
Penjara itu dijaga oleh sekitar 30an pasukan jin aliran hitam, pasukan Harimau Putih Lawu dan hantu Lelepah. Gendoruwo tahu betul dengan legenda hantu Lelepah yang tubuhnya seperti raksasa dan memiliki kekuatan yang sangat kuat.
Cuma untuk menghadapi mereka semuanya dengan seorang diri, pasti Gendoruwo tidaklah mampu. Apalagi Ratu Sari dan Raja Piningit masih dalam pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang, jadi pasti mereka tidak akan bisa membantu Gendoruwo.
Tapi Gendoruwo juga masih memiliki nyali tinggi, sehingga dia berani menantang 30an pasukan jin aliran hitam, pasukan Harimau Putih Lawu dan hantu Lelepah seorang diri.
Gendoruwo : "Hei hantu Lelepah, aku Gendoruwo ingin membebaskan semua tawananmu yang ada di sana. Tolong kerja samanya supaya tidak terjadi pertumpahan darah di antara kita! " (dengan nada agak sombong)
Hantu Lelepah, pasukan jin aliran hitam dan pasukan harimau putih Lawu langsung menyeringai dan menatap tajam ke arah Gendoruwo. Gendoruwo yang mendapat tatapan tersebut segera langsung menyiapkan ajian Segara Geni. Tiba - tiba dua harimau putih lawu langsung menyerang Gendoruwo, diikuti beberapa harimau putih lainnya menyusul ikut menyerang. 30an pasukan jin aliran hitam juga turut menyerang Gendoruwo sehingga Gendoruwo benar-benar kelabakan diserang banyak pihak dengan seorang diri.
Gendoruwo melancarkan Ajian Segara Geni semampunya untuk mengenai target harimau putih lawu atau pasukan jin aliran hitam. Hingga terlihat ada satu celah dari Gendoruwo yang tiba-tiba dimanfaatkan oleh hantu Lelepah untuk menyerang Gendoruwo. Hantu Lelepah yang memiliki kekuatan penghancur super, langsung menerjang celah Gendoruwo yang lengah, dan akhirnya, " Bukk!! "
Gendoruwo terkena pukulan dari Hantu Lelepah yang dahsyat hingga Gendoruwo sempat terdorong ke belakang. Namun tanpa disangka -sangka, ternyata sudah ada di belakang Gendoruwo sukma - sukma Rama dari versi dunia lain. Bukan cuma 1 sukma, tetapi ada 10 sukma Rama versi dunia lain yang menahan tubuh Gendoruwo dari kejatuhan akibat pukulan hantu Lelepah.
Rupanya Rama yang berada di puncak Hargo Dumilah telah menugaskan 10 sukma Rama dari versi dunia lain untuk membantu Gendoruwo. Gendoruwo yang sempat merasa kesakitan setelah menerima pukulan hantu Lelepah, kemudian menjadi senang akhirnya dia mendapatkan bala bantuan.
Gendoruwo : "Rama, hantu Lelepah itu biar aku yang tangani !"
Gendoruwo pun berinisiatif langsung membalas hantu Lelepah yang telah memberikan bekas pukulan di dada Gendoruwo. Hantu Lelepah juga tidak kalah semangat untuk menyerang Gendoruwo. Sementara itu pasukan jin aliran hitam dan pasukan harimau putih Lawu dihadapi oleh 10 sukma Rama dari versi dunia lain.
Hantu Lelepah yang hanya mengandalkan kekuatan supernya, ternyata mampu mengimbangi kekuatan dari ajian Segara Geni Gendoruwo. Tapi permasalahannya adalah, hantu Lelepah memiliki laju kecepatan lari yang terlalu cepat dan susah dikendalikan untuk berhenti. Sehingga akhirnya Gendoruwo merasa tidak perlu lagi menggunakan ajian Segara Geni nya untuk mengalahkan hantu Lelepah.
Gendoruwo pura-pura terdesak oleh kekuatan pukul dari hantu Lelepah hingga dia berada di pinggir puncak Hargo Dumiling. Gendoruwo pura-pura terjatuh dan terdesak akibat gagalnya serangan Ajian Segara Geni. Melihat ini membuat nafsu hantu Lelepah semakin tinggi untuk menuntaskan serangannya terhadap Gendoruwo.
Sementara itu, 10 sukma Rama dari versi dunia lain yang menghadapi 30an pasukan jin aliran hitam dan pasukan harimau putih lawu tidak kalah seru pertempurannya. Dari berbagai versi dunia, kekuatan Rama ternyata bisa disatukan dengan Ajian Pralambangun sehingga gabungan kekuatan mereka mampu mengakhiri serangan dan membinasakan 30an pasukan jin aliran hitam beserta pasukan harimau putih lawu. 30an pasukan jin aliran hitam beserta pasukan harimau putih lawu itu berhasil dibinasakan laksana debu.
