Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 49


Shen membawa surat perjanjian perdamaian yang di tulis putri shie untuk pangeran putra mahkota.


"Ini surat perjanjian damai dari putri shie. Sekarang peperangan sudah berakhir " kata shen sambil menaruh surat perjanjian di atas meja.


" Bagaimana cara mu melakukannya, bukan kah Putri shie seorang jendral perang bagaimana dia bisa menyetujui mu begitu saja " tanya pangeran wang lie yang merasa heran.


" Pangeran tidak perlu tahu cara ku, yang terpenting perang sudah berakhir. aku berharap ke dua kerajaan bisa damai selamanya " jawab shen.


" Aku berterimakasih pada mu. kapan kamu mengembalikan jiwa pisau ku "


" Akan ku kembalikan sekarang, waktu ku sudah tidak banyak lagi. "


Pangeran Wang lie menaruh pisau nya di meja dan meninggal kan shen sendiri.


" Mo bagaimana cara mengembalikan jiwa pisau ini "


" Teteskan saja darah mu di mata pedang mu dan genggam kedua nya menjadi satu. " kata mo menjelaskan.


Shen langsung menggigit jarinya hingga berdarah dan meneteskan darah nya ke mata pedang nya. Shen menggenggam pisau dan pedangnya menjadi satu.


Cahaya putih perlahan keluar dari dalam pisau jiwa milik pangeran wang lie.


" pisau itu sudah kembali seperti semula dan ke enam jiwanya sudah berada di dalam pisau itu "


" Akhirnya tugas ku di sini sudah selesai. sudah saat nya kita pergi "


Shen berjalan keluar mencari pangeran wang lie untuk memberikan pisaunya dan ingin berpamitan pada nya.


" ini pisau pangeran sudah kembali seperti semula. kalau begitu aku harus pergi sekarang "


" Kamu mau pergi kemana , kenapa tidak menunggu adik ku sadar terlebih dulu "


" Aku tidak ada waktu lagi, jika tuan putri yun lie sadar sampaikan salam ku padanya " Shen berjalan keluar dan melanjutkan perjalanan nya.


Di satu sisi pertandingan empat nyawa akan segera di selenggarakan . setiap perguruan hanya bisa memiliki empat perwakilan yang akan bertanding.


Perguruan laut darah ingin mengambil kesempatan itu untuk menjatuhkan perguruan langit biru yang selama ini di segani dan di puja perguruan lain.


Perguruan laut darah tidak lupa mengundang beberapa perguruan lain untuk hadir menyaksikan kehancuran perguruan langit biru yang selama ini di puja puja.


" Bagaimana bisa pertandingan empat nyawa di majukan, sekarang di perguruan ini yang berada di tahap kaisar sedang melakukan perjalanan dewa. Yang berada di tingkat jendral hanya xieyu mei saja. " Ketua xu ling terlihat sangat gelisah


" Mau bagaimana lagi, tidak mungkin kita menolak untuk menghadiri pertandingan itu " Jawab ayah nya.


" Sekarang kita hanya bisa berharap xieyu mei yang berada di tingkat jendral tahap awal, xin sie, dan xin lang yang keduanya berada di tingkat emas tahap akhir Semoga mereka bisa memenang kan pertandingan ini " ucap ketua xu ling.


"Ayah tidak yakin mereka bisa memenang kan pertandingan ini. Ayah hanya berharap ini tidak menjadi rencana perguruan lain untuk menghancurkan perguruan kita " sahut ketua xu long in.


Ketua Xu ling hanya terdiam dia juga mengharapkan hal yang sama, Jangan sampai perguruan lain mengambil kesempatan untuk menjatuhkan perguruan langit biru.


Hari pertandingan empat nyawa akhirnya tiba.


xieyu mei ,xin sie dan xin lang sebagai perwakilan perguruan langit biru berada di pinggir arena.


Perguruan laut darah, Perguruan awan terbang dan perguruan sinar matahari semua berada di pinggir arena dengan membawa empat perwakilan nya.


Ke tiga perguruan membawa perwakilan nya yang mencapai tingkat Kaisar tahap alam bawah sadar dan beberapa tingkat jendral tahap akhir.


Bagaimana ini, sudah pasti perguruan langit biru tidak ada harapan untuk menang " dalam hati ketua xu ling.


"Hahahahaha. Ini pertandingan empat nyawa bagaimana perguruan langit biru hanya membawa tiga nyawa saja " ketua perguruan Laut darah tertawa sangat keras.


" Murid perguruan langit biru sekarang semakin sedikit. lihat saja perwakilan nya hanya di tingkat emas tahap akhir " Sahut ketua perguruan sinar matahari dengan sombong nya.


Ketua xu ling terlihat sangat marah dan ingin mendatangi kedua ketua yang menghina perguruan nya.


" Sabar saja " Ayah nya menarik tangan ketua Xu ling.


Huhhhh...


ketua Xu ling merasa sangat kesal.


Tidah henti ketua xu ling terus menggerutu sendiri. ingin rasanya dia merobek mulut ketua sinar matahari itu.