Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 187


Sepanjang perjalanan shen terus berpikir siapa musuh yang berani mencari masalah dengannya, shen mencoba mengingat kembali satu persatu musuh yang terbilang sama kuat dengannya bahkan lebih kuat darinya.


" Mungkinkah ini perbuatannya " ucap shen.


" Siapa yang kamu maksud?" tanya mo.


" Ketua perguruan batu berapi siapa lagi" sahut shen.


" Kenapa kamu berpikir dia yang menculiknya" ucap mo.


" Dia dan kedua muridnya tidak bisa menerima kekalahan waktu itu, mungkin ini salah satu cara licik mereka " sahut shen.


" Kalau memang benar ketua perguruan batu berapi yang menculiknya itu sama saja dengan bunuh diri, jika perguruan mereka di serang kedua pasukan kerajaan tidak mungkin bagi mereka bisa menang " ucap mo.


" Kalau bukan dia siapa lagi " sahut mo.


" Jika kamu terus berpikir tanpa bertindak ketiga wanita itu akan mati sia-sia " ucap suara tanpa wujud yang tiba-tiba menggema.


" Siapa kamu, kalau berani tunjukan wujudmu jangan hanya beraninya bermain licik " teriak shen.


" Kita pasti akan bertarung tapi sebelum itu kamu harus bergerak cepat ketiga wanitamu tidak bisa bertahan lebih lama lagi " sahut suara tanpa wujud yang langsung menghilang.


" Sial " ucap shen sambil mengepalkan tangannya.


" Aku sepertinya tahu siapa dia " sahut sheng.


" Siapa?" tanya shen.


" Sang penguasa kegelapan, aku ingat dia bilang akan bertarung denganmu menggunakan tubuh aslinya " sahut sheng.


" Benar katamu, kenapa aku baru mengingatnya sekarang " ucap shen.


" Sekarang ke mana kita harus mencarinya " sambung shen.


" Aku baru mencaritahu dia pergi ke arah selatan, tapi sepertinya yang berada di tempat itu bukan tubuh aslinya " sahut mo yang tiba-tiba berdiri di samping shen.


" Tidak perduli itu tubuh asli atau tidak karena dia mencari masalah denganku aku akan menghabisinya " ucap shen yang langsung berjalan ke arah selatan.


Shen yang terlihat sangat marah tanpa sadar mengeluarkan auranya yang sebenarnya, beberapa orang yang di temui shen sepanjang perjalanan langsung menghindarinya dengan penuh ketakutan.


" Aku merasa dia berada di sekitar sini " ucap mo.


" Bukan hanya berada di sekitar sini tapi dia berada tepat di depan kita " sahut shen yang sebelumnya sudah menggunakan jurus mata iblis legendanya.


" Tapi di depan itu hanya ada gubuk, apa kamu yakin dia berada di sana?" tanya mo


" Kalau belum di pastikan belum tentu kita tahu " sahut shen yang langsung berjalan mendekati sebuah gubuk.


Shen yang sudah tidak sabar ingin membebaskan calon istrinya bergegas masuk ke dalam gubuk di depannya, gubuk yang terlihat sangat tua dari luar ternyata bagai istana di dalamnya.


" Keluar kamu " teriak shen.


" Ho sudah datang ternyata " sahut suara tanpa wujud.


" Di mana mereka, lepaskan mereka bertiga " teriak shen lagi.


" Hahahaha, Coba cari saja sendiri " sahut suara tanpa wujud sambil terus tertawa.


Shen yang semakin merasa kesal mencoba menggunakan mata iblis legendanya untuk menyusuri setiap ruangan, baru beberapa langkah dari ruangan pertama mata shen terasa sangat sakit jurus mata iblis legendanya tidak lagi bisa di gunakan.


" Kamu tidak bisa menggunakan kekuatanmu di sini cobalah terus berusaha, ku harap kamu tidak berhasil " ucap suara tanpa wujud.


" Sialan, aku bersumpah akan menghabisimu" sahut shen.


" Ho aku menantikannya " ucap suara tanpa wujud.


" Cepatlah cari jangan banyak bicara, jika matahari terbenam nanti kamu belum menemukannya aku akan kembali membawanya pergi " sambung suara tanpa wujud yang langsung menghilang.


" Aku pasti menemukan mereka " ucap shen sambil berlari.


Shen yang terus berlari dan mencari di setiap ruangan tidak juga menemukan ketiga calon istrinya, shen yang tidak ingin menyerah begitu saja kembali lagi berlari sambil berteriak memanggil nama ketiga calon istrinya itu.


