
Mata iblis shen terus menatap pria itu seperti ingin segera membunuh nya, pria itu mulai gelisah dan berusaha mencari cara melarikan diri.
Shen mengerahkan kekuatan nya mengangkat pria itu dan berdiri tepat di depan nya, dengan badan yang bergetar hebat pria itu tanpa sadar membasahi celana nya.
" Aku anak ketua guyiu jika kamu membunuh ku perguruan ayah ku tidak akan pernah melepaskan mu " ucap pria itu sambil berusaha menahan air mata nya yang ingin menetes.
" Aku tidak perduli kamu dari perguruan mana, aku tidak akan melepaskan mu karena kamu yang mencari masalah dengan ku " sahut shen.
" Aku berjanji tidak akan mengganggu mu, bisakah kamu melepaskan ku " ucap pria itu lagi.
" Tidak bisa " sahut shen.
" Jangan mencari masalah lagi lepaskan saja dia " bisik mo.
" Dia yang mencari masalah dengan ku " ucap shen.
" Jika dia mati perguruan nya tidak akan melepaskan mu, dan kamu tidak bisa dengan mudah mencapai tujuan mu " sahut mo lagi.
Buuuuuuuuuugggg...
Shen melepaskan kekuatan nya dan membuat pria itu terjatuh.
Aku tidak akan membiarkan mu mengambil sei xiu, tunggu saja apa yang akan di lakukan ayah ku padamu " dalam hati pria itu sambil berjalan pergi meninggalkan shen.
" Sudah lebih baik kamu segera pergi, dia tidak akan diam begitu saja dia pasti akan mengadukan mu ke ayah nya " Bisik mo lagi.
" Kalau begitu untuk apa kamu menyuruh ku melepaskan nya, harusnya aku menghabisi dia tadi bukan kah itu sama saja" sahut shen.
" Kalau kamu membunuh nya tidak hanya membuat satu perguruan marah kamu juga tidak akan sempat melarikan diri, sekarang pergilah sebelum mereka datang mengejar mu " Ucap mo.
Shen kembali melanjutkan perjalanan nya melewati jalan yang sudah di tentukan di peta, Shen berhenti sejenak sambil memperhatikan sebuah simbol kolam di dalam peta tidak jauh dari nya.
Sebaiknya aku beristirahat dulu sejenak di kolam itu " dalam hati shen sambil berjalan ke arah kolam.
Shen yang merasa gerah langsung melepas bajunya dan melompat ke dalam kolam itu.
" Segar sekali " Ucap shen yang langsung mengeluarkan kepalanya dari dalam air.
Shen bersandar di tepi kolam sambil menutup mata nya, shen merasa sangat nyaman tidak tahu sudah berapa lama dia tidak merasa nyaman seperti itu.
Shen yang menutup matanya tiba tiba merasa air di kolam itu berputar, shen bergegas membuka matanya dan betapa terkejutnya dia, air yang tenang berubah menjadi pusaran air dan dia berada di dalam pusaran air itu.
" Apa yang terjadi " ucap shen sambil berusaha keluar dari pusaran air.
Semakin shen berusaha keluar dari pusaran air itu semakin pusaran air itu memutar sangat cepat, shen yang tidak bisa berbuat apa apa hanya pasrah dan tiba tiba tidak sadarkan diri.
Shen memegang kepala nya yang terasa sangat sakit dan membuka matanya secara perlahan.
" Ini di mana " Ucap shen sambil berusaha berdiri.
Shen memperhatikan sekeliling nya yang tidak ada tanda tanda kehidupan, tanpa sadar shen melangkah maju ke depan dan berdiri di depan sebuah pohon besar.
" Sebenarnya ini di mana, kenapa aku tidak bisa menggerakan kaki ku " ucap shen lagi.
Wheeeeeeeeeeessssss...
Angin kencang tiba tiba berhembus ke arah nya daun daun dari pohon di depan nya berjatuhan, shen masih terdiam dia benar benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
" Anak muda " panggil seseorang dari belakang nya.
