
Shen yang baru saja tertidur tiba-tiba terbangun setelah mendegar suara teriakan, suara teriakan yang sangat ramai membuat shen penasaran apa yang sedang terjadi.
Shen langsung berdiri dan berjalan keluar dari penginapannya, betapa terkejutnya shen setelah melihat go giong yang di kelilingi puluhan warga.
" Bagaimana bisa budak berkeliaran di daerah kita, budak ini pasti melarikan diri dari kerajaan " teriak seseorang.
" Kalau kita bisa membawanya kembali mungkin saja kita mendapatkan imbalan " sahut seorang wanita tua.
Shen yang melihat dari kejauhan merasa sangat heran, go giong yang memiliki kekuatan jauh di atasnya kenapa hanya diam diperlakukan seperti itu.
" Dia tidak melarikan diri dari kerajaan manapun, dia adalah saudaraku siapa yang mencari masalah dengannya akan berurusan denganku " teriak shen yang berjalan ke arah go giong.
Para warga yang melihat shen langsung membuka jalan sambil terus menatap shen, sebagian warga berpikir jika shen adalah budak yang melarikan diri sama seperti pria yang berada di depan mereka.
" Mereka berdua sama-sama budak yang melarikan diri kita tangkap saja mereka, kerajaan yang kehilangan mereka pasti memberi kita imbalan " teriak seorang pria.
Dasar tidak tahu diri " dalam hati shen.
" Majulah, jika kalian ingin mati " ucap shen yang bersiap mengeluarkan pedangnya.
" Berhenti, apa yang sedang kalian lakukan " teriak seorang wanita muda.
Para warga yang melihat seorang wanita berjalan ke arah shen langsung membubarkan diri, tidak ada satupun warga yang berani menatap wanita muda itu.
" Bukannya kamu lebih kuat dariku, kenapa kamu tidak langsung habis semua warga itu? " tanya shen.
" Mereka hanya warga biasa jika aku membunuh mereka aku akan merasa bersalah " sahut go giong.
" Sudahlah cepat kembali kepenginapan besok kita akan melanjutkan perjalanan " ucap shen yang berjalan pergi melewati wanita itu tanpa menyapanya.
" Heh, baru kali ini ada orang yang tidak menganggapku " ucap wanita itu.
Shen yang mendengarnya mencoba tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan jalannya.
" Cari mati " teriak wanita itu yang bersiap menyerang shen.
" Kamu tidak boleh menyerangnya jika ingin bertarung mari bertarung dengan ku "sahut go giong.
Shen yang mendengar perkataan go giong langsung menghentikan langkahnya.
" Baiklah aku akan menghabisimu terlebih dulu baru menghabisinya " ucap wanita itu.
Go giong yang masih belum bisa menggunakan pedangnya terpaksa hanya menancapkan pedangnya ke tanah.
Duuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrr....
Duuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaarrr...
Tiga bom peledak langsung di lemparkan wanita itu ke arah go giong.
" Satu bom itu saja dia masih belum bisa selamat, apa lagi sampai tiga bom. Hahahaha " ucap wanita itu sambil terus tertawa.
" Jangan senang dulu lihat siapa yang berdiri di sana itu " sahut shen sambil menunjuk go giong.
" Bagaimana mungkin " ucap wanita itu dengan suara pelan.
Bruuuuuug...
Bruuuuuuuug...
Bruuuuuuuuuug...
Go giong yang terlihat sangat marah terus menghentakkan kakinya dan langsung berlari.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaakkkk...
Satu tendangan go giong membuat wanita itu jatuh terlempar ke belakang.
Tendangannya terlalu kuat, aku bukan lawannya " dalam hati wanita itu.
" Aku tidak ingin melawannya, kalau kamu berani mari bertarung denganku " ucap wanita itu sambil menatap shen.
" Apa kamu yakin, sebenarnya aku tidak memiliki masalah denganmu aku tidak ingin bertarung dengan wanita apa lagi yang lemah seperti mu " sahut shen.
" Bilang saja kamu sangat lemah, kamu hanya berani bersembunyi di balik bayangannya saja " teriak wanita itu.
" Baiklah aku akan melawanmu, jika kamu mati di tanganku jangan pernah menyalahkan ku " sahut shen.
Aku sangat yakin kamu sangat lemah, aku tidak mungkin mati di tanganmu " dalam hati wanita itu.
" Tentu saja " sahut shen.
Bodoh " dalam hati wanita itu.
