KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Kehilangan Besar


Rama yang pingsan karena keletihan, akhirnya terbangun akibat teriknya matahari yang menyinari puncak Hargo Dumilah. Rama pun melihat lingkungan sekitar, di mana sisa pertempuran semalam tampak masih berbekas hanya di bebatuan saja.


Namun Rama tidak menyaksikan jasad dari Ratu Sari, Raja Peningit, Gendoruwo dan pasukan kerajaan Jin aliran putih. Rama hanya melihat kedua puluh sukma Rama dari versi dunia lain yang tak bergerak alias sudah tidak bernyawa.


Rama sedih, dan merasa berdosa tidak mampu melindungi mereka semuanya.


Rama : " Ratna, coba cek apakah masih ada yang selamat di sini? "


Ratna : " Tidak ada Rama, tidak ada kehidupan yang tersisa di puncak Hargo Dumilah ini. "


Rama : " Oke Ratna, mari kita kembalikan kedua puluh sukma Rama ke versi dunianya, supaya raganya bisa dimakamkan dengan baik. " (nadanya lemas menunjukkan kesedihannya)


Ratna : " Baik Rama! "


Ratna pun segera mengaktifkan Ajian Pralambangun untuk masing - masing sukma sehingga bisa menyerap kedua puluh sukma Rama kembali ke dunianya. Rama merasa bersalah membawa kematian bagi Rama dari dunia lain.


Kemudian Rama kembali sangat bersedih atas kehilangan istrinya, Ratu Sari. Rama teringat masa - masa indahnya bersama Ratu Sari di Kampung Hantu dan di istana kerajaan Jin aliran putih. Rama menjadi bingung bagaimana dengan nasib bayi Raka setelah ditinggal ibunya.


Karena mengingat Ratu Sari, Rama langsung teringat atas bayi Raka yang ia titipkan ke Wewe Gombel di puncak Hargo Dalem. Segera saja Rama terbang ke puncak Hargo Dalem untuk memeriksa keadaan bayi Raka.


Dalam waktu singkat, Rama sudah berada di puncak Hargo Dalem. Namun Rama tidak apapun di sini. Tidak terdengar juga suara bayi Raka yang menangis. Rama menjadi panik, takut terjadi sesuatu yang buruk pada bayi Raka.


Rama : "Ratna, tolong pindai lingkungan puncak Hargo Dalem dan temukan bayi Raka dan Wewe Gombel."


Ratna : " Hasil pindai 100% komplit, dan tidak ditemukan tanda - tanda bayi Raka dan Wewe Gombel di sekitaran puncak Hargo Dalem, Rama. "


Rama menjadi lemas setelah mendengar informasi dari Ratna. Rama menjadi sangat sedih dan pusing atas kejadian yang menimpanya. Setelah kehilangan Ratu Sari, Raja Piningit, Gendoruwo, kini bayi Raka juga raib entah kemana. Karena kesedihannya yang sangat besar, menyebabkan Rama merasakan kesakitan luar biasa di kepalanya. Tiba - tiba Rama pun menjadi pingsan lagi di puncak Hargo Dalem, akibat kesedihannya yang mendalam.


Sementara itu, berada di jauh dari Puncak Gunung Lawu, lubang hitam portal waktu tiba - tiba terbuka. Kemudian sesosok tubuh dengan baju robek dan wajah yang dikenali sebagai Ki Sabrang dengan tatapannya kosong jatuh keluar dari dalam portal. Ki Sabrang jatuh ke tanah dengan tubuh terbujur kaku, dalam keadaan stroke berat, bergumam tanpa ada artinya dan tatapannya kosong.


Seorang sosok nenek yang berambut putih dan mengenakan pakaian putih serta berkuku panjang hitam kemudian menyeret Ki Sabrang menuju ke dolmen yang terbuat dari batu dan berada di tepi kawah gunung berapi. Nenek itu sepertinya sangat tua sekali, namun masih memiliki kekuatan untuk menyeret dan meletakkan Ki Sabrang di atas dolmen.


Dolmen atau meja batu adalah bangunan dari zaman prasejarah yang terdiri dari sebuah batu besar yang ditopang oleh batu-batu berukuran lebih kecil sebagai kakinya. Dolmen merupakan salah satu peninggalan yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan sesaji, yang akan dipersembahkan kepada arwah nenek moyang dan untuk peribadatan. Ada kalanya, ruang di bawah dolmen digunakan sebagai tempat meletakkan jenazah agar terhindar dari binatang buas.


Kemudian nenek tersebut berjalan menuju menghadap majikannya yang sudah mengamatinya dari singgasana dalam gua yang berjarak sekitar 1 km dari dolmen. Ternyata majikannya tersebut wajahnya mirip dengan Ki Sabrang, hanya saja terdapat bekas luka goresan di dahinya yang cukup panjang. Majikan tersebut ternyata adalah Ki Sabrang, namun berasal dari tahun 2128.


