
Kalau aku tahu dari awal yang mengantikan ku itu kamu shen, aku tidak mungkin berniat untuk menghabisimu " dalam hati putri shie sambil terus menatap shen yang berjalan jauh di depannya.
Shen yang sudah sampai di tenda pasukannya bergegas mengambil kudanya, shen ingin segera kembali ke kerajaan untuk berpamitan karena dia ingin segera pulang ke perguruan langit biru.
Putri shie yang melihat shen bersiap pergi bergegas mengambil kudanya dan mengikuti shen dari belakang.
" Bisakah kamu perlambat kudanya " teriak putri shie yang terus mengejar shen dengan kudanya.
Shen yang mendengar teriakan putri shie langsung memperlambat kudanya.
Haduh, kenapa lagi dia memintaku untuk berjalan lambat " dalam hati shen.
" Sudah pasti dia ingin terus bersama mu, begitu saja tidak tahu " sahut sheng.
" Sok tahu kamu " ucap shen dengan suara pelan.
Putri shie sendiri yang melihat shen mulai memperlambat kudanya bergegas menghampiri dan berjalan sejajar dengan shen.
" Sudah berapa lama kamu kembali kenapa tidak memberi kabar, semua yang berada di perguruan langit biru sangat mengkhawatirkan mu " ucap putri shie.
" Aku baru saja sampai, waktu aku kembali aku berada di wilayah kerajaan wanita tua yang berada di kerajaan itu menganggap ku sebagai mata mata dan aku hampir saja di hukum mati " sahut shen.
" Hahahahaha " putri shie yang mendengar perkataan shen tertawa sangat keras.
" Wanita tua yang kamu maksud pasti nenek ku, sebenarnya dia tidak jahat dia hanya ingin membantu melindungi kerajaan " ucap putri shie.
" Tapi tetap saja aku hampir mati " sahut shen.
" Dengan kekuatan mu yang sekarang aku yakin kamu bisa melarikan diri dengan sangat mudah, kenapa kamu memilih bertahan dari pada melarikan diri?" tanya putri shie.
" Karena aku tahu kamu putri di kerajaan itu, jika aku melarikan diri bagaimana nantinya kalau kamu terluka saat berperang" sahut shen sambil melihat ke arah putri shie.
Putri shie yang mendengar perkataan shen hanya bisa tersenyum, dia tidak menyangka shen begitu khawatir padanya.
Shen dan putri shie yang sudah sampai di kerajaan bergegas menaruh kudanya dan berjalan menuju ruang pertemuan, nenek putri shie yang melihat shen berjalan di samping cucunya merasa sangat kesal.
Bagaimana bisa shie tidak menghabisinya " dalam hati nenek putri shie.
" Salam ayahanda ibunda dan nenek " ucap putri shie sambil menundukan kepalanya.
" Hasil peperangan di menangkan oleh kita dan aku membawa pangeran hen jiu sebagai tahanan " sambung putri shie.
" Aku sudah bisa menebaknya jika cucuku yang turun tangan semua pasti bisa ditangani nya dengan mudah " sahut nenek putri shie sambil tersenyum.
" Nenek anda terlalu memujiku semua ini karena dia yang membantuku, jika tidak ada dia mungkin sekarang aku yang menjadi tahanan musuh " ucap putri shie.
Wanita tua yang mendengar perkataan cucunya seoalah tidak percaya, bagaimana bisa cucunya yang tidak pernah mengakui kehebatan orang lain bisa membela pria yang seharusnya menjadi musuhnya.
" Shie apa kamu tidak salah ?" tanya yang mulia raja.
" Tidak ayahanda, lima belas ribu prajurit musuh bisa di kalahkan dengan mudah hanya berdua dia dan spiritualnya saja " sahut putri shie.
" Bukannya kamu juga memiliki spiritual, bagaimana bisa dia yang melawannya dengan mudah " ucap nenek putri shie.
" Ibunda, apa ibunda tahu siapa dia?" tanya putri shie.
" Bagaimana bisa ibunda tahu " jawab ibundanya sambil terus menatap putri shie.
" Dia adalah shen pria yang selalu aku ceritakan pada ibunda " ucap putri shie.
" Baiklah kalau begitu shie pergi dulu " ucap putri shie sambil menarik tangan shen.