Shen yang awalnya tidak bisa mengerakan kaki nya tiba tiba kembali normal dan shen langsung memutar badannya, seseorang pria tua memegang tongkat di tangan nya sambil menatap ke arah shen.
" Sebenarnya aku tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini, yang ku ingat aku berada di sebuah kolam dan tiba tiba ada pusaran besar. aku terbangun sudah berada di sini " sahut shen mencoba menjelaskan.
" Hahahahaha " pria tua itu tiba tiba tertawa.
Shen yang melihat nya merasa sedikit kebingungan, kenapa pria tua itu tertawa mendengar penjelasannya.
" Anak muda aku tidak tahu penjelasan seperti apa itu, pergilah aku tidak akan membunuh mu sekarang " ucap pria tua itu.
" Aku juga ingin kembali tapi aku tidak tahu kemana harus pergi " sahut shen.
Era nyi tidak perlu bermain main lagi, bawa pria itu kemari " suara seorang wanita yang tidak tahu dari mana asal nya.
" Baik " jawab pria tua itu.
Pria tua itu berjalan ke arah shen dan berdiri di samping nya.
" Bodoh, semoga kamu masih bisa selamat " bisik pria tua itu sambil menggenggam tangan shen.
Shen yang masih tidak mengerti maksud pria tua itu tiba tiba sudah berada di sebuah tempat, shen baru sadar pria tua yang menggenggam tangan nya sudah tidak berada di samping nya.
Shen memutar badannya sambil melihat sekeliling nya, sebuah singgasana kerajaan berada tepat di depan nya.
" Keluarlah aku tahu kalian semua berada di sini " ucap shen.
Ploooooook, ploooooook, ploooooook...
Suara tepuk tangan memenuhi ruangan tempat shen berdiri, ruangan yang sepi berubah menjadi sangat ramai, seseorang berpakaian ratu kerajaan duduk dengan anggun di singgasana kerajaan tepat di depan nya.
" Era nyi bawa dia pada ku " perintah wanita itu.
Seorang wanita yang berdiri di samping singgasana tiba berjalan ke arah shen dan membawa nya berdiri tepat di depan wanita yang duduk di singgasana.
" Kalian siapa aku ingin kembali " ucap shen sambil menatap wanita itu.
Wanita itu tiba tiba berjalan ke arah shen dan mengarahkan telapak tangan nya ke mata shen, shen merasa sangat terkejut di telapak tangan wanita itu muncul gambar dua orang pria salah satu nya pria yang hampir saja dia habisi.
" Apa maksudnya " tanya shen.
" Sebelumnya aku ingin menjelaskan semua yang terjadi pada mu bukan sebuah kebetulan, aku mengatur semua aku ingin kamu membalaskan dendam ku pada pria di samping anak muda itu " sahut wanita itu sambil kembali duduk di singgasana nya.
" Heh, untuk apa aku membantu mu " ucap shen sambil tersenyum.
Cettttttaaaaaarrrr, Cettttttaaaaaarrrr...
Dua cambukan di arahkan ke badan shen, shen masih tersenyum walau dia merasa aneh kenapa dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan nya.
" Pilihan mu hanya satu, membalaskan dendam ku " sahut wanita itu.
" Aku bukan budak mu, aku tidak ingin melakukan apa yang kamu suruh " sahut shen sambil berusaha melepaskan diri dari dua wanita yang memegang erat ke dua tangan nya.
Wanita itu hanya tersenyum sambil memerintah beberapa pelayan wanita mambantu shen menelan sebuah pil.
" Bawa dia pergi " ucap wanita itu.
Shen yang habis menelan pil itu langsung tidak sadarkan diri.
Shen kembali membuka matanya dan melihat sekeliling nya, shen merasa sangat tenang dia sudah kembali ke tempat semula dan dia masih berada di dalam kolam.