Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 23


" Kamu sedang memperhatikan apa" bisik mo. mengagetkan shen.


" Kamu membuat ku terkejut saja " ucap shen sambil mengelus dadanya.


" Tuan kenapa kita bisa berada disini? " tanya chiktan.


" Harusnya aku yang bertanya, semalam kamu kemana? " tanya shen balik.


" Chiktan merasa mengantuk semalam, ketika bangun chiktan sudah berada di sini " sahut chiktan


" Ya sudahlah " ucap shen.


" Aku ingat waktu kamu menyerap permata merah delima ada seseorang yang mengambil ku dan chiktan, siapa dia sebenarnya ?" tanya mo.


" Dia guruku mo " sahut shen.


" Bagaimana bisa kamu berguru hanya dengan satu hari " ucap mo.


" Ceritanya panjang aku malas menjelaskannya " sahut shen


Mo memperhatikan shen dengan teliti, mo melihat aura nadi hijau shen yang sudah terbuka bahkan sudah naik di peringkat emas.


Sebenarnya apa yang di ajarkan gurunya dalam waktu satu malam " mo terus berfikir keras.


" Mo kamu kenapa diam saja?" tanya shen.


" Aku hanya penasaran apa yang kamu lakukan dalam satu malam kenapa bisa kekuatan mu meningkat begitu cepat " sahut mo.


" Kalau begitu sekarang aku di tingkat apa?" tanya shen lagi.


" Kamu sudah berada di tingkat emas pertengahan " sahut mo.


" Ternyata tidak tidur sehari semalam ada hasilnya, hampir saja aku menolak guru emas seperti pak tua itu " ucap shen sambil tersenyum.


Shen terus berjalan melewati desa demi desa dan berhenti di sebuah desa bernama desa DONG NAN.


" Desa ini sepertinya ada yang aneh, hari masih sore kenapa sudah sangat sepi seperti ini " Shen terus melihat sekelilingnya.


Shen memperhatikan tidak ada satupun rumah warga yang terbuka dan tidak ada orang yang berjualan di desa itu.


" Sepertinya ada yang tidak beres dengan desa ini " ucap mo yang juga merasa aneh dengan kampung yang di datangi mereka.


" Anak muda kesini " panggil seorang nenek tua yang terus melambaikan tangannya memanggil shen.


Shen menghampiri nenek tua yang terus melambaikan tangannya dan berdiri di depannya.


Nenek itu menarik shen masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintunya.


" Ada apa nek? " shen masih tidak mengerti.


" Anak muda kamu bukan dari sini ya " nenek itu terus memperhatikan shen.


" Saya hanya pengembara nek, kebetulan saja melewati desa ini "


" Kalau begitu pantas saja kamu berani berada di jalan jam segini " nenek itu terlihat sangat cemas.


" Ada apa nek dengan kampung ini? " tanya shen.


Nenek itu berdiri seperti sangat gelisah, haruskah dia menceritakan tentang desanya ke orang yang tidak di kenalnya.


" Anak muda aku percaya pada mu, kamu tidak mungkin membocorkan rahasia tentang desa ini.


Dimulai dari tiga bulan yang lalu,


kepala pemerintah menikahi gadis cantik yang tidak tau dari mana asal usul nya.


Gadis itu sangat cantik hingga menarik perhatian semua kaum pria di kampung ini.


Hingga suatu hari kepala pemerintah menghilang secara misterius, dan beberapa hari kemudian ada beberapa pemuda yang menghilang kembali.


Banyak yang menduga kalau istri kepala pemerintah adalah wanita iblis, dia akan membunuh dan meminum darah pemuda agar menjaga kecantikannya.


" Bagaimana warga bisa tau kalau hilangnya pemuda di kampung ini karena istri kepala pemerintah itu?" tanya shen yang merasa curiga dengan nenek yang berada di depannya.


" Aku sendiri tidak tau warga mengetahuinya dari mana, tapi hingga kini istri kepala pemerintah menggantikan suaminya mengurus seluruh desa ini " sahut nenek tua itu.


" Berarti orang yang keluar masuk kampung ini semua sudah dia ketahui, dan pasti kalau sudah masuk tidak mungkin bisa keluar lagi. Bukankah begitu Istri kepala pemerintahan " ucap shen.


Nenek tua itu merasa sangat terkejut bagaimana mungkin penyamaran yang begitu sempurna dengan mudah di ketahui anak muda di depannya.


" hahahahaha, karena kamu sudah mengetahuinya aku tidak perlu berpura pura lagi " sahut nenek tua itu.


Nenek tua yang berdiri di depan shen seketika berubah menjadi wanita yang sangat cantik seperti dewi.


" Bagaimana kamu bisa tahu penyamaran ku " ucap wanita itu.


Wanita itu mengelilingi shen dan berulang kali mengelus pipinya.