
Shen berhasil keluar dari rumah ketua desa itu dan bersembunyi tidak jauh dari rumah itu.
Samar samar shen mendengar pembicaraan ketua desa itu dengan wanita yang sudah berumur, Shen mengira itu mungkin istri dari ketua desa itu.
" Ya aku sudah mendapatkan nya kali ini aku akan menjadi sangat kuat " ucap ketua desa itu yang sedikit mengeraskan suara nya.
" Di mana dia sekarang " tanya wanita di samping ketua desa itu.
" Aku sudah mengurung nya, dia berada di dalam rumah " jawab ketua desa itu sambil tersenyum.
Ketua desa itu semakin menjauh, shen yang merasa telah aman melanjutkan kembali perjalanan nya.
Jalan yang di tutup rumput sangat tinggi membuat shen kesusahan mencari jalan keluar dari desa itu, apa lagi hari pun mulai menjelang malam.
Ketua desa yang sudah sampai di rumah nya bergegas masuk ke dalam rumah, betapa terkejutnya dia melihat pintu ruangan yang di segel nya telah terbuka.
" Jan li " teriak ketua desa itu memanggil putri nya.
Anak nya yang mendengar sang ayah memanggil bergegas berlari menghampiri ayah nya yang terlihat marah besar.
" Di mana dia " bentak sang ayah.
Sang anak menunjuk ke arah luar sambil terus menangis.
Ahhhhhhhhhhhh... teriak ketua desa yang merasa sangat kesal.
Jan li memegang tangan ayah nya sambil berulang kali memegangi bibir nya dan menunjuk ke arah luar.
Ketua desa mencoba memahami apa yang di maksud putri nya, cukup lama ketua desa itu berfikir dia akhirnya mengerti.
" Maksud mu anak muda itu yang mencium mu " tanya ketua desa sambil menatap putri nya.
Jan li menganggukkan kepala nya, ayah nya semakin merasa kesal harus nya dia tidak begitu gegabah.
" Anak itu aku harus menemukan nya kembali, dia sudah mencium putri ku dia harus menikahi nya. kalau putri ku bisa menikah dengan nya aku tidak perlu mencemas kan putri ku lagi " ucap ketua desa itu bergumam sendirian.
Ketua desa itu langsung berdiri dan berjalan keluar, hari mulai gelap dia sangat yakin kalau shen tidak mungkin bisa keluar dari desa nya.
Ketua desa itu pun bergegas pergi mencari shen, gelap nya malam tidak akan bisa menghentikan diri nya apa lagi dia dari lahir sudah memiliki penglihatan malam.
Penglihatan malam sendiri hanya berguna di malam hari ketajaman mata nya di malam hari bahkan bisa sampai menembus Satu Kilometer.
Di sisi lain shen yang terjebak tidak tahu arah keluar dari desa itu beristirahat di bawah pohon besar sambil terus berharap hari segera pagi.
" Kamu tidak pernah percaya jika di beri tahu, sekarang tahu sendiri akibat nya " Suara sheng memecah keheningan malam.
" Iya aku salah, aku minta maaf seharus nya aku menuruti kalian berdua " sahut shen sambil menghela nafas panjang.
" Sekarang aku harus bagaimana " sambung shen lagi.
" Tidak tahu " jawab sheng dan mo bersamaan.
Shen langsung terdiam memang salah diri nya yang tidak mendengarkan apa yang di katakan sheng dan mo. Shen yang merenungkan kesalahan nya tidak menyadari ketua desa itu sudah menemukan keberadaan nya.
" Untuk apa kamu kabur kamu juga tidak bisa pergi dari sini " kata ketua desa itu.
Shen yang merasa sangat terkejut langsung melompat dan bersiap menyerang.
" Harus nya aku tidak percaya dengan mu " sahut shen.
" Aku tahu berat bagi mu menerima kenyataan aku ingin menyerap kekuatan mu, tapi percaya sama aku di dunia ini tidak hanya aku yang menginginkan kekuatan mu itu " kata ketua desa itu sambil tersenyum.
Shen langsung terdiam dia terus berfikir apa dunia magaraj sangat berbahaya seperti itu.
" Ikutlah dengan ku aku berjanji tidak akan menyerap kekuatan mu " sambung ketua desa itu.
" Apa yang kamu tunggu, aku sudah berjanji tidak akan menyerap kekuatan mu. ini semua demi kebaikan mu sendiri " kata ketua desa itu sambil berjalan pergi.
