
Pria tua itu merasa kekuatan yang mengendalikan shen sangat kuat dia dan guyiu tidak mungkin mampu mengalahkan nya, pria tua itu memutuskan meninggalkan guyiu dan putranya untuk mencari bantuan dari perguruan nya.
" Kekuatan yang mengendalikan anak muda itu tidak selemah yang kamu kira, aku akan mencari bantuan semoga aku kembali nanti kamu masih hidup " kata pria tua yang bertelepati pada guyiu.
Guyiu yang sibuk menghindari serangan shen tidak menjawab apa yang di katakan pria tua itu.
Di sisi lain shen yang sudah kehilangan kendali menyerang guyiu dan putranya secara membabi buta, Shen tidak hanya mengeluarkan sarung pedang dan pedangnya untuk menyerang, Shen juga mengeluarkan jurus mata iblis nya dan dua api suci nya secara bersamaan.
Boooooooooooooommmmmm.
Boooooooooooooooommmmmm.
Serangan demi serangan dikeluarkan guyiu hingga membuat dirinya sendiri kelelahan, sedangkan putranya hanya bisa menghindar dan bersembunyi memperhatikan ayahnya dari jarak jauh.
Kenapa ketua Gulong masih belum kembali apa dia ingin melihat ku mati di tangan anak muda ini " dalam hati guyiu.
Mo yang dari awal menyadari shen di kendalikan terus mencari cara agar shen kembali seperti semula, tapi mo tidak tahu bagaimana caranya karena dirinya hanya roh pedang yang saat ini dipakai untuk terus menyerang.
Sheng yang mengetahui shen di kendalikan hanya diam dia berpikir sangat bagus jika shen bisa mengalahkan guyiu yang sudah mengingkari janji nya, tapi sheng juga berpikir jika shen terus dikendalikan bisa saja dia kehilangan kendali untuk selamanya dan itu bisa membuat dirinya kehilangan tubuh yang menampung nya.
Sheng yang tidak ingin shen kehilangan kendali selamanya langsung masuk ke dalam tubuh shen dan berusaha mengendalikannya.
Arrrrrrrrrrrrrkkkkkkkkkkhhhhhhhhhh...
Guyiu merasa sangat kaget mendengar shen yang tiba tiba berteriak dan berhenti menyerang nya.
" Cih, ternyata dia bisa dikendalikan karena meminum pil pengendali yang terbuat dari darah siluman itu, kalau begitu jalan satu satu nya hanya membuang darah yang sudah terlanjur menyebar ini " ucap sheng yang berbicara sendiri.
Ini kesempatan ku untuk menghabisinya " dalam hati guyiu.
Guyiu yang melihat shen terduduk bersiap menyerang nya, dia yang tidak ingin mengejutkan shen memutuskan membunuh nya dengan memenggal kepalanya.
" Apa kamu berpikir bisa membunuh nya " ucap sheng.
" Kamu siapa kenapa kamu mengendalikan dia untuk membunuh ku " sahut guyiu yang berdiri di samping shen.
" Dasar manusia bodoh, kalau aku yang mengendalikan dia untuk membunuhmu apa mungkin kamu masih bisa berdiri sekarang " sahut sheng.
" Sebenarnya aku membiarkan seseorang mengendalikan nya untuk membunuh mu karena kamu berani mengingkari janji mu, tapi jika dia terus di kendalikan dia akan kehilangan kendali dirinya sendiri untuk selamanya " Sambung sheng sambil kembali berdiri.
" Kalau begitu kamu siapa " tanya guyiu.
" Kamu lihat aku baik baik " sahut sheng yang berdiri tegap di depan guyiu.
Guyiu memperhatikan tubuh shen yang di penuhi sisik dengan kuku nya sangat panjang.
" Spiritual naga, ini tidak mungkin " ucap guyiu.
" Apa yang tidak mungkin, ku beri kamu dua pilihan kamu bantu aku atau aku akan menghabisi mu " sahut sheng.
