
Trak, trak...
Mantra penghalang mulai retak, Mo menggunakan sisa kekuatannya untuk terus memecahkan mantra itu.
Dengan susah payah akhirnya mantra itu berhasil dipecahkan sheng dan mo, Tanpa banyak bicara keduanya langsung masuk ke dalam hutan mencari shen.
Suara perkelahian terdengar dari jarak jauh.
Sheng yang mendengar suara perkelahian langsung menghampiri asal suara itu.
Mo yang sampai terlebih dulu menemukan shen tidak bisa berbuat apa apa karena terlalu banyak menggunakan kekuatannya untuk memecahkan mantra, apa lagi dia menggunakan kekuatannya itu jauh dari pedang yang menjadi tubuhnya.
Di satu sisi sheng yang melihat shen mulai kelelahan menghadapi ular raksasa di depannya langsung melesat menyerang, Shen yang melihat sheng tiba tiba membantunya merasa sangat terkejut.
Shen merasa sangat bersyukur jika tidak ada sheng dia tidak tahu apa yang terjadi padanya.
Bruuuuuuuuuuaaaaaaak...
Sheng mencengkram tubuh ular raksasa itu dengan sangat erat dan langsung melemparkannya ke bawah, Belum kembali bangkit ular itu langsung terkena api semburan sheng.
Sheng yang melihat ular itu mulai bergerak sangat pelan bergegas mengarahkan satu serangan terakhir yang langsung membuat ular itu mati di tempat.
" Akhirnya mati juga hewan iblis itu " Ucap shen yang merasa sangat lega.
" Dasar bodoh, bisakah kamu bertanya dulu padaku atau bertanya pada mo sebelum kamu memasuki hutan. Apa kamu tidak tahu hutan itu di pasang mantra agar roh dan spiritual tidak bisa masuk ke dalam hutan, jika tadi aku dan mo tidak berhasil masuk kamu mungkin akan mati di makan hewan iblis itu " Ucap sheng yang terus memarahi shen.
" Aku tidak tahu kalau hutan itu dipasang mantra seperti itu, aku hanya ingin membantumu mendapatkan inti hati hewan iblis " Sahut shen.
" Sudahlah ku harap kamu tidak melakukan hal seperti itu lagi, aku akan menyerap inti hati ini untuk sementara aku tidak bisa membantu mu " Ucap sheng yang langsung masuk ke dalam tubuh shen kembali.
Semua memang salah ku, harusnya aku bertanya lebih dulu padanya sebelum masuk ke dalam hutan ini " dalam hati shen.
Shen berjalan keluar hutan dan kembali melanjutkan perjalanannya.
Shen merasa perjalanannya begitu sunyi tanpa ada sheng dan mo yang berbicara padanya, Shen hanya bisa terus berjalan sambil berharap mo kembali pulih dan sheng segera menyelesaikan menyerap inti hati hewan iblis itu secepatnya.
Lima hari shen berjalan tanpa henti mengikuti peta yang di bawanya, Shen yang merasa kelelahan memutuskan berhenti di bawah pohon besar sambil meluruskan kakinya dan menutup matanya.
Tolong, tolong...
Suara teriakan terdengar dari kejauhan dan berlari ke arah shen, shen yang mendengarnya mencoba tidak menghiraukan suara itu dan kembali melanjutkan tidurnya.
Tiba tiba dari kejauhan seorang wanita berlari ke arah shen dan bersembunyi di balik pohon tempat shen beristirahat, Shen yang mengetahui seseorang sedang bersembunyi di belakangnya langsung bangun dari tidurnya.
" Dia tidak mungkin bisa berlari jauh, dia hanya seorang wanita yang sedang menahan sakit di dalam tubuhnya " Kata seorang pria yang berbicara dengan dua pria lain nya.
Shen yang melihat ketiga pria itu berhenti tidak jauh di depannya langsung melambaikan tangan dan menghampiri ketiga pria itu.
