
Shen mengikuti pangeran wang lie yang menuntunnya ke ruang aula kerajaan.
Di sana yang mulia raja dan ratu seperti menunggu ke datangan nya.
Di lihatnya putri shie dan putri yun lie terus menatap nya.
" Salam hormat yang mulia raja yang mulia ratu " Shen menundukan kepalanya memberi hormat.
Xieyu mei hanya menundukan kepalanya dia tidak tahu apa apa tentang istana dan sekarang dia berdiri di depan penguasa kerajaan.
" Kamu terlalu sungkan " kata yang mulia raja sambil terus menatap xieyu mei.
" Siapa gadis yang berada di belakang mu " Tanya yang mulia ratu.
"Maaf yang mulia ratu nama nya xieyu mei teman seperguruan ku " Jawab shen dengan nada rendah.
Shen melirik ke arah xieyu mei dan memberikan isyarat untuk nya memberi hormat.
" Salam hormat hamba untuk yang mulia raja dan ratu " xieyu mei masih menundukan kepalanya.
Raja dan ratu tersenyum menatap xieyu mei yang terlihat sangat polos.
" Maaf yang mulia raja, kami tidak bisa tinggal lebih lama masih banyak urusan yang ingin kami selesai kan " kata shen
" Bukannya kamu baru saja sampai, kenapa tidak beristirahat sebentar. kamu sudah berjasa membuat ke dua kerajaan menghentikan perang dan berdamai " Yang mulia raja menatap putri shie yang mewakili kerajaan nya.
Shen hanya menundukan kepalanya, shen tidak tahu harus berbicara apa.
" Maaf ayahanda , Shen sudah membantu kita bisakah kita memberi nya sedikit hadiah Terimakasih " Kata pangeran Wang lie.
" Tentu saja, kamu bisa membawa dia ke ruang pusaka. Dia bebas memilih satu pusaka yang dia suka " kata sang raja.
" Baik ayah " ucap pangeran wang lie.
" Terimakasih yang mulia raja " shen menundukan kepalanya.
Shen menarik tangan Xieyu mei mengikuti pangeran wang lie yang berjalan di depannya.
Pangeran wang lie menyuruh shen masuk ke dalam ruang pusaka sendirian dan meminta xieyu mei tetap menunggu di depan pintu dengan nya.
Shen masuk ke dalam ruangan itu dan sibuk mencari benda pusaka apa yang cocok untuknya. Di luar pangeran wang lie menghampiri xieyu mei dan berdiri di sampingnya.
" Kamu kenal dia sudah berapa lama " tanya pangeran wang lie.
" Tidak terlalu lama " Jawab xieyu mei.
" Oh ya tapi kalian seperti sangat dekat "
Xieyu mei hanya tersenyum tidak menjawab nya.
Disisi lain shen masih belum mendapatkan pusaka yang cocok untuk nya.
Shen masih berkeliling di ruangan itu.
" Ambil botol itu saja " Suara sheng. spiritual naga shen
" Itu tidak terlihat seperti pusaka "
" memang bukan benda pusaka, itu air suci lembah tujuh dewi. sangat cocok untuk jiwa pedang mu "
" Benarkah " Shen mengambil botol itu dan memutar nya.
" Terserah jika kamu tidak percaya pada ku "
Suara sheng kembali menghilang.
Shen membawa botol itu dan keluar ruangan, shen melihat pangeran Wang lie terus menatap xieyu mei dan tersenyum sendiri.
" Pangeran putra mahkota, aku sudah mendapatkan yang ku mau. Terimakasih banyak atas kebaikan yang mulia pangeran putra mahkota "
" Hahahahaha. kamu terlalu sungkan, kamu bisa istirahat aku akan mengantar mu ke kamar "
" Terimakasih yang mulia pangeran "
" Oh ya, teman mu akan di siapkan kamar sendiri " kata pangeran wang lie.
shen hanya mengangguk kan kepalanya dan menatap xieyu mei.
Pangeran wang lie mengantar shen dan xieyu mei ke kamarnya masing masing untuk beristirahat.
" semoga tidak bermimpi buruk malam ini " kata pangeran wang lie.
