
Hembusan angin yang sangat kencang di sertai debu yang berterbangan membuat shen dan xieyu mei langsung menutup matanya.
Tidak butuh waktu lama angin dan debu mulai menghilang, shen yang tidak lagi merasakan adanya angin berhembus perlahan membuka matanya.
Hewan spiritual apa ini " ucap shen dalam hati.
Shen yang melihat spiritual aneh di depannya langsung menggelengkan kepalanya, shen benar-benar tidak habis pikir dengan hewan spiritual di depannya itu.
" Tidak perlu terkejut seperti itu, hewan spiritual itu bernama chi-lin perpaduan badan yang menyerupai kuda berkepala naga dengan tanduk yang tajam seperti rusa membuatnya menjadi hewan suci yang hampir tidak pernah terlihat di muka bumi " ucap sheng.
" Apa dia sama dengan ras naga sepertimu ?" tanya shen.
" Kami berbeda, Chi-lin sendiri sebenarnya perwakilan dari delapan belas hewan, maka dari itu chi-lin tidak bisa di golongkan dengan ras naga atau ras apapun " sahut sheng mencoba menjelaskan.
" Bagaimana dengan kekuatannya?" tanya shen lagi.
" Chi-lin sendiri sebenarnya sangat ramah hanya saja jika marah akan sangat berbahaya " Sahut sheng.
" Ada apa denganmu, apa kamu terkejut melihat hewan spiritual gis ku?" tanya mingzi ku sambil tersenyum.
" Jujur saja aku memang baru pertama kali melihatnya, walau begitu bukan berarti aku terkejut " sahut shen.
" Kalau begitu tunggu apa lagi, cepatlah keluarkan spiritualmu aku sangat penasaran dengan spiritual kebanggaan perguruan langit biru " ucap mingzi ku.
" Sheng keluarlah " teriak shen.
Suara kepakan sayap terdengar dari atas, mingzi ku yang sedari awal penasaran dengan spiritual shen akhirnya merasa puas.
" Spiritual naga tidak buruk " ucap mingzi ku.
" Kalau begitu tunggu apa lagi mulai saja pertandingannya " teriak mingzi ku.
Gis ku yang sudah mendengar perintah langsung berbisik di telinga hewan spiritualnya, walau shen tidak tahu apa yang mereka bicarakan shen bisa menebak kalau gis ku meminta spiritualnya untuk tidak mengampuni sheng.
Hooooooooeeeeeerrrrr...
Sheng yang sudah tidak sabar perlahan terbang rendah di depan spiritual gis ku.
Chi-lin yang pandai bertarung jarak dekat langsung mengarahkan kakinya ke badan sheng.
Walau terasa pelan tendangan chi-lin mampu membuat sheng termundur dan merasakan sakit di dalam tubuhnya.
" Sheng apa kamu tidak apa-apa?" tanya shen.
" Hanya sedikit merasa kesakitan saja itu bukan masalah besar " sahut sheng.
Sheng yang merasa tidak bagus untuknya bertarung jarak dekat langsung mengeluarkan semburan apinya.
Wheeeeeeeeeeeeesssss...
Chi-lin yang menyadari semburan api sheng langsung menghadang api itu dengan badannya.
Badan yang di penuhi sisik tebal seperti ular dan ikan membuatnya tidak merasakan panas sedikitpun.
Tidak bisa, jika seperti ini terus sangat tidak mungkin bisa menang melawannya " ucap sheng.
Belum sempat shen berpikir apa yang akan di lakukannya chi-lin langsung melompat tinggi ke arah sheng sambil mengarahkan kembali kakinya ke badan sheng.
Hooooooooeeeeeerrrrrrr...
Sheng yang merasa kesakitan langsung terbang tinggi, sheng berpikir dia terlalu awal untuk menggunakan serangan pamungkasnya.
Sheng yang terbang di atas langsung terbang sangat cepat ke arah chi-lin yang masih menatapnya, sheng yang hampir sampai bawah bergegas mengeluarkan cakarnya untuk mencengkram badan spiritual gis ku dan membawanya terbang tinggi.
Hoooooooeeeeeerrrrr...
" Sekarang apa yang bisa kamu lakukan?" tanya sheng.
Spiritual gis ku tidak menjawab apa yang di katakan sheng, spiritual gis ku mengangkat kepalanya ke atas menatap sheng.
