Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 54


Shen melanjutkan perjalanan nya mencari mawar berdarah bahan ke dua untuk membuat obat penawar Racun pencabut nyawa.


" Mo di mana kita harus mencari mawar berdarah itu "


" Aku sendiri tidak mengetahui nya. kenapa tidak kamu tanya chiktan saja "


Benar juga, rumput tiga hati yang ku dapat kemarin chiktan yang memberitahu nya. mungkin saja Chiktan juga tahu dimana tempat mawar berdarah itu " Dalam hati shen.


" Chiktan apa kamu tahu dimana tempat mawar berdarah itu tumbuh " Tanya shen.


" Chiktan tidak mengetahui nya tuan, bahkan nama nya saja chiktan baru mendengarnya "


" Jadi kita harus mencari nya ke mana "


" Sayang sekali kamu tidak bertanya pada ku " suara spiritual naga shen.


" Sheng kamu benar tahu dimana tempat mawar berdarah itu tumbuh "


" Mungkin "


" Aku sangat serius, beritahu aku dimana tempat mawar berdarah itu tumbuh "


" Haaaah, baiklah . Mawar berdarah tumbuh di tempat yang gelap dan suram lebih tepatnya berada di jurang Kegelapan "


" Jurang kegelapan dimana Itu, kenapa aku belum pernah mendengarnya "


" Itu karena kamu tidak berguna. Sampai jurang kegelapan juga kamu tidak tahu.


lebih baik kamu tanya serigala itu "


" Tadi aku bertanya dia tidak tahu dimana mawar berdarah itu tumbuh "


" Dia tidak tahu dimana tempat mawar berdarah itu tumbuh bukan berarti dia tidak tahu dimana jurang kegelapan itu berada "


Shen meminta chiktan berhenti sebentar untuk beristirahat.


" Chiktan, apa kamu tahu dimana jurang kegelapan itu berada "


" Jurang kegelapan " Chiktan berfikir sejenak dia seperti pernah mendengar nama tempat itu.


Shen memperhatikan Chiktan yang masih terdiam.


" Chiktan sudah ingat dimana jurang kegelapan itu, tapi kenapa tuan ingin pergi kesana "


" Disana tempat mawar berdarah itu tumbuh, kita harus pergi ke sana dan mengambil mawar berdarah itu "


" Tapi tuan, yang chiktan tahu jurang kegelapan di jaga dua hewan spiritual. ini sangat berbahaya untuk tuan "


" akan ku hadapi setiap bahaya apa pun itu.


aku pasti bisa membuat ke dua ketua perguruan langit biru kembali tersadar "


" Kalau begitu kita berangkat sekarang tuan "


Shen hanya mengangguk kan kepalanya dan naik ke badan chiktan.


Chiktan terus berlari hingga ke tepi jurang kegelapan. Shen melihat ke bawah jurang itu, jurang yang sangat gelap.


Shen berfikir bagaimana caranya dia bisa turun ke bawah jurang itu dan mendapatkan mawar berdarah yang di butuhkan nya.


HOOOOOEEERRRR... suara auman yang sangat keras terdengar dari bawah jurang itu.


Shen masih berdiri di tepi jurang itu dan melihat ke bawah.


" Suara apa tadi itu " Shen merasa terkejut mendengar suara auman hewan itu.


" Tuan lebih baik kita tidak pergi ke dasar jurang itu, di sana sangat berbahaya untuk tuan " Chiktan berusaha mengingatkan shen kembali.


" Aku tidak takut dengan bahaya " teriak shen sambil melompat ke jurang.


" Tuan " Teriak Chiktan yang masih berdiri di atas.


Buuuugg...Shen terjatuh cukup keras.


Untung saja dia sudah mengeluarkan jurus Sisik pelindung tubuh sebelum melompat ke dalam jurang.


Shen mencoba berdiri dan jalan perlahan di tengah tengah kegelapan.


Dari kejauhan dua cahaya biru menyala dengan terang dan berjalan semakin mendekati nya.


HOOOOOOOEEEEEERRRR....


Cahaya biru itu tepat berada di hadapannya.


Harimau Suci bermata biru, hewan spiritual level Sembilan kini menatapnya dengan tajam.


" Lagi lagi manusia, Aku sangat membenci yang nama nya manusia " Harimau suci masih terus menatap shen dan mengeluarkan cakarnya.


Kreeeeeeeeeeeaaaakkk... harimau suci mencakar sebuah batu besar yang berada di sampingnya.