Tanpa banyak berpikir wanita itu langsung melempar tiga bom ke arah shen.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaarrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaarrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrr...
Tiga bom yang di lempar wanita itu meledak tepat mengenai shen. Shen yang menggunakan dua jurus pelindungnya hanya mengalami sedikit luka luar.
Shen yang tidak sabar membalas kesombongan wanita itu bergegas keluar dari asap yang mengelilinginya dan berjalan ke arah wanita itu.
" Heeh, sekarang giliranku " ucap shen.
" Huuuuh, aku juga pasti bisa menahan serangannya " ucap wanita itu dengan suara pelan.
" Tinju sembilan dewa " teriak shen sambil mengarahkan tinjunya.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaarrr...
Tinju shen tepat mengenai perut wanita dan membuatnya terlempar jauh ke belakang.
Uhuk, uhuk, uhuk...
Wanita itu terus terbatuk sambil berusaha kembali bangkit berdiri.
Shen yang merasa sangat marah langsung mengeluarkan aliran listrik di dalam tubuhnya dan menyatukannya ke dalam jurus yang akan di keluarkannya.
" Jurus Halilintar " teriak shen sambil mengarahkan serangannya.
Jeeeeeeeddddduuuuuuuuaaaaarrrr...
Jeeeeeedddddduuuuuuuuaaaaaaaarrrrr..
Sambaran halilintar dari langit dan sengatan dari aliran listrik yang di keluarkan shen membuat wanita itu tidak mampu berdiri.
Shen yang melihat badan wanita itu terus bergetar dan mengeluarkan asap bersiap kembali menyerangnya.
" Jurus.... " ucap shen yang belum selesai.
" Apa pendekar akan berbuat seperti ini, kamu sudah melihat dia tidak mampu berdiri dan masih mau menyerangnya " ucap seorang pria tua yang tiba-tiba berada di samping wanita itu.
" Dari awal dia yang mencari masalah, bahkan dia yang menantangku untuk mengeluarkan tiga serangan untuknya dan aku baru saja mengeluarkan dua masih kurang satu lagi" sahut shen.
" Aku akan membuat perhitungan dengan mu lain kali " ucap pria tua itu yang langsung membawa wanita itu menghilang.
Para warga yang baru saja menyaksikan dua pertarungan hebat langsung menghampiri shen dan go giong, para warga bersujud di depan shen dan go giong sambil meminta maaf.
" Kami benar-benar bodoh tidak mengenali dua pendekar seperti kalian, tolong ampuni kami " ucap seorang pria yang meminta para warga menangkap go giong sebelumnya.
" Lupakan saja, siapa wanita itu tadi kenapa kalian takut padanya?" tanya shen.
" Wanita itu seorang murid perguruan batu berapi, wanita itu akan mendatangi desa ini beberapa hari sekali untuk meminta hasil panen kami. Kami sangat bersyukur akhirnya wanita itu ada yang bisa mengalahkannya " jawab pria yang masih bersujud di depan shen.
" Nak perguruan itu tidak akan melepaskanmu dengan mudah, lebih baik kamu segera meninggalkan desa kami sebelum mereka kembali untuk menghancurkan desa kami " sahut seorang wanita tua.
" Jadi kalian mengusir kami karena takut perguruan itu akan menghancurkan desa kalian, Karena kalian mengusir kami aku berharap perguruan itu datang secepat mungkin dan membunuh kalian semua. Go giong ayo kita pergi " ucap shen.
" Tuan aku mengira mereka akan menghormatimu karena kamu berhasil mengalahkan wanita itu, aku tidak menyangka mereka malah mengusir kita " ucap go giong yang berjalan tepat di samping shen.
" Begitulah hati manusia sebenarnya, kamu terlalu lama di kurung di kerajaan jadi tidak terlalu mengerti " sahut shen.
" Tuan saat melawan ku kenapa tidak menggunakan jurus yang tuan keluarkan tadi?" tanya go giong.
" Karena sebenarnya aku memang tidak ingin melawanmu dengan serius " jawab shen.
Go giong yang mendengar jawaban shen hanya menganggukkan kepalanya.
" Heh terlalu sadis caramu melawan wanita tadi " ucap sheng.
" Biarlah, dia pantas mendapatkannya " sahut shen.
" Jangan senang dulu, perguruan batu berapi tidak akan melepaskanmu dengan mudah kamu ingat itu " sahut mo.
" Hehehehehe, biar saja aku juga tidak akan bertemu lagi dengan mereka " ucap shen sambil terus tertawa.