
Shen yang telah disiapkan kamar khusus bergegas masuk ke kamar itu dan duduk di tepi tempat tidurnya, tanpa banyak berpikir shen langsung membuka kotak ruangnya dan mengeluarkan sebuah kitab jurus pemberian kakek yi lieng yang dia dapatkan karena membantu perguruan Diyu zi.
" Jurus perubah wujud " ucap shen membaca tulisan yang berada di kitab jurus itu.
" Tunggu apa lagi, kamu harus cepat mengusai jurus itu " sahut mo.
Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung membuka kitab jurus di depannya dan perlahan kembali menutup mata seperti biasanya.
Setelah menutup matanya beberapa saat shen kembali membuka matanya dan memperhatikan sekelilingnya, shen yang merasa sedikit heran hanya bisa diam sambil terus menatap puluhan patung berukuran kecil berbentuk kera berada di depan matanya.
" Patung apa ini " ucap shen sambil berjalan mendekati salah satu patung di depannya.
Shen yang merasa penasaran tanpa berpikir langsung memegang patung di depannya itu.
Kreeeeeeeeaak...
Patung yang di pegang shen perlahan bergerak dan menatapnya dengan tajam.
Shen yang terkejut langsung mundur perlahan menjauhi patung yang terus menatapnya itu.
" Siapa namamu anak muda, untuk apa kamu berada di sini?" tanya patung itu.
" Nama ku shen aku ingin menguasai jurus perubah wujud " jawab shen.
" Berikan aku alasan yang jelas kenapa kamu ingin menguasai jurus itu " ucap patung itu.
" Aku ingin menjadi jauh lebih kuat, dengan adanya jurus itu aku bisa mengelabui musuh ku " sahut shen dengan jujur.
" Karena aku menyukai kejujuranmu, aku akan membantumu mengusai jurus itu dengan mudah tapi semua itu tidak akan ku lakukan dengan percuma " ucap patung itu lagi.
" Aku akan melakukan apapun selagi aku mampu " sahut shen.
" Baiklah kalau begitu aku langsung bilang saja, kamu harus menghidupkan semua patung yang berada di sini dan mengalahkan mereka semua " ucap patung itu.
" Bagaimana cara menghidupkannya? " tanya shen.
" Sama seperti yang kamu lakukan padaku tadi " sahut patung itu.
Shen yang tidak ingin membuang waktu bergegas berjalan menuju salah satu patung yang berada di dekatnya dan langsung memegangnya.
Sama seperti sebelumnya patung yang di pegang shen kembali bergerak dan menatapnya dengan tajam.
Shen yang melihat masih ada puluhan patung yang masih harus di pegangnya terpaksa langsung memecah dirinya, shen yang sudah memecah dirinya menjadi lima bagian bergegas berpencar.
Tidak butuh waktu lama tiga puluh patung yang berhasil di hidupkan shen langsung menatap shen dan bersiap menyerangnya, shen yang tidak bisa menggunakan pecahan dirinya untuk menyerang terpaksa hanya bisa menyerang patung itu sendiri.
Traaaaaaak, traaaaaak...
Beberapa patung yang dipukul shen hanya retak dan tidak bisa hancur, shen yang tidak ingin membuang waktu terlalu lama memutuskan menggunakan jurusnya.
" Tinju sembilan dewa " teriak shen sambil mengarahkan tinjunya ke beberapa patung di depannya.
Booooooooooooooom...
Duuuuuuuuuuuuuuaaaarrrr...
Ledakan dari jurus tinju sembilan dewa yang di keluarkan shen hanya mampu menghancurkan tiga patung di depannya, walau tidak mengerti kenapa bisa seperti itu shen tidak ingin menyerah, shen berpikir selama ini dia sudah menguasai banyak jurus tidak mungkin dia gagal untuk menguasai jurus perubah wujud hanya karena melawan beberapa patung.
Shen yang mulai kesal tanpa sadar mengeluarkan dua api suci dari kedua tangannya, shen yang melihat kedua api sucinya keluar dengan sendirinya langsung melemparkan ke arah patung di depannya.
Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaarrrrr...
Shen menatap tiga patung yang tersisa dan bersiap melemparkan kembali kedua api sucinya.
