
Seperti rencanaku tadi pagi, setelah pulang sekolah mandi sholat dan makan, aku akan pergi ke rumah kyai rahman.Baru beberapa langkah berjalan dari rumah.
"Woy di.... mau kemana?"Teriak seseorang yang suaranya sudah familiar di telingaku, akupun membalikkan badan melihat orang itu berlari menghampiriku.
"Hah hah hah kamu mau kemana di?aku ikut"seru dimas setelah mengatur nafasnya.
"Aku mau pergi ke rumah kyai rahman,sebaiknya kamu istirahat saja di rumah"ucapku mengingat dia yang lagi sakit.
"Aku ikut! emangnya mau ngapain ke rumah kyai rahman? aku juga udah sembuh tadi pagi di beri air do'a sama di bawa ke puskesmas "ucapnya berjingkrat-jingkrat di depanku untuk menyakinkan bahwa dia udah sembuh .
"Nanti kamu di marahin bibik"kilahku mencari alasan agar dia gak ikut.
"Ya kalo kamu beritahu emak "ucapnya enteng.
"Let's go"ucap dimas menarik lenganku, aku hanya bisa pasrah karena dimas ini anaknya mokong(keras kepala )kalo di bilangin.
"Emangnya kamu mau ngapain pergi ke rumah kyai ?"tanya dimas.
"Aku ingin menceritakan segala yang terjadi mulai dari kalung jimat yang di pakai bejo sumbri dan subhan lalu teror dari kuntilanak yu minah mungkin kyai rahman punya ide atau bisa menangani semuanya ini. "ucapku.
"Kau tahu di! semalam aku di teror sama kuntilanak sialan itu!! sampai aku sakit keesokan paginya "ucap dimas bersungut sungut geram dan kesal yang bercampur menjadi satu yang terlihat dari ekspresi nya memukul tangan sendiri .
"Bukan kamu saja mas, semalam aku juga di teror sampai aku pingsan "ucapku bercerita sambil berjalan.
"Gimana ceritanya di?"tanya dimas.
"Semalam kan aku haus tuh biasanya aku selalu nyimpen air di samping kasur tapi karena lupa akhirnya aku memutuskan pergi ke dapur untuk minum dan ngisi ulang air di botol, karena bangunnya tengah malam aku sadar setengah sadar melihat kuntilanak itu di dekat tungku kan awalnya aku kira itu emak karena pikiran ku belum sinkron, aku ajaklah tuh kuntilanak bicara tapi dia cuman diam terus aku ngerocos bicara karena pikirku emak, kenapa cuman diam aja ?.sambil minum dan ngisi air sampai kesadaranku mulai kembali dan berfikir lalu tuh kuntilanak noleh ke arahku jelaslah aku lihat wajahnya di bawah sinar bulan yang masuk melalui ventilasi udara dekat tungku dan dia tertawa cekikikan "ceritaku sambil memegang tengkukku merinding mengingat wajahnya yang mempunya lingkar hitam seperti mata panda yang besar, rambut acak-acakkan .
"Terus, terus apa yang kamu lakukan di?"tanya dimas.
"Aku cuman diam mematung dan sialnya aku gak bisa jalan ataupun teriak meminta tolong sampai tuh kuntilanak berjalan ke arahku dan setelah itu aku pingsan"ucapku meng-akhiri cerita.
"Semprul tuh kuntilanak, semalam aku juga di datengin "ucap dimas kesal.
"Iya sampai kamu ngompol kan"ucapku yang di balas cengengesan.
Tak terasa perjalanan ke rumah kyai rahman begitu singkat di karenakan bercerita tentang pengalaman semalam.
"Assalamualaikum "uluk salam kami.
"Waalaikmsalam, eh kalian ada apa?"tanya nyai saadah.
"Kyai rahman ada ghi?"tanyaku sopan menundukkan kepala dalam adab sopan santun.
"Siapa nyi ?"ucap kyai rahman dari dalam.
"Oh kalian ada apa ?"tanya kyai rahman.
"Anu "aku menyenggol lengan dimas untuk bicara seperti kesepakatan saat di jalan bahwa dimas yang akan bicara ke kyai rahman.
"Kamu aja di.. aku gak tahu cara mulai bicara nanti di pertengahan aku bantu"bisiknya di telinga.
"Ayo pergi ke langgar sepertinya pembicaraan kalian sangat penting "ajak kyai rahman mungkin melihat gelagat kami yang saling sengol menyenggol dan berbisik.
***
"Kalian ke sini ada perlu apa?"tanya kyai rahman.
"Kenapa kyai ?tanyaku memberanikan diri.
