KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Kekalahan


Ki Sabrang sudah memiliki 3 tombak yang sangat sakti, yakni: Tombak Cakra Langit untuk pengendali cuaca dan alam, Tombak Punjul Wilayah untuk kekuatan super serta Tombak Panotogamang untuk kekuatan telepati dan telekinesis. Masing - masing pusaka tersebut memiliki mantra untuk mengaktivasi kekuatannya. Jadi Ki Sabrang berusaha melatih dirinya supaya bisa menggunakan pusaka itu secara maksimal sekaligus menambah kedigdayaannya.


Sementara itu Rama masih sibuk dengan kesibukan melatih dirinya sendiri, untuk bisa menggunakan teknologi Ratna secara maksimal. Sedangkan Ratu Sari juga sibuk mengurusi bayi Raka dibantu oleh Wewe Gombel.


Rama sudah memberitahu perihal teknologi Ratna kepada Ratu Sari, dan Ratu Sari merasa takjub dengan kemajuan teknologi bangsa manusia. Tetapi Ratu Sari masih mengingatkan Rama terkait keinginan Ratu Sari supaya bisa belajar Ajian Pralambangun dari Rama setelah Rama berumur setahun.


Rama masih teringat dengan keinginan Ratu Sari untuk mempelajari Ajian Pralambangun dari Rama. Namun untuk saat ini, Rama mesti mohon pamit kepada Ratu Sari untuk kembali ke rumahnya di Kampung Hantu, yang sudah ditinggalkan selama 5 bulan lamanya.


Sebenarnya Rama juga agak berat meninggalkan Ratu Sari dan Raka di. Istana Kerajaan Jin Aliran Putih, tapi keadaan rumah Rama di Kampung Hantu pasti akan kotor sekali setelah lama ditinggalkan penghuninya tanpa ada perawatan. Lagipula, atasan Rama di Perusahaan pasti mencari - cari Rama yang seharusnya mengirimkan laporan ulasan mengenai Kampung Hantu.


Ratu Sari pun mengijinkan Rama untuk pulang ke rumahnya di Kampung Hantu dengan satu permintaan agar Rama juga selalu mengunjungi Ratu Sari menggunakan Ajian Pralambangun. Rama menyanggupi permintaan Ratu Sari, kemudian Rama berpamitan pula dengan Raja Piningit yang sedang berada di singgasana istana Kerajaan Jin Aliran Putih.


Raja Piningit yang terkenal bijaksana juga bisa mengerti dan menyetujui permohonan pamit Rama dan berharap kondisi di Kampung Hantu kondusif sehingga Rama tidak disibukkan dengan banyak hal yang merepotkan. Gendoruwo juga ditugaskan Raja Piningit untuk menemani Rama supaya tidak sendirian di Kampung Hantu.


Segera Rama pun beranjak keluar dari istana Kerajaan Jin Aliran Putih, lalu meminta Ratna supaya melafalkan Ajian Pralambangun agar Rama bisa pulang ke rumahnya di Kampung Hantu dengan cepat. Ratna yang sudah menyimpan suara Rama melafal Ajian Pralambangun, akhirnya bisa membuat lubang hitam portal waktu di hadapan Rama. Rama pun tinggal melompat masuk ke portal waktu yang berbentuk lorong tersebut, dan seketika itu juga Rama langsung terjatuh di atas lantai ruang tamu rumahnya di Kampung Hantu.


Rumah Rama yang ditinggalkan selama 5 bulan lamanya tampak kotor akibat debu. Belum kamar tidurnya yang bekas persalinan Ratu Sari tiruan, masih menyisakan bekas - bekas kotoran persalinan dan darah di dinding.


Rama pun bertanya kepada Ratna, teknologi apakah yang cocok untuk membersihkan rumah yang sangat kotor supaya bisa bersih dalam waktu kurang dari 10 detik? Dan Ratna pun memberikan saran untuk minta bantuan Gendoruwo supaya menggunakan kekuatan sulapnya buat membersihkan rumah. Rama pun menuruti saran Ratna dan Rama meminta tolong kepada Gendoruwo untuk membersihkan rumah menggunakan kekuatan sulapnya. Gendoruwo melaksanakan permintaan Rama sehingga dalam hitungan detik rumah Rama  sudah menjadi bersih.


Sementara itu ketika Rama baru bersih - bersih di rumah, tiba - tiba Rama dikejutkan dengan suara kegaduhan di luar. Rama kemudian keluar rumahnya dan melihat beberapa penduduk berlarian seperti mengejar - ngejar sesuatu.


Rama : (penasaran) "Ratna, ada apa mereka berlarian seperti kesetanan? Coba pindai seluruh lingkungan Kampung Hantu menggunakan satelit kita, temukan ada keanehan apalagi yang menyebabkan mereka berlarian"


Ratna : "Baik Rama, proses pindai dilakukan! "


Ratna pun segera memindai dan mengumpulkan citra satelit untuk lingkungan Kampung Hantu. Pemindaian juga menggunakan citra infragamma untuk mendeteksi adanya kekuatan gaib.