Pangeran wang lie tersenyum dan menutup pintu kamar xieyu mei.
Ada apa dengan pangeran itu, tatapan nya membuat ku sangat kesal " dalam hati xieyu mei.
Kejam nya ketiga perguruan yang bekerja sama menghancurkan perguruan langit biru.
Shen mengepalkan tangannya dan memukul dinding di kamarnya.
Duuuuuaaaakk... suara pukulan yang sangat keras.
Tok tok tok.
Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar dan perlahan terbuka.
Di lihatnya putri Shie berdiri di depan pintu kamarnya dan terus menatap nya.
" Ada perlu apa yang mulia putri shie datang ke kamar ku, tidak baik jika ada yang lihat " kata shen.
Putri shie masuk ke dalam dan menghampiri shen.
" Aku mendengar suara pukulan yang sangat keras, aku hanya khawatir pada mu " kata putri shie
" aku tidak apa apa " jawab shen.
" Ya sudahlah " Putri shie keluar dari kamar shen dan terlihat sangat sedih.
Tok tok tok... suara ketukan pintu kamar terdengar kembali.
shen berjalan dan membuka pintu kamarnya.
Putri Yun lie yang berdiri di depan pintu langsung memeluk nya, membuat nya sangat terkejut.
" Sudah malam, tidak baik jika Putri yun lie berada di kamar seorang pria malam malam begini " kata shen sambil melepaskan pelukan putri yun lie.
" Kenapa, aku hanya merindukan mu. belum tentu ada waktu lagi untuk kita bertemu " Putri yun lie terus menatap shen.
" tapi ini tidak baik bagi Putri yun lie, jika ada yang melihat nya nama baik yang mulia raja dan ratu akan tercemar "
" Ya sudahlah, yang kamu katakan memang benar " putri yun lie berbalik dan keluar dari kamar shen.
Shen menutup kamarnya dan membaringkan badannya.
Tok tok tok...
" Aku baru saja menutup mata ,kenapa ada lagi yang mengetuk pintu "
Shen berjalan membuka pintu dan melihat xieyu mei berdiri di depannya.
" Xieyu mei apa yang kamu lakukan tengah malam begini " kata shen yang mata nya masih setengah menutup.
" Ini sudah pagi, apa kita tidak akan pergi lagi hari ini " kata xieyu mei yang terlihat sangat marah.
Shen membuka matanya dengan lebar dan melihat dengan jelas.
ternyata benar hari sudah pagi, sudah saat nya untuk melanjutkan perjalanan.
Shen membawa xieyu mei menghadap yang mulia raja dan yang mulia ratu untuk berpamitan.
" Terimakasih yang mulia raja dan ratu sudah memberikan tempat tinggal semalam untuk kami. kami harus segera pergi " kata shen sambil menundukan kepalanya.
" Berhati hati lah, kerajaan ini selalu menerima mu kapan saja " kata yang mulia raja.
" Gadis baik kemarilah " Yang Mulia ratu memanggil xieyu mei.
Xieyu mei berjalan menghampiri yang mulia ratu dan berlutut di depannya.
" Tidak perlu berlutut, aku tahu kamu gadis baik terima kitab ini. semoga kitab ini berguna untuk mu "
" Terimakasih yang mulia ratu " xieyu mei masih menundukan kepalanya.
" Yang mulia Raja yang mulia ratu Terimakasih, kami pergi sekarang "
Yang mulia raja dan ratu hanya tersenyum dan melihat ke pergian shen dan xieyu mei.
Di sisi lain putri shie dan putri yun lie merasa sangat sedih dan kesal melihat shen pergi bersama Xieyu mei.
Akhirnya bisa pergi juga " dalam hati xieyu mei.
Xieyu mei menatap shen dan merasa sangat lega sekarang.
Shen baru ingat sebelumnya dia pernah berkelahi dengan seorang pangeran tapi sampai saat ini dia belum pernah bertemu lagi dengannya.
Semoga bisa bertemu dengan nya lain kali " dalam hati shen.
Shen bersiul memanggil Chiktan yang bersembunyi tidak jauh dari istana kerajaan.
Shen dan Xieyu mei kembali melanjutkan perjalanan nya.