Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 121


Shen yang masih terbaring di tenda musuh mencoba membuka matanya sedikit dan memperhatikan sekitarnya, shen melihat ke arah hen jiu yang terus tertawa seolah berpikir rencananya berjalan dengan mulus.


" Pangeran sekarang apa yang akan anda lakukan dengan putri ini? " tanya panglima hen jiu.


" Tunggu saja dia tersadar kita akan langsung memintanya untuk menarik kembali pasukannya dan mengaku kalah pada kita " sahut pangeran hen jiu.


" Pangeran sangat bijksana, kalau begitu aku permisi dulu " ucap panglima hen jiu sambil menundukan kepalanya.


Hen jiu menatap shen yang terbaring tidak sadarkan diri dan duduk di sampingnya.


" Putri yang sangat cantik, setelah peperangan ini berakhir aku akan memintamu menjadi salah satu selirku dengan begitu kerajaan ayah mu tidak akan berani melawan ku " ucap hen jiu sambil mengelus rambut shen.


Shen yang merasa jijik mendengar perkataan hen jiu langsung membuka matanya dan menatap hen jiu yang masih asyik mengelus rambutnya.


" Ehem, ternyata putri sudah sadar " ucap hen jiu dengan gugup.


Shen yang tidak ingin terus menyamar menjadi putri shie langsung merubah wujudnya, hen jiu yang terkejut melihat seorang putri berubah menjadi seorang pria langsung melompat dari tempat tidurnya.


" Emmmmmmm, emmmmmmm " teriak hen jiu dengan suara tidak jelas.


" Tidak perlu berteriak atau aku akan langsung membunuh mu " ucap shen sambil menutup mulut hen jiu.


Hen jiu bergegas menganggukkan kepalanya sambil terus menatap shen.


" Siapa kamu?" tanya hen jiu.


" Aku bukan siapa siapa " jawab shen dengan santai.


" Kalau kamu bukan siapa siapa kenapa kamu berada di pihaknya?" tanya hen jiu lagi.


" Karena putri shie adalah teman ku " sahut shen.


" Aku menyarankan kamu segera membawa pasukan mu kembali atau semua pasukan mu akan mati di sini " sambung shen.


" Emm, kalau itu yang kamu mau aku terpaksa akan membawa kembali pasukan ku besok " sahut hen jiu.


" Baguslah kalau kamu tahu apa yang memang seharusnya kamu lakukan, kalau begitu aku beristirahat di sini sementara besok aku akan kembali ke pasukan putri shie " ucap shen sambil berbaring dan menutup matanya.


Hen jiu yang melihat shen tertidur bergegas keluar dari tendanya dan memberitahukan nya langsung pada panglima perangnya.


" Heeeh, apa kamu sudah gila. Apa kamu tidak melihat dia pergi untuk menyusun rencana " ucap sheng.


" Biar saja memang itu yang aku inginkan, Bukannya kamu juga berharap bisa membantai pasukannya " sahut shen.


" Apa maksudmu kamu akan membantainya hanya berdua dengan ku " ucap sheng lagi.


" Ya anggap saja begitu " sahut shen dengan santai.


Hen jiu yang baru keluar dari tendanya bergegas menuju tenda panglima perangnya.


" Panglima kita sudah terjebak yang kamu bawa itu bukan putri shie, seorang pria sudah menyamar menjadi putri shie dan sekarang tidur di tenda ku dengan sangat nyaman " ucap hen jiu.


" Sepertinya itu tidak mungkin pangeran " sahut panglima perang hen jiu.


" Apa kamu berpikir aku bodoh, aku tidak berbohong padamu dia meminta kita untuk segera mundur atau pasukan kita akan di bantai habis " ucap hen jiu dengan kesal.


" Baiklah karena kamu tidak percaya padaku kamu bisa melihatnya sendiri di tenda ku " sambung hen jiu yang melihat panglima perangnya seoalah tidak percaya padanya.


" Haaaaah " panglima perang hen jiu menghela nafas sambil berjalan menuju tenda hen jiu.


Panglima perang hen jiu yang membuka tenda merasa sangat terkejut melihat seorang pria asing sedang tertidur dengan pulas, panglima hen jiu yang akhirnya percaya dengan perkataan hen jiu bergegas kembali ke tendanya.


" Pangeran sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya panglima perang hen jiu yang baru sampai ke tendanya.


" Akhirnya kamu percaya juga sekarang " sahut he jiu.


" Begini saja karena dia masih tertidur kita bisa mengatur pasukan untuk mengepungnya, jika dia bangun nanti dia tidak akan bisa lagi berbuat apa-apa pada kita " sambung hen jiu.


" Kalau begitu aku akan meminta pasukan untuk mengepung tenda sekarang " sahut panglima perang hen jiu.