" Kamu jangan marah, aku tidak ada maksud ingin mengganggu mu. aku kesini hanya ingin mencari mawar berdarah tidak lebih dari itu "


"Apa. kamu ingin mengambil mawar berdarah. ku rasa kamu memang sudah bosan hidup "


Shen tidak sempat menghindarinya.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhh... suara teriakan yang sangat keras.


Shen merasa dia tidak terkena serangan harimau itu lalu siapa yang berteriak di depannya dan melindungi diri nya.


" Tuan apa anda baik baik saja "


Shen sangat terkejut ternyata Chiktan yang berada di depannya.


" Chiktan kenapa kamu berada di depan ku, apa kamu terluka " Shen terlihat sangat khawatir.


" Chiktan tidak terluka tuan, yang menerima serangan harimau itu bukan chiktan "


" kalau bukan kamu lalu siapa "


" Di saat seperti ini bahkan kamu tidak bisa menebak siapa yang menolong mu " Suara spiritual naga shen.


" Sheng kamu... " shen tidak melanjutkan bicaranya.


" Kamu sebaik nya menjauh dari sini " teriak sheng.


Shen mundur perlahan sambil terus menatap ke depan.


" Harimau sialan berani sekali kamu menyerang tuan ku "


" Heh. ternyata naga, ku kira spiritual naga sudah punah. tidak ku sangka aku masih bisa bertemu dengan naga di sini "


" Aku tidak ingin bermain main dengan mu, pergilah biarkan tuan ku mengambil mawar berdarah itu. "


" Baik ku izinkan tapi aku harus memakan tuan mu terlebih dulu "


" Ternyata kamu lebih memilih untuk mati "


Whuuuuussss,,,, Sheng menyemburkan api nya ke muka harimau suci yang berada di depannya.


" Naga sialan, kamu berani bermain curang. aku akan menghabisi mu " Teriak harimau suci.


Brrrruuuukkk,,, suara pukulan yang sangat keras terdengar.


Harimau suci berusaha untuk berdiri dan mencari siapa yang berani memukul nya.


" kamu kenapa memasuki wilayah ku " Harimau suci melihat ke arah belakang nya.


" Diam kamu "


perlahan seekor Harimau suci bermata merah mendekat ke Sheng dan menundukan kepalanya.


" Maaf adik ku sangat tidak sopan kepada kalian "


shen Perlahan maju ke depan harimau itu dan terus memperhatikan nya.


Sheng yang merasa situasi nya sudah aman langsung menghilang dan kembali masuk kedalam tubuh shen.


" Aku tidak ingin mencari masalah , aku ke sini Karena aku sangat membutuhkan mawar berdarah yang berada di dalam jurang ini "


" Sebenarnya Mawar berdarah satu satunya harta karun jurang kegelapan ini, jika kamu mengambil nya maka jurang kegelapan tidak lagi memililki harta karun "


" Tapi aku sangat membutuhkan nya "


" Kamu boleh mengambilnya tapi dengan satu syarat "


" Katakan apa syarat nya "


" Kamu harus kembali lagi kesini dan membawakan kami Tulang hewan spiritual tingkat dua belas "


" Tunggu tuan " Chiktan menghentikan shen yang ingin menyetujuinya.


Shen memperhatikan Chiktan yang berjalan ke arahnya.


"Hewan spiritual tingkat dua belas, sangat sulit di dapatkan. tuan ingin mencari nya di mana "


Shen berfikir sejenak dan langsung menyetujuinya. Sekarang yang terpenting harus mendapatkan ketiga bahan utama untuk membuat penawar racun pencabut nyawa.


" Aku setuju, suatu saat nanti aku akan kembali lagi kesini dan memberikan tulang hewan spiritual level dua belas untuk mu "


" Baik, ambilah mawar berdarah itu tapi jangan coba coba membohongiku.


Aku akan mencari mu walau kamu ke ujung dunia "


Shen hanya mengangguk kan kepalanya dan mencari mawar berdarah itu.


Shen kembali memegang mawar berdarah di tangannya.


" Terimakasih, aku pasti akan memberikan yang kamu mau. aku tidak akan mengingkari nya "


" Naiklah ke badan ku akan ku bawa kamu keluar dari jurang ini "


Shen menaiki harimau putih bermata merah yang berlari sangat cepat dan membawanya keluar dari jurang kegelapan.