
Putri yun lie masih memeluk shen dengan sangat erat.
" Pasukan di perbatasan sudah di kalahkan " teriak beberapa prajurit di luar tenda.
Putri yun lie yang mendengar teriakan itu merasa sangat kaget. Putri Yun lie melepaskan pelukannya dan berlari keluar.
Pangeran Wang lie yang melihat adik nya keluar dari tenda bergegas masuk ke dalam menghampiri shen.
" Jika bukan karena jiwa pisau ku yang kamu segel, peperangan kali ini sudah pasti aku yang memenangkan nya " Pangeran Wang lie menatap shen dengan sangat kesal.
" Bukannya itu salah pangeran wang lie sendiri yang menyerang ku waktu itu " sahut shen.
" Aku mengakui kesalahan ku karena sudah menyerang mu tapi bisa kah kamu mengembalikan jiwa pisau ku kembali anggap saja aku ... " belum selesai bicara.
" Tuan putri yun lie membawa tiga pasukan ke perbatasan " teriak seorang prajurit yang tiba tiba memasuki tenda.
" Bagaimana bisa adik ku pergi sendiri dia tidak tau situasi dalam berperang nyawanya dalam bahaya sekarang " pangeran wang lie terlihat sangat gelisah.
" Siapkan aku satu kuda " teriak shen.
Prajurit itu menatap ke arah pangeran wang lie seolah meminta persetujuan.
" Berikan satu kuda untuk nya "
" Baik pangeran " prajurit itu langsung berjalan keluar dan mempersiapkan satu kuda untuk shen.
" Aku percaya kan adik ku pada mu, aku masih ingin melihat nya kembali dengan selamat "
Shen hanya menganggukan kepalanya dan berjalan keluar.
Shen menunggangi kuda nya yang berlari sangat cepat. Di depannya pertempuran sudah tidak bisa di hindari ke dua pasukan kerajaan banyak yang gugur dan mati dengan sangat menggenaskan.
Dari jauh shen melihat Putri yun lie berusaha sekuat tenaga nya melawan prajurit musuh.
Keringat dan darah menyatu di kulit putih nya.
Shen dengan cepat menangkap putri yun lie yang tiba tiba terjatuh dari kudanya dan tidak sadarkan diri.
Dari jauh seorang wanita memperhatikan shen yang membantu putri yun lie yang sudah kehabisan tenaga.
Wanita itu berjalan ke arah shen tanpa di dampingi satu pun prajurit nya.
" Aku tidak menyangka kalau kamu berada di pihak musuh " Suara wanita mengagetkan shen.
" Kamu " shen sangat terkejut melihat shie berdiri di depannya.
Shie berbalik dan pergi membawa pasukan nya mundur. Shen tidak ingin banyak berfikir yang terpenting dia harus menyelamatkan putri yun lie sekarang.
Shen menggendong dan membawa putri yun lie satu kuda dengannya. Shen membawa putri yun lie yang masih tidak sadarkan diri ke tenda pengobatan.
Bagaimana bisa Shie yang memimpin pasukan itu, aku mengira shie hanya wanita biasa yang lemah dan membantu ku hanya karena memililki sedikit keberanian " Dalam hati shen .
Shen terdiam tidak habis fikir. Pangeran wang lie terus memperhatikan shen yang terdiam semenjak dia datang.
" Apa yang kamu fikirkan " tanya pangeran wang lie.
" Siapa wanita yang memimpin pasukan musuh mu"
" Wanita itu satu satunya Putri sekaligus Jendral perang kerajaan itu, kalau tidak salah namanya ... " tidak selesai bicara.
" Shie "
" Bagaimana kamu tahu namanya ,Jangan jangan memang benar kamu adalah penyusup yang di kirim olehnya "
" Kalau pangeran berfikir begitu aku bisa apa " jawab shen seadanya.
" Kalau begitu bisa kamu jelaskan kenapa kamu bisa mengenal nya "
" Ceritanya panjang. sampai kapan peperangan ini berlangsung "
" Sampai satu di antara kita tidak tersisa " ucap pangeran wang lie.
" Termasuk adik mu " kata shen.
Pangeran wang lie langsung terdiam.
" Apa tidak ada cara lain menghentikan perang yang menghabiskan banyak nyawa ini. di sana masih banyak istri dan anak dari prajurit yang menunggu suami dan ayahnya kembali. apa kamu tidak berfikir begitu " kata shen lagi.
" Kalau saja ada cara dari dulu perang tidak akan pernah terjadi " sahut pangeran wang lie.
" Jadi pangeran tetap ingin melanjutkan peperangan ini " kata shen sambil menatap pangeran wang lie.
" Mau bagaimana lagi" jawab pangeran wang lie.
" Kalau saja aku ada hak menghentikan peperangan ini dan membuat kedua kerajaan menjadi damai kembali " ucap shen.
Pangeran wang lie terus menatap adik nya yang masih tidak sadarkan diri.
" Kalau aku memberikan hak itu apa yang akan kamu lakukan " tanya pangeran wang lie.
" Aku hanya perlu hak itu, pangeran tidak perlu tahu bagaimana cara ku melakukannya " jawab shen.
" Baik aku memberikan hak itu padamu, tapi ingat cara apa pun itu jangan sampai membahayakan nyawamu atau adik ku tidak akan pernah memaaf kan ku " sahut pangeran wang lie.
" Pangeran tenang saja " jawab shen dengan santai.
Shen keluar tenda dan bergegas pergi ke perkemahan putri shie, shen pergi tanpa persiapan sedikit pun.