
Prolog
Di sebuah provinsi jawa timur yang terkenal kental dengan keagamaan nya. Banyak pesantren yang berdiri di sana.
Kampung Hantu adalah julukan orang dulu untuk sebuah hutan yang di jadikan area pemakaman dan di huni hantu tak kasat mata ,katanya di sana adalah perkampungan hantu maka di julukilah kampung hantu.
Konon katanya hutan tersebut dulunya sering di jadikan tempat pesugihan, penglaris dan sebagainya untuk kesesatan.
Hutan tersebut adalah jalan pembatas kampung jati sari dan kampung alas mati .
⚠️BERBAHAYA 🚫
siapkan adrenaline kalian!
Belum cukup nyali jangan baca 🔪🧟♂
Namaku supriadi biasanya di panggil adi tinggal di sebuah desa bernama desa kemuning sampai ayahku pulang dari perantauan membuat kami di haruskan ikut ayah ke kampungnya yang terletak tidak jauh dengan desa ini.
Desa ayah dan ibu hanya beda kecamatan saja, sekarang aku tinggal di sebuah kampung yang bernama kampung jati sari ,kampung kalahiran ayah.
Seperti biasa aku dan teman -temanku berjalan pulang setelah sekolah selesai ,sekitar 1 jam perjalanan. Banyak dari kami yang menggunakan transportasi seperti sepeda ontel atau di jemput oleh orang tua. Sehingga sedikit yang berjalan kaki mungkin cuman kami berlima aku, riki sering di panggil bejo entah dari mana julukan tersebut berasal ,dimas sepupuku, subhan dan sepupunya sumbri.
Selama perjalanan kami bercerita ngawur ngidul biar perjalanan tidak terasa jauh di tambah suasana alam yang masih asri dengan banyak pohon jati dan bambu di kanan kirkiri.Meski jalan yang kami lalui tidak bagus bahkan kami melewati sawah untuk mempercepat sampai ke rumah tidak menyurutkan semangat kami untuk bersekolah.
Entah dari mana asal mulanya sampai salah satu teman kami subhan bercerita horor
"Tahu gak sih kalo hutan pembatas itu katanya kampung ghoib"ucap subhan memulai
"Iya, apalagi kalo malam aku pergi sama bapak naik sepeda ontel rasanya bulu kuduk berdiri seperti ada ngawasin "timpal sumbri mengangkat bahunya pertanda ngeri
"Emang kamu mau kemana bri "tanya bejo semakin mendekat ke sumbri .
"Waktu itu nenekku lagi sekarat mau meninggal, ibu udah pergi dari siang sedangkan bapak lagi kerja pulangnya jam 5 jadi setelah sholat isya'aku pergi bareng bapak naik sepeda ontel"cerita sumbri terlihat sedih,di tepuk bahunya oleh subhan sebagai penguat.subhan dan sumbri rumah mereka lumayan jauh sekita 50 meter dari rumahku .
Tiba -tiba dimas lari terbirit -birit di ikuti yang lain. Begitupun aku mengikuti mereka lari ,sumbri naik meloncat ke punggung subhan . subhan agak kesusahan berlari karena mengendong sumbri hingga ketinggalan akhirnya dimas berhenti di ikuti kami.
"Hah hah hah kamu kenapa teriak terus lari mas? "tanya bejo menetralkan nafasnya.
"Gak apa -apa,hahhhahh "tawa dimas tanpa dosa.
"sontoloyo kau tuh"ucap bejo yang menoyor kepala dimas di tambah sumbri dan subhan yang baru datang.
"aght sakit "keluh dimas mengusap kepala ke bekas kena bogem bentah sedangkan aku tak ikut menoyornya kasihan sudah kena 3 kali jika tambah aku pingsan anak orang.
Tidak terasa 1 jam perjalanan kami lalui dengan bercerita membuat perjalanan jauh terasa dekat.
"Assalamualaikum "ucapku.
"Waalaikumsalam"balas mak. Aku cium tangannya lalu pergi ke kamar.