Kini tinggallah Gendoruwo dan 10 sukma Rama dari versi dunia lain yang menjadi pemenang dalam pertempuran di Puncak Hargo Dumiling. Gendoruwo kemudian membuka pintu penjara tempat menawan Ratu Sari, Raja Piningit dan pasukan kerajaan jin aliran putih.
Ratu Sari, Raja Piningit dan pasukan kerajaan jin aliran putih berhasil dibebaskan dari penjara, tapi kesadarannya masih belum terpulihkan. Kesadaran mereka baru akan pulih apabila Ki Sabrang berhasil dikalahkan oleh Rama di Puncak Hargo Dumilah, sehingga kekuatan telepati dan telekinesis yang bersemayam di mereka hilang.
Rama yang telah mengalahkan hantu Kemamang dan terbang turun dari luar angkasa, segera mendekati Puncak Hargo Dumilah untuk menghadapi Ki Sabrang dan pasukannya. Ki Sabrang juga telah melihat jejak penerbangan Rama dilangit, sehungga akhirnya dia mengeluarkan Tombak Cakra Langit untuk membuat cuaca buruk berupa awan mendung, petir dan badai tornado buatan supaya bisa menghalangi penerbangan Rama.
Rama sempat tersambar petir yang dihasilkan oleh Tombak Cakra Langit serta masuk pusaran badai tornado. Sehingga arah tujuan Rama tidaklah mendekati Puncak Hargo Dumilah, melainkan Rama menabrak beberapa lereng bukit di sekitar Puncak Hargo Dalem. Tertabraknya Rama di beberapa lereng bukit sekitar Puncak Hargo Dalem, sempat terlihat oleh Wewe Gombel. Tapi Wewe Gombel tidak bisa menolong Rama dengan meninggalkan bayi Raka sendirian di Puncak Hargo Dalem.
Rama yang menabrak lereng bukit, sempat pingsan lalu disadarkan oleh Ratna. Beberapa cedera di punggung dan lengan Rama sehingga Rama bisa bangkit dan melanjutkan penerbangannya kembali. Rama kembali terbang menuju Puncak Hargo Dumilah, walaupun cuaca buruk: petir dan badai tornado sudah siap menghadangnya kembali.
Belajar dari kekuatan Tombak Cakra Langit sebelumnya, lalu Rama mengeluarkan pusaka Kujang Pamenang dari sarungnya. Kemudian Rama memerintahkan Ratna untuk menyerap semua energi petir yang menyerangnya ke dalam pusaka Kujang Pamenang dan membalasnya kembali ke arah Ki Sabrang. Ki Sabrang pun menjadi kewalahan akibat serangan balik dari petir - petir yang dihasilkan oleh Tombak Cakra Langit ke arahnya.
Begitu juga dengan badai tornado, Rama lalu terbang masuk ke inti tornado, yakni awan kumulonimbus. Kemudian Roma menggerakkan awan kumulonimbus tersebut ke arah Ki Sabrang sehingga pusaran badai tornado nya juga mengarah ke Ki Sabrang.
Ki Sabrang yang melihat Rama berada di inti badai tornado, yang pusarannya semakin dekat menuju ke arahnya, segera melemparkan Tombak Cakra Langit nya ke arah Rama. Rama yang melihat Ki Sabrang melemparkan Tombak Cakra Langit ke arahnya, segera membuat putaran angin yang lebih kuat supaya Tombak Cakra Langit tidak masuk ke dalam inti Badai Tornado. Kecepatan putaran terbang Rama yang searah dengan pusaran angin tornado lalu berhasil membawa Tombak Cakra Langit dalam pusaran badai dan melemparkan jauh ke arah kedalaman Laut Selatan Jawa.
Dengan tenggelamnya Tombak Cakra Langit ke dalam Laut Selatan Jawa, seketika itu pula cuaca buruk dengan badai tornado dan petir menjadi berhenti. Kini Rama tanpa halangan lagi untuk terbang menuju lokasi Ki Sabrang di Puncak Hargo Dumilah.
Sementara itu, bisikan gaib mulai terngiang di pikiran Ki Sabrang. Bisikan gaib itu seolah-olah menggoblok-goblokan Ki Sabrang yang telah membuang kembali Tombak Cakra Langit ke Laut Selatan Jawa. Ki Sabrang yang mendengarkan bisikan gaib itu lantas menjadi bingung, lalu dia mengeluarkan satu pusaka lagi yang dimilikinya.