Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 115


Shen yang baru tersadar tidak sengaja menolehkan kepalanya ke arah sei xiu yang tertidur di sebelahnya, shen yang merasa sangat terkejut langsung melompat dari tempat tidurnya dan langsung mengucek matanya.


" Hah, kenapa aku tidak memakai baju apa yang sudah wanita ini lakukan pada ku " ucap shen sambil menatap sei xiu yang masih tertidur dengan pulas.


Shen yang melihat bajunya berserakan di bawah kakinya bergegas mengambil dan memakainya, shen kembali duduk di tempat tidur sambil terus berusaha mengingat apa yang sudah terjadi kenapa dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.


" Sepertinya aku tidak sadarkan diri karena banyak kehilangan darah saat bertarung dengan wanita ini, tapi sepertinya aku juga sempat terbangun dan meminum satu mangkuk obat penghilang rasa sakit yang di berikan sei xiu.


Apa jangan jangan itu sebenarnya bukan obat penghilang rasa sakit " ucap shen sambil memukul dinding di sebelahnya.


Sei xiu yang mendengar suara pukulan keras langsung terbangun dan menatap shen yang duduk dengan gelisah.


" Apa yang kamu ributkan, ini masih sangat pagi " ucap sei xiu.


" Apa yang sudah kamu lakukan pada ku?" tanya shen.


" Aiya apa kamu tidak bisa berpikir sendiri " sahut sei xiu.


" Lagi pula kenapa kamu yang merasa gelisah seperti itu bukannya yang dirugikan juga aku " sambung sei xiu dengan santai.


" Apa kamu tidak berpikir sebelum melakukan itu bagaimana pun usaha mu aku tidak akan menikahi mu " ucap shen yang merasa sangat kesal.


Shen yang merasa sangat kesal langsung meninggalkan sei xiu, shen berjalan menuju gerbang dan menghentikan langkahnya di depan pintu gerbang itu.


" Jurus tinju sembilan dewa " teriak shen yang langsung mengarahkan tinjunya ke pintu gerbang di depannya.


Duuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrr...


Satu jurus tinju yang di keluarkan shen membuat ledakan yang sangat dahsyat hingga membuat pintu gerbang di depannya hancur berkeping keping.


Shen yang melihat sudah tidak ada lagi penghalang di depannya bergegas keluar tanpa menoleh ke belakang.


Ayah sei xiu yang mendengar ledakan langsung berlari ke arah gerbang, betapa terkejutnya pria tua itu melihat pintu gerbangnya yang sudah hancur berantakan.


" Ayah sepertinya dia marah karena aku melakukan itu padanya " ucap sei xiu yang berdiri di belakang ayahnya.


" Biar saja, bagaimanapun juga kamu sudah berhasil. Masalah pintu gerbang ini suruh saja saudaramu yang memperbaikinya " sahut ayah sei xiu dengan santai.


" Haaaaah, baik ayah " ucap sei xiu.


Shen yang masih merasa kesal terus berjalan tanpa melihat ke arah sekelilingnya, shen masih tidak menyangka dia sudah melakukannya dengan sei xiu.


" Apa yang perlu kamu pikirkan, bukannya kamu juga tidak di rugikan " ucap sheng.


" Kamu tahu dia melakukan itu pada tubuhku kenapa kamu hanya diam saja " sahut shen dengan kesal.


" Jadi apa yang harus ku perbuat, haruskah aku mengganggu kenikmatan mu dan aku yang menggantikan nya " ucap sheng lagi.


" Aku yang melihatmu sangat menikmatinya merasa tidak tega untuk mengganggu, hahaha " sambung sheng yang langsung tertawa.


" Puas kamu sekarang " sahut shen dengan kesal.


" Sudah apa yang perlu di ributkan, anggap saja semua seperti angin berlalu bukannya kekasihmu juga tidak mengetahuinya " ucap mo yang tiba tiba berada di sebelah shen.


" Kamu juga sama saja dengannya " sahut shen.


Duuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrr...


Duuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrr...


Suara ledakan mengejutkan shen yang terus bergumam sepanjang jalan.


