
Wanita pelayan yang mendatangi shen mempercepat langkahnya kembali ke tempat penjaga penginapan, raut wajahnya yang suram membuat penjaga penginapan bertanya padanya.
" Apa yang terjadi padamu?" tanya penjaga penginapan.
" Dia bukan pria aku sudah berusaha menggodanya tapi dia tidak juga terbangun padahal aku sangat yakin dia hanya berpura-pura tertidur " sahut wanita itu dengan sangat kesal.
" Sudahlah tidak perlu kamu pikirkan lagi, nanti malam dia akan menjadi korban selanjutnya demi desa kita " ucap penjaga penginapan.
" Baguslah kalau dia yang menjadi korban, dia hidup juga kemungkinan besar tidak berguna " sahut wanita itu yang langsung kembali ke kamarnya.
Di sisi lain shen yang sedang tertidur di kejutkan dengan suara langkah kaki yang mendekatinya, shen yang sudah bisa menebak siapa yang datang dengan sengaja tidak membuka matanya.
" Dia tertidur pulas " ucap penjaga penginapan sambil menatap pria tua yang membantu shen sebelumnya.
" Embun tidur itu ternyata sangat ampuh, tunggu apa lagi cepat bawa dia " sahut pria tua itu sambil tersenyum.
Heeeeeh, akhirnya aman juga desaku untuk satu tahun ke depan. Aku benar-benar bersyukur " dalam hati pria tua itu.
Penjaga penginapan yang mengetahui tugasnya langsung mengangkat shen keluar dari penginapannya.
Penjaga penginapan yang melihat di depan penginapannya sudah di siapkan sebuah gerobak khusus untuk shen, tanpa bertanya langsung menaruh shen ke dalam gerobak di depannya itu.
Pria tua yang di bantu dua anak muda lainnya langsung mendorong gerobak shen menuju belakang gunung tempat persembahan, suara tepukan tangan yang sesekali terdengar membuat shen hanya tersenyum sendiri sambil menikmati perjalanannya.
" Hahahahaha, pria tua mana pengorbananmu yang sudah seharusnya kamu berikan padaku malam ini " ucap suara yang shen sendiri belum mengetahui suara siapa itu.
" Tenang saja, aku sudah membawakannya ambillah sendiri " sahut pria tua itu dengan sangat santai.
" Hahahahaha, aku menyukaimu yang menepati janji. Kalau begitu aku akan langsung mengambilnya " ucap suara itu yang di iringi suara langkah kaki.
" Mangsaku, mangsaku aku sudah tidak sabar" ucap suara yang semakin mendekati shen.
" Hay " sapa shen sambil tersenyum.
" Pria tua pengorbananmu tidak seperti biasanya, tapi aku sangat menyukainya " ucap iblis bertanduk lima dengan bola api di setiap tanduknya.
" Hoooaaah, naik gerobak ternyata sangat menyenangkan " ucap shen yang langsung keluar dari gerobak.
" Kamu bagaimana bisa tersadar?" tanya pria tua itu sambil menatap shen.
" Hanya berpura-pura tertidur siapa yang tidak bisa " sahut shen.
" Yang mulia kami sudah memberikan persembahannya, kalau begitu kami pergi dulu " ucap pria tua itu yang langsung memberi hormat pada iblis di depannya.
" He pria tua, kamu memberi hormat padanya apa tidak salah?" tanya shen.
" Tidak karena kami percaya padanya, dan kami yakin kepercayaan kami tidak pernah salah " sahut pria tua itu.
" Apa yang membuatmu percaya pada iblis ini?" tanya shen lagi.
" Dia bukan iblis, dia dewa penyelamat desa kami tanpa adanya dia dan seluruh kaumnya desa kecil kami pasti sudah musnah sejak dulu " sahut pria tua itu dengan nada tinggi.
" Hahahaha, pria tua aku sangat menyukaimu pergilah tinggalkan pengorbananmu ini di sini " ucap sang iblis yang tertawa puas.
" Kalau begitu kami permisi dulu " sahut pria tua itu sambil kembali membungkukan badannya memberi hormat.
Shen yang melihat pria tua itu dan seluruh penduduk desa percaya pada iblis hanya bisa menggelengkan kepalanya, Shen masih tidak habis pikir bagaimana bisa dewa tidak pernah dianggap lagi di desa itu.
" Kamu sudah menjadi mangsaku, sudah waktunya membawamu ke saudara-saudaraku " ucap sang iblis sambil tersenyum.
" Benarkah, kalau begitu cobalah untuk membawaku pergi sekarang " sahut shen.
" Hahahaha, kamu membuatku semakin tertarik. Jujur saja aku sudah sangat lama tidak merasa tertantang seperti ini " ucap sang iblis.
" Baiklah dengan senang hati " ucap sang iblis yang langsung bersiap melemparkan kelima api di atas tanduknya.
