Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 36


Shen membuka kitab Pedang seribu langkah dan kembali menutup mata nya. Hembusan angin yang menyejukan badan mengingat kan shen dengan suatu tempat.


Shen membuka matanya.


betapa terkejutnya Shen, dia berada di tempat sebelumnya di mana dia mempelajari jurus Pedang tanpa wujud.


" Tidak usah terkejut " Suara tanpa wujud.


" ternyata kamu juga yang memiliki jurus Pedang seribu langkah " kata shen


" Bisa di bilang begitu, Bagaimana apa kamu masih ingin mempelajari jurus Pedang seribu langkah " tanya wanita itu.


" Iya aku tetap ingin menguasi jurus pedang seribu langkah " jawab shen.


" Bagus, Kalau begitu kita langsung mulai saja. "


Shen mengangguk kan kepalanya.


" Pegang erat kayu yang sudah ku berikan pada mu "


" Aku tidak membawa nya "


" kalau begitu apa yang ada di tangan mu "


Shen merasa sangat heran bagaimana bisa dia memegang Sarung pedang nya yang sudah kembali menjadi kayu.


" Ini bagaimana bisa "


"tidak perlu terkejut ,aku sudah pernah bilang tidak ada yang mustahil bukan "


" Baiklah , Sekarang bagaimana cara aku mempelajari jurus pedang seribu langkah "


" Pertama kamu harus mengerti apa itu jurus pedang seribu langkah.


Pedang seribu langkah Adalah salah satu jurus yang sangat mudah di kendalikan, dan mengendalikan nya hanya dengan mengikuti langkah kaki yang sudah menguasai jurus itu sendiri."


" Bagaimana cara melakukan nya "


" Sangat mudah, kamu hanya perlu membuat dan mengingat langkah kaki mu sendiri."


" Yakin hanya itu saja, kalau hanya itu aku akan menguasainya dengan mudah "


"Iya hanya itu saja, tapi yang perlu kamu buat bukan hanya satu atau dua langah tapi harus seribu langah "


" Apa. kenapa harus sebanyak itu "


" Jurus itu bernama apa " tanya suara itu.


" Pedang seribu langkah "


" Kamu sudah tahu kenapa harus seribu langkah bukan "


Shen terdiam, yang di katakan suara itu benar . jurus itu bernama pedang seribu langkah sudah pasti untuk menguasainya di perlukan seribu langkah.


Shen membuat langkah kaki nya sendiri dan mengulanginya beberapa kali untuk menghafal nya.


shen mengulanginya lagi.


Shen merasa kaki nya sangat lelah, satu saja kesalahan langkah nya dia harus mengulanginya dari awal lagi.


" Langkah sembilan ratus sembilan puluh sembilan salah, ulang lagi "


" kamu ingin mempermainkan ku, kamu tidak merasakan betapa lelah nya kaki ku. satu saja yang salah kamu menyuruh ku mengulanginya dari awal lagi "


" kamu tidak berhak protes pada ku, kalau kamu tidak terima silahkan meninggalkan tempat ini "


Shen mengepalkan tangan nya.


Tanpa bicara shen mengulang lagi langkah demi langkah nya.


Waktu seperti berlalu begitu cepat entah sudah berapa lama dia mengulangi langkah nya sendiri akhirnya shen bisa menghafal seribu langkah yang sudah di buat nya sendiri.


" Sembilan ratus sembilan puluh sembilan , seribu " Teriak shen, sambil menjatuhkan badan nya.


Shen merasa sangat kelelahan kakinya sudah tidak sanggup untuk berdiri.


" Siapa yang suruh kamu beristirahat "


" Bukannya aku sudah menguasai langkah ku"


" Iya kamu menguasianya dengan sempurna tapi kamu belum mempelajari inti dari jurus kitab pedang seribu langkah "


" Bagaimana lagi cara agar aku menguasi inti dari jurus pedang seribu langkah "


" kamu hanya perlu mencari ku dengan mendengarkan suara ku, gunakan jurus pedang Seribu langkah untuk menyerang ku "


Tanpa berfikir panjang shen memulai langkah nya sambil terus mendengarkan dari mana asal suara itu.


"Pedang seribu langkah" Teriak shen.


*Shen berhenti dan mengayunkan kayu di tangan nya.


Duaaarrr,,, Suara terlempar dengan keras*.


Shen menghampiri seseorang yang terlempar dan terduduk lemas dibawah pohon.


" Kamu ... " Shen belum sempat bicara.


" Aku tidak apa apa. kamu sudah berhasil menguasai jurus pedang seribu langkah , aku bangga kepada mu. "


" Terimakasih ,tapi bagaimana dengan keadaan mu. kamu sepertinya terluka parah "


" Aku sudah waktunya beristirahat dengan tenang. kedua jurus milik ku sudah berhasil kamu kuasai kalau kamu ada waktu tolong ajarkan dan sebar luaskan jurus ku, jangan sampai kedua jurus itu menghilang. "


" Baik "


Perlahan wanita yang berada di depan nya menghilang tanpa jejak dan shen kembali membuka mata nya.