" Sudah cukup anak muda, sekarang aku percaya bahwa kamu serius ingin menguasai jurus perubah wujud itu " ucap patung yang berdiri dari kejauhan sambil terus menatap shen.
Kedua api suci shen perlahan kembali menghilang, shen yang mendengar perkataan patung itu bergegas menghampirinya.
" Lalu bagaimana caranya aku menguasai jurus perubah wujud itu " ucap shen sambil menatap patung di depannya.
" Mulai dari sekarang kamu sudah bisa menggunakan jurus itu, tapi untuk sementara kamu hanya bisa merubah wujud mu sampai dua puluh tujuh kali saja. Jika kamu ingin menguasai jurus perubah wujud tanpa batas kamu harus membunuh seratus iblis sebagai gantinya " sahut patung itu.
" Kenapa harus membunuh iblis sebagai gantinya? " tanya shen yang tidak mengerti.
" Karena patung yang sudah kamu hancurkan berisi jiwa iblis, selebihnya kamu tidak perlu tahu ingat apa yang sudah ku katakan padamu " sahut patung itu.
Shen hanya diam tidak menjawab perkataan patung yang berdiri di depannya itu, tanpa shen sadari dirinya sudah kembali berada di kamarnya semula.
Tok, tok, tok...
Suara ketukan pintu berulang kali terdengar, shen yang masih terduduk bergegas berjalan membuka pintu.
" Panglima, yang mulia raja memanggil anda " ucap salah satu prajurit sambil menundukan kepalanya.
Shen menganggukkan kepalanya dan bergegas pergi menghadap yang mulia raja.
" Hamba menghadap yang mulia raja " ucap shen sambil membungkukan badannya
" Bangunlah, aku hanya ingin mengatakan pada mu pihak musuh bersiap menyerang kita, aku ingin kamu pergi ke perbatasan menghadang musuh di sana jangan sampai ada yang memasuki wilayah kota kerajaan " ucap yang mulia raja dengan tegas.
" Baik hamba akan melaksanakan, jika tidak ada keperluan lagi hamba undur diri hamba harus menyiapkan pasukan yang akan hamba bawa besok " sahut shen.
" Pergilah " sahut yang mulia raja.
Shen yang keluar dari ruang pertemuan bergegas ke tanah lapang kerajaan, shen meniup sebuah peluit tanda dirinya meminta para prajurit berkumpul.
" Hahahaha, kamu sudah sangat cocok seperti ini " ucap sheng.
" Ini juga karena terpaksa " sahut shen.
Shen yang melihat ribuan prajurit telah berkumpul mencoba menjelaskan situasinya.
" Sebagian dari kalian mungkin masih belum mengenal ku. Perkenalkan nama ku shen aku panglima perang sementara jadi mulai dari sekarang kalian harus mengingat ku dan mendengarkan perkataan ku dengan baik " teriak shen.
Beberapa ketua yang memimpin prajurit menganggukkan kepala mereka tanda mengerti.
" Besok kita akan berangkat ke perbatasan, setiap ketua prajurit harus mempersiapkan seribu prajurit mereka apa sudah mengerti " teriak shen lagi.
" Apa panglima yakin " sahut salah satu ketua prajurit.
" Ya sangat yakin " sahut shen yang langsung pergi meninggalkan puluhan ribu prajurit di depannya.
" Kenapa panglima hanya membawa kurang lebih sepuluh ribu pasukan? " tanya salah satu ketua prajurit.
" Tidak tahu kita hanya menurutinya saja " sahut ketua prajurit lainnya.
Shen yang kembali ke kamarnya langsung membaringkan badannya, mo yang tidak tahu apa maksud shen mencoba bertanya.
" Kenapa kamu menyuruh setiap ketua prajurit hanya membawa seribu prajurit?" tanya mo.
" Menurutku shie pasti akan kembali, jika kita membawa lebih banyak apa yang akan dia bawa nanti sebagai bala bantuan " sahut shen.
" Hemmm, aku tidak menyangka kamu berpikir sampai kesitu. Tapi mungkin yang kamu lakukan memang benar" ucap mo.
Shen hanya tersenyum di dunianya yang dulu mengatur hal seperti itu sangatlah mudah baginya, dirinya sebagai pemimpin besar tidak mungkin berpikiran sempit tanpa memikirkan belakangnya.