Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 151


Shen yang berjalan menjauhi chi langsung mengeluarkan api sucinya, sama seperti sebelumnya api sucinya membantunya kembali masuk ke wilayah suku suci.


Shen berdiri sejenak di depan dua pohon besar yang menghalangi jalannya, shen yang tidak di beritahu caranya agar bisa memasuki tempat persembunyian rahasia suku suci terpaksa menggunakan jurusn yang sebenarnya tidak ingin di gunakannya.


" Jurus dua dunia " ucap shen sambil membayangkan tempat persembunyian di balik pohon besar di depannya.


Shen yang langsung menghilang tiba-tiba berada di dalam tempat persembunyian rahasia suku suci, ketua suku suci yang melihat shen bisa masuk ke dalam tempat persembunyiannya merasa sangat terkejut.


" Kamu bagaimana bisa masuk?" tanya ketua suku suci.


" Jika aku tidak masuk bagaimana aku akan memberitahumu " sahut shen dengan santai.


" Tapi aku tidak memberitahumu bagaimana caranya masuk bukan " ucap ketua suku suci lagi.


" Aku tidak butuh kamu memberitahuku karena dari awal aku sudah yakin kamu tidak akan mempercayaiku " sahut shen.


" Baiklah, aku mengaku sebenarnya awalnya aku tidak percaya tapi setelah melihatmu aku sangat yakin kamu memang bukan orang biasa. Kehadiranmu di suku suci pasti membawa perubahan besar " ucap ketua suku suci sambil tersenyum menatap shen.


" Aku kesini hanya ingin memberitahumu tidak akan lagi ada yang berani mengganggu wilayah suku suci, jangankan untuk mengganggu mendekati saja tidak akan ada yang berani " ucap shen.


" Benar-benar pembohong besar, ayah jangan percaya padanya " sahut mou pi.


" Diam kamu " bentak ketua suku suci.


" Karena kamu sudah bilang begitu aku akan mempercayainya " ucap ketua suku suci sambil menatap shen.


" Baguslah jika ketua percaya kalau begitu aku pergi dulu " sahut shen.


" Tunggu, jika kamu bisa menerima satu seranganku aku baru percaya perkataanmu tapi jika kamu menolak jangan berharap bisa keluar dari sini " teriak mou pi.


" Kakak apa kamu sudah gila, ayah saja mempercayainya kenapa kamu malah mempersulitnya " sahut miu pi.


" Baiklah aku tidak keberatan menerima satu seranganmu tapi semua ada balasannya" ucap shen.


" Aku juga tidak keberatan, kalian semua di sini sebagai saksinya jika dia terluka dan tidak kuat menahan seranganku dia harus tetap tinggal di sini tapi jika dia berhasil menahan seranganku aku rela dia membunuhku " teriak mou pi.


" Ayah lihatlah kakak, aku sudah pernah menyaksikan sendiri seberapa kuat dia jika seperti itu bukannya kakak hanya mencari mati " ucap miu pi sambil menarik baju ayahnya.


" Sudahlah, apapun yang terjadi ayah akan membela keduanya kamu tidak perlu khawatir " sahut ketua suku suci.


" Silahkan dimulai " ucap shen dengan santai.


Heh, jika kamu memiliki tubuh kebal jurusku pasti akan membuatmu kalah terima saja sebagai balasan telah membuatku kesal " dalam hati mou pi.


" Kalau begitu aku tidak akan sungkan " sahut mou pi yang bersiap mengeluarkan jurusnya.


" Jurus tebasan seribu pedang " teriak mou pi sambil mengayunkan pedang di tangannya.


Duuuuaaaaaaaaaaarrrrrrr...


Duuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrr...


Duuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrr...


Suara ledakan memenuhi tempat persembunyian suku suci, asap hitam tebal yang berada di tempat shen berdiri membuat mou pi langsung tertawa.


" Hahahaha, itu akibatnya jika membuatku kesal " ucap mou pi sambil terus tertawa.


" Apa yang kamu tertawakan " sahut shen yang langsung berjalan keluar dari asap.


" Coba lihat dia masih hidup " teriak seorang warga suku suci seakan tidak percaya.


" Sekarang giliranku, tapi sebelum aku mengeluarkan satu jurusku aku akan memberitahu ke semua orang yang berada di sini kalau kamu akan mati hari ini " ucap shen.


" Cih, aku tidak percaya perkataanmu cepat serang aku " sahut mou pi.