Chi-lin terus menghantupkan tanduknya ke perut sheng, walau awalnya sheng tidak merasa sakit karena badannya di penuhi sisik lama-kelamaan perutnya terasa perih seperti tersobek.
Sheng yang melihat kulit perutnya menancap di tanduk chi-lin langsung melepaskan cengkramannya.
Hooooooeeeeeeerrrrrrr...
Bagaimana bisa sisik ku mampu ditembusnya, sepertinya memang harus mengakhiri pertarungan ini secepatnya " ucap sheng.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...
Chi-lin yang terjatuh dari ketinggian berusaha kembali bangun, gis ku yang tidak tega melihat spiritualnya terus gemetaran meminta mingzi ku menyudahi pertarungan.
Sheng yang sangat marah dan ingin mengakhiri pertarungan langsung mengumpul kekuatannya menjadi satu bulatan bola di dalam mulutnya, sheng tanpa berpikir panjang langsung menarik nafas dan membuangnya bersamaan dengan bola hitam di dalam mulutnya.
" Kita sudahi saja pertarungan ini " ucap mingzi ku.
" Kalian terlambat lihatlah apa yang sedang mengarah ke hewan spiritual itu " sahut shen.
" Tidak jangan " teriak gis ku.
" Susunan ruang persegi terbuka " teriak mingzi ku yang berdiri di depan spiritual gis ku.
Wheeeeeeeeessssssss...
Bola hitam yang di keluarkan sheng langsung masuk ke dalam susunan ruang persegi yang di keluarkan mingzi ku, sheng yang tidak terima serangan terakhirnya di pindahkan langsung turun ke bawah dan berdiri di samping shen.
" Itu serangan terakhirku, apa maksudmu seperti itu?" tanya sheng.
" Pertarungan berakhir " sahut mingzi ku.
" Ini untukmu " ucap mingzi ku sambil melemparkan sebuah buah pada sheng.
" Cih " sahut sheng yang langsung menangkap buah pengembali kekuatan sekaligus penyembuh luka yang di lempar mingzi ku.
Sheng yang merasa sangat kesal tanpa banyak bicara langsung kembali masuk ke dalam tubuh shen.
" Menyebalkan, pertarungan yang tidak berguna dan tidak ada hasil " ucap sheng.
" Sabar saja, lebih baik kamu cepat makan buah itu untuk memulihkan kekuatamu " sahut shen.
Gis ku yang merasa kasiha melihat spiritualnya langsung memasukan kembali spiritualnya ke dalam tubuhnya, shen yang melihatnya perlahan berjalan mendekatinya.
" Jika tidak tega dari awal kenapa masih bersikeras mengeluarkan spiritualmu?" tanya shen.
" Kamu jangan bangga dulu sebenarnya spiritualku lebih kuat dari yang kamu kira, hanya saja saat ini tidak tepat untuknya keluar " sahut gis ku.
" Terserah kamu saja, ketua mingzi ku apa masih ingin menyulitkan kami " ucap shen.
" Tidak ada alasanku untuk menyulitkan kalian, wiung ku antarkan mereka ke mata air surga kita " sahut mingzi ku yang langsung berjalan pergi meninggalkan shen dan xieyu mei.
" Huuu, menyebalkan kenapa mereka curang seperti itu sudah jelas spiritualmu mampu mengalahkannya kenapa gis ku tidak bisa terima " ucap xieyu mei.
" Lupakan saja lebih baik kita fokus ke mata air surga itu dulu " sahut shen yang langsung mengikuti wiung ku dari belakang.
" Huuuu, kamu sama saja menyebalkannya seperti mereka " ucap xieyu mei dengan kesal.
Shen terus mengikuti wiung ku yang berjalan menuju sebuah pintu di area belakang perguruan negeri awan.
Setelah sampai di depan pintu wiung ku langsung mengambil pisau di sakunya untuk menggores tangannya, darah yang mengalir deras di tangan wiung ku langsung di teteskannya ke pintu di depannya.
Shen yang melihat pintu terbuka setelah di beri darah hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya.
" Cepatlah masuk batas kalian di dalam hanya satu minggu, jika lebih kalian tanggung sendiri akibatnya " ucap wiung ku.
" Terima kasih " ucap shen yang langsung masuk ke dalam di ikuti xieyu mei dari belakangnya.