" Ya lakukanlah " ucap hen jiu.


Shen yang dari awal mengetahui rencana hen jiu dan pasukannya hanya tersenyum sambil menunggu matahari terbit, setelah menunggu begitu lama matahari akhirnya bersinar dengan terang.


Shen perlahan turun dari tempat tidur dan berjalan keluar, shen seoalah terkejut melihat pasukan hen jiu yang mengepungnya.


" Aku tidak menyangka baru bangun tidur sudah di sambut seperti ini " ucap shen dengan santai.


" Tidak ada yang menyambutmu di sini, menyerahlah kamu sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi " sahut hen jiu dari barisan paling belakang pasukannya.


" Aku sudah memintamu untuk menyerah dengan baik tapi kamu malah mengepung ku seperti ini dan menyuruhku yang menyerah, apa kamu berpikir pasukanmu ini bisa menghalangi ku " ucap shen.


Shen tersenyum ke arah prajurit yang menatap satu sama lain, hen jiu yang mengetahui prajuritnya mulai bimbang langsung berteriak.


" Dia hanya sendiri tidak mungkin mampu mengalahkan kita " teriak hen jiu.


" Baiklah karena ini yang kamu minta aku akan memberikannya, sheng keluarlah " teriak shen.


Wheeeeeeeeeeessssss...


Kepakan sayap sheng membuat angin kencang mengarah ke prajurit hen jiu yang berada di depan shen.


" Benar benar cari mati " ucap sheng.


Prajurit hen jiu yang melihat spiritual naga terbang di atas kepala mereka mulai ketakutan.


" Sudah ku bilang seharusnya kamu menuruti apa perkataan ku semalam, karena kamu tidak ingin menuruti ku terpaksa seluruh pasukanmu akan mati di sini " ucap shen.


" Kalian tidak perlu takut bunuh pria itu, siapa yang bisa membunuhnya akan mendapat seratus keping emas " teriak hen jiu.


Wheeeeeeeeeessssssssssss...


Shen yang sedari tadi ingin menghabisi hen jiu langsung menarik pedangnya dan menebas prajurit hen jiu yang berada di depannya.


Treeeeeng, treeeeeeng, treeeeeeng...


Shen yang melihat prajutit hen jiu terus mengayunkan pedang langsung menangkis semuanya dengan cepat.


Shen sesekali melihat ke arah sheng yang sedang asyik bermain main dengan prajurit hen jiu yang lainnya.


Tidak butuh waktu lama shen yang berhasil membantai setengah prajurit hen jiu langsung berjalan ke arah hen jiu yang sedang gemetaran menatapnya.


" Dasar sampah yang tidak mengerti kekuatannya sendiri " ucap shen sambil menatap hen jiu dengan tajam.


" Jangan bunuh aku, aku menyerah aku berjanji akan membawa mundur pasukanku " sahut hen jiu.


" Heeeh, membawa mundur pasukanmu yang mana. Apa kamu tidak lihat seluruh pasukanmu sudah tidak ada lagi yang tersisa " ucap shen.


" Aku lupa memberitahumu satu hal " sambung shen.


" Apa?" tanya hen jiu.


" Panglima mu sudah kabur semalam, kamu hanya di jadikan umpan untuk dirinya sendiri agar bisa melarikan diri " ucap shen.


Hen jiu yang baru sadar panglimanya tidak ada menjadi semakin ketakutan.


" Sekarang giliranmu untuk menyusul pasukanmu yang telah gugur itu " ucap shen sambil bersiap mengayunkan pedangnya.


Dari kejauhan suara kuda yang berlari sangat cepat mengarah pada shen, shen yang sudah tidak sabar ingin menghabisi hen jiu langsung mengarahkan pedangnya ke leher hen jiu.


" Tunggu " teriak seorang wanita yang tidak asing bagi shen.


" Putri shie ada apa, aku sudah membantu mu hanya tinggal satu orang lagi semua akan berakhir " sahut shen.


" Serahkan dia padaku, akan ku serahkan dia kepada ayahanda ku biar saja ayahanda ku yang menghukumnya " ucap putri shie.


" Haaaah, Baiklah karena putri yang meminta aku tidak akan membunuhnya " sahut shen yang berjalan pergi meninggalkan hen jiu.


Putri shie yang di ikuti prajurit di belakangnya langsung meminta para prajurit untuk menangkap hen jiu dan membawanya ke kerajaan, putri shie yang melihat shen berjalan menjauh bergegas berlari mengejarnya dan langsung memeluknya.


" Aku sangat merindukanmu, jangan pergi jauh dariku lagi " ucap putri shie sambil menangis memeluk shen.


" Ehem, tidak baik jika seperti ini " ucap shen yang langsung memerah wajahnya.