
" Haaah, walau ketua chu qin tersenyum kekecewaan terpancar jelas di wajahnya " ucap xieyu mei.
" Sebenarnya ini juga salah mereka, aku berjanji akan membalas apa yang sudah mereka perbuat pada murid ketua chu qin" sahut shen.
" Sudah lupakan dulu tentang itu, para pengurus pertandingan meminta yang berhasil mendapatkan tiga ribu inti hati hewan spiritual untuk maju ke depan " ucap ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei serentak.
Aku tahu siapa yang shen maksud, lagi pula perwakilan perguruan batu berapi pasti akan melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan demi menjadi pemenang " dalam hati ketua xu ling sambil menggelengkan kepalanya.
Shen dan xieyu mei berjalan menuju beberapa pengurus pertandingan yang bersiap memeriksa inti hati spiritual dari tiga pasangan, niung er yang melihat shen berdiri tepat di sampingnya langsung tersenyum sinis.
" Haaah, hanya beruntung saja bisa mendapatkan tiga ribu inti hati itu tidak perlu bangga " ucap niung er.
" Lebih baik mengandalkan keberuntungan dari pada merampas milik orang lain " sahut shen sambil menyunggingkan bibirnya.
Niung er yang merasa tidak terima langsung mengepalkan tangannya bersiap menyerang shen.
" Apa kamu sudah gila " ucap niung an.
" Huuuuuuh " niung er menghela nafas dan melepaskan kepalan tangannya.
" Ketiga pasangan yang berhasil mendapatkan tiga ribu inti hati silahkan mengeluarkannya, kami ingin memastikan tidak ada kesalahan sebelum melanjutkan pertandingan selanjutnya " ucap hing ku pengurus pertandingan.
" Perwakilan perguruan mata angin silahkan memperlihatkan tiga ribu inti hati yang sudah di dapatkan " ucap wiung ku.
Dua perwakilan perguruan mata angin yang bernama zhu hu dan zhu xio berdiri tepat di depan dua pengurus pertandingan, zhu xio yang menyimpan inti hati hewan spiritual di dalam kantong keberuntungannya langsung mengeluarkannya.
Penghitung otomatis dari pengurus pertandingan mulai menghitung dengan sangat cepat, inti hati yang di dapat perwakilan perguruan mata angin tidak lebih dan tidak kurang.
Pengurus pertandingan wiung ku langsung menyimpan tiga ribu inti hati hewan spiritual itu ke dalam sebuah peti dan menyimpannya kembali.
" Perwakilan perguruan mata angin berhasil mendapatkan tiga ribu inti hati hewan spiritual dari level lima hingga delapan, kami sebagai pengurus pertandingan menyatakan perwakilan perguruan mata angin masuk ke babak terakhir " ucap hing ku.
" Selanjutnya perguruan batu berapi silahkan mengeluarkan inti hati yang sudah di dapat " sahut wiung ku.
Niung an dan niung er berdiri tepat di depan kedua pengurus pertandingan, niung an yang memegang cincin ruang langsung mengeluarkan inti hati spiritual yang sudah mereka rampas dari peserta lainnya.
" Kamu lihat ini " ucap niung er sambil menatap shen.
Shen yang melihat kesombongan niung er hanya tersenyum sambil terus memperhatikan inti hati hasil rampasan kedua murid perguruan batu berapi itu.
Mesin penghitung kembali menghitung inti hati yang di keluarkan niung an langsung di hitung dengan sangat cepat.
" Perwakilan perguruan batu berapi berhasil mengumpulkan tiga ribu inti hati hewan spiritual dari level enam hingga sembilan, kami sebagai pengurus pertandingan menyatakan perwakilan perguruan batu berapi masuk ke babak terakhir " ucap ketua wiung ku yang langsung memasukan inti hati ke dalam peti dan kembali menyimpannya.
" Perwakilan yang terakhir silahkan mengeluarkan inti hati yang sudah di dapatkannya " ucap hing ku.