Ratna : "Rama, dari citra satelit di dapatkan sekitar 500 meter di depan penduduk tersebut terdapat bentuk makhluk gaib yang terbang hanya dengan berkepala dan usus terburai. Menurut katalog hantu, makhluk gaib tersebut disebut dengan hantu raja dan ratu poppo sallang yang terkenal dari daratan Sulawesi Selatan."


Rama : "Hantu Poppo dari Sulawesi Selatan? Pasti ini ada kaitannya dengan KI Sabrang. "


Ratna : "Dari rekaman suara penduduk saat pengejaran, sepertinya sepertinya hantu tersebut telah memangsa sapi ternak para penduduk, sehingga memancing kemarahan penduduk. Tapi sepertinya itu hanya jebakan Rama, karena yang para penduduk mengejar hantu poppo ke arah hutan, dan di sana sudah banyak menunggu beberapa Jin Siluman Aliran Hitam. "


Rama: " Berarti kita harus ke sana dan mencegah penduduk masuk hutan, Ratna. Ratna, tolong siapkan Rompi Ontokusumo beserta alat terbangnya. Kita cegah para penduduk masuk hutan. Jangan lupa, buatkan aku pelindung muka supaya tidak yang mengenaliku."


Ratna : " Baik, Rama. Rompi ontokusumo diaktifkan! "


Dari cincin batu kecubung wulung ungu kemudian keluar partikel - partikel nano menjalar ke tubuh Rama. Partikel - partikel tersebut lalu membentuk rompi Ontokusumo yang berwarna hitam keungunan. Kali ini rompi tersebut ditambahkan aksesoris sayap untuk terbang dan topeng sebagai pelindung muka.


Rama terbang dengan kecepatan tinggi supaya bisa menyusul pengejaran para penduduk Kampung Hantu. Hampir 100 meter mendekati tepi hutan, Rama berhasil menyusul para penduduk. Kemudian, "Bapak - bapak, berhenti! Tolong hentikan pengejaran kalian. Kalian akan masuk perangkap bila masuk hutan. Di tengah hutan sudah menunggu banyak Jin Siluman, bersiap memangsa Bapak - Bapak."


Para penduduk pun seketika langsung menghentikan larinya. Kemudian salah satu penduduk berbicara, " Siapa kamu? Hantu - hantu itu telah membuat sapi - sapi ternak kami tewas secara mengenaskan. "


Rama : "Saya Rama, penduduk Kampung Hantu. Ijinkan saya menyelesaikan permasalahan hantu poppo ini, supaya Bapak - bapak juga tidak mengalami bencana saat sudah masuk di tengah hutan! Saya akan share video pemusnahan hantu poppo apabila Bapak - bapak tidak percaya. " (sambil membuka topengnya dan Rama terpaksa mengungkapkan identitasnya supaya para penduduk mempercayainya. Nanti setelah masalah dengan hantu poppo dan jin siluman selesai, Rama akan meminta Ratna memberikan kilat hipnotis kepada penduduk Kampung Hantu supaya melupakan kejadian ini)


Para penduduk pun terdiam dan ragu, karena mereka dalam keadaan emosi tingkat tinggi. Akhirnya Rama meminta Ratna untuk membantu memberikan kilat hipnotis sekarang juga kepada penduduk yang masih menatap Rama dengan tajam, " Klik !" Kilat hipnotis menembak mata para penduduk hingga berkedip, kemudian Rama pun memberi suggesti kepada mereka, "Mulai malam ini, kalian akan melupakan kejadian hantu poppo dan Rama. Pulang dan lindungi keluarga kalian dengan baik! "


Para penduduk Kampung Hantu bergerak balik kanan setelah mendapat sugesti Rama. Mereka bubar dengan berjalan dan menuju rumah masing-masing. Sementara itu Rama melanjutkan masuk hutan untuk mengatasi hantu poppo dan jin siluman yang sudah berada di tengah hutan.


Hantu Raja Poppo : " Kamu pasti Rama, seperti yang dibilang Ki Sabrang. Akhirnya kamu masuk perangkap Ki Sabrang, Rama. Akhirnya Ki Sabrang akan mendapatkan apa yang dicarinya malam ini. "(sambil tertawa bengis)


Hantu Ratu Poppo : " Akhirnya kami juga bisa sakti dan berumur abadi, hihihihi "(terdengar suara tertawanya menjijikkan)


Rama bingung, apa maksudnya dia masuk perangkap?  Lalu apa maksudnya Ki Sabrang akan mendapatkan apa yang dicarinya malam ini? Bukannya yang dicari Ki Sabrang dirinya? Atau bayi Raka?


Rama : "Ratna, tolong panggilkan Gendoruwo. Dan persiapkan moda perang melawan hantu Raja dan ratu poppo beserta jin siluman di depan kita ! "


Ratna: " Baik Rama, Gendoruwo dipanggil dan moda perang diaktifkan! "


Lalu Gendoruwo pun muncul di samping Rama dalam hitungan kurang dari 10 detik, lalu Gendoruwo pun berbisik, "Rama, sepertinya jumlah mereka tidak banyak. Hantu raja dan ratu poppo juga tidak memiliki kesaktian yang luar biasa. "


"Kau benar, Gendoruwo. Sepertinya ini adalah pancingan supaya aku meninggalkan sesuatu. Tolong kamu segera ke istana kerajaan Jin aliran putih dan bantu mereka. Aku takut Ki Sabrang menyerang ke sana dan bayi Raka dalam bahaya. Aku akan tangani hantu raja dan ratu poppo ini secepatnya, karena aku janji ke penduduk Kampung Hantu akan share video pemusnahan mereka. Setelah selesai, aku akan menyusulmu seketika ke istana kerajaan jin aliran putih."


