
Shen merasa bersalah, karena dirinya seseorang harus menghilang untuk selamanya.
" Kenapa kamu begitu bodoh, apa kamu ingin menyalahkan diri mu sendiri " Suara tanpa wujud.
" iya " Shen tertunduk.
" Wanita itu hanya kepingan R6oh yang memiliki ke dua jurus yang kini kamu kuasai dia sudah meninggal sejak lama, kenapa kamu harus menyalahkan diri sendiri. "
" Bagaimana pun juga itu karena ku "
" Cihh, baru sekarang ini aku melihat ada pendekar yang bersedih hanya Karena membuat kepingan roh menghilang "
" Kamu bukan manusia kamu tidak memiliki hati dan perasaan kamu tidak akan mengerti "
" Terserah kamu saja, sekarang apa kamu mau menyerah begitu saja. bagaimana dengan kedua jurus yang masih berada di samping mu "
Shen menoleh kesamping nya.
Aku tidak boleh seperti ini, hanya tinggal dua jurus lagi aku harus semangat" dalam hati shen.
Shen langsung duduk dan membuka kitab Tinju sembilan dewa, shen kembali menutup matanya. Perlahan Shen membuka matanya dan melihat sekitarnya.
Di depannya sebuah Kuil yang sangat besar dengan sembilan patung dewa yang berada di samping kuil seolah menatap ke arahnya.
Shen melangkah tanpa ragu memasuki kuil itu.
*Teng, teng, teng...
Shen membunyikan lonceng di depannya sebelum memasuki kuil*.
Shen berjalan melewati pintu masuk dan betapa terkejutnya dia, patung yang berada di samping kuil tadi berada di dalam dan menatapnya dengan tajam.
" Hay manusia , Lancang sekali kamu memasuki wilayah terlarang yang hanya boleh di masuki para dewa " Suara dari salah satu patung di depannya.
" Maaf aku hanya ingin mempelajari jurus Tinju sembilan dewa, aku juga tidak tahu kenapa aku berada disini "
" Hahahahaha, ingin mempelajari jurus tinju sembilan dewa. nyawa mu ada berapa manusia "
" Tentu saja hanya satu " jawab shen dengan santai.
" Kalau begitu kembali lah, sayangi nyawa mu yang hanya satu itu "
" Aku tidak akan kembali sebelum menguasai Tinju sembilan dewa "
"Manusia aku berbaik hati memberimu kesempatan untuk kembali tapi kamu menolak nya, dan kamu bersikeras untuk tetap mempelajari jurus tinju sembilan dewa. apa kamu sadar yang kamu lakukan ini "
" Aku sangat sadar dan aku ingin mempelajari jurus tinju sembilan dewa. "
" Kalau begitu aku akan mengabulkan apa yang kamu mau tapi dengan satu syarat "
" Apa itu aku pasti akan menyanggupi nya " jawab shen dengan yakin.
" Kamu harus menerima Tinju dari ku sebanyak sembilan kali, aku mewakili delapan dewa lainnya akan mengetes seberapa kuat nya kamu ."
Shen memasang kuda kudanya dan bersiap menerima sembilan tinju dari patung yang berada di depan nya.
Patung di depan nya mengayunkan tangan nya dan tanpa terlihat tinju itu mengenai badan shen.
Bruuuuaak... Shen terlampar jauh kebelakang.
Perlahan shen berdiri dan kembali maju kedepan patung itu.
" Manusia kamu sebaik nya menyerah saja, itu hanya satu tinju kamu masih harus menahan delapan lagi tinju dari ku "
" Aku masih kuat, silahkan lanjutkan kembali "
Shen memperkuat kuda kudanya seperti yang sudah di ajarkan sang misterius kepadanya.
** Bruuuuaak, Bruuuuaak...
Shen jatuh bangun menerima tinju dari patung itu. Tubuh shen terasa sangat lemah hanya tinggal satu tinjuan lagi dia akan berhasil, shen kembali berdiri dan berusaha sebisanya untuk menahan tinju ke sembilan.
Bruuuakkk... Shen kembali terlempar kebelakang. **
" Aku sangat terkejut tidak ku sangka kamu sudah menguasai jurus Sisik pelindung tubuh"
" Aku tidak bisa menahan serangan anda kalau hanya mengandalkan kekuatan ku sendiri, maaf aku memakai jurus sisik pelindung tubuh untuk melindungi ku. "
" Aku mengerti , kalau kamu tidak memakai jurus Sisik pelindung tubuh mungkin sekarang badan mu sudah hancur berkeping keping"
Shen menundukan kepalanya , Shen menyadari mungkin dia sudah gagal mempelajari Tinju sembilan dewa.
" Manusia terima ini " Patung itu melemparkan gulungan untuk shen.
Shen menangkap gulungan itu dan menatap patung itu ingin shen bertanya apa isi gulungan yang di pegangnya.
" Aku tau apa yang kamu pikirkan, Gulungan itu berupa mantra untuk mempelajari Jurus sembilan dewa. aku yakin kamu bisa menguasainya "
" Terimakasih "
Shen berbalik dan berjalan keluar kuil.
Shen mencari tempat untuk membaca jurus tinju sembilan dewa.
Shen membuka gulungan itu dan membaca mantra nya dengan sangat teliti.
Hanya dengan satu kali membaca mantra dari gulungan itu, Shen merasa ada kekuatan yang mengumpul di pergelangan tangan hingga ke ujung jarinya.
Duuuaaaarr... Shen mencoba tinju nya ke pohon yang berada sangat jauh darinya.
Pohon itu meledak dan hancur berkeping keping.
Shen kembali membuka matanya dan memperhatikan tangan nya.
" Tinju sembilan dewa sudah aku kuasai hanya tinggal satu jurus lagi " Shen menarik nafas dan membuang nya perlahan.