Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 160


Shen yang berjalan tepat di belakang pemimpin kota tiba-tiba menghentikan langkahnya, shen mencoba kembali mendengarkan suara teriakan yang samar-samar baru saja di dengarnya itu.


" Ada apa kenapa kamu berhenti?" tanya salah satu pengawal pemimpin kota yang berada di belakang shen.


" Tidak ada " sahut shen sambil melanjutkan langkahnya.


Shen yang melihat pemimpin kota memasuki halaman sebuah rumah yang terbilang besar dan mewah kembali menghentikan langkahnya.


" Masuklah kamu tamuku " ucap pemimpin kota sambil menatap shen.


Shen yang sedari tadi menatap pemimpin kota langsung menganggukkan kepalanya, shen berjalan memasuki halaman rumah mewah di depannya walau perasaannya tidak menentu.


" Duduklah aku akan meminta pelayanku untuk membuatkan mu minum, aku tahu tujuanmu pasti ingin menaiki kapal melalui pelabuhan kotaku nanti kita akan bicarakan " ucap pemimpin kota yang langsung masuk ke dalam rumahnya.


Shen menatap luasnya halaman rumah pemimpin kota sambil memperhatikan sekelilingnya yang terasa jauh berbeda dari tempat-tempat yang pernah di datanginya.


Shen yang masih berdiri di kejutkan suara pelayan wanita dari belakangnya, shen yang mendengar suara dari belakangnya bergegas memutar badannya.


" Tuan silahkan di minum " ucap pelayan wanita itu sambil menundukan kepalanya.


" Terima kasih " sahut shen.


Shen yang melihat pelayan wanita itu pergi meninggalkannya kembali memutar badannya memperhatikan sekelilingnya, perasaannya yang masih tidak menentu di tambah detak jantungnya yang tiba-tiba semakin cepat membuat shen menjadi sangat waspada.


" Minumlah, apa lagi yang kamu tunggu " ucap pemimpin kota yang berdiri di belakang shen.


" Terima kasih sebenarnya aku hanya ingin membuat laporan, setelah itu aku harus bergegas pergi " sahut shen.


" Baiklah kalau begitu kamu masuk saja dulu ke dalam, akan ku ambilkan sesuatu agar kamu langsung bisa menaiki kapal di pelabuhanku " ucap pemimpin kota yang kembali masuk ke dalam rumahnya.


Shen yang ingin menghargai pemimpin kota bergegas masuk ke dalam rumah pemimpin kota itu, shen yang melihat sebuah kursi terbuat dari kayu langsung mendudukinya tanpa banyak berpikir.


Heeeh, jangan berpikir hanya karena kamu tidak meminum minuman itu kamu sudah selamat kamu terlalu memandang tinggi dirimu " dalam hati pemimpin kota sambil mengintip shen dari sebuah lubang yang sudah lama di buatnya.


" Apa ini, kenapa kepalaku tiba-tiba terasa sakit " ucap shen sambil memegangi kepalanya.


" Tidurlah, kamu harus tahu sampai sekarang tidak ada yang berani mencari masalah denganku " ucap pemimpin kota dengan suara pelan.


Pemimpin kota yang melihat shen sudah tertidur langsung memanggil beberapa pengawalnya, pemimpin kota itu meminta pengawalnya untuk membawa shen ke penjara bawah tanah yang selama ini menjadi tempatnya menahan anak kecil dan para gadis yang di culiknya.


Lima pengawal yang mengantar shen masuk ke dalam penjara bawah tanah langsung meninggalkan shen setelah memastikan penjara sudah terkunci, shen yang melihat pengawal pemimpin kota pergi meninggalkannya langsung membuka matanya.


Shen yang melihat seorang wanita berusia sekitar tiga puluh tahun di samping penjaranya langsung membuka pembicaraan.


" Tempat apa ini?" tanya shen yang membuat wanita itu langsung menatap shen.


" Ini penjara bawa tanah " sahut wanita itu.


" Para gadis dan anak kecil yang hilang semuanya akan berada di sini sebelum akhirnya mereka di jual satu persatu " sambung wanita itu lagi.


" Kamu tidak lagi gadis kenapa mereka tidak melepaskanmu " ucap shen.


