. Ratna juga belum bisa membantu informasi pergerakan Wewe Gombel yang membawa bayi Raka.
Namun Ratna masih bisa mengusulkan kepada Rama, " Rama, aku mengerti kesedihanmu. Aku juga belum bisa mendeteksi keberadaan Wewe Gombel yang membawa bayi Raka. Tapi mengapa kamu tidak mencoba putar balik waktu saat kamu terjatuh dari puncak Hargo Dumilah? Walaupun kamu tidak bisa mengubah takdir, tapi paling tidak kamu bisa mengetahui apa saja yang terjadi dengan keluargamu dan bayi Raka. "
Rama : " Benarkah Ratna? " (sambil mengubah gaya duduknya tampak agak bersemangat lagi)
Ratna : " Iya Rama, kamu bisa masuk ke waktu itu lalu bisa melihat kondisinya bagaimana walaupun kamu tidak boleh berdekatan antar Rama dalam radius 500 meter supaya dunia tidak goncang karena distorsi realita. "
Rama : (menjadi bersemangat) " Baiklah Ratna, segera aktifkan putaran waktu dan lokasinya ya. "