" Baiklah " ucap shen yang langsung bersiap mengeluarkan jurusnya.


" Aku tahu anakku salah tolong lepaskan dia, aku sebagai ayahnya dan ketua suku suci memohon padamu " sambung ketua suku suci yang langsung bersujud di depan shen.


" Hais, ya sudahlah hanya untuk kali ini aku membiarkan orang yang mencari masalah denganku tetap hidup kalau begitu aku pergi dulu " sahut shen.


" Tunggu, kamu sudah banyak membantu kami tidak ingin banyak berhutang budi padamu. Terima ini anggap saja ini sebagai imbalan " ucap ketua suku suci yang langsung melemparkan kantong ke shen.


" Karena kalian yang memberi aku akan menerimanya dengan senang hati, aku pergi dulu " ucap shen yang langsung pergi sambil membawa kantong pemberian ketua suku suci.


Jalan yang sudah di buka ketua suku suci membuat shen tidak perlu lagi mengeluarkan jurus dua dunianya.


" Akhirnya selesai juga masalah, kira-kira apa isinya kantong ini " ucap shen yang berbicara sendiri.


" Seperti itu saja kamu tidak mengetahuinya, di dalam kantong itu terdapat seratus lima puluh batu jiwa " sahut sheng.


" Lumayan banyak juga tidak rugi aku menyelamatkan suku suci " ucap shen sambil tersenyum.


Shen yang baru mengingat yui masih berada di dalam api sucinya tanpa berpikir panjang langsung berjalan ke arah yui, shen yang melihat duan dan molpi dari kejauhan semakin mempercepat langkah kakinya.


" Ku kira kalian akan membuat ulah lagi, aku masih tidak percaya kalian diam seperti ini " ucap shen.


" Kamu akhirnya kembali tolong bebaskan yui, aku tidak tega melihatnya seperti itu " sahut duan.


" Baiklah aku akan melepaskannya " ucap shen yang langsung menarik api sucinya kembali masuk ke dalam telapak tangannya.


" Yui akhirnya kamu terbebas juga " ucap molpi.


" Terima kasih sudah menyelamatkan kami " ucap duan sambil menundukan kepalanya.


" Sudahlah cepat ikuti aku jika kalian ingin keluar " sahut shen yang langsung berjalan pergi.


" Tunggu sebentar " teriak yui.


" Aku tidak ingin mendengar perkataan kalian yang tidak berguna, cepat ikuti aku atau kalian tidak akan bisa pergi dari sini " sahut shen.


Yui yang mendengar perkataan shen langsung terlempar, yui duan dan molpi berjalan mengikuti shen dari belakang tanoa4 berani berbicara satu katapun.


" Mendekat padaku kita akan segera keluar dari wilayah suku suci " ucap shen.


" Baik " sahut yui duan dan molpi serentak.


Shen yang sudah mengeluarkan api sucinya langsung di kelilingi kedua api sucinya, duan dan molpi yang berada di dalam api suci merasa sedikit heran bagaimana bisa di dalam api tidak terasa panas sedikitpun.


" Kita sudah berada di luar wilayah suku suci, ku harap kalian tidak lagi menjadi pembunuh bayaran " ucap shen.


" Kami tidak berani berjanji akan keluar dari serikat pembunuh bayaran " ucap molpi.


" Tapi kami berjanji tidak akan mendekati wilayah suku suci " sambung duan.


" Terserah kalian saja, ambilah ini " sahut shen yang langsung melemparkan kantong pemberian ketua suku suci.


" Batu jiwa ini terlalu banyak kenapa kamu memberikannya pada kami?" tanya yui.


" Tidak ada alasan aku hanya ingin berbagi " sahut shen sambil berjalan pergi meninggalkan yui duan dan molpi.


" Terima kasih, kami akan mengingat semua kebaikanmu " teriak yui.


Shen yang mendengar teriakan yui hanya tersenyum sambil kembali melanjutkan perjalanannya.


" Aku tidak menyangka kamu sangat baik " ucap sheng.


" Baik apa?" tanya shen.


" Kamu tidak hanya menyelamatkan mereka bahkan kamu juga memberikan semua batu jiwa pada mereka " ucap sheng.


" Aku tidak memberikan semuanya, sebelumnya aku sudah mengambil setengah dari batu jiwa itu " sahut shen dengan santai melanjutkan perjalanannya.