Shen dan xieyu mei yang mendapatkan giliran langsung maju ke depan kedua pengurus pertandingan, shen mengeluarkan inti hati hewan spiritual yang berada di dalam kotak ruangnya dan menaruhnya di depan kedua pengurus pertandingan itu.
Mesin kembali menghitung inti hati yang di keluarkan shen, tidak butuh waktu lama mesin penghitung berhenti.
Kedua pengurus mengelengkan kepala mereka seakan tidak percaya apa yang mereka lihat.
" Perwakilan perguruan langit biru berhasil mendapatkan tiga ribu seratus tujuh puluh inti hati hewan spiritual level sembilan, kami sebagai pengurus pertandingan menyatakan perwakilan perguruan langit biru masuk ke babak selanjutnya " ucap hing ku.
Wiung ku kembali memasukan inti hati ke dalam peti dan menyimpannya kembali, niung er yang melihat shen berhasil mendapatkan lebih dari tiga ribu seolah tidak percaya.
" Cihhh, aku sangat yakin dia juga sama seperti kita merampas milik orang lain " ucap niung er.
" Apa kamu lupa ribuan mayat hewan spiritual yang kita lihat, aku sangat yakin pasti dia yang mengambil inti hati itu " sahut niung an.
" Tapi bagaimana mungkin itu dia " ucap niung er yang merasa tidak yakin.
" Sudahlah sepertinya dia di atas kita, kemungkinan untuk menang sangat sulit sekarang " sahut niung an.
" Kakak tenang saja, bagaimanapun caranya aku pasti akan mengalahkannya. Semua karena dia aku di permalukan aku harus membalasnya " ucap niung er sambil mengepalkan tangannya.
Ketua xu ling yang melihat shen dan xieyu mei tidak mengecewakannya merasa sangat bangga, akhirnya ada saatnya bagi perguruan langit biru mendapatkan harapan.
Hanya tinggal tiga perwakilan aku tidak tahu apakah mereka berdua bisa memenangkannya " dalam hati ketua xu ling.
Di belakang ketua xu ling ketua perguruan batu berapi terus mengepalkan tangannya, niung giu merasa kedua perwakilan akan kalah jika berhadapan dengan shen.
" Sial sepertinya aku harus melakukan sesuatu " ucap ketua niung giu dengan suara pelan.
" Ketiga ketua dan perwakilannya silahkan beristirahat di tempat yang sudah kami sediakan, pertandingan penentuan akan di adakan besok " ucap hing ku.
Tiga pelayan pengurus pertandingan mengantarkan satu persatu ketua perguruan dan perwakilannya ke ruangan yang sudah di sediakan, ketua xu ling yang shen dan xieyu mei mengikuti pelayan itu dari belakang sebelum akhirnya menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu ruangan.
" Silahkan beristirahat " ucap sang pelayan yang langsung membuka pintu ruangan.
" Terima kasih " ucap shen dan xieyu mei bersamaan.
Shen yang melihat ketua xu ling masuk terlebih dulu langsung mengikutinya dari belakang.
" Sepertinya ruangan ini hanya cukup untuk aku dan xieyu mei " ucap ketua xu ling.
" Ketua xu ling tenang saja aku bisa berjaga di luar untuk semalam " sahut shen.
" Baiklah, tapi sebelum itu ada yang akan ku beritahukan pada kalian. Ketua niung giu tidak akan membiarkan muridnya kalah kalian harus berhati-hati " ucap ketua xu ling.
" Baik ketua " ucap shen dan xieyu mei.
Setelah berbicara shen bergegas keluar, tepat di depan pintu ruangan shen duduk sambil memikirkan apa yang akan di lakukan perguruan batu berapi untuk menang besok.
" Menurutku mereka akan melakukan apapun demi kemenangan kamu harus waspada, apa lagi pria tua itu menyimpan dendam padamu aku sangat yakin dia tidak akan tinggal diam saja " ucap mo yang berdiri di samping shen.
" Perkiraanmu apa yang akan mereka lakukan?" tanya shen.