Kondisi rumahku memang tidak sebagus rumah tetangga, dengan berlantai tanah dan dinding terbuat dari triplek yang sudah bolong termakan usia. Sering bahkan hampir setiap hujan genteng rumahku bocor meski sudah di perbaiki tetap aja ada yang menetes, dapur akan becek jika hujan maklum lantai ku tanah. Di depan rumahku ada pohon mangga yang cukup tinggi dan di belakang rumah banyak rimbun bambu.
"Argh seger"ucapku mengguyurkan air di tubuh .mandi dari air di gentong memang segar pada siang hari menghilangkan penat meski sebentar .
Setelah mandi aku makan dan mengerjakan tugas sekolah, maklum kampungku belum terjamah listrik tidak seperti kec lain .
" adi... di... adi... ayo berangkat ngaji"teriak dimas depan rumah.dimas memang anak rajin selalu di awal sampai di langgar.Dimas dan rumahku deket cuman terhalang satu rumah .
"Tunggu aku mau ambil wudhu'dulu"balasku.pergi ke belakang rumah mengambil wudhu ' setelah itu pergi dengan dimas ke langgar.
Langgar yang tak terlalu mewah,yang penting ilmu yang kita dapat barokah.
"Jangan lama -lama kalo sudah langsung balik"pesan kyai Rahman.
"Emang kenapa kyai"ucapku dengan jiwa kekepoan.
"Jika di bilang, turuti aja"ucap kyai agak tegas.
"Enggeh kyai"ucapku.
Kamipun bergiliran pergi ke sumur baik perempuan ataupun lelaki tapi biasanya perempuan lebih dahulu.
Setelah mengambil wudhu tiba -tiba perutku mules.
"sum tunggu aku ya, perutku mules pengen BAB"ucapku
"maaf Di jika lama aku takutnya di marahin sama kyai rahman"ucap sumbri.Aku menoleh ke bejo tapi belum bicara di sudah mengatakan
"Maaf di aku gak bisa bukannya gak setia teman "ucap bejo
"Biar sama aku di tapi jangan lama -lama"ucap dimas aku menggaguk meng-iyakan dan berlari ke kali.Sedangkan dimas duduk di atas tempat yang lebih tinggi.
Setelah selesai kami ingin pergi ke langgar tapi ada seorang nenek tua di dekat sumur,kami mendekati mungkin butuh bantuan karena sumur ini adalah sumur umum yang biasanya di ambil warga termasuk diriku yang setiap hari mengambil air sebelum berangkat sekolah.Sumur ini seperti tidak pernah kering meski satu kampung mengambilnya entah untuk mandi, mencuci dll malah bertambah deras keluar mata airnya.
"Ada apa nek, apa nenek mau mengambil Air"ucapku sopan dan di angguki nenek itu.
Aku mulai menimba air dan memberikan pada nenek itu.
"Ini nek, kami pergi dulu ya takut di marahi kyai"ucapku sopan yang hanya di angguki tanpa berbicara.
Aku dan dimas berjalan pergi tapi aku mencium bau singkong bakar, siapa yang bakar singkong? pikirku.
Aku menoleh ke belakang iseng.
"loh mana nenek tadi mas? "tanyaku. Dimas langsung menarikku pergi berlari.
"Hah hah hah ada apa dim? "tanyaku mengatur nafas.
"Kamu gak nyadar ya di tadi itu Setan "ucap dimas ngengas saat bilang setan.
"Maksud kamu? "tanyaku yang masih ngebleng.
"Tadikan tercium bau singkong bakar dan saat kita menoleh nenek tadi sudah tidak adakan,berarti tadi itu setan "ucap dimas.
"Bukannya yang bau melati kalo setan?"ucapku bertanya .
"Bukan melati doang tapi seperti amis, bau singkong juga "ucap dimas menjelaskan padaku.
"Oooo aku baru tahu ternyata parfum mereka beda beda ya "candaku agar gak terlalu ketakutan meski jika ingat kejadian tadi membuat ngeri sedap -sedap gimana gitu.
Baru dimas membuka bibir .
"Kalian kemana aja"tegur kyai rahman
"Maaf kyai tadi habis buang hajad "ucapku sopan.
"ya sudah masuk "ucap kyai.
Jangan lupa like, komen, dan votenya ya. maaf jika tidal terlalu bagus 🙏🙏.