
Shen mengeluarkan kitab pengendali pikiran dari dalam kotak ruangnya.
" Haaah " Shen menghela nafas sambil perlahan membuka kitab di tangannya.
Shen yang sudah membuka kitab di depannya langsung menutup kedua matanya.
" Shen kemarilah "
" Shen aku menunggu mu " ucap suara wanita yang terdengar di telinga shen.
Shen yang mendengar suara wanita di telinganya langsung membuka mata dan memperhatikan sekelilingnya.
Ini aneh, kenapa aku seperti mendengar suara xieyu mei " dalam hati shen.
" Mungkin aku terlalu merindukannya, mana mungkin xieyu mei bisa berada di sini " ucap shen dengan suara pelan.
" Shen aku berada di sini, aku juga merindukanmu " sahut suara yang terdengar mirip suara xieyu mei.
" Tidak kamu bukan xieyu mei, siapa pun kamu tunjukan wujud mu " ucap shen sambil mencari asal suara yang sangat mirip dengan xieyu mei.
" Haah, ternyata kamu menyadarinya dengan sangat cepat " ucap seorang wanita yang berdiri tepat di belakang shen.
" Kamu memang bisa meniru suaranya tapi satu hal yang tidak kamu tahu, dia berada di dunia yang berbeda dengan ku sekarang " sahut shen dengan santai.
" Sebenarnya aku tahu karena dalam pikiran mu selalu mengingat dia, aku hanya tidak mengira kamu menyadarinya " ucap wanita itu.
Shen yang mendengar perkataan wanita itu hanya tersenyum.
" Aku tahu kamu kemari ingin menguasai jurus pembaca pikiran milik ku " sambung wanita itu.
" Benar aku memang ingin menguasai jurus pembaca pikiran, kamu katakan saja apa yang harus aku lakukan " sahut shen.
" Yang harus kamu lakukan sepertinya tidak ada, karena aku menyukaimu aku akan memberikan jurus itu padamu dengan percuma " ucap wanita itu sambil tersenyum.
" Benarkah " ucap shen tidak percaya.
" Tentu saja tidak, hahaha " ucap wanita itu sambil tertawa.
" Tidak perlu mempermainkan ku, langsung katakan saja apa yang harus ku lakukan " sahut shen.
" Baik aku tidak akan mempermainkan mu lagi, sebenarnya menguasai jurus pembaca pikiran sangat mudah kamu hanya perlu menelan sebuah mutiara dewi " ucap wanita itu.
" Tapi mutiara dewi hanya ada dua di dunia ini, salah satu mutiara dewi berada pada tubuh ku dan satunya lagi telah di curi oleh iblis bermata lima " sambung wanita itu.
" Kalau begitu di mana aku harus mencari iblis itu " sahut shen.
" Kenapa kamu harus bersusah payah mencari iblis bermata lima itu, bukannya sudah ku bilang satunya berada pada ku " ucap wanita itu.
" Lalu apa kamu berpikir akan memberikan mutiara dewi dari dalam tubuh mu itu " sahut shen.
" Tentu saja, asal kamu bersedia berjanji sesuatu padaku " ucap wanita itu dengan santai.
" Berjanji apa maksud mu " tanya shen yang tidak mengerti.
" Berjanjilah untuk tidak memberitahukan siapapun jika kamu berhasil menguasai jurus pembaca pikiran, karena di dunia mu sangat kejam aku takut hanya karena jurus membaca pikiran itu kamu akan berhadapan dengan beberapa master yang bukan lawan mu " ucap wanita itu.
" Satu hal lagi aku ingin kamu berjanji untuk mencari seseorang yang sangat berarti bagi ku, nama nya puo xum dia dulunya guru ku aku sangat yakin dia masih hidup sampai sekarang " sambung wanita itu.
" Aku akan berusaha " sahut shen dengan suara pelan.
Wanita itu hanya tersenyum sambil memegangi kepalanya, shen yang memperhatikan wanita itu merasa sangat terkejut tiba tiba dari dari kepala wanita itu keluar sebuah mutiara berwarna putih terang.
" Telanlah " ucap wanita itu yang perlahan mulai pudar dan menghilang.