" Kalian sedang mencari apa? " tanya shen yang berpura pura tidak tahu.
" Kami mencari seorang wanita yang berlari ke arah sini, apa kamu melihatnya " tanya salah satu pria itu.
" Seorang wanita " Shen berpura pura mengingat kembali.
" apa yang kalian maksud wanita yang memakai pakaian berwarna hijau " Sambung shen.
" Benar, kemana perginya wanita itu " Sahut salah satu pria itu.
" Baru saja aku melihatnya berlari dengan seorang pria, ke arah sana " sahut shen sambil menunjuk sembarang arah.
" Sial kita harus mengejarnya jika gagal ketua pasti akan menghukum kita " Sahut salah satu pria itu sambil berlari.
" Terima kasih sudah menolong ku " ucap wanita itu sambil menundukan kepalanya.
" Kalau tidak salah mendengar mereka berbicara tubuh mu yang sakit, sebenarnya apa yang terjadi " tanya shen penasaran.
Wanita itu terlihat sangat kebingungan ingin menjawab seperti apa, haruskah dia memberitahu kejadian yang telah terjadi padanya.
" Kalau kamu tidak ingin memberitahu tidak apa apa, boleh ku pegang tangan mu " ucap shen.
Wanita itu merasa kaget mendengar perkataan shen yang ingin memegang tangannya, walau begitu wanita itu langsung mengulurkan tangannya dan membiarkan shen memegang tangannya.
Shen yang memegang tangan wanita itu langsung menutup matanya, sama seperti sebelumnya shen kembali merasakan hawa dingin yang terus mengalir di dalam tubuhnya.
Perlahan hawa dingin mulai mengalir ke tangan shen yang memegang tangan wanita itu, Hawa dingin yang berada di tangan shen mulai mengalir di tangan wanita itu dan perlahan masuk ke dalam tubuhnya.
Wanita itu yang tidak bisa menahan hawa dingin terus mengalir di dalam tubuhnya tiba tiba tidak sadarkan diri, Shen melepas tangannya dan mencoba membangunkan wanita itu berulang kali.
Perlahan wanita itu membuka matanya dan terus menatap shen.
" Akhirnya kamu sadar juga " ucap shen sambil menatap wanita itu.
Wanita itu menganggukkan kepalanya sambil terus menatap shen.
" Kalau begitu bisakah kamu bangun dari kaki ku " ucap shen sambil memalingkan wajahnya.
" Maaf " ucap wanita itu sambil bangun dari pangkuan shen.
" Bagaimana keadaan mu sekarang " tanya shen.
Wanita itu langsung memegangi badan nya yang sudah tidak lagi terasa sakit.
" Hahaha, Aku sembuh " ucap wanita itu sambil tertawa bahagia.
Shen hanya diam sambil memperhatikan wanita itu, Shen yang tiba tiba teringat akan tujuannya langsung berdiri.
" Aku harus pergi, kamu harus jaga diri jangan sampai terkena masalah lagi " ucap shen sambil berjalan meninggalkan wanita.
" Tunggu " teriak wanita itu sambil berlari mengejar shen.
" Kamu mau kemana ?" tanya wanita itu.
" Aku ingin pergi ke perguruan Diyu zi " jawab shen sambil terus berjalan.
" Kita satu arah bisakah kita tetap jalan bersama " ucap wanita itu.
" Terserah kamu saja " sahut shen.
" Oh ya, terima kasih sudah menyembuhkan ku" ucap wanita itu.
" Kalau boleh tahu siapa nama mu "Sambung wanita itu.
" Nama ku shen " jawab shen.
" Nama ku yi lieng " ucap wanita itu.
" Kenapa kamu ingin ke perguruan Diyu zi " tanya wanita itu lagi.
" Aku tidak bisa memberitahu mu, untuk apa aku kesana " sahut shen.
Wanita itu tiba tiba tersenyum sambil terus berjalan di belakang shen.