" Heeh, siapa yang sudah masuk ke dalam sini tidak akan di lepaskan lagi. Aku berada di dalam sebenarnya tidak masalah yang terpenting mereka tidak melecehkanku setiap hari " sahut wanita itu.


" Apa kamu sudah pasrah menyerahkan hidup dan matimu di sini, apa tidak ada keinginan bagimu untuk keluar dari sini?" tanya shen.


" Aku di sini lebih dari sepuluh tahun, berusaha untuk kabur tentu saja pernah tapi sayang selalu saja gagal. Apa kamu tahu apa hukuman bagi yang berusaha untuk melarikan diri?" tanya wanita itu sambil menatap shen.


" Memangnya apa hukumannya?" tanya shen balik.


" Hukumannya melayani setiap pria yang menjadi pengawal di kediaman pemimpin kota, dan semua pengawal itu berjumlah puluhan. Kamu bisa membayangkan sendiri bagaimana nasibku dulu " sahut wanita itu yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Tentu saja menjual mereka kamu pikir apa lagi, lihatlah rumah mewahnya semua yang berada di dalam rumah itu hasil menjual para gadis dan anak kecil di kotanya sendiri " sahut wanita itu.


Shen yang mendengarkan perkataan wanita itu langsung menggelengkan kepalanya, shen tidak menyangka ternyata masih ada manusia yang lebih kejam darinya di kehidupannya sebelumnya.


" Aku akan membantumu dan semua yang berada di sini melarikan diri, apapun keputusanmu kamu harus menyetujuinya " ucap shen.


" Hahaha, sudahlah tidak perlu berbicara begitu untuk menghiburku. Jika kamu bisa membantu kami melarikan diri bagaimana bisa kamu masuk ke dalam penjara " sahut wanita itu.


Kletaaaaak...


Kletaaaaaak...


Suara gembok penjara satu persatu terbuka, walau masih tidak percaya wanita itu berjalan keluar sambil menatap shen.


" Kamu yang melakukannya " ucap wanita itu.


Tap, tap, tap...


Suara langkah kaki yang terdengar menuruni tangga membuat shen langsung menatap wanita itu.


" Aku percaya padamu kamu pasti bisa membantu mereka, bawa mereka semua berlari lurus nanti akan ada jalan keluar di sana " ucap shen.


" Bagaimana denganmu?" tanya wanita itu.


" Jangan perdulikan aku, cepat kalian pergi atau kalian semua akan selamanya berada di sini "teriak shen.


Wanita itu menatap shen sekilas lalu menyuruh semua para gadis dan anak kecil berlari mengikutinya, wanita itu sesekali melihat ke arah belakang sambil berlari di ikuti puluhan anak kecil dan para gadis di belakangnya.


" Bagaimana bisa dia keluar penjara, gawat semua tahanan melarikan diri " teriak seorang pengawal.


Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...


Shen yang melihat seorang pengawal bersiap melapor bergegas mengayunkan tangannya, pengawal yang terkena serangan shen langsung terlempar dan tidak sadarkan diri.


Tap, tap, tap...


Tap, tap, tap.....


Suara langkah kaki yang terdengar semakin banyak membuat shen tersenyum sendiri.


Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaaaak...


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaak...


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaak...


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung mengayunkan tangannya kembali, satu persatu pengawal yang terlempar kembali tidak sadarkan diri.


Shen yang tidak lagi mendengar suara langkah kaki bergegas menaiki tangga di depannya, shen yang berhasil keluar melalui sebuah jalan yang menuju halaman belakang pemimpin kota membuat shen akhirnya bernafas lega.


Para pengawal yang masih berjaga di sekitar halaman belakang langsung di habisi shen dengan sangat cepat, puluhan pengawal pemimpin kota yang sudah di kalahkannya membuat shen dengan penuh semangat berjalan ke halaman depan pemimpin kota.


" Menikmati kekayaan dengan cara yang salah, jika ada dewa yang turun ke bumi apa yang akan mereka lakukan padamu " ucap shen yang membuat pemimpin kota merasa terkejut.


" Kamu bagaimana bisa keluar, pengawal tangkap dia " teriak pemimpin kota yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Pengawal di mana kalian, apa kalian semua sudah bosan hidup" teriak pemimpin kota lagi sambil gemetaran.


" Sudahlah simpan saja suaramu, pengawalmu tidak akan mendengar teriakanmu itu " sahut shen dengan santai.