
Shen terus berjalan ke arah timur, di pertengahan perjalanannya shen baru menyadari kalau dia akan melewati wilayah keluarganya.
Suara kereta kuda beriringan di sertai beberapa pengawal di depannya membuat jalan menjadi sangat ramai, shen yang penasaran mencoba melihat siapa sebenarnya yang sedang lewat.
" Beri jalan, putri liu yen akan segera lewat " teriak beberapa pengawal.
Para pengawal sibuk menjauhkan para warga ke pinggir dengan paksa bahkan sampai banyak warga yang terluka.
Shen yang melihatnya merasa kesal tanpa berpikir shen dengan sengaja berhenti tepat di depan kereta kuda liu yen.
" Siapa yang berani menghalagi jalan ku " ucap putri liu yen sambil turun dari keretanya dan terlihat sangat marah.
Beberapa pengawal mengepung shen hingga membuat shen terpojok, beberapa pengawal membuka jalan untuk liu yen yang berjalan mendekati shen sambil membawa cambuknya.
" Kakak " ucap liu yen.
Liu yen merasa tidak percaya kalau shen ternyata masih hidup, liu yen yang melihat shen langsung memeluknya sambil terus menangis.
" Pantas saja terlihat tidak asing, ternyata dia liu shen yang tidak berguna itu "
" kenapa dia kembali lagi bukannya dia sudah di usir "
Shen hanya diam mendengarkan semua warga yang membicarakan dirinya, Shen melepaskan pelukan liu yen sambil mendorongnya.
Liu yen adik kandung shen satu ayah satu ibu hanya saja dari kecil dia sudah sangat berbakat dan menjadi ke banggaan keluarga liu berbeda jauh dari shen.
" Putri keluarga liu kenapa menangis di pelukan ku, tidak baik di lihat banyak warga " shen mencoba mundur beberapa langkah.
" Kakak aku ini adik mu, adik kandung mu kenapa kamu bicara seperti itu " ucap liu yen sambil terus menangis.
" Siapa kakak mu, aku disini hanya sekedar lewat saja aku tidak memiliki keluarga di sini " sahut shen.
Para warga yang melihat saling berbisik membicarakan shen, bagi mereka memang benar shen bukan lagi anggota keluarga liu sekarang.
" Kakak kenapa berbicara seperti itu, ku kira kakak tidak akan menganggap serius yang di katakan ayah " ucap liu yen.
" Maksudmu aku tidak menganggapnya serius karena aku memang sampah yang pantas di perlakukan seperti itu " sahut shen sambil menatap tajam ke arah liu yen.
" Akhirnya terbuka juga sifat asli mu, dari awal aku sudah tau sebenarnya aku di usir dari rumah juga karena mu " ucap shen sambil tersenyum.
" Tidak ada bukti kakak jangan asal menuduh ku " liu yen menangis dan berlutut di depan Shen.
" Cara mu ini tidak mempan pada ku, karena aku bukan lagi liu shen nama ku sekarang adalah shen xu " ucap shen.
Shen yang tidak ingin melainkan drama bersama liu yen langsung meninggalkan liu yen yang masih berlutut, liu yen merasa kalau shen yang sekarang sudah berbeda.
Liu yen yang tidak ingin suatu saat shen kembali ke keluarga liu langsung menyuruh pengawal tingkat perak tahap awal untuk membunuh kakaknya, liu yen tau kalau kakak nya tidak akan menang melawan pengawalnya yang hanya tingkat perak tahap awal.
" Masalah akan segera datang " mo berbisik di telinga shen.
"Aku sudah bisa menduganya " sahut shen.
Tidak lama tiga pengawal tingkat perak tahap awal mengelilingi shen sambil mengarahkan senjata mereka ke arah shen.
" Hempaskan pedang mu mereka sudah pasti akan mati " mo kembali berbisik.
" Tidak seru kalau hanya mengandalkan pedang tidak ada seni bela dirinya " sahut shen.
shen memasang kuda kudanya bersiap menerima serangan para pengawal liu yen.
Bruuuuuuuaaakk ...
Ketiga pengawal yang di kirim liu yen terlempar dengan sekali tendangan.
" Lemah begini, masih di angkat menjadi pengawal " ucap shen sambil tersenyum.
Shen melanjutkan perjalanannya sambil menghela nafas, shen merasa tidak senang harus melewati gerbang ke dua sebelum keluar dari wilayah keluarga liu.
Liu yen merasa sangat kaget, dia masih tidak percaya kalau liu shen bisa bela diri bahkan memiliki tenaga dalam.
Aku harus cari cara secepatnya agar dia mati, sebelum ada yang mengetahui kalau dia sudah memiliki tenaga dalam" dalam hati liu yen.
Liu yen yang tidak ingin menunggu lama langsung menyuruh pembunuh bayaran tingkat emas untuk menghabisi kakak kandungnya.