Shen yang melihat wanita itu mulai lenyap dari pandangannya langsung menelan mutiara dewi yang berada di tangannya.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh.... teriak shen shen sambil membenturkan kepalanya ke tanah berulang kali.
Shen yang tidak kuat menahan sakit di kepalanya perlahan berusaha berdiri dan berjalan tidak tentu arah sambil terus memegangi kepalanya.
Buuuuuuuug...
Shen yang berjalan tidak melihat ke depan tanpa sadar menabrak sesuatu hingga membuatnya terjatuh.
" Haaah, aku mengira yang memakai tempat ku manusia kuat dari mana. ternyata hanya manusia lemah yang tidak memiliki kekuatan apa pun " ucap bayangan hitam yang di tabrak shen.
Shen yang tidak ingin mencari tahu siapa yang berbicara padanya langsung berdiri dan kembali berjalan.
Shen yang baru beberapa langkah membelakangi bayangan hitam tiba tiba merasa sesuatu menariknya kembali.
" Aku akan membantu mu, tapi ingat semua tidak ada pertolongan secara percuma " ucap bayangan hitam itu.
" Kalau kamu bisa membantu ku, aku akan membalas bantuan mu kamu bisa katakan apa yang kamu inginkan " sahut shen.
" Aku akan ingat ucapan mu " sahut bayangan hitam itu.
Shen yang mendengar suara seseorang berbicara padanya perlahan membuka matanya, shen terduduk sambil memegangi kepalanya yang sudah tidak lagi terasa sakit.
" Kamu harus ingat apa yang sebelumnya kamu ucapkan " ucap suara tanpa wujud yang bergema di dalam ruang tempat shen berada.
" Ternyata Kamu berada di sini, kenapa kamu bisa masuk ke dalam dunia kitab di mana tadi aku berada " sahut shen.
" Itu tidak penting, yang perlu kamu ingat hanya menepati apa yang sudah kamu ucapkan " sahut suara tanpa wujud.
" Baik, tapi sebelum itu aku masih harus menguasai satu kitab lagi "ucap shen.
" Bukannya kamu sudah menguasai tiga jurus, sekarang jurus apa lagi yang ingin kamu kuasai " sahut suara tanpa wujud itu.
" Kitab dua dunia " ucap shen.
" Apa kamu bercanda pada ku " sahut suara tanpa wujud.
" Apa kamu berpikir aku akan percaya pada mu, kitab dua dunia sudah menghilang sejak ribuan tahun yang lalu bahkan menghilangnya kitab itu sebelum jiwa ku di segel di dalam ruang nirwana ini " sambung suara tanpa wujud itu.
Shen yang tidak ingin berdebat langsung mengeluarkan kitab dua dunia dan mengangkatnya.
" Apa kamu masih berpikir aku sedang bercanda sekarang " ucap shen.
" Itu tidak mungkin " ucap suara tanpa wujud.
" Harusnya memang tidak mungkin tapi mau bagaimana lagi kitab ini berada di tangan ku, sebenarnya aku tidak ingin menguasai kitab ini " sahut shen.
" Apa kamu bodoh, yang aku tahu dulu kitab ini sangat di cari oleh pendekar bahkan sampai terjadi pembantaian besar.
Harusnya kamu bersyukur bisa memiliki jurus itu " sahut suara tanpa wujud itu.
" Terserah kamu mau bilang apa, walau sebenarnya aku memang terpaksa tapi aku akan tetap akan menguasainya bagaimana pun juga aku ingin kembali ke dunia ku " ucap shen.
" Menguasai kitab dua dunia itu tidak mudah aku akan membantu mu, karena jika kamu mati kamu tidak akan bisa menepati apa yang sudah kamu ucapkan " sahut suara tanpa wujud itu.
" Membantu ku, apa menguasai kitab dua dunia itu sangat sulit hingga aku membutuhkan bantuan mu " ucap shen.
" Kamu akan melihat dan merasakan nya sendiri, aku sangat yakin tanpa bantuan ku kamu akan mati di dalam dunia kitab itu " sahut suara tanpa wujud itu.
Shen hanya diam dia tiba tiba teringat akan janji nya dengan wanita yang memberikan mutiara dewi padanya.
Setelah ini perjalanan ku akan sangat panjang lagi, aku harus menepati janji ku mencari puo xum guru dari wanita itu " dalam hati shen.