Setelah putri shie membawa shen pergi suasana ruang pertemuan menjadi sangat serius, sang nenek yang tidak terima melihat cucunya dekat dengan seseorang yang di anggapnya sebagai mata mata langsung memulai pembicaran dengan suara keras.
" Aku tidak tahu apa yang sudah di berikan pria itu pada cucuku, kenapa cucuku bisa sampai sangat dekat dengannya " ucap nenek putri shie.
" Ibu tenanglah, shie pernah bercerita padaku shie bilang shen itu sangat kuat dia juga memiliki spiritual naga. Jika shie memang sangat dekat dengannya kita hanya bisa mengharapkan yang terbaik " ucap ibunda putri shie.
" Aku tidak setuju dia dekat dengan cucuku, karena kamu bilang dia sangat kuat aku akan meminta Gu giong untuk melawannya jika dia menang aku akan mengizinkannya menikahi shie tapi kalau dia kalah dia harus mati " sahut nenek putri shie sambil mengepalkan tangannya.
" Ibu kenapa seperti itu, dia baru saja membantu kita " ucap yang mulia raja.
" Itu sudah keputusan ku, jika kamu tidak terima langsung saja turun dari jabatanmu itu aku akan mencarikan orang lain yang menggantikanmu " sahut nenek putri shie sambil berjalan meninggalkan ruang pertemuan.
Sang raja yang mengerti sifat asli ibunya hanya bisa diam, raja tidak bisa berbuat apa apa lagi jika dia terus berbicara ibunya pasti akan melakukan seribu cara untuk menurunkan nya.
Sang ratu yang tidak ingin putrinya marah besar padanya terpaksa memberitahukan rencana yang sudah di atur ibunya pada putrinya.
" Putriku nenekmu tidak menyukai pria itu, nenekmu bersikeras ingin menantang pria itu bertarung dengan gu giong " ucap ibunda putri shie yang berdiri di depan kamar putrinya.
" Apa gu giong, tapi ibunda gu going seorang budak yang sangat sadis. Bagaimana jika shen nantinya kalah dan terluka " sahut putri shie.
" Mau bagaimana lagi, kamu tahu sendiri jika kemauan nenekmu tidak ada yang berani membantahnya " ucap ibunda putri shie.
Tidak bisa aku tidak akan membiarkan terjadi apa apa pada shen " dalam hati putri shie.
Putri shie yang merasa khawatir langsung berlari ke kamar shen, putri shie terus mengetuk pintu kamar shen sambil berteriak.
Tok, tok, tok...
" Shen buka pintunya ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu " teriak putri shie.
Shen yang baru saja tertidur terpaksa kembali bangun dan berjalan membuka pintu kamarnya.
" Shen pergilah dari sini, nenek ku akan menantangmu bertarung dengan go giong " ucap putri shie sambil menangis memeluk shen.
" Kenapa?" tanya shen.
" Aku juga tidak tahu, tapi sebaiknya kamu pergi dari sini. Go giong sudah mencapai tingkat langit tahap dua kamu bukan tandingannya " sahut putri shie.
" Sudah terlambat untuk pergi, mau tidak mau kamu harus bertarung dengan go giong jika kamu menang aku akan melepaskan mu tapi jika kamu kalah kamu harus mati " sahut nenek putri shie yang membawa seorang pria berbadan besar bersamanya.
Mo menurutmu jika aku melawannya apa bisa menang?" tanya shen dalam hati.
" Sepertinya sulit " sahut mo.
" Apa yang sulit jika kamu tidak bisa mengalahkannya masih ada aku yang bisa turun tangan " sahut sheng.
" Karena kamu sangat yakin aku akan menerima pertarungan ini " ucap shen dengan suara pelan.
"Hem, Aku tidak tahu kenapa yang mulia ibu suri seperti anda menyimpan dendam pada ku, karena anda yang meminta aku untuk bertarung maka aku akan bertarung dengan senang hati tapi dengan satu syarat " ucap shen.
" Sudah mau mati saja masih minta syarat, cepat katakan " sahut nenek putri shie.
" Aku ingin dia menjadi milik ku " sahut shen sambil menunjuk pria berbadan besar yang berdiri di samping nenek putri shie.
" Hahahahaha, jika kamu menang kamu bisa minta apa saja pada ku. Sekarang mulai saja pertarungannya " ucap nenek putri shie sambil tersenyum penuh arti.