Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 84


Ketua xu ling langsung berdiri, betapa terkejut nya dia melihat ayah nya bertarung melawan ketua tang mu.


Duaaaaaaaaarrrrr, duaaaaaaaaarrrrr...


Suara ledakan terus terdengar, ketua xu long in terus menyerang ketua tang mu tanpa berhenti.


Ketua tang mu bangkit berdiri dan berjalan ke arah ketua xu long in.


" Ini belum berakhir " kata ketua tang mu sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya.


Ketua xu long in menatap ketua tang mu, walau sudah berulang kali kena serangan nya ketua tang mu masih bisa kembali berdiri.


" Aku tidak ingin mati " teriak ketua tang mu.


Wheeeeeeeeeessssss....


Elang berkaki tiga ketua tang mu langsung keluar dari tubuh nya dan menatap tajam ke arah ketua xu long in.


" kamu harus membayar nya, kamu harus mati " teriak ketua tang mu.


Ketua xu long in tidak tinggal diam dia juga langsung mengeluarkan hewan spiritual nya.


" Keluarlah " teriak ketua xu long in.


Wheeeeeeeeeeesssss.....


Angin berhembus sangat kencang phoenix api milik ketua xu long in langsung keluar dari badan nya dan berada tepat di atas nya.


Phoenix api, bagaimana bisa dia memiliki nya " dalam hati ketua tang mu.


Shen yang baru pertama kali melihat spiritual phoenix merasa sangat takjub.


" Ternyata ketua xu long in memiliki spiritual phoenix yang sangat cantik " ucap shen sangat pelan.


" Phoenix milik ketua mu hanya memiliki kekuatan yang berbeda tipis saja dengan ku, tidak perlu sampai seperti itu " sahut sheng.


" Iya iya " jawab shen dia tidak ingin berdebat lagi dengan spiritual nya.


Shen masih memperhatikan phoenix ketua xu long in yang bersiap untuk menyerang Elang ketua tang mu.


Wheeeeeessssss...


Kibasan sayap elang ketua tang mu membuat phoenix ketua xu long in termundur.


" Terus serang kalau bisa " teriak ketua tang mu.


" Dasar sombong " Sahut ketua xu long in.


Ketua xu long in menatap phoenix nya yang sengaja tidak serius melawan elang ketua tang mu.


" Sudah cukup bermain nya, kamu harus mengalahkan nya sekarang " kata ketua xu long in yang berbicara telepati dengan phoenix nya.


" Kenapa harus terburu buru, kapan lagi aku bisa bersenang senang seperti ini " sahut phoenix ketua xu long in.


" Aduh cerewet sekali " sahut phoenix ketua xu long in lagi.


Wheeeeeeeeeeessssssssss.....


Phoenix ketua xu long in membentang kan sayap nya dengan lebar, dia akan mengakhiri pertarungan melawan elang di depan nya dengan cepat.


Dari bulu bulu phoenix ketua xu long in keluar api hingga memenuhi semua bulu yang berada di tubuh nya.


" Aku akan serius bersiap lah " kata phoenix Ketua xu long in sambil menatap elang ketua tang mu.


" Aku tidak takut " sahut elang ketua tang mu.


Whhhheeeeeeesss, wheeeeeessssss....


phoenix ketua xu long in terbang sangat cepat mengelilingi elang ketua tang mu.


Phoenix ketua xu long in sengaja hanya berputar dia ingin api nya mengenai bagian kelemahan elang milik ketua tang mu.


Phoenix ketua xu long in mengetahui kelemahan elang milik ketua tang mu, kelemahan elang itu berada tepat di bawah leher nya yang terdapat titik putih.


Phoenix ketua xu long in yang terus berputar mengelilingi elang ketua tang mu langsung mengarahkan api nya ke bawah leher elang itu.


" Arrrrrrrrrggggg " teriak elang ketua tang mu.


Kobaran api phoenix terus menyebar hingga membakar seluruh bulu elang itu hingga habis.


Bruuuuuuuuuuuuuaaaakkkkk....


Elang ketua tang mu terjatuh tepat berada di depan ketua tang mu dan langsung menghilang.


" Kamu sudah tidak bisa lari lagi " kata ketua xu long in.


Shen xieyu mei dan ketua xu ling berjalan ke arah ketua tang mu.


" Ampuni aku, aku berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi " kata ketua tang mu sambil menundukan kepala nya.


" Pergilah " sahut ketua xu long in.


" Tapi ayah " kata ketua xu ling.


Ketua tang mu tersenyum licik dan bergegas pergi, ketua xu long in yang melihat ketua tang mu mulai berjalan menjauh langsung mengambil pedang yang berada di tangan shen dan menebas kepala ketua tang mu.


Darah segar terus menetes di antara kepala dan leher yang sudah terpisah, ketua xu long in kembali ke arah shen dan mengembalikan pedang nya.


Shen memperhatikan semua murid yang masih bersembunyi di dalam ruangan, suara tangisan memenuhi ruangan itu.


" Ketua bagaimana dengan sisa murid yang bersembunyi itu " kata shen.


" Biarkan saja " kata ketua xu long in sambil berjalan pergi meninggalkan perguruan laut darah.


Shen xieyu mei dan ketua xu ling mengikuti ketua xu long in dari belakang. Pertarungan yang melelahkan akhirnya berakhir.