Konon ceritanya Ki Sabrang dari 2128 ini berhasil mengikuti Raka yang menggunakan Ajian Pralambangun untuk memasuki lorong waktu ke tahun ini. Seperti yang diceritakan di bab "Penjelajah Waktu", Raka berhasil menemui Rama dan Ratu Sari. Selain karena rindu, Raka juga untuk minta bantuan untuk diobati menggunakan ramuan tumbuhan langka Keji Beling akibat diracuni oleh pasukan Ki Sabrang yang menyusup di pasukan Raka.


Sabrang mencoba mendekati lubang tersebut dan tiba-tiba dirinya terserap masuk, kemudian lubang hitam portal waktu itu langsung menutup diri. Dalam lorong waktu tersebut, Ki Sabrang ternyata diantarkan ke tahun yang sama dengan tahun tujuan Raka, namun berbeda lokasi jatuhnya, yakni di kawasan Gunung Semeru.


Berbeda dengan Ki Sabrang yang berasal dari versi dunia tahun ini, Ki Sabrang 2128 ternyata memiliki kekuatan telepati dan telekinesis yang lebih tinggi menggunakan mantra azarath - metrion - zinthos. Ini ditunjukkan pada bisikan - bisikan gaib yang selama ini diterima oleh Ki Sabrang versi dunia tahun ini, ternyata adalah berasal dari kekuatan telepati Ki Sabrang 2128. Hanya saja Ki Sabrang 2128 tidak bisa mendekati Ki Sabrang versi dunia tahun ini dalam radius jarak 500 meter, supaya tidak menimbulkan distorsi realitas dan akan menyebabkan goncangan hebat.


Selama di gunung Semeru, Ki Sabrang 2128 mendapatkan pelayanan khusus dari hantu, yakni : Muma Pădura, yang ditaklukkan melalui kekuatan telepati dan telekinesisnya. Namun dari semua makhluk gaib yang berada di Gunung Semeru, kehadiran Ki Sabrang sudah diketahui dan menjadi kekuatan hitam jahat yang sangat ditakuti.


Muma Pădura secara harfiah berarti "ibu dari hutan", merupakan roh hutan dalam tubuh wanita yang sangat jelek dan tua. Wanita ini bertubuh jangkung, tua renta, kurus dan berkuku panjang yang kotor. Rambut putihnya kusut masai, berhidung panjang, bermata merah, dan memiliki gigi kehijauan yang terlihat jelas saat dia menyeringai.


Terkadang dia memiliki kemampuan untuk mengubah bentuknya . Dia tadinya tinggal di sebuah rumah kecil yang gelap, mengerikan, dan tersembunyi.


Dia dianggap menyerang anak-anak dan karena itu berbagai macam mantra digunakan untuk melawannya. Ibu (tiri) dari hutan ini menculik anak-anak kecil dan memperbudak mereka.


Dalam satu cerita populer, pada suatu saat, dia mencoba merebus seorang gadis kecil hidup-hidup dalam sup. Namun saudara laki-laki gadis kecil itu mengakali Muma Pădura dan malah mendorong monster wanita itu ke dalam oven, mirip dengan kisah Hansel dan Gretel . Cerita berakhir dengan catatan bahagia ketika semua anak bebas untuk kembali ke orang tua mereka.


Ki Sabrang : "Muma Pădura, apakah sudah siap raga dari Ki Sabrang zaman ini untuk dikorbankan? "


Muma Pădura: " Sudah siap Ki Sabrang. "


Ki Sabrang : " Baiklah, tengah malam nanti kita akan lakukan upacara Tumbal Barata di puncak Mahameru!"


Puncak Mahameru adalah nama dari puncak Gunung Semeru. Meru berarti gunung dalam mitologi Hindu yang menjadi tempat persemayaman para dewa dan makhluk kedewaan serta menjadi pusat jagat raya.


Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung ini terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia kebawah Lempeng Eurasia.


Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi aktif tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.


Semeru merupakan salah satu gunung yang paling populer memiliki berbagai kisah mistis yang kerap bikin bulu kuduk merinding. Misalnya saja penampakan pocong yang konon sering muncul di Ranu Kumbolo.


Selanjutnya adalah penampakan patung di area Arcopodo. Konon, mereka yang bisa membuka mata batin akan bisa melihat sepasang patung prajurit yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit ini. Sampai sekarang, banyak pendaki yang mengaku sudah pernah melihat patung ini.


Kawasan lain yang juga tidak kalah seram di Semeru adalah Kawasan Kelik. Tempat ini dikenal sebagai area penghormatan bagi mereka yang sudah meninggal. Konon, di Kelik sering terlihat makhluk gaib yang bergentayangan


Dari Mahameru, pendaki bisa melihat pemandangan Kota Malang di sebelah barat. Di utara terlihat Gunung Kepolo dan pegunungan Tengger. Sementara sebelah timur terlihat Gunung Argopuro dan garis pantai selatan yan terlihat dari arah selatan Mahameru. Tak hanya itu. Di Mahameru, ada kepulan asap yang dilontarkan kawah Jongrang Seloko yang masih aktif.