Gendoruwo :" Baik, Rama. Aku berangkat dulu. " (seketika Gendoruwo hilang di samping Rama)


Hantu Raja Poppo : " Hahahaha, sudah terlambat Rama, kamu telah kalah. Ki Sabrang sudah menang. Ki Sabrang sudah menang.. " (sambil tertawa terbahak-bahak)


Hantu Ratu Poppo : "Jin siluman, serang! "


Tiba - tiba ratusan jin iluman yang berada di belakang hantu raja dan ratu Poppo menyerang Rama. Rama pun berusaha menghindari serangan mereka dan membela diri menggunakan ajian Kalimasada. Ditengah serangan ratusan jin siluman tersebut, ternyata hantu raja dan ratu poppo tampak menjauhi pertempuran. Sepertinya ini sengaja dilakukan supaya Rama menjadi sibuk dan meninggalkan fokus yang lain.


Sementara itu, Gendoruwo yang ditugaskan datang ke istana kerajaan jin aliran putih tampak bingung. Karena istana itu tampak hancur porak - poranda, terutama singgasana Raja Piningit. Istana kerajaan tampak sepi, dan bekas darah dan kebakaran membekas di dinding istana. Gendoruwo bingung mencoba menebak apakah sebelumnya ada gempa bumi, angin badai atau kebakaran sehingga menimbulkan kehancuran yang luar biasa di dalam istana.


Gendoruwo pun berkeliling untuk mencari Raja Piningit dan Ratu Sari, tapi hingga 3x berkeliling seluruh lingkungan istana, termasuk di luar, tetap aja belum menemukan. Seluruh lingkungan di luar istana juga tampak hancur porak poranda. Raja Piningit dan Ratu Sari tidak ditemukan, apalagi bayi Raka dan Wewe Gombel yang biasanya menemani Ratu Sari.


Gendoruwo bingung mesti melaporkan apa ke Rama atas situasi ini. Tapi keadaan istana yang sebenarnya ini harus tetap dilaporkan apa adanya ke Rama, supaya bisa segera ditemukan solusinya. Lalu Gendoruwo pun menghilang untuk segera menemui Rama di tengah hutan.


Rama masih terkepung oleh serangan jin siluman yang berjumlah ratusan. Akhirnya Rama bersiap mengeluarkan ajian pamungkasnya supaya pertempuran cepat selesai. Kali ini, untuk pertama kalinya, Rama akan menggunakan Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga serta kekuatan Mustika Kalimasada serta Pusaka Kujang Pamenang dengan adanya Ratna dan Rompi Ontikusumo.


Rama : " Ratna, kita harus menyelesaikan pertempuran ini secepatnya. Saya lihat ternyata justru hantu raja dan ratu poppo malah meninggalkan pasukannya entah kemana. Ini benar-benar jebakan buat aku. Siapkan kekuatan maksimal untuk melenyapkan semua jin siluman ini ya.. "


Ratna : " Baik Rama, Pusaka Kujang Pamenang sudah siap dikeluarkan bersama lafal wirid Ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga. Kali ini akan ditambah dengan kekuatan dari Rompi Ontikusumo."


Rama  : " Lakukan sekarang, Ratna! "


Rama pun bergerak terbang naik ke atas, diikuti jin siluman yang juga mengikuti Rama. Dan Pusaka Kujang Pamenang akhirnya dihunuskan ke arah bawah tanah sehingga aura kekuatan penghancur dari Mustika Kalimasada kembali keluar dari tanah berupa cahaya putih seperti singa mengaum kelaparan dan memangsa semua pasukan siluman jin satu per satu.


Siluman jin yang terkena kekuatan tersebut lalu kepanasan dan perlahan-lahan lenyap seperti asap kebakaran. Situasi tengah hutan menjadi tenang dan gelap kembali. Dedaunan hutan juga tak luput menjadi kering akibat radiasi kekuatan Pusaka Kujang Pamenang.


Rama : " Ratna, coba cek seluruh hutan ini apakah masih ada sisa jin siluman yang tersisa? "


Ratna : " Rama, pindaian seluruh hutan tidak ditemukan jin siluman sama sekali. Hutan ini 100% sudah bersih dari jin siluman. "


Tiba - tiba Gendoruwo muncul di hadapan Rama dengan wajah agak tegang. Rama pun ikut menjadi tegang setelah melihat wajah Gendoruwo. Lalu Gendoruwo mulai mengeluarkan suara, " Maaf Rama, kita terlambat.. "


Raut muka Rama menjadi sangat tegang, ketika baru mendengar kata pembuka dari Gendoruwo.