" Hanya ada dua cara yang paling cepat, pertama pria tua berjubah itu bisa saja datang kemari dan langsung membunuhmu yang kedua di pertandingan besok dia akan meminta muridnya meminum sebuah pil pembangkit kekuatan penuh " sahut mo.
" Sekarang apa yang harus ku lakukan?" tanya shen lagi.
Benar saja apa yang di katakan mo tiba-tiba dari kejauhan seseorang berjalan ke arahnya, shen yang mengira ketua niung giu ingin menghabisinya langsung berjaga-jaga sambil menyiapkan pedang di sampingnya.
" Permisi ini makan malam yang di sediakan pengurus pertandingan " ucap seorang pelayan yang berbeda dari sebelumnya.
" Berikan padaku, aku yang akan membawanya masuk ke dalam " sahut shen.
" Baiklah " ucap pelayan itu yang langsung memberikan makanan di tangannya ke shen.
Tok, tok, tok...
" Ketua makan malam yang di berikan pengurus pertandingan telah sampai " ucap shen sambil terus mengetuk pintu.
" Masuklah " sahut ketua xu ling dari dalam ruangan.
Shen yang mendapat izin langsung membuka pintu dan masuk ke dalam, shen menaruh makanan yang di tangannya ke meja makan.
" Sepertinya ada yang aneh, sejak kapan pertandingan seperti ini menyiapkan makan malam. Sedangkan kemarin bahkan air minun saja tidak di sediakan " ucap ketua xu ling sambil menatap makanan di atas meja.
" Aku juga merasa aneh, pelayan yang mengantarnya juga berbeda dari yang mengantar kita tadi " sahut shen.
" Kalau begitu bagaimana jika kita buang saja" ucap xieyu mei.
" Jika kita membuangnya kita tidak akan tahu apa yang akan mereka lakukan nantinya, shen lebih baik kamu masukkan saja semua makanan ini ke dalam kotak ruangmu " sahut ketua xu ling.
" Baik ketua " ucap shen yang langsung mengeluarkan kotak ruangnya dan memasukkan seluruh makanan yang berada di atas meja.
" Kamu kembalilah berjaga, tenang saja ketua niung giu tidak akan berani menyerangmu secara langsung " ucap ketua xu ling.
Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar ruangan, shen yang berdiri di depan pintu ruangan tanpa sengaja melihat seseorang yang yang menatapnya dari kejauhan.
Bukannya itu pelayan yang memberikan makanan tadi kenapa dia memperhatikanku dari kejauhan" dalam hati shen.
" Dia pasti ingin memastikan apa kamu telah memakan makanan yang sudah diberikannya, begitu saja kamu tidak tahu "sahut sheng.
" Emmm, ternyata begitu " ucap shen dengan suara pelan.
Shen mencoba tidak menghiraukan pelayan yang terus menatapnya, shen terus memegangi perutnya sambil bersandar seolah-olah merasa kekenyangan.
Pelayan yang sedari tadi memperhatikan shen akhirnya pergi, tanpa banyak berpikir shen langsung memecah dirinya dan meminta pecahan dirinya untuk mengikuti pelayan itu dari belakang.
Seperti dugaan shen dan ketua xu ling pelayan yang mengantarkan makanan masuk ke dalam ruangan ketua niung giu, pecahan diri shen yang melihat lubang dari sudut ruangan langsung mengintip sambil mencoba mendengarkan pembicaraan pelayan itu dan ketua niung giu.
" Ketua sepertinya mereka telah memakannya, apa yang akan kita lakukan sekarang " ucap pelayan itu yang langsung bersujud di depan ketua niung giu.
" Hahaha, bagus bagus aku tidak menyangka mereka akan memakannya. Saat ini kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi karena racun yang ada di dalam makanan itu akan menyebar ke dalam tubuh mereka, sudah bisa di pastikan kedua muridku akan menjadi pemenangnya " sahut niung giu sambil terus tertawa.