" Bersiaplah untuk hangus terbakar, dengan begitu aku tidak perlu lagi bersusah payah memasakmu " sambung sang iblis yang langsung melemparkan kelima apinya.
Wheeeeeesss...
Wheeeeeeesssss...
Wheeeeeeeeesssss...
Shen yang melihat lima bola api bertubi-tubi mengarah padanya hanya tersenyum sambil mengeluarkan kedua api sucinya, tidak hanya itu shen juga mengeluarkan kedua jurus pelindungnya untuk pertahanannya saat menyerang iblis di depannya itu.
" Hanguslah sudah mangsaku, kalau begitu aku langsung saja memakannya sekarang " ucap sang iblis.
" Siapa yang hangus hanya dengan api kecilmu itu " sahut shen dengan santai.
" Kamu bagaimana bisa tidak terbakar, api neraka yang sudah susah payah ku dapatkan kenapa tidak bisa membakarmu " ucap sang iblis sambil mengepalkan tangannya.
" Berpikirlah dengan pengetahun luas jangankan iblis rendahan sepertimu, bahkan rajamu saja pernah ku kalahkan " sahut shen.
" Hahahahaha, aku memang tidak tahu bagaimana bisa kamu tidak terbakar api ku tapi bukan berarti aku akan mempercayai omong kosongmu " ucap sang iblis.
" Kamu tidak percaya tidak masalah bagiku, yang terpenting kamu harus mati dan seluruh iblis yang berada di gunung ini akan mati " sahut shen.
" Jangan bermimpi di wilayah kekuasan kami, tapi dari pada harus merepotkan saudaraku lebih baik aku akan langsung membunuhmu " ucap sang iblis yang langsung menaruh tanganya di atas api di tanduknya.
Shen yang masih tidak tahu apa yang akan di lakukan iblis di depannya itu hanya tersenyum sambil terus memperhatikannya.
" Matilah kamu sekarang " ucap sang iblis yang langsung menurunkan tangannya sambil memegang pedang api di tangannya.
" Pedang yang terbuat dari api sungguh sangat indah, sayang sekali pedang itu iblis sepertimu yang menggunakannya " sahut shen.
" Tidak perlu banyak bicara lagi, tunjukan kekuatamu sekarang sebelum kamu mati " ucap sang iblis yang langsung menyeringai.
Shen yang merasa tertantang ingin melawan pedang api sang iblis langsung menarik pedangnya, shen menatap iblis itu sambil tersenyum kecil lalu berlari ke arahnya.
Wheeeeeeeeeessssssss...
Shen yang mengayunkan pedangnya dari jarak dekat langsung di sambut pedang api sang iblis yang menghadang pedangnya, shen sempat terdiam saat melihat pedangnya yang hanya melewati pedang sang iblis namun tidak mengenai sedikitpun tubuh sang iblis di depannya itu.
" Hahahahaha, kalau hanya seperti itu jangankan untuk membunuh seluruh iblis untuk membunuhku saja itu tidak mungkin " ucap sang iblis.
" Aku hanya mengetesnya saja tadi, itu bukan serangan sebenarnya " sahut shen.
" Benarkah kalau begitu tunjukan seranganmu yang sebenarnya " ucap sang iblis sambil menahan tawa.
Shen yang mendengar perkataan iblis itu hanya tersenyum sambil menutup matanya, shen berpikir jika dulu jurus mata iblis legendanya mampu membunuh sang putri iblis jurus yang sama pasti bisa membunuh iblis di depannya itu.
" Ini yang ku maksud serangan sebenarnya, terimalah " sahut shen yang langsung menggunakan mata iblis legendanya.
Arrrrrrrrrrkkkkkhhhhhhh...
Sang iblis yang terkena jurus mata iblis legenda shen langsung berteriak, iblis itu tidak menyangka shen memiliki jurus yang selama ini telah musnah dari kaum iblis.
" Ternyata itu kamu, kamu yang tidak hanya membunuh tuan putri kami kamu juga mempermalukan raja kami, kamu tunggu saja saudaraku akan datang dia tidak akan melepaskanmu " ucap sang iblis sambil berusaha kembali berdiri bersiap memberi sinyal tanda bahaya.
Shen yang melihat iblis itu bersiap memberi sinyal langsung mengambil pedang api sang iblis yang berada di tanah, walau masih belum terbiasa memegang pedang yang terbuat dari api shen tanpa ragu langsung mengangkat pedang api itu tinggi-tinggi dan mengarahkannya ke iblis di depannya yang sudah selesai memberi sinyal bahaya.
" Matilah, kamu tidak seharusnya berada di dunia ini untuk menyesatkan manusia " ucap shen yang melihat tubuh iblis didepannya terbelah dua dan langsung hangus terbakar.
" Saudaraku pasti akan membalasmu " ucap suara sang iblis yang menggema di telinga shen.