" Aku penasaran siapa yang membuatku semakin merasa kesal " ucap shen yang langsung berlari ke arah ledakan.


Shen yang melihat pertarungan dari kejauhan bergegas mendekatinya, shen berharap bisa mendapatkan hiburan agar dia kembali semangat melanjutkan perjalanannya.


Shen yang mendengar suara wanita itu merasa seperti pernah mendengarnya, shen mencoba mengingat suara wanita itu sambil terus mengingat di mana dia pernah bertemu dengan wanita itu sebelumnya.


Shen masih terus menatap wanita itu yang perlahan bangkit berdiri dan kembali berusaha menyerang dua pria di depannya.


" Kamu tidak sekuat dulu menyerahlah layani kami dengan baik " ucap salah satu pria yang mencekik leher wanita itu.


" Cuiiiih, jangan pernah bermimpi " ucap wanita itu sambil menggerakan kepalanya.


Shen yang terus memperhatikan wanita itu sekilas melihat wajah wanita itu dengan jelas, tanpa berpikir panjang shen langsung berlari ke arah pria yang mencekik wanita itu dan langsung menendangnya.


" Jangan hanya berani menindas wanita " ucap shen.


" Ternyata ada yang ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan seorang wanita cantik, huh aku jadi ketakutan bolehkah aku pergi " sahut salah satu pria itu.


" Hahahahaha " shen masih terus menatap dua pria yang tertawa di depannya.


" Kamu shen?" tanya wanita itu.


" Ya apa kamu sudah tidak mengingat ku lagi " sahut shen.


" Menjauhlah aku akan membereskan mereka" sambung shen.


Wanita itu langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan perlahan menjauh dari kedua pria yang menyerangnya.


Shen menyeringai penuh arti sambil terus menatap dua pria di depannya.


" Heeeh, kebetulan sekali aku sangat kesal sekarang aku berharap kalian sangat kuat dan bisa menemaniku bermain sampai puas " ucap shen.


" Hehehe, sombong sekali dia " ucap salah satu pria itu.


" Kalau begitu kita harus memberikannya pelajaran hingga dia tidak lagi bisa sombong seperti itu " sahut pria yang satu lagi.


Shen yang mendengar pembicaraan dua pria di depannya hanya tersenyum, shen perlahan menutup matanya dan memfokuskan pikirannya.


" Langsung serang " teriak salah satu pria di depan shen.


Dua pria di depan shen langsung berlari bersamaan sambil mengarahkan masing masing senjata di tangan mereka.


Wheeeeeessssss...


Wheeeeeeeesssss...


Dua serangan belati kembar milik kedua pria di depannya tidak mampu melukai shen yang sudah menggunakan dua jurus pelindungnya, shen yang melihat kedua pria itu mulai kelelahan langsung mengambil kesempatan yang sangat berharga itu dan berbalik menyerang kedua pria itu dengan dua pecahan dirinya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...


Salah satu pria itu terlempar ke belakang setelah terkena satu tendangan dari pecahan diri shen.


Pria yang satu lagi masih terus berusaha menyerang pecahan diri shen yang lainnya, shen yang melihat kedua pria itu sibuk dengan dua pecahan dirinya langsung mengayunkan pedangnya.


" Pedang tanpa bayangan " teriak shen.


Wheeeeeeeessssssss...


Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr...


Jurus pedang shen mengarah dengan cepat ke arah kedua pria itu dan langsung membuat kedua pria itu terlempar dan terluka parah.


Shen yang melihat kedua pria itu tidak mampu lagi untuk berdiri langsung berjalan menghampiri mereka, shen mengarahkan pedangnya tepat ke salah satu leher pria yang terbaring di bawah kakinya.


" Aku sebenarnya ingin membuat kalian mati menggenaskan, tapi sepertinya jan li tidak bisa menunggu ku lebih lama lagi anggap saja ini hari keberuntungan kalian " ucap shen sambil menatap pria yang berada di bawah kakinya.


Shen kembali menaruh pedangnya dan berjalan menghampiri jan li yang terus menatapnya dari kejauhan.