" Tunggu sebentar, kenapa aku mencium bau orang lain di sini. Kamu pergilah periksa siapa yang sedang mengintip kita, jika kamu menemukan orang itu langsung saja kamu bunuh dia " sambung niung giu.
" Baik ketua " ucap pelayan itu yang langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan.
Pecahan diri shen yang merasa sudah mendapat informasi berharga bergegas kembali, pelayan suruhan ketua niung giu yang keluar dari ruangan tidak menemukan siapa-siapa di sekitar ruangan mereka.
" Niung er kamu pasti ingat pria itu hampir membunuhmu, aku tidak ingin kamu kalah seperti sebelumnya " ucap niung giu sambil menatap kedua muridnya.
" Tapi ketua kekuatannya jauh di atasku " sahut niung er.
" Kamu tenang saja dia akan kehilangan kekuatannya besok, untuk kamu niung an kamu harus melawan wanita yang menjadi pendamping pria itu bagaimanapun juga wanita itu harus mati " ucap niung giu.
" Baik ketua " sahut niung an.
Di sisi lain pecahan diri shen yang sudah kembali langsung menghadap shen, setelah menceritakan seluruhnya pecahan diri shen kembali menghilang.
" Ternyata seperti itu " ucap shen sambil tersenyum.
" Heeh, aku beri saran lebih baik kamu berpura-pura lemah saat datang ke pertandingan. Jika dia melihat mu tetap sehat mereka akan merasa curiga " sahut mo.
" Baiklah tidak masalah " ucap shen.
Malam berlalu begitu cepat pagi hari yang cerah seakan menyambut pertandingan yang akan berlangsung sebentar lagi, shen yang melihat xieyu mei membuka pintu ruangan bergegas masuk ke dalam dan menghadap ketua xu ling.
" Ketua semalam aku mendapat informasi makanan yang di berikan kepada kita mengandung racun, jika kita pergi seperti ini mereka akan merasa curiga " ucap shen.
" Lalu apa rencanamu?" tanya ketua xu ling.
" Kita lebih baik terlihat lemas, dengan begitu mereka berpikir kita telah memakan makanan yang mereka beri racun semalam " ucap shen.
" Bagus juga pemikiranmu " sahut ketua xu ling.
" Kalau begitu kita sepakat untuk terlihat lemas, lagipula berpura-pura lemas itu tidak susah " sambung ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei serentak.
Ketua xu ling yang memimpin jalan tidak berjalan seperti biasanya, kakinya yang melangkah pelan ke pinggir arena pertandingan membuat ketua niung giu tersenyum puas.
Sepertinya memang benar semalam mereka pasti telah memakan makanan itu " dalam hati ketua niung giu.
" Kalian berdua berusahalah sebisa mungkin, tidak tahu kenapa aku merasa ada yang aneh di dalam tubuhku " ucap ketua xu ling.
" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei yang langsung berjalan dengan pelan ke arah arena pertandingan.
Niung er yang melihat shen berbeda dari sebelumnya merasa sangat bahagia, niung er berpikir bahwa akhirnya waktu membantunya untuk membalas dendam pada shen.
Hari ini akan menjadi hari terakhir kamu bernafas, karenamu aku terluka parah waktu itu sekarang aku akan membalasmu dengan kematianmu " dalam hati niung er sambil tersenyum.
" Semua perwakilan telah berkumpul pertandingan terakhir penentuan pemenang akan berlangsung saat ini, tapi sebelum itu kami telah memutuskan perwakilan langit biru akan menjadi penantang terakhir siapa yang menang dari kedua perwakilan lainnya " ucap wiung ku.
" Kami yang juga tidak sabar ingin melihat pemenangnya dengan resmi membuka pertandingan, pertarungan antara kedua murid perguruan batu berapi melawan perguruan mata angin di mulai " teriak hing ku.
Niung an dan niung er menaiki arena pertandingan, zhu hu dan zhu xio yang berada di arena terlebih dulu langsung menarik senjata masing-masing.