"Saya sudah mendidik kalian semua para muridku untuk menjauhi yang namanya kesyirikan tapi murid saya sendiri yang melakukan itu! "ucap kyai rahman, aku gak tega melihat kyai rahman menangis seperti itu hingga aku memeluknya yang di ikuti juga oleh dimas .
"Saya merasa gagal mendidik kalian (ucap kyai rahman yang masih sesegukan, kamipun lebih mer-eratkan pelukan kami dan melepas setelah tangis kyai rahman mereda.
"Terus apa yang harus kita lakukan kyai?"tanyaku.
"Sebaiknya kita pergi ke rumah teman kalian untuk memusnahkan jimat itu jika tidak lama-lama bisa menghabiskan iman kita, apa kalian tahu ?bahwa memang bisa menghindari dari kuntilanak itu tapi itu bukanlah bahaya yang besar ,tapi bahaya yang besar adalah iman kita yang mulai menipis dan jauh dari allah "jelas kyai rahman.
Kamipun pergi berjalan yang akan di datangi lebih dulu adalah rumah bejo karena rumahnya yang lebih dekat.
*****
"Assalamualaikum "salam kami.
"Waalaikumsalam, eh kyai ada apa ya, monggo duduk dulu"ucap bapaknya bejo yang sering di sebut pak songot itu .Kamipun duduk di lenchak yang berada di teras rumah.
"Maaaak....buatkan kopi 2 sama-"belum selesai bicara emaknya bejo memotong. Biasanya para bapak akan memanggil emak pada isterinya begitupun para ibu-ibu buat mengajar anaknya juga memanggil emak jika di panggil namanya takut anaknya juga meniru yang mana itu adalah perbuatan yang tidak sopan bila seorang anak memanggil nama bapak atau ibunya.
"Apaansih pak bikin sendiri sana!"teriak maknya bejo dari dalam dengan suara yang ketus.
"Sudahlah saya kesini cuman sebentar ,oh ya apakah riki ada di rumah "tanya kyai rahmat.
"Enggeh kyai, kayaknya lagi tidur sebentar saya bangunkan "ucap bapaknya bejo lalu berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Setelah itu bapaknya bejo keluar bersama bejo yang penampilannya acak-acakan khas orang bangun tidur.
"Begini kedatangan kami ke sini mau memusnahkan jimat yang di pakai nak riki"ucap kyai rahman yang membuat pak songot terkejut yang terlihat dari ekspresi wajahnya.
"Benarkah itu cong"tanya pak ke songot ke bejo yang hanya tertunduk diam.
"I-iya pak di kasih emak "ucap bejo.
"Ningsihh..... ningsihhh"teriak pak songot murka.
"Apaansih pak siang -siang bolong teriak kayak orang gila saja"ucap emaknah bejo. Aku melihat bejo yang gemetar ketakutan.
"Sabaar, hati boleh panas tapi otak harus dingin "ucap kyai rahman menenangkan.
Pak songot terus menghembus kan nafasnya, berusaha untuk tidak esbatu eh maksudnya emosi.
"hiks... hiks.. maafkan aku pak, emak terpaksa ngelakuin ini biar riki gak di ganggu kuntilank sialan itu!"ucap emaknya riki yang hanya di tanggapi dengan membuang muka oleh pak songot.
"Kalo begitu boleh saya meminta jimat biar bisa di musnahkan"ucap kyai rahman mendinginkan suasana, emaknya bejol dan bejo memberikan jimat yang berupa kalung dan gelang lalu di masukkan ke dalam jubah baju yang di pakai kyai rahman, aku tak tahu apa yang akan di lakukan kyai rahman untuk memusnakan jimat tersebut mungkin di buang ke laut ,entahlah. Menurut keterangan pak songot semenjak istrinya memekai jimat dia menjadi pembangkang tidak nurut ke suami dan tidak sholat begitu juga bejo dan masih banyak efek samping lainnya yang menjauhkan dari agama, betul apa yang di katakan pak rahman bahwa ada bahaya lain yang lebih mengerikan!.Setelah pamit pulang tapi sebenarnya tidak pulang ke rumah tapi pergi ke rumah subhan dan sumbri yang di tambah lagi satu tim yaitu bejo.
"Adi, mas, aku minta maaf ya selama ini aku sombong dan juga jahat ke kalian"ucap bejo menunduk malu mungkin dia ingat dengan perlakuan nya ke kami .Aku merangkul bahunya dan berkata:
"Sebelum kamu minta maaf kami sudah memaafkan duluan "ucapku yang di setujui oleh bejo .Respon yang sama saat pergi ke rumah subhan dan sumbri yang emak mereka di marahi oleh para suami.
Maaf ya aku jarang update di karenakn sakit dan kesibukan di dunia nyata .
Jangan lupa jempol, komen dan hadiahnya. 😉.