" Putri yun lie, putri shie xieyu mei di mana kalian " teriak shen sambil terus berlari.


" Aku tidak bisa membantumu dia memasang sesuatu yang membuatku tidak bisa keluar dari pedang " bisik mo.


" Tidak apa, aku akan berusaha sekuat tenaga aku pasti bisa menemukan mereka " sahut shen.


Shen yang sudah menaiki tiga tingkat namun tidak juga menemukan salah satu dari wanitanya bergegas turun kembali, sampai di tangga terakhir shen tiba-tiba melihat sebuah lubang yang cukup besar berada tepat di sampingnya.


Bruuuuuuuuuuuuaaaaaaak...


Suara shen yang terjatuh terdengar sangat keras, walau terasa cukup sakit shen mencoba kembali berdiri.


" Ruangan apa ini kenapa sangat gelap di sini" ucap shen.


Emmmmmmmm, emmmmmmmmmm...


Suara yang samar-samar yang terdengar membuat shen berjalan perlahan sambil terus meraba.


" Apa ini " ucap shen yang merasa tangannya memegang sesuatu.


" Ini terasa padat aku belum pernah memegangnya " sambung shen.


Emmmmmmmmmm, emmmmmmmm...


Suara yang terdengar tepat di depan shen membuat shen langsung menaikan tangannya meraba ke atas.


" Selamat kamu berhasil menemukannya, aku pergi dulu kita akan bertemu di permainan selanjutnya " ucap suara tanpa wujud.


Ruangan yang awalnya gelap perlahan kembali terang, shen yang melihat putri yun lie di depannya dengan tangan dan kaki yang di rantai membuat shen merasa tidak tega.


Tanpa bayak berpikir shen langsung menarik rantai yang mengikat putri yun lie sekuat tenaganya, rantai yang sudah di putus shen membuat putri yun lie kembali bisa bergerak bebas dan bersuara.


" Terima kasih shen aku percaya kamu akan datang menyelamatkanku " ucap putri yun lie yang langsung memeluk shen.


" Aku pasti akan menyelamatkan semuanya, di mana putri shie dan xieyu mei?" tanya shen.


" Aku tidak tahu, apa mereka juga di culik " sahut putri yun lie.


" Sial dia sengaja mempermainkanku " ucap shen.


" Apa kamu akan mencari mereka juga?" tanya putri yun lie.


" Tentu saja " sahut shen.


" Aku ikut denganmu " ucap putri yun lie.


" Tidak bisa, aku akan mengantarmu kembali ke kerajaan " sahut shen.


" Yang terpenting sekarang kita harus keluar dari sini, di sini kekuatanku tidak bisa di gunakan " sambung shen yang langsung menarik tangan putri yun lie.


" Tapi " ucap putri yun lie tidak melanjutkan perkataannya.


" Tapi apa?" tanya shen.


" Aku tidak bisa berdiri, kakiku seperti mati rasa " sahut putri yun lie.


" Aku akan menggendongmu kamu tenang saja " ucap shen yang langsung mengangkat putri yun lie.


Putri yun lie yang di gendong shen di depan terus menatap shen dengan kagum, wajah shen yang tampan saat serius menggendongnya membuat putri yun lie tidak bisa berhenti memandangi shen.


Setelah keluar dari dalam gubuk shen kembali menurunkan putri yun lie, shen yang merasa kekuatannya sudah kembali langsung menggenggam erat tangan putri yun lie.


" Dingin sekali " ucap putri yun lie yang merasa seluruh darahnya seperti membeku.


" Sudah " sahut shen yang langsung membuka matanya.


" Kakiku sudah bisa di gerakkan lagi " ucap putri yun lie.


" Kita sebaiknya kembali sekarang " sahut shen.


" Hem, baiklah " ucap putri yun lie dengan sangat terpaksa.


" Haaaaah, akhirnya aku bisa keluar juga " ucap mo yang berdiri di samping shen.


" Bagaimana bisa kekuatanku tidak bisa berfungsi di dalam " sahut shen.


" Dia memasang segel kekuatan " ucap mo.


" Ternyata dia lebih kuat dari perkiraanku " sahut shen.


" Aku tahu satu cara agar kamu tidak lagi terkena segel kekuatan itu, tapi yang terpenting sekarang kamu segera membawanya kembali " ucap mo.


" Baiklah " sahut shen.


" Ayo kita pergi " ucap shen sambil membantu putri yun lie berdiri.