Sial, ternyata aku sudah salah dari awal tidak seharusnya aku berhadapan dengan pengendali spiritual, aku harus berteman baik dengan anak muda ini ke depan nya " dalam hati guyiu.
" Apa yang bisa ku bantu " ucap guyiu.
" Bantu aku mengeluarkan darah siluman yang sudah menyebar di dalam tubuh nya " sahut sheng.
" Darah siluman kenapa bisa berada di dalam tubuh nya " tanya guyiu.
" Nanti saja kalau kamu ingin bertanya, sekarang bagaimana cara mengeluarkan darah siluman yang sudah terlanjur menyebar di dalam tubuh nya " sahut sheng.
" Aku turuti perkataan mu, ku harap kamu tidak bemain main dengan ku " sahut sheng yang langsung duduk.
Guyiu tidak menjawab dia langsung mengumpulkan energi nya dan bersiap memasukan nya ke dalam tubuh shen, sheng menutup mata nya sambil memperkuat pertahanan nya untuk berjaga jaga jika guyiu menyerangnya dari belakang.
Dua jam berlalu begitu cepat sheng merasa darah siluman itu sudah berada di tenggorokan nya dan ingin segera keluar.
" Bertahanlah sebentar lagi, darah siluman itu belum menyatu sepenuh nya " ucap guyiu yang mengetahui sheng hampir tidak bisa bertahan.
Guyiu menambah enrginya dan memasukan nya lagi ke dalam tubuh shen, guyiu kembali mengontrol energi nya dan menyatukan seluruh darah siluman yang berada di dalam tubuh shen.
" Keluarkan " ucap guyiu yang langsung memutus energinya yang masuk ke dalam tubuh shen.
Uhuk uhuk, uhuk uhuk...
Shen terus terbatuk dan mengeluarkan darah yang sudah terkumpul di tenggorokan nya.
" Karena kamu sudah membantu ku, aku tidak akan menghabisi mu. Jangan pernah berpikir untuk menyakitinya lagi " ucap sheng.
" Tenang saja " ucap guyiu.
Sheng yang merasa shen sudah kembali seperti semula langsung keluar dari dalam tubuh nya.
Putra guyiu yang melihat shen sudah tidak sadarkan diri langsung keluar dari tempat persembunyian nya dan bersiap menyerang shen.
" Mati kau " teriak putra guyiu sambil mengarahkan pedang nya ke shen.
Treng...
Suara tangkisan pedang terdengar.
" Apa yang ayah lakukan, biarkan aku membunuh nya sendiri dengan tangan ku " ucap putra guyiu.
Plaaaaak...
Guyiu yang merasa kesal melihat putranya langsung menampar nya, harusnya dia tidak mendengarkan perkataan putranya dan berurusan dengan pengendali spiritual.
" Tidak ku sangka kamu masih hidup " ucap gulong yang sudah membawa beberapa petarung tingkat langit bersama nya.
" Aku juga tidak menyangka ternyata kamu berhasil membunuh anak muda ini " sambung gulong yang menatap shen terbaring di depan guyiu.
" Aku tidak membunuh nya " sahut guyiu.
Shen yang tersadar langsung membuka matanya dan berusaha kembali bangkit berdiri.
" Ternyata kamu benar tidak membunuh nya, aku tidak mengira kamu memiliki hati yang sangat baik " ucap gulong.
Guyiu menatap shen yang berdiri di depannya, bagaimana pun dia harus memiliki hubungan yang baik dengan pengendali spiritual.
" Aku minta maaf, tidak seharusnya aku mendengarkan perkataan putra ku " ucap guyiu.
" Tidak masalah " sahut shen.
Apa yang sudah terjadi, kenapa dia berubah pikiran " dalam hati shen.
" Ini bukan sifat mu, apa yang sebenarnya terjadi tadi " ucap gulong sambil menatap guyiu.
Guyiu menarik tangan gulong dan memberitahu gulong kalau shen adalah pengendali spiritual naga.