Shen mau tidak mau tetap mengikuti ketua desa itu, bimbang merasa serba salah shen hanya berharap semoga ketua desa itu memegang janji nya.
Ketua desa itu berdiri di depan pintu rumah nya dan meminta shen untuk segera masuk ke dalam rumah nya, Shen langsung masuk kembali ke rumah itu tapi dia tidak masuk ke ruangan sebelumnya.
Shen duduk tidak jauh dari putri ketua desa itu, jan li terus menatap shen tangan dan kaki nya tiba tiba terus gemetar. ketua desa itu langsung tersenyum sambil terus memperhatikan putrinya.
" Putri ku sudah menjelaskan nya pada ku kalau kamu sudah mencium bibir nya " ucap ketua desa itu.
Shen langsung merasa sangat terkejut mendengar apa yang di katakan ketua desa itu.
" Sebenarnya itu hanya salah paham " sahut shen dengan cepat.
" Tidak perlu di tutupi putri ku seperti nya menyukai mu, aku mengizinkan mu menikahi putri ku " kata ketua desa itu sambil tersenyum.
Shen semakin merasa sangat terkejut, Dalam hati nya siapa yang ingin menikahi wanita yang seperti itu.
" Coba saja tawar menawar dengan nya " Suara sheng tiba tiba terdengar.
" Apa yang harus aku tawarkan " sahut shen sangat cepat.
" Di dalam kotak ruang mu seperti nya ada embun jiwa yang kamu ambil dari ruang senjata perguruan laut darah, kamu bisa menggabungkan embun darah itu dengan jurus penyembuhan mu. Kalau berhasil wanita itu akan kembali seperti wanita pada umum nya " kata sheng mencoba memberitahu shen.
" Kalau begitu akan ku coba " sahut shen lagi.
Shen memperhatikan ketua desa itu yang seperti menunggu jawaban dari nya.
" Aku tidak bisa menikahi putri mu, tapi aku bisa membantu nya kembali seperti wanita biasa nya " Kata shen sambil menatap ketua desa itu.
" Jangan bercanda apa kamu ingin menghina putri ku" sahut ketua desa itu.
" Aku tidak sedang bercanda aku bisa membantu putri mu kembali seperti wanita biasa, tapi aku tidak bisa menikahi nya " kata shen mencoba berbicara serius.
" Baik asal kamu bisa menyembuhkan putri ku, aku tidak akan menikahkan mu pada nya tapi ingat jika kamu gagal tidak ada alasan untuk kamu menolak menikahi putri ku " Kata ketua desa itu sambil tersenyum penuh arti.
Shen meminta putri ketua desa itu untuk duduk di depan nya, shen sendiri langsung mengeluarkan botol embun jiwa dari dalam kotak ruang nya. Putri ketua desa itu berjalan dengan kaki yang masih gemetar sambil sesekali menatap shen.
Shen yang sudah melihat putri ketua desa itu duduk di depan nya, meminta putri ketua desa itu untuk meminum beberapa tetes embun jiwa yang di pegang nya. Walau ketua desa itu sedikit ragu dia terpaksa meminta putri nya untuk menuruti shen meminum air dari botol yang di pegang shen.
Sisa embun jiwa yang tersisa langsung di minum shen, Shen berdiri sambil terus memegangi kepala putri ketua desa itu.
Sambil menutup mata nya shen merasa sesuatu yang dingin terus mengalir di seluruh tubuh nya, tangan nya yang memegang kepala putri ketua desa itu seperti membeku shen berusaha tetap fokus dia tidak ingin usaha nya menjadi sia sia.
Arrrrrrrrkkkkkkkhhhhhh....
Tiba tiba putri ketua desa itu berteriak sangat keras, ketua desa yang mendengar nya merasa sangat terkejut.
Brrrrrrruuuuuuuuuuuuuuaaaakkkk....
Shen dan putri ketua desa itu langsung tidak sadarkan diri secara bersamaan.
Shen yang merasa tubuh nya sudah kembali normal akhirnya tersadar dan membuka mata nya.
" Ternyata kamu masih hidup, hampir saja aku ingin mengubur mu " kata ketua desa itu.
Shen langsung terduduk, kenapa ketua desa itu ingin mengubur nya apa mungkin dia gagal menyembuhkan putri nya.
" Ayah ini teh nya " seorang wanita tiba tiba masuk ke kamar dan menghampiri ketua desa.
Shen terus memperhatikan putri ketua desa itu, shen merasa sangat lega ternyata dia tidak gagal.